F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 8: Maaf Dari Lia



Karena kelakuan para mantannya yang membuatnya trauma dengan para lelaki yang ingin mendekatinya,Lia menjadi sangat sulit percaya dengan lelaki lain selain Geri,sahabatnya. Lia sangat percaya dengan Geri karena Gerilah yang selama ini selalu menghibur hatinya yang tersakiti dan dihancurkan oleh para mantan-mantannya itu.


Sehingga,hal itu jugalah yang membuat mereka semakin akrab hingga bisa menjadi sahabat yang harmonis sekarang. Namun,yang terjadi kali ini memanglah berbeda dari biasanya karena Lia yang mungkin termakan amarah hingga membuatnya mencoba memutuskan hubungan persahabatan mereka yang sudah terjalin sangat lama itu.


Geri yang tetap ingin memperjuangkan hubungan persahabatan mereka supaya tidak terputus begitu saja karena masalah kecil yang dibesar-besarkan ini pun terus mencoba meyakinkan Lia kembali untuk tidak mengakhiri hubungan mereka seperti ini.


Geri yang saat ini memegang halus kedua pipi Lia itu kemudian melanjutkan kembali perkataannya tadi untuk menenangkan Lia sekaligus meyakinkannya agar hubungan istimewa mereka ini bisa terus terjalin.


"Aku bukanlah lelaki yang sama dengan mantan busukmu itu,Lia... ingat itu",ucap Geri sambil mengelap air mata Lia yang terus mengalir di wajahnya.


"Aku,Geri sahabatmu yang akan selalu menemanimu dalam keadaan apapun dan tidak akan pernah tega membohongimu...",sambung Geri mempertegas sekali lagi bahwa ia berbeda dengan para mantan Lia dulu.


Lia yang mendengar Geri yang berkali-kali mempertegas bahwa dirinya memang berbeda dari mantan mantannya dulu pun berusaha menyangkalnya karena Geri yang sudah memberinya harapan palsu dan membohonginya kemarin.


"Nggak,semua lelaki itu sama saja,mereka semua itu pembohong!",kata Lia tegas dengan nada tinggi mengatakan pada Geri bahwa Geri memang sama saja dengan para mantannya dulu.


"Aku sudah lelah dengan semua ini,lebih baik kita nggak usah ketemu lagi aja",tambah Lia yang dengan serius ingin memutuskan segala hubungannya dengan Geri saat itu.


Lia kemudian melepaskan wajahnya dari tangan Geri dan mulai mencoba untuk berlari pergi lagi ke gedung fakultasnya untuk mengikuti kelas pagi ini. Namun,Geri tentunya tidak akan melepaskannya semudah itu karena ia yang terus bersikeras untuk mempertahankan hubungan mereka ini.


Menyadari Lia yang lepas darinya dan ingin berlari ke gedung fakultas kedokteran meninggalkannya,Geri pun langsung menarik tangan Lia yang masih tertinggal berada di dekatnya lalu memeluknya dengan erat saat itu juga. Ia tetap tidak ingin Lia memutuskan hubungan mereka saat ini juga karena masalah yang cukup sepele kemarin.


Sementara itu,Lia yang ingin berlari ke gedung fakultasnya sambil menangis tersedu-sedu pun terkejut begitu Geri menarik tangannya dan memeluknya secara tiba-tiba. Ia yang sudah merasa sangat kesal dengan Geri pun langsung berusaha melepaskan dirinya dari pelukan erat Geri.


Namun,segala upaya kerasnya untuk melepaskan dirinya dari Geri itu terasa percuma saja karena Geri yang memeluknya dengan sangat erat hingga membuatnya seperti sudah menempel bersama Geri.


Dalam pelukan Geri,Lia pun langsung dapat merasakan betapa besarnya kasih sayang dan pedulinya Geri pada dirinya yang malah mencoba memutuskan hubungan istimewa ini. Hati Lia pun terbelah menjadi dua sisi antara pilihan terus mempertahankan persahabatan dengan Geri atau memutuskannya dan tidak akan percaya pada lelaki manapun lagi dalam hidupnya.


Namun,Lia yang masih merasa kesal dengan Geri yang memberinya harapan palsu kemarin itu tetap berusaha meyakinkan hatinya untuk tidak lagi percaya dengan lelaki manapun lagi karena menurutnya semua laki-laki itu semuanya sama.


Hingga pada akhirnya,Geri pun mengucapkan beberapa kalimat dalam pelukannya yang membuat keputusan dan hati Lia goyah kembali.


"Lia... sekarang dengarkan aku baik-baik...",bisik Geri pada Lia dalam pelukannya yang erat itu mulai mencoba lagi untuk mengembalikan hubungan istimewa mereka yang terputus itu.


Lia yang menyadari bisikan Geri yang terdengar lemah,lembut,dan tulus di telinga kanannya itu pun memperhatikannya dengan baik meskipun terus diselingi dengan suara tangisannya sendiri.


"Aku,sahabatmu nggak akan pernah melakukan atau bahkan berniat menyakiti hatimu,Lia...",ucap Geri mempertegas kembali pernyataannya tadi.


"Dan kamu jugalah satu-satunya alasanku untuk tetap semangat menjalani hidup kita yang sama-sama berat dan keras ini...",ucap Geri tak henti-hentinya bersikeras untuk mengembalikan kembali hubungan istimewa antara dirinya dengan Lia ini.


"Jadi sekali lagi kumohon padamu Lia,maafkanlah aku yang sudah menyakiti hatimu ini... aku benar-benar tak berniat sama sekali melakukannya kemarin",tambah Geri meminta maaf kepada Lia dengan penuh rasa bersalah atas kelalainnya kemarin.


Mendengar Geri yang begitu merasa bersalah pada Lia membuat Lia yang mendengarnya merasa tersentuh kembali hatinya dan pintu hatinya yang tadinya sudah ditutup sepenuhnya pun mulai terbuka lagi untuk Geri yang terus bersikeras untuk mengembalikan hubungan istimewa ini dan meminta maaf padanya itu.


Sehingga,Lia yang akhirnya mulai bisa menerima lagi Geri yang sudah berusaha untuk meminta maaf padanya dan mengakui kesalahannya kemarin itu pun mulai berbicara pada Geri lagi. Lia juga akhirnya tersadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna diciptakan di dunia ini,sehingga melakukan sebuah kesalahan kecil merupakan suatu hal yang wajar bagi setiap khalayak.


Lia juga sadar bahwa dirinya itu tidak bisa seegois tadi memutuskan hubungan istimewa mereka semudah itu hanya karena kelalaian kecil dari Geri yang sudah menyakiti hati dan harapannya kemarin. Sehingga,Lia pun pada akhirnya memaafkan Geri serta ikut merasa bersalah padanya karena sudah egois dan meluapkan amarahnya berlebihan hingga menamparnya tadi.


"Ya Geri,aku akan memaafkanmu... kamu memang bukanlah orang yang seperti itu,aku percaya itu...",kata Lia akhirnya angkat bicara dan mengakui pernyataan Geri tadi.


"Aku juga tahu tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini,jadi wajar saja bagimu membuat satu kesalahan seperti kemarin",sambung Lia sambil terus menitikkan air mata dalam pelukan Geri.


"Dan,aku juga ingin minta maaf atas apa yang sudah kulakukan pagi ini ya... aku benar-benar menyesal sudah marah-marah sampai menamparmu tadi,jadi tolong maafkan aku ya...",tambah Lia ikut meminta maaf atas perlakuannya pada Geri pagi ini.


Geri yang mendengar Lia sudah menerimanya kembali dalam hatinya dan memaafkan kesalahannya kemarin itu pun merasa sangat senang dan lega dalam hatinya karena akhirnya berhasil mengembalikan hubungan mereka yang sempat terputus tadi.


Mereka berdua kemudian melepaskan pelukan masing-masing dan tersenyum saling bertatapan bahagia bersama di area fakultas kedokteran itu dengan warga kampus di sekitar mereka yang terus mengamati kejadian tadi.


Betapa malunya Geri dan Lia karena setelah berhenti bertengkar dan berbaikan kembali,tiba-tiba saja seluruh warga kampus yang disana memberikan tepukan tangan yang begitu keras hingga suaranya menggema disana. Sehingga,Geri yang menyadari hal itu pun menggandeng Lia pergi dari sana dengan rasa malu yang ditanggung bersama menuju ke dalam gedung fakultas mereka untuk masuk kelas segera sekaligus membersihkan wajah mereka dari air mata yang membasahi wajah mereka dari tadi itu.


...----------------...


Sekian dulu part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️