
Selesai mengancam Lia yang lemah tak berdaya dan tak memiliki kekuasaan apapun disana,pak Seto yang menggunakan kekuasannya sebagai dosen pengajar disana sesuka hatinya tanpa memerhatikan lagi peraturan tertulis kampus yang seharusnya bisa dengan mudah mengakhiri masalah yang terjadi di kelasnya ini pun selanjutnya mengancam Geri yang merupakan akar dari terjadinya masalah kecil ini.
Sanksi yang tertulis dalam peraturan kampus pun sebenarnya dapat dengan jelas dan cepat mengakhiri masalah ini dengan menyita ponsel Lia dan Geri yang mereka gunakan untuk berteleponan bersama tadi sampai jam pulang kuliah malam dan memberikan peringatan pertama pada Lia dan Geri sebelum pada akhirnya melaporkan kepada orangtua masing-masing jika mereka mengulangi kesalahannya lagi setelah itu.
Jika mengikuti peraturan tertulis dari kampus ini saja masalah kecil ini pastinya sudah terselesaikan dari tadi. Buku peraturan kampus yang sudah dibagikan kepada seluruh warga kampus itu juga sebenarnya sudah menyertakan segala macam peraturan tertulis dalam kampus itu termasuk cara penanganan hingga penyelesaiannya.
Sayangnya,pak Seto yang juga dikenal sebagai dosen yang sering menyalahgunakan kekuasaannya pada para mahasiswa-mahasiswi di kelas maupun kampus tempatnya mengajar itu sering pula menangani masalah yang terjadi di hadapannya sesuka hatinya saja.
Sehingga, karena sikapnya yang suka main hakim sendiri tanpa memerhatikan peraturan disana tidak jarang pula terjadi sanksi yang memberatkan mahasiswa-mahasiswi di kampus itu yang hanya berbuat kesalahan kecil seperti Geri dan Lia ini.
Pak Seto yang suka menyelidiki kelemahan dan kelebihan para mahasiswa-mahasiswi didikannya itu lewat teman dari para mahasiswa-mahasiswi itu sendiri yang diancamnya pun memiliki senjata mematikan bagi mereka semua yang menempuh pendidikan tertinggi di fakultas kedokteran itu.
Pak Seto yang sangat licik ini selain sering menyalahgunakan kekuasaannya untuk menghukum para mahasiswa kampus itu sesuka dirinya,dirinya ini tak jarang pula mengancam para teman dekat dari para mahasiswa didikannya itu untuk memberitahunya segala macam kelemahan dari mahasiswa yang berbuat kesalahan di hadapan pak Seto.
Biasanya,pak Seto yang sudah menyalahgunakan kekuasaannya itu mengancam para teman dekat mahasiswa didikannya itu dengan ancaman andalannya yaitu berencana akan mengurangi nilai mata kuliah mereka yang diampu oleh pak Seto yang benar-benar sudah bertindak melampaui batas itu jika mereka tidak memberitahunya hal-hal yang ditanyakannya.
Sehingga,terjadilah perpecahan di antara tali persahabatan mahasiswa di kampus itu karena kepercayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh para pasangan sahabat mahasiswa disana sendiri.
Namun,tentunya hal itu sulit terjadi pada hubungan Geri dan Lia yang begitu kokoh terjalin disana itu.
Meskipun pastinya mereka berdua nantinya juga akan diancam oleh pak Seto untuk membongkar kelemahan satu sama lain,Geri dan Lia yang membangun tali persahabatan mereka yang semakin kuat sejak lama itu telah berkomitmen bersama untuk tetap menutup mulut mereka rapat-rspat saat ditanyai mengenai kelemahan masing-masing.
Ya,tentunya tidak akan semudah itu pula untuk saling menutup kelemahan masing-masing dari pak Seto yang licik itu karena sudah pasti pak Seto tidak akan membiarkan mereka berdua lepas begitu saja dari ancamannya itu.
Sehingga,Geri dan Lia yang lebih cerdik dalam menangani pak Seto yang membahayakan privasi mereka itu pun memutuskan untuk tidak ketakutan dan diam saja jika berhadapan dengannya suatu saat melainkan berencana akan mengancamnya balik dengan menggunakan hukum yang sebenarnya.
Sepasang sahabat cerdik itu berencana akan merekam segala ancaman pak Seto pada mereka berdua jika suatu saat nanti berbuat kesalahan kecil dan harus berhadapan dengannya. Dan terbentuklah senjata ampuh bagi Geri dan Lia yang dapat mereka gunakan secara efektif di hadapan pak Seto yang licik itu.
Memang,setelah adanya ancaman-ancaman menindas dan penyalagunaan kekuasaan dari pak Seto itu tingkat pelanggaran hukum di fakultas kedokteran ternama tempat Geri dan Lia menempuh pendidikan tinggi itu dapat diturunkan secara drastis setiap bulannya.
Namun,dengan mengintimidasi dan mengancam para mahasiswa fakultas itu merupakan sebuah cara yang sama sekali tidak dapat dibenarkan oleh pihak manapun karena dapat mempengaruhi mental dan kepercayaan antar mahasiswa fakultas itu sendiri. Sehingga,cara seperti ini pun harus segera dihentikan dan diganti dengan sebuah cara yang sama efektifnya namun aman dan tidak melanggar hukum.
Sehingga kembali lagi ke saat dimana pak Seto yang juga hendak mengancam Geri dengan ancaman membahayakannya itu,sepasang sahabat cerdik itu sudah siap pula dengan senjata mematikan mereka masing-masing.
Lia yang sudah diancam dan Geri yang akan mengalami hal yang sama itu sudah menyiapkan ponsel cadangan mereka saat itu sebagai senjata untuk melawan segala macam tindak ketidakadilan dari pak Seto yang suka bertingkah seenaknya pada para mahasiswa itu.
Dan ternyata,tanpa disadari oleh pak Seto yang sudah secara tidak disengaja terpancing ke dalam perangkap buatan Lia dan Geri yang sebenarnya sudah siap menjebaknya kapan saja itu sepasang sahabat yang sudah siap pula menghadapinya pun merekam segala ancaman menindasnya dari tadi menggunakan ponsel cadangan mereka itu.
Sehingga,Lia yang tadinya hanya berakting gemetaran ketakutan seperti anak kucing kecil lemah tak berdaya begitu mendengar segala ancaman pak Seto itu pun berubah menjadi seorang perempuan tangguh berani yang siap melawan pak Seto yang sudah melampaui batasannya sebagai dosen yang berhak menghukum mahasiswa disana sesuai peraturannya saja itu seperti seekor singa jantan yang kelaparan dan siap menyerang mangsanya kapanpun dirinya siap.
"Baiklah,untuk nak Geri akan saya beritahu ya...",kata pak Seto hendak memberitahukan hukuman yang akan diberikannya pada Geri yang tentunya menyangkut kelemahan Geri sendiri yang sudah diketahuinya sedikit.
Namun,sebelum itu Lia yang duduk di tempat duduk yang berada di sampingnya itu tiba-tiba saja membuat mahasiswa-mahasiswi di dalam kelas itu heboh dengan perbuatan penuh keberaniannya demi melawan pak Seto yang licik itu.
"Owh,ternyata kamu teleponan sama Geri...",suara rekaman ulang yang berasal dari ponsel cadangan Lia yang merekam segala percakapannya dengan pak Seto tadi itu yang diputarnya dengan keras dalam ruangan kelas yang senyap itu.
...----------------...
Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️