
Halo,Friendlies tercinta🤗
Sebelum baca novelnya,author mau minta maaf dulu ya karena jam 12 tadi nggak upload episode baru😭
Karena tadi author lagi sibuk ada urusan penting dari pagi sampe siang,jadi nggak sempet deh buat bikin n upload episode barunya...😭
Pokoknya minta maaf banget ya🙏🙏🙏
Mohon dimaklumi ya,Friendlies author ini memang hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari kesibukan dunia ini jadi mohon maaf ya hari ini cuma upload satu episode🙏
Sekian,
HAPPY READING ALL❤️
...****************...
Mengetahui Lia yang sudah memaafkan kelalaian Geri yang meinggalkan janjinya karena menolong Fany tadi itu pun mmebuat Fany merasa bahagia dan lega disana.
Akhirnya,dirinya ini setidaknya bisa membalas pertolongan Geri yang berusaha mengalihkan perhatian para berandal itu tadi pagi dengan menyambungkan kembali tali persahabatan antara Lia dan Geri yang sempat terputus itu.
Sehingga,Fany yang hendak ditraktir oleh Lia di kafe pribadinya itu pun langsung berjalan pergi dari ruangan tersembunyi yang hanya diketahui Lia,Fany,dan pegawai kafenya itu.
"Ya udah,baguslah kalo kamu udah maafin Geri...",kata Fany senang dan lega mendengar Lia yang sudah memaafkan Geri itu.
"Yuk keluar,lama-lama panas juga ya disini",kata Fany mengajak Lia keluar dari ruangan yang begitu panas dan sempit itu.
Lia kemudian menggandeng tangan Fany lalu berjalan bersama menuju pintu keluar ruangan rahasia yang ternyata dikunci dengan gagang pintu digital yang hanya bisa terbuka jika dimasukkan sandi tertentu itu.
Lia pun memasukkan sandi ruangan itu dan pintu pun terbuka. Dan akhirnya,dirinya dan Fany yang sudah merasa sesak dan panas di dalam sana tadi pun bisa menikmati udara dingin dari AC kafe milik Lia.
"Huft... akhirnya bisa nafas juga...",kata Lia lega bisa menghirup udara segar kembali.
"Iya,udah sesak banget nih sampe mau nafas biasa aja susahnya setengah mati",imbuh Fany juga merasakan hal yang sama seperti Lia.
Fany kemudian teringat kembali pada Geri yang tidak bisa masuk ke dalam kompleks rumah Lia itu karena aksesnya sudah ditutup oleh Lia yang tadi marah padanya itu. Sehingga,Fany pun meminta Lia yang sudah tenang kembali itu untuk membuka kembali akses kartu yang digunakan Geri agar bisa masuk ke dalam rumah Lia itu.
"Oh iya,Geri lagi nungguin di luar pager kamu nih... buka aksesnya lagi gih,kasian tau dia udah nunggu lama banget lho dari tadi",kata Fany begitu teringat akan Geri yang masih dengan setia menunggunya di luar rumah Lia itu.
"Eh,iya-iya nih,bentar ya kubukain dulu",balas Lia setuju untuk membukakan kembali akses kartu milik Geri pada pintu gerbang rumahnya yang dijaga ketat oleh suatu sistem canggih itu.
Lia kemudian merogoh ke dalam tas kecil bermerek dan mewah miliknya itu untuk kemudian mengambil handphone-nya. Ia kemudian membuka sebuah aplikasi khusus yang hanya tersedia di handphone milik keluarga Lia yang berfungsi sebagai pemberi akses kepada tamu-tamu kompleks rumah Lia yang sangat besar itu.
Namun,bukanlah aplikasi di handphone Lia yang hanya ekslusif dimiliki keluarga Lia itu yang membuat Fany tercengang sendirian disana melainkan handphone Lia yang cukup membuat jiwanya meronta-ronta dalam tubuhnya. Dirinya begitu tercengang setelah melihat jenis handphone yang digunakan Lia tepat di hadapannya itu.
Ternyata,handphone milik Lia itu pun juga merupakan barang ekslusif yang sepertinya lagi-lagi hanya dimiliki oleh dirinya seorang itu. Fany belum pernah sama sekali melihat handphone yang sama bahkan serupa dengan milik Lia itu dimanapun ia berada.
Handphone milik Lia itu sspertinya memang dibuat secara khusus untuk Lia seorang karena dilihat dari desainnya saja sudah jelas handphone itu tidak dapat dimiliki oleh sembarang orang selain Lia yang berasal dari keluarga kaya raya itu.
Handphone ekslusif milik Lia itu berwarna merah muda dengan 8 kamera kecil terpasang di bagian kanan atas case-nya. Sungguh,sudah tak terbayang lagi bagaimana kualitas foto maupun video yang diambil dari handphone Lia itu yang tentunya akan membuat perempuan-perempuan eksis seperti Fany itu iri akan hal tersebut.
Selain itu,layarnya yang begitu panjang dan luas itu pun juga sudah dilengkapi dengan teknologi fullscreen yang membuat Lia sebagai penggunanya pun merasa lebih puas lagi menggunakannya.
Teknologi Fullscreen yang dimilikinya itu pun bukanlah sembarangan teknologi-teknologi fullscreen biasa yang dimiliki handphone-handphone lainnya,melainkan sebuah teknologi fullscreen yang dapat membuat handphone itu terlihat seperti handphone transparan karena jangkauan fullscreennya yang meliputi seluruh bagian handphone itu.
Ponsel yang sepertinya sengaja diproduksi khusus untuk Lia seorang di dunia ini itu pun juga terlihat begitu canggih dengan fitur pada casing-nya yang juga sama luar biasanya itu. Casing pada handphone Lia yang transparan dengan teknologi fullscreen tak biasanya itu ternyata juga bisa berganti-ganti warna secara otomatis sesuai dengan wallpaper animasi yang sudah diatur sebaik mungkin oleh Lia sang penggunanya.
Sehingga,Fany pun sangat tercengang dengan fitur-fitur dalam handphone ekslusif Lia yang sama sekali tidak dapat ditemuinya pada ponsel orang lain itu.
Hal itu pun kembali menguatkan fakta bahwa ternyata ayah Lia yang sifatnya sudah berubah drastis pada Lia itu masih sangat memerhatikan kebutuhan Lia dalam kehidupan sehari-harinya itu. Tidaklah mungkin seorang kepala keluarga seperti ayah Lia itu memberinya handphone serta barang-barang ekslusif dengan merek ternama terpampang di setiap barangnya itu jika dirinya benar-benar sudah membenci dan tidak peduli lagi pada anak semata wayang istri pertamanya itu.
Fany paham betul jika suami tante Esti itu tetaplah menyayangi Lia meskipun sudah terpengaruhi oleh tante Reni,istri keduanya yang membuatnya bisa dengan tega menyiksa Lia,anak kandungnya itu.
Menurutnya,kunci dari hancurnya hubungan keluarga yang harmonis dari keluarga kandung Lia itu adalah seorang pelakor yang dibiarkan berkeliaran sebebasnya begitu saja oleh tante Esti yang mentalnya cukup lemah untuk melawannya itu,yaitu tante Reni.
Namun,tidak ada gunanya pula memikirkan hal itu saat ini karena tetap saja Fany tidak bisa melangkah lebih jauh lagi ke dalam keluarga Lia yang bermasalah itu karena dirinya yang baru saja kenal dengan Lia itu. Sehingga,dirinya pun hanya bisa berdoa dalam hatinya mendoakan supaya Lia yang malang itu segera kembali mendapatkan apa yang menjadi haknya dalam keluarga itu.
...----------------...
Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️