
Mendengar perkataan ayahnya yang menghina dan merendahkannya itu membuat Lia terkejut karena mengetahui ternyata serendah itulah dirinya sekarang di mata keluarga tersayangnya bagaikan toilet kotor menjijikkan di hadapannya itu. Namun setelah direndahkan dan disiksa dengan begitu kejam itu,ia masih saja tidak tahu apa yang membuat keluarganya itu tega melakukan semua ini.
Lia yang sudah benar-benar kesakitan dan tersiksa disana itu pun kembali disiksa dengan kejam oleh ayahnya yang menarik rambutnya dengan sekuat tenaga hingga dirinya pun menjerit kesakitan disana. Lia menjerit dengan keras sampai-sampai seluruh karyawan rumahnya yang berada di lantai satu hingga lantai tiga rumahnya pun mendengarnya yang sungguh tersiksa.
Saat Lia yang kesakitan dan tersiksa itu menjerit dengan keras,ibunya pun membantu ayahnya dalam membuat Lia semakin menderita lagi di kamar mandi itu. Ibu tirinya itu kemudian duduk di dekat Lia dan dengan keras menampar mulut dan pipinya yang sedang terbuka lebar itu.
PLAK!
"Bisa diam nggak?! bisa diam nggak,ha?!",bentak ibu tirinya yang merasa muak dengan jeritan kesakitan Lia itu.
Namun setelah kembali ditampar dengan kuat oleh ibu tirinya itu,Lia tetap menjerit meski tanpa suara yang jelas karena ayahnya yang malah menarik rambutnya lebih kuat lagi. Lia pun menjerit tanpa suara dan menangis tersiksa disana karena sudah tak sanggup lagi menahan semua penyiksaan ini.
Lia yang sudah tak sanggup menanggung semua ini pun meminta ampun kepada ayah dan ibu tirinya yang terus menyiksanya tanpa jeda itu. Ia benar-benar memohon ampun kepada ayah dan ibunya itu meskipun tidak tahu apa yang sebenarnya diperbuatnya hingga keluarganya tega menyiksanya separah dan sekejam ini.
"A-a-aaak... ampuuun... a-ampun,yah... ampun,tante...",kata Lia memohon ampun sambil menangis dan terus menahan rasa sakit dari ayahnya yang menjambak rambutnya itu.
"Lia nggak tahu Lia salah apa... tapi,Lia mohon jangan siksa Lia kayak gini,yah... tante... sakit...",keluh Lia sungguh merasa tersiksa akan perlakuan keluarganya padanya yang tak tahu apa-apa itu.
Sayangnya pada kalimat terakhirnya itu,Lia melakukan sebuah blunder yang malah membuat dirinya lebih tersiksa lagi selanjutnya. Tanpa disadari,kalimat itulah yang saat itu membuatnya malah memancing keluarganya untuk memulai penyiksaannya yang sebenarnya.
"Owh,jadi setelah semua ini kamu masih belum sadar ya...",kata ibu tirinya yang dipanggilnya tante Reni itu mulai kembali berniat untuk melakukan sesuatu yang buruk pada Lia.
"Oke-oke,sekarang yuk beb kita mulai serius sama anak ini... ternyata kuat juga ya anak sampah ini...",sambung tante Reni semakin bergairah untuk menyiksa Lia kembali dengan siksaan yang lebih kejam dan tak manusiawi lagi.
"Baiklah,yuk langsung aja kita mulai yang sebenarnya",balas ayahnya mengiyakan perkataan tante Reni yang dengan sengaja salah mengartikan perkataan Lia tadi.
Lia yang mendengar hal itu kemudian mencoba untuk kembali memberontak menggunakan kedua tangannya yang sebenarnya sudah lemas tak bertenaga itu untuk melepaskan diri dari ayah dan ibu tirinya yang kejam itu. Namun,sayangnya dengan sepasang tangan kecilnya itu sudah jelas dirinya tak bisa mengalahkan dua pasang tangan yang sudah siap menghadangnya itu.
Alhasil,Lia yang berusaha melepaskan rambutnya dari cengkraman ayahnya yang dengan sekuat tenaga menarik rambutnya dari tadi menggunakan sepasang tangan kecilnya itu pun langsung dihadang oleh ibu tirinya. Tante Reni dengan sigap langsung memegangi kedua tangan Lia yang hendak berusaha melepaskan rambutnya dari cengkraman suaminya itu dengan tangannya yang memang lebih besar dari tangan kecil Lia itu.
Sehingga,saat ini Lia pun terjebak dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena tangannya yang sudah dicengkeram oleh ibu tirinya serta kedua kakinya yang ternyata juga ditahan oleh kedua orangtuanya itu. Dirinya lagi-lagi hanya bisa pasrah disiksa kembali oleh kedua orangtuanya yang kejam itu layaknya hewan.
"Siap ya,Lia...",kata ayah Lia,pak Fredy tiba-tiba memberi aba-aba kepada Lia bahwa penyiksaannya yang sebenarnya yang lebih kejam itu baru saja akan dimulai saat itu juga.
Begitu menyadari wajahnya hendak dicelupkan ke dalam kloset kotor nan menjijikkan itu,Lia pun mencoba menggerak-gerakan kepalanya dan memberontak untuk masuk ke dalamnya. Namun,usahanya itu tetaplah sia-sia saja karena ayahnya yang mulai kembali mencengkeram kepala bagian belakang dan rambutnya dengan sekuat tenaga itu.
"Ja-jangan yah... jangan!",teriak Lia memohon kepada ayahnya untuk menghentikan penyiksaannya itu saat itu juga.
Pak Fredy dan istri tirinya,tante Reni itu sama sekali tidak menggubris perkataan Lia dan malah tertawa senang diatas penderitaannya itu. Kedua orangtuanya itu begitu menikmati melihat Lia yang tersiksa di dalam kamar mandi itu karena sebuah kesalahan yang bahkan sampai saat itu Lia sendiri pun sungguh tak tahu dengan apa kesalahan yang sudah diperbuatnya itu.
Pada akhirnya,Lia yang terus menggerak-gerakan kepalanya menolak untuk dimasukkan kepalanya ke dalam kloset super kotor itu pun tenggelam disana hingga dirinya pun meminum air yang di dalamnya. Lia yang merasa begitu tersiksa disana itu terus berusaha melepaskan diri dari air kotor yang sudah menenggelamkan wajahnya itu dan malah meminum semakin banyak air kotor yang ada disana.
Rasanya begitu aneh dan menjijikkan bagi Lia untuk meminumnya langsung di dalam kloset kotor itu. Namun karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi Lia yang juga malah terus membuka mulutnya untuk memohon-mohon pada kedua orangtuanya itu pun malah membuat dirinya sendiri meminum semakin banyak lagi air yang jelas tidak sehat dan sangat kotor itu hingga perutnya kembung.
Ayah dan ibu tirinya yang melihatnya terus meminum air kotor dan tidak sehat itu pun malah semakin puas menertawakan Lia yang sudah sangat tersiksa itu. Adik dan kakak Lia yang berada di dekat pintu kamar mandi kotor itu pun juga menertawakan Lia yang pasrah dan tidak bisa meminta bantuan pada siapapun lagi itu.
Keluarga Lia itu terus tertawa di atas penderitaan Lia yang sedang disiksa dicelupkan ke dalam kloset duduk yang berair kotor itu hingga datanglah seorang perempuan yang dengan berani menunjukkan dirinya di hadapan keluarga kejam itu dan menyelematkan Lia. Perempuan itu kemudian membentak mereka supaya berhenti menyiksa Lia yang sudah lemas tak berdaya di kamar mandi itu.
"Hei,dasar keluarga psikopat! lepaskan dia sekarang juga!",bentak perempuan itu meminta sekeluarga yang sedang tertawa puas menyiksa Lia untuk segera berhenti melakukan aksi mereka yang sungguh tidak manusiawi itu.
...----------------...
Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️