F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 21: Malaikat Tak Bersayap



Setelah puas menghajar istri kedua suaminya itu,Esti yang melihat Lia yang sudah dilepaskan oleh Ferdy pun langsung bergegas mengeluarkan kepala Lia yang sedikit tersangkut di dalam kloset kotor itu karena dijebloskan oleh ayahnya tadi.


Ia berusaha mengeluarkan kepala Lia itu dengan perlahan-lahan tapi efisien agar Lia tidak semakin tersiksa di dalam sana. Ibu kandung Lia itu sungguh miris melihat Lia yang diperlakukan sebegitu parah oleh keluarga tirinya itu saat dirinya sedang pergi dari rumah tersebut.


Lia yang kepalanya tersangkut di kloset kotor itu pun akhirnya berhasil keluar berkat bantuan dari ibunya yang menyelamatkan dan membebaskannya dari siksaan ayah kandung dan ibu tirinya itu. Setelah berhasil mengeluarkan kepala Lia dari sana,Esti pun dengan sigap langsung mengajaknya keluar dari kamar mandi terbengkalai itu meninggalkan keluarga tirinya yang kejam itu.


Esti kemudian menggotong Lia menuju kamar mandi yang biasa digunakan Lia untuk membersihkan wajah hingga rambut Lia yang kotor dan berantakan itu. Ia hendak mengajak Lia untuk berlari,namun karena melihatnya yang tidak bisa berjalan biasa dan masih tertatih-tatih kesakitan itu membuat ibu kandung Lia yang begitu peduli dan menyayanginya itu tidak tega dan memilih untuk berjalan pelan saja.


"Kamu yang kuat ya,Lia...",kata Esti memberi semangat pada Lia yang tentunya sangat tersiksa dan tertekan oleh keluarga tirinya yang memperlakukannya seperti hewan tadi.


"Memang beginilah mereka memandang kita,Lia... ayahmu juga sudah terpengaruh oleh tante Reni,jadi kalau ada apa-apa beritahu ibu saja ya",sambung Esti menjelaskan kondisi saat ini yang begitu menyiksa mereka berdua itu kepada Lia sambil mulai menitikkan air mata dari matanya yang sama indahnya dengan anaknya itu.


Lia yang mendengar perkataan ibunya itu pun ikut menangis tersedu-sedu disana karena mengetahui bahwa ternyata memang seperti itulah perlakuan ayahnya dan keluarga keduanya itu pada Lia dan ibunya yang sudah terisisihkan dari hati ayahnya di rumah itu. Dirinya merasa sangat sedih melihat ibunya yang ternyata juga merasakan rasa sakit hati dan tersiksa yang bahkan mungkin lebih parah lagi dari dirinya yang baru pertama kali diperlakukan seperti ini itu.


Tentunya,ibu kandung Lia itu menderita sakit hati yang begitu parah menghadapi ayahnya yang menikah lagi di depannya secara terang-terangan padahal belum menceraikannya yang merupakan istri pertamanya itu.


Meskipun sebenarnya ayah Lia itu sempat meminta Esti untuk menandatangani surat perceraian dengannya,namun ibu kandung Lia itu menolaknya karena keinginan kuatnya untuk tetap mempertahankan hubungan mereka yang sudah terjalin selama 25 tahun itu meskipun kedatangan wanita baru yang mengacaukan hubungan harmonisnya itu.


Meskipun hatinya sudah dihancurkan oleh suami yang dicintainya itu,ibu Lia tetap berusaha untuk tabah menerima kenyataan bahwa suaminya itu menduakan dirinya yang sudah dengan setia menemaninya dari nol hingga berjaya seperti sekarang itu. Sungguh pernikahan yang begitu miris dijalani oleh ibu Lia yang cintanya telah bertepuk sebelah tangan di mata suaminya yang sudah tak menyayanginya lagi dan ingin membuangnya itu.


Lia tidak tahu lagi bagaimana bisa setiap harinya ibunya itu masih bisa tersenyum bahagia di hadapannya padahal di dalam hatinya saja terdapat luka perih,dalam nan membekas yang dibuat oleh ayahnya itu.


Lia sungguh senang dan bersyukur memiliki sosok ibu yang sabar dan penyayang seperti Esti yang selalu berusaha untuk membuatnya tidak pernah bersedih dan hidup dalam kebahagiaan di dunia yang keras ini. Ibunya itu bahkan tidak pernah sekalipun menitikkan setetes air mata di hadapan Lia kecuali saat ini karena melihat Lia yang disiksa di depan kedua matanya sendiri tadi.


"Eh,kok anak ibu nangis... sudahlah Lia,tidak usah menangis karena tersiksa dengan hal seperti ini... nanti Allah yang maha adil pasti akan membalas siapa saja yang sudah menyakiti anak ibu tercinta ini kok,jadi kamu tidak usah menangis lagi ya,Lia sayang...",kata ibu Lia itu meminta Lia untuk menenangkan dirinya dan berhenti menangis tersiksa atas perlakuan keluarga tirinya tadi itu.


Ibu Lia yang religius itu selalu percaya bahwa semua hal yang dilakukan manusia di dunia ini masing-masing ada balasannya. Jika berbuat baik pada orang lain maka dirinya juga mendapat kebaikan namun jika yang terjadi sebaliknya maka dirinya pun juga mendapat balasan yang serupa dengan apa yang diperbuatnya itu.


Hal itu pun membuat ibu Lia sering disiksa oleh suaminya sendiri yang malah merasa kesal dengannya yang sama sekali tidak menanggapinya yang menduakan dirinya itu. Namun,hal itu tidaklah berdampak baik bagi Lia,anak semata wayangnya yang begitu disayanginya itu.


Karena sudah kehabisan akal untuk menyiksa dan menghancurkan istri pertamanya itu,pak Fredy memutar otaknya dan memilih Lia yang lebih lemah dan tak berdaya dari ibu kandungnya itu sebagai target penyiksaannya selanjutnya supaya istri pertamanya itu tidak betah lagi hidup berdampingan bersamanya sehingga dirinya pun dapat segera menceraikannya dengan mudah setelah itu.


Namun,hal yang berbeda terjadi jika pak Fredy itu berani menyiksa anak kesayanganya,Lia itu. Dirinya tentunya akan marah besar jika anak kandung semata wayangnya itu disiksa dan dipaksa merasakan rasa sakit yang sama seperti yang dirasakan oleh ibunya itu.


Sehingga,begitu menyadari Lia disiksa oleh ayah kandungnya dan keluarga tirinya sendiri itu,Esti yang tadinya hanyalah seekor kucing yang hidup dengan tenang pun berubah menjadi singa ganas yang siap menyantap mangsanya. Dirinya sungguh berubah seratus delapan puluh derajat jika yang disiksa oleh suaminya itu bukanlah dirinya melainkan Lia.


Ia benar-benar tidak terima jika anak kesayangannya Lia itu sampai merasa tersiksa dan menjerit kesakitan bahkan sedih sedikit saja. Dirinya sungguh tidak ingin Lia hidup dengan perasaan sedih dalam hatinya dan hanya ingin terus berusaha membuatnya selalu merasa bahagia sepanjang hidupnya itu.


Sehingga Esti yang baru pertama kali melihat Lia menangis di hadapannya itu pun ikut merasa sedih karena melihat anak kesayangannya yang tersakiti oleh keluarga tirinya di saat ibunya tidak ada itu.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️