
Lia yang tidak kunjung ditarik kembali kepalanya dari kloset berair kotor itu pun terus meminum air yang merendam seluruh wajahnya itu hingga pada akhirnya ia pun kembung dengan air yang dapat membahayakan kesehataannya itu. Di dalam kloset berair kotor itu sembari dengan terpaksa terus meminum airnya,Lia yang memang sudah tidak kuat disiksa seperti itu pun juga menangis sesenggukan disana.
Lia terus memohon ampun kepada ayah dan ibu tirinya yang terus dengan senang menyiksanya layaknya hewan ini. Namun,suaranya itu tidak bisa terdengar sama sekali karena di dalam air dan kedua orangtuanya itu memang sudah tidak menggubrisnya sama sekali.
Begitu keterlaluan dan tidak manusiawi perlakuan keluarga Lia itu yang malah tertawa puas melihatnya tersiksa di dalam kloset super kotor itu. Mereka terus tertawa puas hingga pada akhirnya muncullah seorang perempuan yang dengan berani memerintahkan mereka untuk segera berhenti menyiksa Lia yang malang itu.
Perempuan itu pun membentak keluarga yang menyiksa Lia seperti mainan pemuas mereka itu dan memerintahkan pak Fredy dan Reni untuk segera melepaskan Lia dari siksaan kejam mereka itu. Namun,tanggapan dari pak Fredy dan Reni,istri keduanya itu pun sungguh mengejutkan dan malah semakin memancing emosi perempuan yang hendak menyelamatkan Lia itu.
"Ha,lepasin? maaf ya mbak,bisa ulangi lagi tadi ngomong apa?",kata Reni mempermainkan perkataan perempuan tadi.
"Lepasin Lia sekarang juga!",bentak perempuan itu mulai marah besar pada Reni yang malah mempermainkannya itu.
"Enak aja! dia ini udah berada di tempat yang seharusnya,biar aja dia disitu terus... hahaha",kata Reni,istri kedua pak Fredy tetap ingin terus menyiksanya sampai dirinya puas.
"Asal kau tahu,dia itu sudah buat kesalahan besar dengan menjalin hubungan sama sahabatnya,Gery itu yang setingkat sampah! makanya dia sangat layak mendapatkan semua ini",tambah Reni akhirnya memberitahukan letak kesalahan Lia yang membuatnya mendapat penyiksaan yang kejam dan tidak manusiawi itu.
Mendengar alasan sebenarnya dari Reni yang menyiksa Lia separah itu hanya karena Lia menjalin hubungan istimewa dengan Geri yang hanya orang biasa itu pun membuat emosi perempuan yang membentaknya tadi pun semakin marah. Ia begitu kesal akan ucapan Reni,istri kedua pak Fredy itu karena ternyata dirinya ini adalah ibu kandung dari Lia yang juga dikesampingkan di keluarga itu.
Dirinya masih bisa menerima jika yang mendapatkan ejekan,penyiksaan,dan pengucilan itu adalah dirinya sendiri. Namun,jika keluarga kedua pak Fredy itu sudah berani menjangkau Lia,anaknya yang tidak bersalah apa-apa itu dirinya tidak mungkin hanya tinggal diam saja.
Ibu kandung Lia yang sudah tak bisa menahan dirinya lagi itu pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan penuh amarah dan rasa kesal yang begitu dalam kepada pak Fredy dan Reni yang malah semakin bahagia dan puas menyiksa Lia,anaknya itu.
Esti,ibu kandung Lia itu pun dengan cepat tangkas langsung menghajar Reni,ibu tiri Lia yang sudah menampar dan menyiksa Lia tanpa henti itu sebagai bentuk pembalasannya atas perlakuannya pada Lia tadi itu. Esti dengan sekuat tenaga langsung memukul Reni di bagian pipi kanannya hingga dirinya yang duduk memegangi tangan Lia dari tadi itu pun jatuh tersungkur di lantai kamar mandi terbengkalai itu.
Tak berhenti disitu saja,Esti pun melanjutkan pembalasannya itu dengan menarik rambut Reni untuk langsung membangkitkannya dan menghajarnya kembali di bagian atas tubuhnya dari wajah sampai perutnya hingga membuatnya babak belur dengan pukulan penuh api amarahnya yang terus membara dan bertambah besar melihat anaknya yang disiksa dari tadi.
"BUG! PLAK! BAG! PLAK! BUG!",suara pukulan keras Esti yang terus menghujani tubuh Reni hingga membuatnya benar-benar ikut tersiksa seperti Lia itu.
"Rasakan ini! rasakan ini! sakit kan,makanya jangan ganggu Lia lagi kau dasar pelakor!",seru Esti,ibu kandung Lia merasa begitu puas menghajar Reni hingga benar-benar membuatnya babak belur di seluruh bagian tubuh atasnya itu.
"Ah...ah... ah... a-ampun mbak... ya sudah... m-mas lepasin... le-lepasin Lia sekarang...",kata Reni memohon ampun pada Esti istri pertama pak Fredy itu lalu menyuruh suami mereka untuk menghentikan penyiksaannya pada Lia dan melepaskannya.
Sebenarnya pak Fredy masih belum puas dengan menyiksa Lia hanya sampai disitu saja karena menurutnya dengan berteman dengan Geri yang hanya orang biasa itu sudah bisa menghancurkan image keluarganya yang terpandang itu di mata para orang-orang super kaya lainnya.
Sehingga,pak Fredy yang belum puas itu pun akhirnya melepaskan Lia dengan cara yang sangat keterlaluan yaitu membantingkan kepalanya untuk masuk lebih dalam lagi ke kloset kotor itu dengan sangat keras hingga membuat Lia menjerit kesakitan begitu kencang sampai-sampai kedengaran keluar padahal dirinya di dalam air.
Menyadari suaminya yang akhirnya melepaskan Lia dengan cara yang begitu kejam hingga menyiksa Lia lagi,Esti pun membalasnya dengan melakukan hal yang sama kejamnya pada istri tercintanya yang berada dalam cengkramannya itu.
Esti yang sama-sama belum puas membalas perbuatan Reni tadi pun mengakhiri pembalasannya dengan membangkitkannya dari sana lalu menendang perut Reni dengan lututnya dan memukul kembali wajahnya dengan segenap tenganya hingga Reni yang jatuh tersungkur lemas tak berdaya di lantai kamar mandi itu.
"Rasakan itu,dasar kau pelakor penyiksa!",seru Esti,ibu kandung Lia itu mengata-ngatai Reni yang sudah babak belur dihajarnya tadi itu.
Sementara itu,Reni yang dihajarnya hingga babak belur itu pun merintih kesakitan disana karena berbagai pukulan dan tendangan yang mendarat di bagian atas tubuhnya itu hingga membuatnya tak memiliki tenaga lagi untuk bangkit.
Suami Esti,pak Fredy yang melihat istri keduanya sudah hancur babak belur dihajar Esti pun langsung bergegas menghampirinya untuk menolongnya bangkit dari lantai kamar mandi terbengkalai yang kotor itu sementara Esti yang juga langsung ikut bergegas menolong Lia yang kesakitan lemas tak berdaya di kloset kotor kamar mandi itu.
Pasangan suami istri itu pun sibuk mengurusi orang tersayang mereka masing-masing dan tidak peduli pada satu sama lain. Esti dan pak Fredy sudah seperti benar-benar terpisah karena kehadiran Reni yang menghancurkan segalanya hingga membuat pasangan suami istri yang tadinya hidup dekat dan harmonis itu menjadi seperti hidup di dua dimensi yang berbeda yang membuat mereka tidak melihat satu sama lain lagi.
...----------------...
Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️