
Di saat yang sama dimana Geri dan Ayudya yang saling terpesona bahkan sempat jatuh hati satu sama lain itu menikmati momen mereka di tengah hujan lebat yang mengguyur basah seluruh tubuh mereka di trotoar itu,datanglah Anton dari arah warteg tadi melintas di jalanan kampus itu.
Anton yang melihat dua orang yang sepertinya dikenalinya sedang bertimpa di trotoar itu pun langsung meneriaki mereka untuk segera bangkit dari sana karena tidak baik berada di jalanan dengan kondisi seperti itu di bawah hujan deras yang mengguyur daerah fakultas kedokteran.
"Belum mahram woi! inget dosa",teriak pemotor lelaki itu begitu melihat Geri dan Ayudya yang bertimpaan di tengah trotoar jalan itu.
Segera setelah menyadari ada yang melihat dan meneriaki mereka seperti itu,Geri pun buru-buru bangkit dari tubuh Ayudya yang ditimpanya karena terjatuh tadi.
Geri kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Ayudya bangkit dari sana setelah tertimpa badannya yang tentunya lebih besar dari badan Ayudya itu. Ayudya pun berdiri kembali dibantu oleh Geri dan suasana pun menjadi sangat canggung di antara mereka setelah itu.
"Kalian berdua ngapain sih di jalanan kayak gitu?",tanya Anton penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi disana.
Geri dan Ayudya yang masih merasa canggung dan malu satu sama lain pun tidak menggubris pertanyaan Anton sama sekali dan malah terus bertatapan di hadapan Anton yang penasaran itu.
Dalam pikiran masing-masing,Geri dan Ayudya pun terus terbayang-bayang betapa memalukannya kelakuan mereka di trotoar jalanan itu yang juga dilihat oleh Anton,teman Geri itu.
"Aduuuh... kenapa harus nabrak sih...",pikir Geri menyalahkan dirinya yang tidak memperhatikan ke depannya tadi saat berlari mengejar Ayudya yang ternyata sudah menyerahkan diri itu.
"Aduuuh... apa-apaan sih si Geri ini pake nabrak segala,punya mata nggak sih?!",kata Ayudya yang mau merasa kesal pada Geri yang menabraknya lalu menimpanya di trotoar jalan tadi.
"Apa yang bakal dipikirin Anton nanti kalo lihat aku sama Geri kayak gini...",pikir Ayudya khawatir jika Anton berpikir macam-macam tentang dirinya dan Geri yang tidak sengaja bertimpa di jalan tadi.
"Wah,bodoh... bodoh... pasti si Anton ini bakal mikir macem-macem deh",pikir Geri memikirkan hal yang sama dengan Ayudya.
Sementara itu,Anton yang merasa tidak digubris sama sekali oleh mereka berdua yang malah saling bertatap mata di hadapannya itu pun menjadi kesal dan membentak mereka di tengah hujan deras yang mengguyur tempatnya itu.
"Oi,kalian ini malah tatap-tatapan... kalo ada orang tanya itu ya dijawab!",bentak Anton yang merasa dianggap seperti lalat terbang saja disana.
Geri dan Ayudya pun serentak terkejut dengan Anton yang membentak mereka itu lalu dengan serentak pula mereka berdua menjawab pertanyaan Anton tadi dengan jawaban yang sama persis bersamaan.
"Nggak kok,kita nggak ngapa-ngapain...",kata Geri dan Ayudya serentak menjawab pertanyaan Anton pada mereka tadi.
Geri dan Ayudya yang malah dengan kompak serentak menjawab pertanyaan Anton pada mereka tadi pun membuat Anton yang berdiri di antara mereka berdua pun mulai curiga dengan yang sebenarnya terjadi di antara kedua teman sefakultasnya itu.
"Hmmm... beneran nggak ngapa-ngapain nih...? kok aku curiga ya...",kata Anton mencurigai hubungan Geri dan Ayudya yang sebenarnya disana sambil berlagak berpikir seperti detektif dengan meletakkan jari telunjuk dan jempolnya di dagunya.
"Kayaknya ada "someting" deh di antara kalian berdua ini... udahlah,jujur aja sebenarnya kalian itu ada apa sih?",sambung Anton terus menekan mereka berdua dengan pertanyaan penuh kecurigaannya pada Geri dan Ayudya yang kelihatan mulai panik itu.
"Udah dibilang nggak ada apa-apa,ya nggak ada apa-apa,Ton...",balas Geri dan Audya lagi-lagi bersamaan menjawab pertanyaan Anton itu dengan jawaban yang juga sama persis.
Sehingga,suasana pun semakin aneh dan canggung lagi karena ulah mereka sendiri di depan Anton yang terus merasa curiga dengan hubungan Geri dan Ayudya yang sebenanarnya itu.
"Ih,Geri... dari tadi ikut-ikut mulu,udahlah kamu aja yang ngomong sama Anton!",kata Ayudya merasa kesal pada Geri yang terus mengikuti segala yang diucapkannya dari tadi itu untuk memendam rasa malunya atas kejadian tadi.
"Loh? kok aku sih? aku kan cuma mau jawab apa adanya sama si Anton yang keponya nggak ketulungan ini!",sanggah Geri membantah tuduhan Ayudya yang menudingnya mengikuti segala perkataannya itu sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Anton yang memang selalu ingin tahu urusan orang lain itu.
Anton yang tidak terima atas tudingan Geri padanya itu pun ikut masuk ke dalam pertengkaran yang tadinya hanya diisi oleh Ayudya dan Geri yang sama-sama canggunh dan malu itu. Sehingga,terjadilah pertengkaran sengit antara tiga teman sefakultas di jalanan kampus yang masih diguyur hujan deras itu.
Ketiganya tidak mau mengalah satu sama lain hingga pada akhirnya...
"Ah,udahlah kesel aku sama kalian berdua! Pulang aja lah!",kata Ayudya yang sudah lelah bertengkar dengan kedua lelaki yang berada di hadapannya yang juga sama keras kepalanya seperti dirinya yang terus mempertahankan pendapat masing-masing itu.
"Semua cowok di dunia ini sama aja,nggak bisa sekali aja ngalah sama cewek!",sambung Ayudya menyindir keras Geri dan Anton yang tak memahaminya sebagai perempuan satu-satunya disana.
Di tengah-tengah hujan deras yang melanda dan pertengkaran sengit tanpa jeda yang terjadi disana itu,Geri yang berada di dalam keduanya pun malah masih sempat-sempatnya menggoda dan mempermainkan Ayudya yang jelas terlihat sangat kesal padanya itu.
"Tunggu dulu,Ayudya!",teriak Geri dalam hujan coba menghentikan Ayudya yang mulai melangkahkan kakinya pergi dari sana.
"Apa lagi,ha?!",tanya Ayudya dengan nada tinggi masih merasa kesal sekaligus malu pada Geri itu.
"Kalo kamu mau aku ngalah,ok fine aku bakal ngalah...",kata Geri bersedia mengalah pada Ayudya dalam peetengkaran panjang mereka itu.
"Tapi,ingat ya aku cuma mau ngalah sama satu macam orang di dunia ini",sambung Geri memberi kriteria misterius pada Ayudya.
Ayudya yang menyimak perkataan Geri itu pun menjadi penasaran dengan apa yang akan selanjutnya dikatakan oleh Geri dan bagaimana kriteria yang dimaksud olehnya itu.
...----------------...
Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️