
Prank!
Tiba-tiba saja terdengar suara pecahan botol kaca yang cukup keras berasal dari belakang tubuh para berandal yang ingin menghajar Geri itu. Sontak,Geri yang sudah bersiap-siap untuk berlindung dari pukulan Yudo yang dikiranya akan menghantam tangannya cukup kencang itu pun terkejut sekaligus lega karena dirinya belum merasakan sama sekali pukulan Yudo tadi.
"Apa itu tadi?",pikir Geri bertanya-tanya dalam hatinya mengenai suara yang barusan muncul.
"Kenapa dia belum memukulku?",tanya Geri semakin penasaran dengan kejadian yang sebenarnya terjadi disana.
Sehingga,Geri yang dari tadi hanya menutup matanya tanpa berani sedikitpun mengintip ke depannya pun mulai membuka matanya sedikit demi sedikit untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di depannya hingga menghentikan Yudo yang hendak memukulnya tadi.
Hingga pada akhirnya kedua matanya pun terbuka lebar dan ia pun langsung terkejut begitu melihat apa yang sebenarnya terjadi di depannya itu. Geri mendapati kedua berandal yang hendak menghajarnya sampai babak belur dan mengambil barang-barangnya itu justru jatuh tersungkur dengan kondisi leher dan punggung yang berdarah-darah.
Geri yang terkejut dengan kondisi mengenaskan kedua berandal itu pun kemudian melihat ke arah dimana perempuan malang tadi berada dan ia pun kembali dikejutkan dengan kenyataan yang sungguh tak dapat dipercayainya disana. Ia melihat perempuan malang tadi juga duduk bersandar di tembok dengan tubuh yang kelihatannya sudah lemas menangis tersedu-sedu sambil memegang beberapa botol kaca yang sudah hancur di kedua tangannya.
Geri pun langsung tahu bahwa yang membuat para berandal tadi jatuh tersungkur disana tadi tak lain dan tak bukan adalah perempuan malang tadi. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri saat ini. Sungguh tak disangka seorang perempuan yang kelihatan lemah dan tak berdaya sepertinya memukul para berandal tadi dengan botol kaca hingga mereka jatuh tersungkur.
Geri yang masih syok dengan kejadian yang terjadi di depannya itu pun langsung berusaha mendekati perempuan malang yang menangis di depannya itu. Ia tahu bahwa perempuan malang itu mungkin merasa bersalah atas perbuatannya terhadap kedua berandal tadi.
Namun,itu merupakan tindakan perlindungan diri yang tepat dilakukannya untuk menyelamatkan dirinya dan Geri sehingga Geri pun berusaha menghibur dan meyakinkannya untuk tidak merasa bersalah atas upaya perlindungan dirinya tadi.
Geri yang sudah berada di samping perempuan malang tadi pun langsung berbicara kepadanya dan menjelaskan padanya bahwa dirinya memang tidak salah melakukan hal tadi.
"Sudahlah,kamu tidak perlu merasa bersalah soal ini...",ucap Geri menenangkan perempuan yang sedang menangis di sampingnya itu.
"Kamu sudah melakukan hal yang benar kok,jadi jangan menangis lagi ya...",sambung Geri terus berusaha meyakinkan perempuan itu untuk tidak merasa bersalah soal ini.
Geri yang tidak ingin perempuan itu malah mendapat trauma setelah kejadian itu kemudian berupaya mengajaknya pergi menjauh dari sana.
"Nanti,kita serahkan semuanya ke polisi saja dan setelah itu baru kita pergi,oke?",kata Geri berkepala dingin untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur yang benar saja.
"Aku akan panggil polisi untuk segera ke sini dan kita akan pergi segera dari sini,jadi kamu jangan nangis lagi ya...",sambung Geri sambil mengelus rambut perempuan malang itu.
Geri kemudian berdiri dan menelepon pihak kepolisian untuk mengurus masalah yang terjadi disini agar persoalan ini segera selesai dan ia bisa segera pergi dari sini bersama dengan perempuan itu.
Telepon tersambung,Geri pun mulai menjelaskan kronologi kejadian tadi secara rinci kepada pihak kepolisian dari awal hingga akhir dan pihak kepolisian pun langsung dengan cepat merespon dengan mengirim personil mereka kesana. Geri pun menutup teleponnya dengan hati tenang dan lega karena akhirnya ia dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya ini.
Selesai meminta penjelasan pada Geri dan perempuan malang yang ternyata bernama Fany itu sebagai saksi dan korban dalam kejadian tadi,para polisi pun mempersilahkan mereka berdua untuk segera pergi dari tempat yang mulai menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar itu.
Geri kemudian mengajak Fany untuk pergi dari sana dan menenangkan dirinya yang dari tadi menangis tersedu-sedu dan terus merasa bersalah karena kejadian tadi. Ia ingin mengajak Fany bersama ke tempat yang dijanjikannya dengan Lia,sahabatnya untuk bertemu pagi itu.
“Em... Fany,sudahlah jangan nangis terus...”,ucap Geri terus berupaya menenangkan Fany yang masih menangis.
“Mending kau ikut aku aja ke tempat lain untuk menenangkan diri,oke?”,sambung Geri membujuk Fany untuk ikut bersamanya ke tempat dimana ia akan bertemu dengan sahabatnya.
Lagi-lagi,Fany sama sekali tidak merespon ajakan dari Geri dan terus merasa bersalah karena sesuatu hal yang sebenarnya sudah benar dilakukannya. Fany merasa sangat tertekan dan menyesal telah melukai kedua berandal yang memang sudah mengganggunya tadi hingga terluka cukup parah.
Namun,di sisi lain tadi ia juga tidak bisa tinggal diam jika Geri,orang yang berniat menolongnya itu malah terluka dihajar oleh para berandal tadi sehingga mau tak mau ia harus menggunakan cara tadi untuk menyelamatkan dirinya dan Geri.
Geri yang sudah kehabisan cara untuk membujuk Fany dengan lembut agar mau pergi dari situ pun akhirnya menggunakan cara terakhir yang sebenarnya tidak ingin dilakukannya. Namun karena disana sudah mulai dipenuhi warga sekitar yang penasaran,Geri pun membulatkan tekadnya untuk melakukannya sekarang juga untuk meyakinkan kembali Fany bahwa dirinya tidak perlu merasa bersalah lagi.
Geri kemudian berpindah ke depan Fany dan mencoba untuk bertatap muka dengannya agar bisa lebih meyakinkannya lagi. Kemudian,Geri pun berusaha menegakkan badannya yang meringkuk bersandar di tembok di belakangnya sambil masih menangis tersedu-sedu merasa bersalah.
Geri memegang lalu mengangkat bahu Fany yang lemas tak berdaya itu untuk kemudian kembali meyakinkannya dengan serius bahwa dirinya memang tidak salah. Geri merasa sangat kasihan dan mulai ikut sedih melihat Fany yang jelas-jelas menjadi korban dalam kasus ini tapi malah dia sendiri yang merasa sangat bersalah atas perlindungan dirinya sendiri sehingga Geri yang tidak tega melihat kondisi perempuan itu yang memprihatinkan pun berusaha keras untuk menenangkan dirinya serta membebaskan nya dari rasa bersalahnya atas semua ini.
...----------------...
Sekian dulu part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️