
"Maaf ya Geri,kayaknya hubungan kita cuma bisa sampai sini aja",kata Lia dengan raut muka sedih dan air mata yang mulai bercucuran dari matanya.
Belum sempat mengatakan apa-apa,Geri yang masih tidak menyangka bahwa sahabatnya itu akan memutuskan hubungan mereka semudah ini pun dibuat terkejut dengan Lia yang tiba-tiba berlari meninggalkannya begitu saja seakan tidak peduli lagi dengan apa yang akan dikatakannya setelah itu.
Geri kemudian berusaha berlari mengejar Lia yang semakin jauh meninggalkannya. Namun semakin dikejarnya,Lia malah semakin jauh dan menghilang dari pandangannya. Sehingga Geri pun kebingungan harus berbuat apa untuk mengejar Lia yang sudah jauh meninggalkannya dan tidak peduli lagi dengannya itu.
Di jalanan kota yang sepi itu,ia hanya bisa duduk tersungkur merasa kecewa dan sedih karena ditinggal sahabatnya yang sudah menemaninya selama ini. Geri menangis dengan kencang sambil terus menghantamkan kedua tangannya ke trotoar hingga berdarah-darah.
Ia sudah tidak bisa merasakan lagi tangannya yang kesakitan itu karena rasa sedih dan kecewa yang menguasai raga dan jiwanya yang lumpuh tak berdaya disana. Geri seperti sudah kehilangan separuh jiwanya yang membuatnya merasa tidak bisa hidup lagi di dunia yang hampa baginya ini.
Tiba-tiba saja,di tengah-tengah tangisan kesedihan dan kekecewaannya itu terdengar suara perempuan memanggil namanya berada tepat di depannya.
"Geri...",panggil perempuan itu dengan lembut.
"Geri... Geri...",panggil perempuan itu lagi.
Geri yang merasa terpanggil pun langsung mengangkat kepalanya untuk melihat perempuan yang dari tadi memanggilnya itu. Sayangnya,karena silaunya sinar matahari dan air matanya yang terus mengalir membasahi wajahnya,Geri tidak bisa melihat wajah perempuan itu dengan jelas.
Ia hanya bisa melihat rambut perempuan itu yang sepertinya diikat kuda ke belakang dan wajahnya yang lancip dengan seluruh bagiannya tertutupi oleh silaunya sinar matahari disana.
Perempuan itu kemudian mengulurkan tangannya ke arah Geri untuk membantunya bangkit dari sana sambil berkata,"Sudahlah jangan bersedih Geri... kamu masih punya aku di sisimu".
Mendengar perkataan perempuan itu,Geri merasa lebih lega dan ia pun langsung memegang tangan perempuan itu lalu bangkit dari sana dengan bantuannya.
Baru saja bangkit dari trotoar jalan itu tanpa sempat lagi melihat wajah perempuan yang menolongnya,Geri tiba-tiba saja berpindah tempat ke kamar kostnya dengan air mata yang membasahi seluruh mukanya.
Dari situ,Geri pun tersadar bahwa yang terjadi padanya tadi ternyata hanyalah mimpi. Namun,anehnya mimpi itu terasa sangat nyata baginya sampai-sampai membuat wajahnya bermandikan air mata pagi ini. Perasaan sedih dan kecewa yang dirasakannya di mimpi tadi pun juga masih terasa di dalam hatinya sekarang hingga membuat nafasnya terengah-engah pagi ini.
Setelah itu,Geri teringat akan sebuah janjinya pada Lia kemarin untuk mengajaknya bersepeda bersama mengelilingi kota Jogja pagi ini. Sehingga,Geri yang belum sepenuhnya sadar itu pun langsung bangkit dari tempat tidurnya lalu bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya tanpa terlalu memikirkan lagi mimpi buruknya tadi.
Selesai membersihkan dirinya,Geri kemudian kembali ke dekat tempat tidurnya dan mengambil handphonenya untuk mengecek waktu saat ini sekalian mengabari Lia,sahabatnya bahwa dirinya akan berangkat saat ini juga. Ternyata,jam baru menunjukkan pukul 05.45 sehingga masih ada 15 menit sebelum waktu yang dijanjikannya pada Lia untuk bertemu.
Geri kemudian membuka aplikasi chatting di hapenya untuk berkirim pesan dengan Lia.
Chat Geri dan Lia:
Geri: Met pagi,Ia.
Geri: Lo udah berangkat belum?
Geri: Btw,gue baru mau berangkat nih sekarang.
Geri: Jangan bilang lo lupa ya kalo kita bakal touring bareng hari ini😒
Beberapa menit kemudian,Lia pun membalas chat dari Geri.
Lia: Lo pikir gue ini udah pikun apa? nggak mungkin lah gue udah lupa
Lia: Ini gue juga baru mau berangkat kok.
Geri: Owh,ya udah deh kalo gitu syukur nggak jadi cepet tua kamu
Lia: Ih,apaan sih nggak lucu tau Ger
Geri: 😜
Lia: Udah ah,cepet berangkat sana! pagi-pagi udah ngelucu aja lo,mana garing lagi.
Geri: Ati-ati di jalan
Lia: Lo juga,ati-ati.
Geri kemudian bergegas mengeluarkan sepedanya dari kostan,mengunci pintu kamarnya,dan langsung menggowes sepedanya menuju tempat yang sudah mereka tetapkan untuk bertemu. Di sepanjang perjalanan,Geri pun mendengarkan lagu dari handphonenya lewat headset sambil melihat ke sekitar jalanan yang belum terlalu ramai dengan kendaraan.
Tiba-tiba saja di sebuah gang jalan sepi yang dilewatinya,Geri melihat seorang perempuan bersama dua orang pemuda bertampang seram. Perempuan tersebut terlihat sangat ketakutan karena terpojokkan oleh kedua pemuda yang mengepungnya dari segala sisi itu. Kelihatannya,dengan badan kecilnya itu sangatlah tidak mungkin baginya untuk lolos dari kepungan kedua pemuda yang mengepungnya seketat itu.
Tidak berhenti dengan mengepung perempuan itu saja,para pemuda yang belum mendapatkan tujuan mereka pun meneriaki perempuan lemah tak berdaya itu disana.
"Cepat sini,beri uang!",teriak salah seorang pemuda yang mengepung perempuan malang itu.
"Woi! kau itu bisa dengar nggak sih?! mana uang?! mana uangmu ha?!",teriak pemuda lainnya sambil terus mengajukan tangannya memalak uang dari perempuan itu.
"Kau kan anak orang kaya,kalo lewat sini harus bayar dong! iya nggak,Riz?",kata pemuda yang semakin maju ke arah perempuan malang itu untuk memojokkannya.
"Iya lah,masa' kau nggak paham-paham juga sih! apa harus kita geledah paksa ha?!",sambung pemuda lain yang juga ikut maju memojokkan perempuan malang itu sambil mulai memberi kode untuk melakukan hal buruk.
Meskipun sudah diteriaki dan dipojokkan,perempuan malang itu tetaplah diam di tempat tanpa berbuat apa-apa sampai pada akhirnya kedua pemuda yang sudah kesal itu mulai macam-macam padanya.
Kedua pemuda yang memojokkan perempuan malang itu mulai mencoba merebut tas pinggang yang berusaha dilindungi oleh perempuan malang yang terpojokkan itu. Namun,perempuan itu tetap berusaha melindungi tas pinggang yang berada di belakang badannya itu supaya tidak diambil paksa oleh kedua berandal itu.
Ketika kedua pemuda berandal tersebut mulai bertindak,Geri yang dari tadi berada di dekat mereka pun ikut bergerak mencoba membantu perempuan malang itu. Geri kemudian meneriaki kedua berandal yang sedang sibuk mencoba merebut paksa tas pinggang perempuan itu untuk melancarkan rencana yang sudah dirancangnya dari tadi.
"Woi!",teriak Geri mencoba mengalihkan perhatian kedua berandal itu.
Refleks,kedua pemuda berandal itu pun memalingkan mukanya ke arah Geri yang meneriaki mereka berdua dan berhenti mencoba merebut paksa tas perempuan itu. Dan saat inilah kesempatan Geri melancarkan Rencananya.
*Apa yang direncanakan Geri untuk menyelamatkan perempuan malang itu?🤔
Next part ya!😘
Oh iya,author punya julukan buat para pembaca novel "F-R-I-E-N-D-S" nih,yaitu Friendlies😉
Gimana? gimana? menarik kan? jadi,selamat bagi kamu yang suka novel ini karena sekarang kamu adalah seorang Friendlies😁
Jangan lupa,"F-R-I-E-N-D-S" akan Update setiap,:
Setiap hari jam 12 siang ya!😁
...----------------...
Sekian dulu part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️