F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 26: Kedekatan Lia dan Geri



Setelah Lia membuka kembali akses kartu Geri pada pintu gerbang kompleks rumahnya itu,Fany pun langsung menghubungi Geri yang masih menunggu di luar gerbang itu untuk segera masuk ke dalam kompleks rumah Lia sekarang.


Telepon pun tersambung dan langsung terdengar suara Geri yang begitu panik dalam telepon mengkhawatirkan kondisi Fany dan Lia di dalam sana.


"Gimana? Lia udah nggak marah kan? dia nangis nggak?!",kata Geri terus bertanya-tanya khawatir pada keadaan Lia yang tadi marah padanya itu.


"Kalo kamu sendiri gimana,kamu pasti diamuk sama Lia ya?!",imbuh Geri juga mengkhawatirkan Fany yang sudah bahagia bersama Lia di kafe milik Lia itu.


"Aduh,maaf banget ya Fany... kamu jadi terlibat lebih jauh dalam masalah kami,maaf banget ya pokoknya",ucap Geri begitu panik dan khawatir sebelum tahu apa yang sebenarnya terjadi disana.


Begitu keras dan cepat cara Geri berbicara dalam teleponnya bersama Fany itu hingga Lia yang berada di dekat Fany pun mendengar segala perkataannya yang terus mengkhawatirkan kondisi yang sudah baik-baik saja disana itu.


Sehingga,Lia yang agak kesal dengan Geri yang terus berbicara tanpa henti di teleponnya dengan panik dan khawatir berlebihan pada Fany dan Lia yang sudah bahagia di dalam sana itu pun langsung merebut handphone milik Fany lalu membentak Gery supaya mendengarkan terlebih dahulu bagaimana yang terjadi sebenarnya disana.


"Geri! dengerin dulu Fany ngomong kek,nggak sabar banget sih jadi orang!",kata Lia yang agak kesal dengan Geri yang dari tadi berbicara tanpa jeda tanpa henti terus mengkhawatirkan Fany dan Lia yang baik-baik saja itu.


Geri yang langsung dapat mengenali bahwa orang yang membentaknya adalah Lia,sahabatnya yang dikhawatirkannya itu pun langsung merasa sangat senang karena sepertinya keadaannya sudah membaik antara dirinya,Lia,dan juga Fany.


"Lia?",tanya Geri sekedar memastikan kebenaran bahwa yang membentaknya itu benar-benar Lia,sahabatnya.


"Iya ini aku Lia,mau apa ha?!",balas Lia dengan nada tinggi masih agak kesal dengan kelalaian Geri tadi.


"Wuih... jadi kamu udah maafin aku nih...",kata Geri malah ingin bercanda setelah hubungan baiknya dengan Lia kembali terjalin.


"Makasih ya,Lia cantik...",sambung Geri menggoda Lia yang baru saja memaafkan kesalahannya itu.


"Ih,apaan sih... geli tau'!",kata Lia merasa geli dengan ucapan Geri itu.


"Uyuyuyu... jangan marah lagi dong,Lia cantik... nanti keriput lho",kata Geri tak henti-hentinya menggoda Lia dengan segala perkataannya yang sangat menggelikan bagi Lia.


"Ah,tau ah! pokoknya,kalo mau masuk ke dalem cepet masuk aja sekarang atau kublokir lagi nih!",ancam Lia yang sudah kegelian mendengar berbagai godaan Geri padanya itu.


"Eh,iya-iya gue masuk sekarang!",kata Geri langsung berhenti menggoda Lia karena takut tidak bisa masuk ke dalam kompleks rumah Lia itu lagi.


Lia kemudian menutup telepon Fany bersama Geri itu lalu memberikan handphone Fany itu kembali pada pemiliknya.


"Ada apa?",tanya Fany yang penasaran dengan apa yang mereka bicarakan dari tadi itu.


"Ah... nggak papa kok,cuma Geri aja biasa nyebelin",jawab Lia sambil tersenyum.


"Eh,kita pesen minum dulu yuk! kamu pasti haus kan belum minum dari tadi...",kata Lia langsung mengalihkan topik lalu menyeret Fany untuk duduk bersamanya di sofa empuk kafe dan memesan minuman pada karyawan kafe pribadinya itu.


Lia dan Fany pun duduk bersama di sofa empuk merah muda yang ditempatkan tepat di dekat jendela kafe milik Lia itu sambil memutuskan pesanan mereka dan menunggu Geri yang akan datang kesana.


Kedua orang teman yang baru saja memulai hubungan baik mereka itu pun berbincang-bincang santai disana membicarakan diri masing-masing agar dapat semakin akrab ke depannya.


"Hello everybody... pasti udah nungguin aku ya dari tadi...",kata Geri dengan percaya diri karena merasa sangat senang telah dimaafkan oleh Lia tadi.


"Hish,Geri apaan sih! udah,duduk gih!",kata Lia merasa geli dengan tingkah menggelikan Geri yang tak ada habis-habisnya itu.


"Iya deh iya,galak banget sih kamu Lia... lagi pms ya?",balas Geri langsung menurut pada Lia yang sudah kegelian melihat segala tingkahnya dari tadi itu meskipun tetap saja menggodanya di akhir.


"Enak aja,kalo ngomong suka sembarangan deh kamu tuh!",sanggah Lia pada bercandaan Geri yang mengatainya sedang datang bulan sehingga mudah marah itu.


"Asal kau tahu aja,aku jadi emosian gini juga gara-gara kamu kali!",kata Lia benar-benar kesal dengan Geri yang tidak bisa berhenti menggodanya itu.


Geri kemudian berjalan ke depan Lia lalu memegang kedua pipinya yang kecil itu dan kembali menggodanya dengan memperlakukannya seperti anak kecil di samping Fany yang hanya bisa memandangi mereka yang asik berdua disana itu.


"Santai aja dong,nanti cantiknya bisa luntur lho kalo marah-marah terus...",goda Geri sambil menggoyang-goyangkan pipi Lia yang menggemaskan itu.


Lia pun tentunya merasa geli dan sedikit kesal dengan tingkah Geri yang memperlakukan dirinya seperti anak kecil di depan Fany,teman barunya itu. Sehingga dirinya pun langsung melepaskan tangan Geri dari pipinya yang memang kecil dan menggemaskan itu.


"Udah ah Ger,malu tau ada Fany",kata Lia meminta Geri untuk berhenti mengganggunya saat itu.


"Emang kenapa kalo ada Fany,aku nggak boleh usil dikit gitu?",tanya Geri hendak mengusili sahabatnya itu lagi.


Geri kemudian beralih menggelitiki leher Lia hingga membuat Lia pun tertawa terkikih-kikih dan menggeliat-geliat tak karuan berusaha menghindari jari-jari usil Geri yang membuatnya kegelian itu.


"Hihihi... Geri,hihi... udah,hihi... cukup,hihi...",kata Lia terpatah-patah karena terus digelitiki oleh Geri yang usil itu.


"Apa,nggak denger nih... kalo ngomong yang jelas dong,Lia",balas Geri yang terus mempermainkannya di hadapan Fany yang hanya menatap kosong ke arah mereka berdua yang asik sendiri itu.


Geri dan Lia pun terus asik bercanda tawa berdua saja disana tanpa memikirkan Fany yang berada di samping mereka itu hingga Fany pun merasa hanya menjadi nyamuk yang sekedar lewat saja di hubungan dekat mereka berdua itu,sehingga dirinya pun memutuskan untuk segera pergi dari sana karena takut mengganggu dua sahabat yang sedang asik sendiri di sampingnya itu.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️