F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 15: Pembohong!



Fany yang meyakini bahwa perempuan yang dilihatnya di depannya itu adalah Lia yang dimaksud Geri pun langsung berjalan perlahan mendekatinya yang sedang duduk membungkuk dan menangis tersedu-sedu di ruangan rahasia itu.


Tangisannya yang keras itu pun memenuhi seisi ruangan yang sekiranya hanya berukuran 5 x 5 meter itu hingga mampu merubah suasana disana menjadi begitu menyedihkan dan penuh akan perasaan sakit hati yang begitu mendalam dari Lia. Bahkan begitu dalamnya perasaan sakit hati Lia itu,Fany yang tadinya merasa biasa saja saat pertama kali masuk pun sekarang dapat ikut merasakan seberapa parahnya sakit hati Lia yang sangat parah itu.


Fany yang dapat langsung merasakan hal itu pun semakin merasa kasihan dan sedih kepada Lia yang untuk kedua kalinya dihancurkan harapan dan kepercayaannya oleh Geri yang tak dapat menepati janjinya sendiri itu. Awalnya,ia juga merasakan rasa kesal yang sama dengan Lia pada Geri yang tidak bisa menepati perkataannya itu.


Tetapi,Geri terlambat kali ini bukanlah karena kelalaiannya sendiri melainkan disebabkan oleh kejadian tak terduga yang menyebabkan berhenti di tengah jalan dalam perjalanan menepati janjinya itu sehingga hati nuraninya yang bergerak dengan sendirinya itu pun membuat pikirannya teralihkan untuk menolong Fany yang terpojokkan oleh kedua berandal itu tadi pagi.


Fany yang mengetahui semua itu pun memutuskan untuk berusaha membujuk Lia sekuat yang dia bisa seperti Geri yang juga berusaha menghentikan tangisnya dan menenangkan dirinya sekuat mungkin tadi itu. Meski kali ini bukan sepenuhnya masalahnya dan dirinya juga tidak kenal dengan Lia,Fany tetap akan berusaha untuk menenangkan Lia dan membujuknya untuk memaafkan Geri yang tidak sepenuhnya bersalah itu.


"Lia...",panggil Fany pelan sambil terus mendekati Lia lalu duduk di sebelahnya itu.


"Kamu mau bujuk aku ha?! maaf mau apapun bujukanmu nanti,itu nggak akan mempan lagi buatku jadi lebih baik kau pergi saja daripada terlibat ke dalam masalah kami!",kata Lia dengan nada tinggi terus terang pada Fany yang merupakan orang asing baginya.


"Nanti dulu dong... dengerin ceritaku dulu,ok?",kata Fany mulai membujuk Lia untuk mencoba terlebih dahulu mendengarkan cerita Fany yang sebenarnya juga terlibat masalah antara Geri dan Lia itu.


Lia hanya terdiam sambil terus menangis disana tanpa berkomunikasi lagi dengan Fany yang duduk di dekatnya dan mencoba membujuknya itu.


"Lia,Geri itu nggak sepenuhnya salah kali ini... aku tahu aku emang nggak tahu apa-apa tentang apa yang sebenarnya terjadi denganmu dan Geri sebelumnya,tapi yang kali ini aku juga terlibat dalam sebagian masalah ini jadi tolong dengarkan aku duku ya...",kata Fany membujuk Lia untuk mencoba mendengarkan ceritanya tentang kejadian tadi pagi terlebih dahulu.


"Setelah itu,terserah kamu mau maafin atau nggak Geri yang sudah mengingkari janjinya lagi itu... tapi,please sebelum kamu memutuskan itu tolong dengarkan aku dulu ya...",sambung Fany tidak terlalu menekan Lia.


Fany kemudian menceritakan semua kejadian yang dialaminya tadi pagi bersama Geri,sahabat Lia yang merupakan akar dari permasalahan antara sepasang sahabat itu. Ia menceritakan semuanya dari awal hingga akhir secara urut dan teratur sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi tadi dari sudut pandangnya sebagai korban dari kejadian tadi.


Ia juga menceritakan betapa gelisah dan paniknya Geri tadi saat menyadari bahwa dirinya sudah sangat terlambat menepati janjinya pada Lia pagi itu karena sibuk menolong orang lain yang bahkan tak dikenalnya,yaitu Fany itu. Fany juga menambahkan,bahwa Geri sepanjang jalan tadi benar-benar gelisah karena memikirkan Lia yang pastinya marah besar lagi padanya yang mengingkari janji itu.


Di akhir ceritanya,Fany pun kembali meminta maaf atas nama Geri kepada Lia yang mungkin akan berubah pikiran setelah mendengar cerita dari Fany yang berusaha membujuknya dengan lembut dan halus itu. Dirinya pun juga meminta maaf atas namanya sendiri karena secara tidak sengaja ia pun juga terlibat dalam masalah antara Geri dan Lia ini.


"Udah,sekarang kamu tinggal pilih... kamu mau memaafkan Geri atau tetap teguh pada pendirianmu? semuanya terserah padamu,Lia... yang penting kamu udah tau yang sebenarnya,jadi selanjutnya kuserahkan padamu",kata Fany menyerahkan kembali segala keputusan selanjutnya pada Lia yang berhak menentukan apapun terkait masalah ini disana.


Tanpa disadari oleh Fany,Lia yang dari tadi menangis itu ternyata sudah tenang dan dengan serius menyimak ceritanya sampai tuntas dari awal hingga akhir. Fany pun merasa senang dengan Lia yang berhasil menenangkan dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin di kala hatinya sedang panas membara kesakitan di dalam dirinya itu.


Lia kemudian memutuskan untuk memikirkan kembali keputusannya terkait masalahnya dengan Geri itu. Namun,sayangnya...


"Sekarang,gini aja... lo... pergi dari sini secepatnya!",bentak Lia yang tiba-tiba menaikkan nada bicaranya dan dengan kasar mengusir Fany dari sana.


"Gue nggak akan berubah pikiran lagi untuk pembohong kayak dia! jadi sekarang gue minta lo pergi dari sini sekarang juga! keluar cepat kau dasar ikut campur orang lain aja!",sambung Lia membentak Fany semakin keras lagi dengan amarahnya yang terus keluar tak terkontrol dari dalam dirinya hingga membuatnya kelihatan seperti orang gila stres disana.


Lia kemudian mendorong Fany dari sofa,tempat duduknya hingga membuat Fany terjatuh tersungkur di bawah lantai ruangan rahasia itu. Fany begitu syok melihat reaksi Lia yang sungguh di luar dugaannya itu.


Ia sama sekali tidak menyangka bahwa perempuan secantik dan elegan Lia itu bisa mengamuk seperti orang gila di ruangan rahasia miliknya ini. Fany kemudian menyadari ternyata Lia ini memang seorang perempuan yang sungguh membenci seorang pembohong dan pemberi harapan palsu seperti Geri yang sudah menyakiti hatinya sebanyak dua kali selama berhubungan istimewa dengannya ini.


"Gue mau sendiri aja,sekarang lo mending pergi jauh-jauh dari kehidupan gue!",bentak Lia mengusir Fany yang mencoba membujuknya untuk memaafkan Geri dan menenangkan dirinya yang stres dan patah hati karena Geri yang mengingkari janjinya itu.


"GUE MAU SENDIRI! huhuhu...",teriak Lia terus mengatakan ingin sendirian saja.


Fany yang selalu peka dengan apa yang dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya itu pun merasa sedih dengan apa yang dikatakan Lia di ruangan pribadinya yang kedap suara ini.


Fany pikir,Lia mungkin sungguh merasa tertekan dalam hidupnya yang mungkin sudah cukup berat ini yang kali ini justru ditambah lebih tersiksa dan berat lagi secara tidak disengaja oleh sahabatnya sendiri yang sebenarnya malah berusaha untuk menghiburnya pagi ini itu hingga membuatnya yang menanggung semua ini sendirian pun merasa depresi karena sudah tidak ada lagi tempat bersandar yang tepat untuk meluapkan segala kesedihan dan amarahnya yang sudah terpendam sejak lama ini.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️