
Lia yang mendengar kata-kata mutiara dari ibunya itu pun merasa termotivasi untuk menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya karena tentunya ia pun berpikir bahwa kejadian hari ini tidak akan berhenti sampai sini saja. Ia merasa ayah dan keluarga tirinya itu pasti akan kembali merencanakan penyiksaan lain padanya di lain hari,sehingga dirinya pun harus mempersiapkan fisik dan mentalnya untuk mengantisipasi hal itu.
Meskipun dirinya memang sedikit takut akan menghadapi keluarga tirinya yang akan terus menyiksanya tanpa henti di lain waktu itu,namun tetap saja mau tak mau dirinya harus mengantisipasinya bersama ibu kandungnya itu karena tidak ada kesempatan bagi mereka untuk menghindarinya.
Ibu kandungnya,Esti yang sudah terlatih mental dan fisiknya untuk menghadapi penyiksaan itu pun menasihati Lia berbagai macam hal untuk menghadapi ataupun menghindari keluarga tirinya yang kejam itu sambil terus merangkul dan membantunya berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi pribadinya.
Lia sungguh kagum dan bangga dengan ibunya yang bijak dan kuat itu. Dibalik sisinya yang pendiam dan penyabar,ternyata ada sisi mengerikan yang belum pernah sama sekali dilihatnya yaitu emosi dan keahlian bela diri mumpuninya tadi.
Tadi,Lia yang masih tenggelam dalam kloset kotor itu sempat sedikit merasakan getaran besar dan jeritan tante Reni yang begitu kencang hingga membuat telinganya yang ikut tenggelam dalam air dan badannya yang sedang membungkuk menghadap kloset kotor itu bisa merasakan dan mendengarkannya.
Dirinya yakin bahwa suara itu berasal dari tante Reni yang sedang dipukuli bertubi-tubi dengan sekuat tenaga oleh seseorang yang memiliki kekuatan yang cukup besar. Ia pikir yang melakukannya adalah seorang lelaki penyelamatnya,namun begitu ditarik keluar dari kloset itu betapa terkejutnya Lia karena ternyata yang menghajar tante Reni itu ibu kandungnya sendiri yang terlihat lemah dari luar.
Sontak,Lia yang baru saja mengetahui kekuatan terpendam dari ibunya itu pun menjadi semakin kagum lagi padanya karena Esti,ibunya yang tidak pernah sekalipun mengeluarkan kekuatan tersembunyinya itu untuk membela diri dari penyiksaan ayahnya yang bahkan jauh lebih parah dari itu.
Setelah puas merasa kagum dan bangga dengan ibunya yang menyelamatkannya tadi,Lia dan ibu kandung yang begitu peduli dan menyayanginya itu pun akhirnya sampai di kamar mandi pribadi Lia yang berada di dalam kamar Lia.
Esti,ibu kandung Lia itu kemudian meminta Lia untuk segera mandi dan membersihkan segala kotoran yang menempel di wajah dan rambutnya yang tercelup ke dalam kloset kotor tadi.
Lia kemudian mengikuti perintah ibunya itu dan langsung bergegas mengambil handuk dan baju ganti lalu pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh terkotornya itu.
Dirinya sama sekali tidak pernah mandi dengan kondisi badan sekotor dan sebau ini seumur hidupnya. Bahkan dalam hidupnya selama ini saja jika Lia baru saja pulang dari luar rumah,dirinya selalu menyempatkan diri untuk mandi setelah itu sehingga tubuhnya pun bersih setiap saat.
Air yang digunakan untuk mandi oleh Lia itu pun bukanlah air shower biasa melainkan air susu yang sudah dipersiapkan secara khusus untuknya berendam di dalamnya demi menjaga kulit putih nan cantiknya itu.
Selain itu,sabun dan shampo yang digunakan oleh Lia untuk menggosok dan membersihkan kotoran tubuh dan rambutnya itu pun juga bukanlah sembarang sabun dan shampo yang dijual di pasaran, melainkan sabun dan shampo ekslusif yang berkualitas tinggi dan mahal yang hanya diproduksi beberapa oleh pabrik sabun dan shampo ternama di dalam maupun luar negeri.
Meskipun perlakuan ayah kandungnya itu sudah berubah seratus delapan puluh derajat kepada Lia,dirinya itu tetaplah memperhatikan apa saja yang dibutuhkan oleh putri semata wayang dari istri pertamanya itu seperti sebagaimana semestinya sejak Lia kecil tumbuh di rumah itu. Rasa perhatiannya yang begitu besar pada Lia atas kebutuhan hidup Lia itu sama sekali tidak berubah dan masih berlangsung sampai sekarang meski rasa sayang dan cintanya pada Lia sudah tak sebesar dulu lagi karena kehadiran wanita lain dalam kehidupan keluarga mereka yang sudah terjalin begitu lama dan harmonis itu.
Berkat perawatan dari ayahnya yang berbuah anugerah kecantikan yang begitu luar biasa pada Lia saat ini dan sebagian dari harta kekayaannya yang diberikannya kepada anak semata wayang dari istri pertamanya itu membuat Lia menjadi seorang mahasiswi yang cukup disegani dan populer di kampusnya saat ini.
Ia patut berterimakasih kepada ayahnya yang telah membuatnya tumbuh dengan sangat baik sampai saat ini,sehingga dirinya pun berjanji akan membalas segala yang telah diberikan ayahnya kepadanya suatu hari nanti.
Saat mandi dan membersihkan dirinya di dalam kamar mandi,Lia pun terus memikirkan hal itu karena masih syok dengan perlakuan ayahnya padanya tadi di hadapan ibu dan kedua saudara tirinya tadi. Ia masih tidak menyangka bahwa ayahnya yang sudah merawat dan membesarkannya selama ini itu akan dengan tega mengikuti kemauan istri keduanya,tante Reni untuk menyiksanya yang bersahabat dengan Geri itu.
Sebenarnya,sudah sejak dulu ayah tercintanya itu tahu mengenai persahabatannya dengan Geri yang memang sudah terjalin semenjak dirinya kelas 1 SMP itu. Dan sebelum ayahnya menikah lagi dengan tante Reni yang dengan mudahnya merebut suami ibu kandung Lia itu,dirinya tidak pernah sama sekali mempermasalahkan hubungan dekat nan istimewa antara Lia,anaknya dan Geri yang hanya mahasiswa sederhana itu.
Sungguh perbedaan yang begitu mendasar dalam hal kekayaan antara Lia dan Geri yang bagaikan bumi dan langit itu. Namun,tidak pernah sekalipun ayah kandung Lia itu memandang rendah Geri,sahabatnya yang sama-sama manusia yang sederajat dengannya itu.
Ia selalu berpegang teguh dengan kalimat bahwa semua manusia itu sederajat dan sama namun hanya sikap masing-masing individu saja yang berbeda,sehingga dirinya pun selalu menyambut dengan hangat dan baik kehadiran Geri dalam kehidupan putri semata wayang dari istri pertamanya itu.
...----------------...
Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️