F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 13: Rumah Lia (2)



Fany yang telah menjalani berbagai prosedur pemeriksaan dan mendapatkan kartu masuk rumah Lia itu kemudian menuju ke tengah gerbang dimana tempat scan kartunya berada untuk membuka pintu gerbang yang tertutup rapat di depannya itu.


Geri yang sudah sering keluar masuk rumah Lia itu pun mengajarkan terlebih dulu pada Fany yang baru pertama kali kesana cara membuka pintu gerbang yang begitu besar nan canggih itu. Setelah melalui pemeriksaan yang super ketat tadi Fany pikir semua hal-hal berbau keamanan sudah selesai,namun ternyata masih ada pemeriksaan lanjutan oleh pintu gerbang canggih itu.


"Kan lo baru pertama kali kesini,jadi gue ajarin dulu ya caranya...",kata Geri yang sudah berpengalaman keluar masuk rumah Lia yang dijaga ketat baik oleh manusia maupun teknologi canggih itu.


"Haaa... ternyata,masih ada lagi ya..."kata Fany sudah lelah dan muak dengan hal-hal yang berbau pemeriksaan di rumah Lia yang super ketat ini.


"Yang ini cuma sebentar doang kok,tenang...",kata Geri mulai mendekati tempat scan kartu masuk rumah Lia yang canggih nan elegan itu.


Geri kemudian menunjukkan kartu miliknya ke kamera tempat scan kartu masuk rumah Lia itu. Kemudian,kamera itu pun secara otomatis menyorotkan sinar terang ke arah Geri untuk melakukan pengecekan kesesuaian kartu dengan sang pemiliknya.


Tiba-tiba saja,hal yang tidak biasa terjadi pada Geri yang sudah berpengalaman keluar masuk rumah dengan sistem keamanan yang super ketat itu begitu proses scanning selesai dilakukan. Kamera keamanan yang biasanya langsung membukakan pintu gerbang untuk Geri itu kali ini tidak mau membukanya lagi untuk Geri karena permintaan dari Lia yang juga memiliki rumah itu.


"Untuk atas nama Geri,pemilik kartu... mohon maaf akses anda ditolak karena perintah dari nona Lia yang ingin pemilik kartu dengan identitas ini tidak dapat mengakses rumah ini...",kata sistem penjaga pintu gerbang rumah Lia menolak membukakan pintu untuk Geri atas perintah tuan rumahnya,Lia.


"Sehingga,mohon tamu selanjutnya jika ada...",lanjut sistem itu meminta orang selanjutnya untuk segera mengajukan kartunya padanya.


Geri yang mendengar kata sistem yang sudah diatur sedemikian rupa oleh Lia,pemiliknya itu pun hanya bisa pasrah dengan keadaan saat ini karena jika sistem tersebut sudah menolaknya maka akan sangat sulit untuk menemui Lia di rumahnya itu.


Kali ini adalah giliran Fany,dan tentunya sistem tersebut tidak akan menolak memberi akses masuk kepada Fany yang merupakan tamu baru rumah Lia itu. Sehingga,Geri yang sudah pasrah dengan keadaan itu pun hanya bisa menggantungkan harapannya pada Fany yang masih bisa masuk ke dalam rumah Lia yang dijaga ketat oleh sistem keamanannya itu.


"Jadi... kamu nggak bisa masuk nih?",tanya Fany memastikan kejadian yang ada di hadapannya ini.


"Iya nih,kayaknya Lia beneran marah deh sama gue",jawab Geri sudah lemas dan pasrah dengan keadaan saat itu.


"Em... kalo aku yang ikut pemeriksaan dan kamu yang masuk ke dalem aja gimana?",kata Fany berusaha memberi solusi kepada Geri agar dapat bertemu dengan Lia,sahabatnya yang sedang marah itu.


"Nggak bisa,Fan... sistemnya juga punya scanning lagi sebelum kita masuk,jadi yang bukan pemilik kartu nggak bisa masuk...",jawab Geri benar-benar merasa pasrah dengan masalah yang dihadapinya itu.


"Terus gimana? aku masuk sendiri?",tanya Fany kebingungan dengan rencana Geri selanjutnya untuk menanggapi masalahnya ini.


"Iya lo masuk sendiri aja,pasti bisa",jawab Geri.


"Nanti di dalem,tolong bujuk Lia supaya nggak marah lagi sama gue ya...",kata Geri meminta tolong pada Fany untuk membujuk Lia yang sudah marah besar pada Geri yang membohonginya itu.


"Em... iya deh,nanti kucoba",jawab Fany bersedia membantu Geri mendapat maaf dari Lia.


"Thanks ya Fan",balas Geri berterimakasih pada Fany yang bersedia membantunya yang sudah pasrah tak berdaya itu.


"Ih,apaan sih gaje... hahaha",balas Geri menertawakan tingkah lucu Fany itu.


Fany kemudian pergi menuju tempat scan kartu itu dan mulai melakukan pemeriksaan secara menyuluruh dengan sistem yang sudah diatur sedemikian rupa itu hingga pada akhirnya pintu gerbang yang canggih nan elegan itu pun terbuka untuk Fany.


"Silahkan masuk,Fany...",sambut sistem itu mempersilahkan Fany untuk masuk ke dalam rumah itu.


Fany kemudian melangkahkan kakinya untuk pertama kalinya ke dalam rumah yang megah nan indah itu. Dan betapa terkejutnya Fany begitu melihat bagian dalam rumah yang tertutup gerbang besar tadi itu.


Begitu masuk ke dalam sana,Fany sudah langsung disambut dengan jalanan rumah yang begitu indah dan luas mengarah ke perempatan jalan yang mengarah ke tempat yang berbeda-beda itu. Aspal jalanan itu pun bukanlah aspal-aspal biasa seperti yang digunakan untuk jalan-jalan umum di luar melainkan aspal berwarna merah merona dengan garis marka jalanan itu yang berwarna emas terang hingga membuat jalanan itu terkesan begitu elegan dan mewah saat pertama kali dilihat.


Di samping jalanan yang luas itu,terdapat perkebunan berbagai macam buah-buahan yang masing-masing sudah dirawat oleh para petani yang bekerja di dalam rumah itu. Selain itu,terdapat pula berbagai bunga yang tumbuh dengan baik di bagian luar kebun itu yang membuat suasana jalan itu begitu indah penuh dengan warna-warni tumbuhan di sekitarnya.


Belum berhenti di situ saja,Fany yang masih terperangah takjub dari tadi dengan pemandangan rumah Lia yang begitu fantastis itu pun kembali dikejutkan dengan orang-orang yang menyambutnya disana. Orang-orang itu adalah pelayan tamu rumah Lia yang bertugas mengantarkan para tamu untuk pergi menuju tempat pertemuan mereka dengan anggota keluarga Lia disana.


"Silahkan nona,mau pilih naik apa?",tanya salah seorang pelayan lelaki disana yang mengarahkan Fany yang baru pertama kali mengunjungi rumah yang begitu besar dan megah itu.


Fany yang masih terperangah takjub dengan apa yang dilihatnya saat itu pun terkejut dengan pelayan yang tiba-tiba entah darimana muncul di dekatnya itu.


"Ah,masnya ngagetin saya aja deh!",seru Fany terkejut dengan pelayan yang tiba-tiba berada tepat di sampingnya dan berhadap-hadapan dengannya itu.


"Mohon maaf non,atas ketidaknyamannya... silahkan non,dipilih ingin naik apa?",balas pelayan lelaki itu tetap berusaha sopan menanggapi Fany yang terkejut dengan kehadirannya tadi itu.


Fany kemudian menenangkan dirinya dan memilih kendaraan yang akan digunakannya saat itu yaitu sebuah motor matic besar yang sudah siap dengan pengemudinya juga. Fany kemudian pergi berjalan mendekati pengemudi motor matic besar yang sudah siap itu untuk meminta tolong diantarkan di kafe rumah tempat Lia saat ini berada. Dan kisah Fany di rumah Lia,orang yang tak dikenalnya pun dimulai.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️