F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 40: Lari Dari Masalah



Reno yang masih sempat-sempatnya terpikirkan rencana kedua yang setidaknya mungkin akan menyelematkan para mahasiswa lain di fakultas kedokteran itu pun tanpa pikir panjang lagi langsung berteriak meminta tolong pada pihak kepolisian yang masih terhubung dalam teleponnnya itu.


Lantas,hal itu pun membuat pak Seto sebagai pelaku kriminal yang sudah membuat sekarat dua orang sebelumnya itu menjadi sangat marah pada Reni dan ingin menyakitinya lagi saat itu.


"Berani-beraninya kau lapor polisi padahal sudah kutusuk begitu,ha?!",gertak pak Seto kesal pada Reno yang mendapat perlakuan lebih baik darinya.


Reno yang sudah terkapar tak berdaya sambil terus mengerang kesakitan di lantai kelas itu kembali disakiti oleh pak Seto yang kesal padanya.


Kali ini,pak Seto yang tidak memiliki cukup dendam untuk membunuhnya hanya menusuknya sebanyak dua kali di tangan kanan dan kirinya,lalu hanya meninggalkannya terkapar bercucuran darah begitu saja dan membiarkannya mati perlahan jika tidak ada satupun yang menyelamatkannya nanti.


Pak Seto yang sekarang sudah menambah jumlah korban kekerasannya menjadi 4 orang,dimana 3 diantaranya mengalami luka-luka serius itu malah tanpa rasa bersalah sama sekali langsung berlari secepat mungkin keluar dari kelas itu hendak keluar pula dari kampus yang tentunya tidak akan menerima dirinya yang seorang pembunuh itu.


Tidak ada satupun dari mahasiswa di lorong-lorong kelas itu yang dengan berani dan tangguh mencoba untuk menghentikannya karena takut ikut menjadi korban atas peristiwa berdarah di kampus ini.


Sehingga,pak Seto yang ingin melarikan diri dari tanggung jawabnya atas tindak kriminalnya disana pun bisa dengan mudah kabur meninggalkan para korbannya yang tersiksa atas aksi kejinya tadi.


Hingga pada akhirnya,pak Seto yang dari tadi berhasil melewati seluruh warga kampus yang berada di lorong-lorong lantai atas yang dilewatinya itu pun terhenti sebentar oleh seluruh satpam kampus yang sudah dengan sigap menjaga pintu keluar gedung fakultas itu.


Namun apalah daya meskipun sudah ada tujuh orang satpam yang berjaga disana,pak Seto yang cukup lihai menggunakan sebilah pisau di tangannya itu ternyata masih bisa mengatasi seluruhnya yang bersenjatakan tongkat pukul itu.


Pak Seto mengatasi seluruhnya dengan cara yang serupa dengan yang dilakukannya pada para korbannya di kelas tadi,yaitu dengan menikam semuanya hingga terkapar tak berdaya disana. Lagi-lagi dengan memasang ekspresi yang tidak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun,pak Seto berlari kencang meninggalkan gedung fakultas kedokteran itu.


Selanjutnya tentunya masih ada para petugas keamanan yang mencoba menghadang pelariannya atas aksi kriminalnya tadi,namun pak Seto yang tidak hanya lihai menggunakan pisau tapi juga cerdas otaknya itu pun mencoba cara lain untuk melarikan diri dari sana.


Alih-alih menggunakan pintu gerbang utama kampus yang kemungkinan dijaga cukup banyak satpam,pak Seto yang cukup cerdik itu pun memilih untuk keluar dari sana melalui pintu jalan belakang kampus saja yang lebih sepi.


Dan ternyata,sesuai prediksinya hanya terdapat lima orang yang berjaga di pintu jalan belakang kampus itu sehingga dirinya pun kembali melakukan aksi berdarahnya pada kelima satpam yang juga mencoba menghadangnya kabur dari sana itu.


Untuk kedua kalinya,akhirnya pak Seto yang sudah berumur itu pun berhasil melewati segala penjagaan yang ada disana sehingga dirinya dapat melarikan diri dari tanggung jawab besarnya atas perlakuan kejinya di fakultas tempatnya mengajar.


Sebelum benar-benar meninggalkan kampus tempatnya berbagi ilmu itu,dalam hatinya pak Seto yang sudah berubah sepenuhnya menjadi seorang psikopat itu pun mengucapkan sebuah janji mengerikan untuk Geri dan Lia yang sudah membuat hidupnya kacau seperti ini.


"Awas saja kalian berdua,Geri... Lia... aku tidak akan berhenti sampai disini saja asal kalian tahu...",kata pak Seto masih menyimpan dendam kesumat pada sepasang sahabat itu.


"Aku janji suatu saat nanti akan terus membayang-bayangi kehidupan kalian yang tidak akan pernah bahagia di masa yang akan datang nanti dengan meneror kalian setiap detiknya... ingat janji yang kuucap dalam hati penuh dendam ini... ingat itu,dasar sahabat busuk!",ucap pak Seto dalam hatinya berjanji sungguh-sungguh akan meneror sepasang sahabat itu.


Setelah menghadap ke arah gedung fakultas kedokteran itu sambil berjanji dan menyumpahi Geri dan Lia yang merupakan akar dari masalah besar kali ini,barulah pak Seto melanjutkan pelariannya dari sana entah menuju kemana.


Sementara pak Seto sudah berhasil kabur dari sana,Reno yang masih mengerang kesakitan di dalam kelas itu akhirnya dengan dibantu oleh beberapa petugas medis yang dihubungi oleh teman-teman mahasiswanya itu dibawa menuju ke rumah sakit daerah sekitar kampus,tempat terjadinya peristiwa berdarah tadi.


Begitu pula dengan Geri dan pak Susilo yang juga terluka parah akibat kejadian tadi,mereka berdua yang sudah sekarat dan disakiti lebih parah dari Reno itu pun ikut dibawa keluar dari kampus menuju rumah sakit yang sama seperti yang akan ditempati Reno.


Pihak kampus yang dari tadi juga sudah memperingatkan kepada seluruh warga kampus yang berada di dalam gedung berdarah itu untuk segera keluar dan berkumpul di lapangan luas depan fakultas mereka itu pun mengiringi kedatangan hingga kepergian ketiga korban tikaman pak Seto yang sudah kehilangan kendali akan dirinya tadi menuju mobil ambulans.


Seluruh mahasiswa kedokteran disana pun merasa syok dengan kejadian di fakultas kedokteran yang sama sekali tidak pernah terbayangkan dalam pikiran mereka itu begitu pula dengan para dosen kampus yang merupakan rekan kerja dari pak Seto,psikopat gila itu.


Semuanya mengalami trauma atas tragedi berdarah fakultas kedokteran itu,sehingga rektor kampus yang juga berada di lapangan tempat dikumpulkannya para mahasiswa itu pun menghimbau seluruh warga kampus untuk segera pulang ke tempat tinggal masing-masing supaya memudahkan penyelidikan polisi nanti.


Seluruh mahasiswa,dosen,dan karyawan kampus yang berada disana pun langsung membubarkan dirinya masing-masing kembali ke rumah masing-masing bersamaan dengan datangnya pihak kepolisian yang akan menyelidiki tempat terjadinya tragedi mengerikan tadi.


Beralih pada Lia yang belum sepenuhnya pulih dari sakit kepalanya karena ikut jatuh bersama pak Seto tadi...


Keluarga Lia yang sudah dikabari oleh pihak kampus terlebih dahulu mengenai kejadian ini pun langsung bergerak menjemput anak keturunan mereka,Lia yang juga merupakan korban itu dari tadi. Sehingga,Lia dapat dipulangkan dengan selamat oleh keluarganya begitu dirinya keluar dari gedung fakultas kedokteran itu.


Dan berakhirlah sudah serangkaian tragedi mengerikan di kampus itu.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️