F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 32: Ayudya (3)



Geri yang malah mempermainkan dan menghancurkan hati dan cinta yang telah dibangun sebaik mungkin oleh Ayudya itu pun bukannya mengejar Ayudya yang sudah berlari kencang meninggalkannya di tengah hujan yang mengguyur area fakuktas kedokteran itu,namun malah kebingungan sendiri disana.


""Waduh Ton,Ayudya kenapa tuh kok malah lari?,tanya Geri yang begitu bodoh dalam hal percintaan itu.


Anton yang ikut syok dengan kelakuan teman sefakuktasnya yang sudah menghancurkan harapan seorang perempuan cantik seperti Ayudya itu pun juga merasa kesal dengan Geri yang memang tidak pernah serius dalam beberapa hal penting itu.


"Wah,parah sih lu Ger... udah bikin cewek secantik Ayudya gitu kecewa",kata Anton juga kecewa dan kesal dengan kelakuan Geri yang mempermainkan perasaan Ayudya yang sudah berharap banyak padanya itu.


"Eh,gue kan cuma bercanda Ton...",balas Geri mulai merasa khawatir dan menyesal dengan bercandaannya yang mungkin tidak tepat waktunya.


"Bercanda... bercanda... kau itu emang bodoh apa gimana sih?",kata Anton tidak paham lagi dengan Geri yang malah bercanda dengan situasi seserius tadi itu.


"Ok deh,gue akan jelasin ke lo yang bodohnya nggak ketulungan dalam hal kayak gini...",ucap Anton hendak menjelaskan semuanya secara singkat pada Geri yang benar-benar tidak paham akan cinta Ayudya yang serius padanya itu.


"Jadi,singkatnya... Ayudya itu beneran cinta sama lo,Ger... tapi,apa? lo-nya sendiri nggak bisa serius dalam hal-hal kayak gitu...",kata Anton menjelaskan segalanya secara singkat pada Geri dan menyalahkan ketidakseriusan Geri dalam hal-hal penting seperti itu.


"Sekarang,Ayudya pasti lagi nangis karena kecewa sama lo yang malah ngasih harapan palsu tadi nih...",sambung Anton terus memojokkan Geri yang bersalah atas kejadian pagi itu.


"Parah lo Ger,kecewa juga gue sama lo...",imbuh Anton mengungkapkan kekesalan dan kekecewaan besarnya pada Geri itu.


Anton kemudian kembali duduk dengan benar di jok motornya itu lalu menyetarter mesin motornya yang sempat dimatikannya tadi saat menyaksikan momen penting yang malah dihancurkan Geri yang sama sekali tidak peka itu.


"Gue cabut aja lah,kesel gue sama lo",gerutu Anton yang mulai benar-benar kesal dengan teman sefakultasnya itu.


"Eh,Ton mau kemana lo? bantu dulu dong,gue harus ngapain nih...",kata Geri mencoba menghentikan Anton yang sudah siap menjalankan motornya pergi meninggalkannya itu untuk meminta bantuannya terkait masalahnya dengan Ayudya itu.


"Pikir aja sendiri!",gertak Anton yang sudah benar-benar kesal pada Geri lalu menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi menuju area dalam fakultas kedokteran yang berada di dekat sana itu.


Geri yang tidak tahu harus berbuat apa dengan situasi yang cukup membingungkan baginya itu pun hanya bisa terus berusaha berpikir dan berpikir di tengah hujan yang semakin deras mengguyur seluruh tubuhnya itu.


Geri yang juga mulai kedinginan sendirian disana itu pun kemudian mencari tempat berteduh di dekat sana sambil terus memikirkan apa yang seharusnya dilakukannya dalam menanggapi situasi yang baru pertama kali dialaminya ini.


Hingga pada akhirnya,Geri yang sudah menemukan tempat berteduh di daerah pertokoan dekat area fakultas kedokteran,tempatnya menempuh ilmu jenjang tertinggi itu pun terpikirkan untuk menghubungi Lia,sahabatnya yang pasti memahami situasi yang dihadapinya saat ini itu.


Sehingga,tanpa ragu-ragu lagi Geri yang sudah kehabisan akal menghadapi situasi seperti ini pun langsung mengambil ponselnya yang di sakunya dalam kantong celananya itu untuk kemudian mencari kontak Lia dan meneleponnya.


Namun,dirinya yang sudah dilanda kepanikan batin itu pun tidak sadar bahwa dari tadi berdiri di tengah hujan deras yang mengguyur seluruh tubuhnya hingga basah kuyup itu sehingga handphone-nya yang berada di dalam celananya pun ikut basah terkena air hujan yang merembes masuk kesana.


"Waduh,iya juga ya... kan dari tadi aku hujan-hujanan...",pikir Geri yang baru saja menyadari kesalahannya hujan-hujanan di jalanan tadi.


"Wah,kacau nih... semoga aja hapeku ini nggak papa deh",kata Geri beralih mengkhawatirkan handphonenya yang ikut basah kuyup terkena air hujan yang merembes ke dalam celananya tadi itu.


Sehingga,Geri yang sudah dengan yakin menyatakan bahwa handphone miliknya itu baik-baik saja pun langsung menyalakannya lalu mencari kontak Lia dan menghubunginya saat itu juga.


"Beep... beep... beep...",suara ponsel Geri yang mencoba menghubungi Lia saat itu.


"Ayolah Lia... cepat angkat,cepat...",ucap Geri dalam hatinya merasa panik karena Lia yang tidak segera mengangkat telepon darinya itu.


Sudah terlewatkan satu menit disana namun Lia yang hendak dihubunginya itu tidak segera menjawab panggilan teleponnya itu hingga pada akhirnya Lia pun mengangkat teleponnya yang terus berbunyi dari tadi itu.


Geri yang menyadari Lia yang menjawab panggilan telepon darinya itu pun merasa sangat senang disana karena akhirnya memiliki orang dapat dimintai bantuan terkait masalahnya saat ini itu.


"Ia,aku butuh bantuanmu nih!",kata Geri langsung mengatakan tujuannya menelepon Lia saat itu juga.


"Ger,bisa nggak pelanin dikit ngomongnya? aku lagi di kelas nih,dosennya lagi ngajar di depan...",kata Lia yang akhirnya menjawab telepon dari sahabat laki-lakinya itu meskipun sedang mengikuti pembelajaran di dalam kelas.


"Apa,Ia? aku nggak denger nih,di luar ujan deres banget",balas Geri yang malah semakin keras berbicara pada Lia saking deras dan kencangnya suara hujandi sekitarnya itu.


"Aduuuh... Geri,pelanin dikit dong ngomongnya... pelanin dikit...!",kata Lia terus meminta Geri untuk tidak bicara terlalu keras dalam teleponnya itu.


"Apa?! nggak kedengeran nih,bentar ya aku masuk ke toko dulu aja!",seru Geri semakin kencang lagi berbicara pada Lia yang sedang berada di dalam kelas yang tenang itu.


Akhirnya,mereka berdua pun berada dalam tempat yang tenang untuk berbicara dalam panggilan telepon itu. Namun,hal yang tidak diharapkan malah terjadi pada Lia yang sedang mengikuti kelas paginya saat itu.


Dosen pengajar Lia yang dari tadi sudah mendengarkan suara keras Geri dalam teleponnya bersama Lia itu pun menghampiri Lia yang tidak memperhatikannya yang sedang mengajar di depan kelas itu lalu mengambil handphone ekslusif nan langka milik Lia itu.


Bencana besar pun menimpa Lia yang tiba-tiba menerima telepon dari Geri di tengah-tengah kelas paginya itu.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️