F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 4: Pelukan Hangatmu



Geri yang membangkitkan Fany kemudian menatap matanya dengan serius dan mulai berbicara dengannya untuk meyakinkannya kembali bahwa dirinya tidak perlu merasa bersalah atas semua ini karena yang dilakukannya tadi sudah benar.


"Fany,sekarang tatap mataku!",kata Geri meminta Fani untuk bertatapan serius dengannya.


Namun,Fany yang terus menangis tersedu-sedu itu tetap berusaha untuk menunduk tidak mau melihat wajah Geri yang juga terus berusaha meyakinkannya dari tadi itu. Geri yang tadinya hanya mencoba memegang pundak Fany pun mulai memegang kedua pipi Fany yang dibasahi air mata yang terus keluar dari matanya itu untuk sekali lagi meyakinkan dirinya yang masih merasa bersalah itu.


Geri terpaksa harus memegang pipi Fany karena ia pikir inilah satu-satunya cara untuk membuatnya mau bertatap muka dengannya dan mendengarkan apa yang akan dikatakan Geri.


"Fany! tatap mataku sekarang!",gertak Geri memaksa Fany lagi-lagi untuk bertatapan dengannya.


Fany yang kedua pipinya dipegang oleh Geri untuk bertatap muka dengannya pun merasa tak sanggup untuk melihat Geri sehingga ia pun memilih untuk tetap berusaha melepaskan wajahnya dari Geri dan menunduk lagi. Namun,karena kuatnya tangan Geri yang memegang pipi Fany,ia pun tidak mampu melepaskan wajahnya dan malah menangis lebih kencang lagi di hadapan Geri.


Hingga pada akhirnya,Fany yang tadi hanya terdiam dan menangis tersedu-sedu pun membuka mulutnya berbicara kepada Geri yang masih menatapnya dengan penuh rasa kasihan dan sedih padanya.


"Sudahlah,aku udah nggak kuat... aku bersalah...",kata Fany diiringi dengan tangisannya yang juga semakin kencang lagi.


"Aku udah melukai mereka sampai separah itu... huhuhu...",sambung Fany terus merasa bersalah pada hal yang sudah benar dilakukannya.


Geri yang akhirnya mendengar Fany yang angkat bicara terkait hal tadi pun malah langsung menggertaknya lalu meyakinkannya lagi dengan keras bahwa dirinya memang tidak salah melakukannya tadi.


"Fany,sudah kubilang berapa kali kalau kamu itu nggak salah!",gertak Geri terus meyakinkan Fany untuk tidak merasa bersalah.


"Kuberitahu kau sekali lagi,kalau apa yang kau lakukan tadi sudah benar!",gertak Geri semakin keras lagi pada Fany sambil terus memegangi kedua pipi Fany agar dirinya tidak lepas dari pandangannya.


Namun,lagi-lagi Fany yang tetap merasa bersalah pun terus menyangkal apa yang dikatakan Geri itu sambil menangis tersedu-sedu di hadapan wajah Geri yang masih menatapnya dengan serius penuh rasa kasihan dan sedih.


Hingga pada akhirnya,Geri yang mulai muak dengan semua rasa bersalah Fany itu pun memeluk tubuh Fany dengan erat untuk lebih menenangkannya lagi. Geri berharap,dengan memeluknya itu dapat membantunya berbagi kesedihan dan rasa bersalahnya itu kepada Geri yang sudah siap menanpung semua bersamanya.


Sementara itu,Fany yang dipeluk erat oleh Geri pun langsung terkejut dan sontak dalam sekejap dirinya pun berhenti menangis. Fany tidak menyangka bahwa akan ada laki-laki yang mau menampung kesedihan dan rasa bersalahnya itu. Dalam pelukan Geri,Fany pun hanya bisa duduk lemas tanpa bergerak sedikitpun dari sana karena Geri yang memeluknya dengan erat dan penuh kasih sayang.


Fany merasa sangat nyaman dan lega berada dalam pelukan Geri yang sangat peduli dan menyayanginya meskipun baru saja bertemu itu. Sehingga,Fany yang juga merasa bahgia karena akhirnya mempunyai seseorang yang mampu menampung kesedihannya bersama pun menangis lega di pundak Geri hingga membuat Hoodie yang dikenakannya basah akan air mata.


"Ya,tidak apa-apa Fany... menangislah,menangislah lebih kencang lagi",ucap Geri merasa lega akhirnya Fany bisa melepaskan dan membagikan kesedihannya dan rasa bersalahnya itu kepada Geri.


"Ayo keluarkan semuanya,keluarkan semuanya Fany... aku selalu siap menampung segala kesedihanmu kok",sambung Geri meminta Fany untuk tidak segan-segan lagi mengeluarkan segala kesedihannya dalam pelukan Geri.


Fany akhirnya menangis kencang dalam pelukan Geri hingga semua kesedihannya tadi keluar melalui air matanya yang membuatnya merasa lega setelah itu. Fany pun sudah merasa bahagia dan nyaman sehingga ia berhenti menangis disana lalu melepaskan Geri yang telah memeluknya dengan erat dari tadi.


Geri kemudian menatap senang pada Fany dan begitu pula sebaliknya. Mereka saling bertatapan bahagia karena akhirnya Fany tidak merasa sedih dan bersalah lagi berkat Geri yang pantang menyerah meyakinkannya tadi.


Fany yang sudah merasa bahagia dan nyaman itu pun memeluk balik Geri sebagai rasa terimakasihnya karena Geri yang sudah bersedia menjadi teman yang mau menampung kesedihannya bersama.


"Iya sama-sama,lain kali kamu lebih berani lagi ya kalo terjadi kejadian kayak gini",balas Geri menasihati Fany untuk menjadi seorang yang lebih baik lagi ke depannya.


"Iya,sekali lagi makasih banyak ya udah mau bantu aku tadi",ucap Fany berterimakasih lagi pada Geri.


"Aku juga mau bilang makasih juga ya karena kamu udah nyelamatin aku dari para berandal tadi",balas Geri ikut berterimakasih pada Fany yang sudah menyelamatkannya tadi.


Setelah saling mengungkapkan rasa terimakasih satu sama lain,Fany pun melepaskan pelukannya lalu bangkit dari duduknya dibantu oleh Geri yang juga ikut berdiri.


"Oh iya,setelah ini kamu mau kemana?",tanya Geri sambil membersihkan celananya yang terkena tanah tadi.


"Em... sebenarnya sih,aku tadi cuma jalan-jalan pagi tanpa tujuan aja",jawab Fany sambil tersenyum manis dan membersihkan air mata yang membasahi wajanya dari tadi.


Geri yang mendengar jawaban Fany itupun langsung memutuskan untuk mengajak Fany jalan-jalan dengan sepeda bersamanya saja menuju ke tempat yang dijanjikannya dengan Lia kemarin sebagai upayanya untuk berteman lebih dekat lagi dengan Fany yang baru saja ditemuinya secara tidak sengaja itu.


"Kalo gitu,gimana kalo kamu ikut aku naik sepeda jalan-jalan sama temenku aja?",tanya Geri mengajak Fany untuk ikut bersamanya bertemu dengan Lia nanti.


"Temenmu laki-laki?",tanya Fany penasaran.


"Perempuan kok,tenang aja",jawab Geri santai.


"Dia gebetanmu ya? aku nggak mau kalo aku sampai mengganggu acaramu nanti jadi lebih baik aku nggak ikut aja ya",balas Fany merasa tidak enak jika dirinya nanti mengganggu kegiatan Geri bersama teman perempuannya yang malah dikira orang yang disukainya oleh Fany.


"Hah? enggak kok,dia sahabatku jadi tenang aja... dia juga baik n friendly banget kok orangnnya",sangkal Geri menjelaskan dengan baik pada Fany mengenai Lia.


"Oh,kukira... ya sudah aku akan ikut denganmu aja deh,soalnya aku juga bingung nih mau ngapain hari ini",jawab Fany akhirnya mengiyakan ajakan Geri untuk bersepeda bersamanya ke tempat yang dijanjikan Geri bertemu dengan Lia pagi ini.


...----------------...


Sekian dulu part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️