F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 9: Drama Cokelat



Selesai membersihkan wajah mereka yang dibasahi air mata di kamar mandi gedung fakultas kedokteran itu,Lia dan Geri yang berusaha menahan malu karena dilihati oleh banyak orang disana tadi pun ingin bergegas segera masuk kelas untuk menghindari para warga kampus yang melihat mereka tadi.


Sebelum keduanya masuk kelas,Geri yang masih menyimpan cokelat favorit Lia tadi pun memberikannya pada Lia lagi karena ia tahu setelah menguras air mata dan emosinya tadi,sahabatnya itu pasti membutuhkan sesuatu yang manis-manis untuk memulihkan kembali tubuh dan mentalnya yang tadi sempat menurun itu.


"Lia,ini cokelat buat kamu",kata Geri memberikan cokelat tadi untuk Lia yang terlihat lemas itu.


Lia yang memang sedang membutuhkan asupan gula pun menerima pemberian Geri yang sempat ditolaknya tadi dan berterimakasih padanya yang tetap memprioritaskan dan mengkhawatirkannya setelah kejadian tadi.


"Eh,iya makasih Geri",ucap Lia berterimakasih sambil tersenyum manis pada Geri.


Namun,alih-alih memakannya sendiri setelah membuka kemasannya,Lia justru membagi dua cokelat favoritnya itu untuk dirinya dan juga Geri. Lia menyadari Geri terlihat kelelahan dan kehabisan tenaga di hadapannya,sehingga dirinya itu pun memutuskan untuk memberinya asupan manis juga untuk setidaknya mengurangi rasa letih dan meningkatkan moodnya.


"Ini buat kamu",kata Lia menyodorkan setengah batang cokelat favoritnya pada Geri yang juga lemas itu.


"Eh,nggak usah... kamu aja yang makan biar tenaga kamu pulih lagi",kata Geri menolak setengah batang cokelat dari Lia.


"Aku mah nggak usah makan cokelat gitu juga udah pulih lagi kok nanti",tambah Geri memperkuat alasannya.


"Bukannya gitu,Geri... kamu aja kelihatan capek banget,gimana aku bisa makan sendiri kalo temenku aja kayak gitu",balas Lia mengkhawatirkan Geri yang juga kehabisan tenaga itu.


"Udah makan aja cokelat ini",sambung Lia memaksa Geri untuk menerima cokelat pemberiannya itu sambil menatap khawatir ke arah muka Geri yang memang pucat dan kelihatan tak bertenaga sama sekali itu.


"Kamu makan sendiri aja Lia,itu cokelat favoritmu juga kan...",ucap Geri lagi-lagi menolak cokelat Lia dan memaksanya untuk memakannya sendiri saja.


"Kan sudah kubilang,itu cokelat buat kamu dan aku nggak perlu makan kayak gitu sekarang jadi kamu makan sendiri aja,Lia...",sambung Geri yang juga terus memaksa Lia untuk memakan cokelat pemberiannya itu sendirian saja seperti Lia yang memaksa membagikan cokelatnya padanya.


Karena tahu perdebatan masalah cokelat ini tidak akan selesai-selesai,Lia pun terpikirkan sebuah rencana yang cukup cerdik agar Geri mau memakan setengah batang cokelatnya itu tanpa harus berbicara panjang lebar memaksanya lagi. Ia menyusun rencananya itu dengan baik dalam waktu yang sangat singkat dan ingin langsung mempraktikkannya sekarang juga pada Geri.


"Owh,ya udah kalo kamu beneran nggak mau makan cokelatnya... nanti aku bagi sama temen sekelasku aja",kata Lia mulai menjalankan rencananya sambil tersenyum ke arah Geri dan berjalan pelan pergi dari sana ingin menuju kelasnya.


"Nah,terserah deh kamu mau bagi ke temen sekelasmu atau siapapun itu asalkan bukan aku",balas Geri merasa puas dengan keputusan Lia yang ingin membagikan cokelatnya dengan teman sekelasnya saja itu.


Namun baru saja berjalan beberapa langkah dari sana,Lia yang sedang menjalankan rencananya itu berhenti di tengah jalan dan mengejutkan Geri dengan tiba-tiba berbalik ke arahnya lagi untuk menggodanya yang menolak cokelatnya tadi itu.


"Yakin nih?",tanya Lia mengejutkan dan menggoda dengan tersenyum aneh pada Geri yang jelas-jelas memang menolak cokelat pemberiannya tadi itu.


Geri yang baru saja merasa lega karena mengira perdebatan cokelatnya dengan Lia sudah selesai itu pun terkejut melihat Lia dengan senyuman anehnya yang menggodanya saat tiba-tiba berbalik badan itu.


"His,iya yakin... cepet sana makan cokelatnya sama temen-temenmu di kelas aja",kata Geri yang sedikit kesal dengan kelakuan Lia yang membuatnya terkejut itu.


"Iya,Lia seratus persen aku yakin... hiiih,harus kubilang berapa kali sih?...",balas Geri merasa geram dengan Lia yang masih pantang menyerah menawarinya cokelat tadi.


"Owh,ya udah kalo gitu aku makan di kelas aja deh bareng temen-temenku",kata Lia mengulangi perkataannya tadi sambil melirik ke arah Geri dan melanjutkan lagi langkah kakinya tadi untuk pergi dari sana.


"Nah bagus tuh,cepet sana pergi ke...",kata Geri tidak sempat menyelesaikan bicaranya karena tersumbat oleh sesuatu di mulutnya.


Ternyata,hal ini disebabkan rencana cerdik Lia tadi untuk membuatnya memakan cokelat pemberiannya tadi. Geri melihat Lia melakukan hal itu dengan cepat sehingga ia tidak sempat menghentikannya saat itu.


Saat berjalan pelan mulai pergi meninggalkannya tadi,tiba-tiba saja Lia yang sudah siap dengan setengah batang cokelat dalam genggamannya itu berbalik badan dan berlari ke arah Geri dengan cepat sesuai dengan apa yang direncanakannya.


Kemudian,Lia yang berlari dengan cepat tanpa disadari Geri yang masih berbicara padanya itu tiba-tiba saja lompat ke arah Geri dan memasukkan setengah batang cokelat ke dalam mulutnya dengan paksa saat mulutnya itu terbuka karena sedang berbicara. Sungguh cerdik rencana Lia ini hanya demi membuat Geri mau memakan cokelat pemberiannya ini.


"Yes,berhasil!",seru Lia merasa puas dan senang karena rencananya yang berjalan sukses pada Geri sambil berdiri dengan ujung kakinya/jinjit dan terus memegangi setengah batang cokelat yang belum sepenuhnya masuk ke dalam mulut Geri itu.


Sontak,Geri yang melihat Lia melakukan hal itu padanya pun terkejut karena tak menyangka bahwa Lia akan sampai berbuat sejauh itu demi membuatnya memakan cokelat pemberiannya. Geri kemudian memandang ke arah Lia yang menyodorkan cokelat kepadanya dan begitu pula sebaliknya.


Mereka yang saling bertukar pandang itu pun tiba-tiba saja merasa seperti waktu telah berhenti hingga membuat mereka terdiam membeku disana dengan posisi yang begitu dekat di antara mereka. Tubuh dan mata mereka seakan terkunci bersama hingga membuat mereka tak mampu bergerak dan mengalihkan pandangan satu sama lain.


Geri yang memandang Lia itu pun merasa jantungnya berdebar kencang saat itu juga dan begitu pula dengan Lia yang merasakan hal yang sama. Mereka berdua begitu menikmati momen itu hingga dunia ini serasa hanya milik dua sahabat ini.


Saat itu juga,Geri baru menyadari bahwa ternyata selama ini ia memiliki sahabat terbaik dan tercantik di dunia ini. Ia pun merasa menjadi lelaki paling beruntung di dunia ini karena memiliki sahabat secantik dan sebaik Lia ini. Sungguh sebuah anugerah yang tidak ada bandingannya lagi di dunia ini.


Dan,mulailah tumbuh perasaan antara dua sahabat ini begitu saling memandang satu sama lain saat itu. Geri mulai merasakan adanya cinta yang tumbuh diantara hubungannya dengan Lia ini begitu memandang mata Lia yang bersinar terang yang memandangnya dengan tulus itu. Sehingga,dimulailah kisah cinta di antara persahabatan mereka yang harmonis dan indah ini.


...----------------...


Sekian dulu part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️