F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 6: Usaha Geri



Saat itu,jam sudah menunjukkan pukul delapan malam dan Geri tidak kunjung menjemput Lia yang sudah menunggunya dari tadi di depan rumah. Lia yang sudah tidak sabar kemudian mengirim pesan ke Geri tapi sama sekali tidak ada balasan darinya sehingga membuatnya merasa kesal.


Lia adalah orang yang mudah sekali marah bahkan pada hal-hal kecil sekalipun dan Geri tentunya tahu akan hal itu. Dan sekarang,Geri yang sudah begitu mengenal Lia itu malah membuat sebuah kesalahan yang membuat Lia yang sensitif itu tentunya akan marah besar.


Awalnya,Lia masih bisa menahan amarahnya itu dan terus berpikir positif bahwa mungkin saja Geri hanya akan telat beberapa menit saja. Namun,seiring waktu berjalan dan semakin lama ia menunggu masih saja belum ada tanda-tanda datangnya Geri yang sudah berjanji menjemputnya tadi.


Pada akhirnya setelah menunggu Geri di depan rumahnya selama sekitar 30 menit,Lia yang muak dan kesal dengan Geri yang tidak menepati janjinya itu pun langsung masuk kembali ke dalam rumahnya karena kelelahan menunggunya. Lia kemudian masuk ke kamarnya dan langsung tidur begitu saja berusaha menenangkan dirinya sendiri yang sangat kesal atas perlakuan Geri padanya.


Lia pun melewati malamnya yang mengesalkan itu dengan tidur nyenyak di kamarnya yang cukup besar itu. Begitu pula dengan Geri,penyebab masalah ini juga tidur dengan nyenyak karena kelelahan hingga tanpa sadar melupakan janjinya pada sahabatnya.


Keesokan paginya,Geri yang sebenarnya tadi malam sudah siap dengan pakaian rapi untuk pergi menonton film di bioskop pun bangun dari tidurnya dan langsung teringat dengan janjinya pada Lia yang diingkarinya kemarin. Sehingga,Geri yang masih setengah sadar pun langsung panik sendiri di pagi yang menenangkan itu.


Geri tahu Lia akan marah besar padanya karena kesalahannya ini sehingga ia pun panik dan merasa bersalah pada Lia. Geri kemudian bergegas melaksanakan shalat shubuh pagi itu lalu pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya segera.


Selesai mandi dan bersiap-siap,Geri kemudian mengambil kunci motornya dan mengeluarkan motornya dari garasi lalu pergi ke minimarket terdekat membeli cokelat untuk Lia yang tanpa diragukan lagi pasti sedang marah padanya.


Geri pun sampai di minimarket dan langsung bergegas mencari cokelat favorit Lia disana lalu membayarnya di kasir. Ia melakukan semuanya kali ini dengan cepat karena merasa bersalah pada Lia atas janji yang diingkarinya kemarin malam.


Setelah mendapatkan cokelat favorit Lia sebagai bentuk permintaan maafnya padanya,Geri pun langsung pergi mengendarai motornya menuju ke rumah Lia dengan kecepatan tinggi karena ia tahu Lia berangkat kuliah pagi hari ini.


Geri yang mengebut di jalanan yang masih sunyi senyap pagi itu pun tidak lagi memikirkan keselamatannya sendiri dan hanya memprioritaskan Lia,sahabatnya yang marah dan kecewa padanya hingga pada akhirnya ia pun sampai di depan rumah Lia dengan rasa panik yang terus menggebu-gebu dalam hatinya membuat nafasnya tidak tenang.


Geri kemudian mulai mencoba menenangkan hatinya dan menekan bel interkom yang terpasang di pintu gerbang rumah Lia yang sangat besar nan megah itu dan mulai berbicara dengan satpam yang menjaga pintu gerbang dan menjawab setiap orang yang datang kesana melalui bel interkom.


"Halo,selamat pagi pak",sapa Geri.


"Owh,iya ada apa mas Geri kok tumben datang pagi-pagi gini?",balas pak Toti,satpam rumah Lia yang sudah akrab dengan Geri.


"Lianya ada di rumah nggak ya pak?",tanya Geri.


"Owh,kebetulan ini mbak Lia baru aja keluar sarapan sekalian berangkat ke kampus mas dianter pak Bedi",jawab pak Toti menjelaskan keberadaan Lia pada Geri dengan logat jawanya yang begitu melekat padanya.


Geri yang mendengar itu pun langsung buru-buru ingin segera pergi menyusul Lia ke kampus sekalian ikut berangkat ke kampus karena dirinya yang kebetulan juga punya jam kuliah pagi hari ini.


"Ooo ya sudah kalo gitu,saya pamit ya pak",balas Geri yang terburu-buru ingin segera menyusul Lia ke kampus.


"Terimakasih pak",sambung Geri tak lupa berterimakasih pada pak Toti yang sudah memberitahunya keberadaan Lia itu.


"Ya mas,sama-sama",balas pak Toti melalui bel interkom.


Ia tahu Lia pasti malah akan bertambah sakit hati dan marah jika tahu dirinya hanya meminta maaf lewat chat. Sehingga,Geri pun berusaha mati-matian untuk menemuinya secepat mungkin pagi itu demi mendapatkan maaf darinya.


Geri lagi-lagi mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi namun di jalanan yang lebih ramai dari tadi. Ia menyelip dengan lihai di antara motor dan mobil yang memenuhi jalanan pagi itu demi bisa segera menemui Lia di kampus dan mendapatkan maaf darinya.


Di pikirannya tidak ada lagi selain keinginan kuatnya minta maaf pada Lia karena dirinya yang tidak mau persahabatan mereka yang sudah terjalin selama ini hancur lebur begitu saja hanya karena janji yang diingkarinya kemarin. Ia juga merasa bersalah pada Lia karena ia tahu pasti Lia sudah benar-benar mengharapkan kedatangannya kemarin malam untuk menonton film yang sudah lama mereka nantikan.


Geri yang mengebut itu pun akhirnya sampai di kampusnya lalu bergegas memarkirkan motornya di parkiran kampus. Ia kemudian berlari ke arah parkiran mobil untuk mencari Lia yang berangkat diantar oleh supir pribadinya pagi ini.


Sungguh beruntung Geri pagi itu karena ternyata Lia juga baru saja sampai di kampus dan terlihat sedang berjalan menuju gedung fakultasnya yang cukup dekat dari parkiran mobil kampus. Geri pun merasa sangat senang karena akhirnya ia dapat meminta maaf juga pada Lia pagi itu.


Geri kemudian berlari menghampiri Lia yang berjalan santai menuju gedung fakultasnya untuk memberinya cokelat favoritnya yang baru saja dibeli Geri tadi sebagai bentuk permintaan maaf dan rasa bersalahnya atas kelalaiannya kemarin.


"Lia",panggil Geri begitu berhadapan dengan Lia sambil tersenyum dan bernafas terengah-engah.


"Ini cokelat favoritmu,aku minta maaf ya untuk yang kemarin",ucap Geri meminta maaf dengan tulus pada Lia atas kelalaiannya kemarin sambil memberinya cokelat favoritnya.


Namun,yang terjadi selanjutnya sungguhlah mengejutkan dan menyakitkan serta merobek-robek hati Geri yang sudah dengan tulus meminta maaf pada Lia itu.


*Apa yang akan terjadi pada Geri yang sedang berusaha mendapatkan maaf dari sahabatnya,Lia itu selanjutnya?😬


Next part ya!😘


...----------------...


Sekian dulu part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️