F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 7: Sakit Hati



"Lia,Ini cokelat favoritmu aku minta maaf ya untuk yang kemarin",ucap Geri meminta maaf dengan tulus pada Lia atas kelalaiannya kemarin sambil memberinya cokelat favoritnya.


Saat itu,tangan Lia seketika mulai bergerak seperti hendak menerima cokelat itu sebagai tanda permintaan maaf Geri yang diterimanya. Sehingga,dalam hati Geri pun begitu senang melihat hal itu akan terjadi.


Begitu tangannya berada di dekat tangan Geri yang sedang memberinya cokelat bukannya mengambilnya Lia malah terus mengangkat tangannya naik hingga mendekati wajah Geri. Tapi,pada awalnya Geri tetap berpikiran positif mungkin Lia hanya ingin memegang wajahnya saja karena terharu dengan suasana saat itu.


Geri pun memejamkan matanya sambil tersenyum ke arah Lia bersiap menerima tangan Lia yang lembut menyentuh wajahnya. Di dalam hati Geri yang sudah merasa senang dan lega pun tidak sabar ingin segera dielus wajahnya oleh Lia,sahabatnya.


Sayangnya,ekspektasi tidaklah sesuai dengan realitanya. Tiba-tiba saja,terdengar suara yang begitu keras datang dari tempat mereka berdua berdiri hingga membuat seluruh mahasiswa-mahasiswi kampus yang berada di sekitar sana pun terkejut.


"Plak!",kerasnya suara itu hingga membuat seluruh orang disana menoleh ke arah kedua sahabat yang sedang bermasalah itu.


Ternyata alih-alih mengelus wajah dan menerima permintaan maaf Geri,Lia justru menamparnya dengan sekuat tenaga hingga membuat Geri yang tadinya memejamkan matanya dengan bahagia pun wajahnya bergerak sembilan puluh derajat ke kiri.


Sontak,Geri yang ditampar dengan sekuat tenaga oleh Lia pun terkejut setengah mati karena sungguh tidak menyangka bahwa dirinya ini akan ditampar sebegitu kuat oleh sahabat perempuannya itu. Hati Geri pun hancur tak bersisa bagai sudah ditusuk,diiiris,dan diremukkan oleh sahabat yang disayanginya itu.


Ia sungguh tidak bisa berpikir lagi ternyata Lia yang dikenalnya juga begitu menyayanginya seperti saudara sendiri pun bisa melakukan hal yang bisa menghancurkan hatinya yang rapuh seperti ini. Di dalam hati,Geri pun hanya terdiam kaku seperti sudah tak bernyawa lagi karena merasa syok dengan tamparan Lia tadi.


Belum selesai sampai di situ saja,Lia yang malah tambah marah dan kesal pada Geri pun memaki-makinya di depan para mahasiswa lain yang terus memerhatikan mereka dari tadi. Lia terlihat seperti berusaha untuk meluapkan segala amarahnya yang kemarin dipendamnya kepada Geri karena sebuah janji yang tak sengaja diingkari Geri itu.


"Sudah ingkar janji,kau masih mampu menunjukkan wajahmu di hadapanku ha?!",kata Lia mulai memaki-maki Geri di tenangnya pagi saat itu.


"Kau pikir hanya dengan seperti ini bisa menggantikan harapanku kemarin?!",lanjut Lia meluapkan segala amarahnya karena kelalaian Geri kemarin dengan air mata yang mulai mengalir dari matanya yang indah itu.


Lia yang merasa hatinya yang juga sudah berharap besar dan bahagia dengan janji Geri kemarin itu juga dihancurkan berkeping-keping pun serasa ingin terus menerus meluapkan amarahnya pada Geri hingga dirinya puas.


"Dasar pembohong! aku sungguh kecewa padamu Geri,ternyata kau sama saja seperti laki-laki lain dalam hidupku",ucap Lia tak henti-hentinya memaki-maki Geri yang sudah dibuatnya syok dengan tamparannya tadi itu.


Lia kemudian terus memaki Geri dengan kalimat penuh amarah dan kebenciannya hingga pada akhirnya dirinya pun mengucapkan kalimat penutup yang semakin menjatuhkan dan menghancurkan hati Geri yang sudah terluka itu.


"Hah... aku sungguh sudah muak dengan semua ini...",kata Lia mulai menurunkan nada bicaranya sambil terus meneteskan air mata kekesalan dan kesedihan yang membasahi wajahnya dari tadi.


"Sepertinya hubungan kita harus berhenti disini saja,Geri...",sambung Lia mengatakan sesuatu yang bahkan tidak pernah terpikirkan sama sekali untuknya maupun Geri menyebutnya.


Geri yang masih syok pun dibuat semakin syok lagi begitu mendengar perkataan Lia padanya itu. Dirinya sungguh tak menyangka sahabat yang sudah menjalin hubungan pertemanan dekat dengannya selama bertahun-tahun itu bisa dengan mudahnya memutuskan hubungan istimewa ini karena masalah yang bisa dibilang cukup sepele kemarin.


Geri memang sudah tahu bahwa Lia sangat membenci para pembohong yang ingkar janji padanya,tetapi Geri pikir seharusnya kekesalannya itu tidaklah harus sampai membuatnya memutuskan hubungan istimewa yang sudah mereka jaga bersama selama ini. Sehingga,Geri yang sungguh tak ingin hubungan mereka berhenti sampai sini saja karena masalah kemarin pun mulai berbicara lagi pada Lia untuk meyakinkannya bahwa seharusnya hubungan mereka ini tidak bisa berakhir karena masalah seperti ini.


"Lia,tunggu!",kata Geri menghentikan Lia yang sudah tak sanggup lagi berhadapan dengan Geri yang sudah dihancurkan hatinya itu.


"Aku tahu kamu benci seorang pembohong yang mengingkari janjinya,tapi kali ini percayalah dengan ucapanku...",sambung Geri mulai mencoba meyakinkan Lia bahwa pikirannya tentang dirinya itu salah.


Sambil mulai memegang halus wajah Lia yang dibasahi air mata,Geri pun meyakinkan Lia dengan segala tindakan dan kalimat yang mungkin dapat merubah pendapat Lia yang memutuskan hubungan mereka begitu saja itu.


"Lia,aku bukanlah lelaki yang sama seperti lelaki lain yang kau kenal... aku bukanlah orang yang akan dengan tega memberi harapan palsu padamu seperti mantan-mantanmu dulu",ucap Geri berusaha meyakinkan Lia bahwa dirinya ini memang bukanlah pembohong dan pemberi harapan palsu seperti para mantan Lia yang dulu pernah menyakitinya.


Dulunya Lia memanglah sudah pernah menjalin hubungan istimewa bersama para lelaki-lelaki lain yang membuatnya menaruh rasa benci pada seluruh lelaki yang dikenalnya kecuali Geri,sahabatnya dan sudah tak percaya lagi dengan apa yang dinamakan cinta.


Lia sudah tidak ingin menjalin hubungan apapun dengan orang lain selain hanya sebatas teman karena di mata dan hatinya cinta hanyalah sebuah media yang dibuat-buat untuk menyakiti dan menghancurkan hidupnya sehingga dirinya yang sudah pernah mengalaminya pun sudah tidak percaya lagi dengan apa yang dinamakan cinta lagi. Karena mantan-mantannya itu juga,dirinya menjadi sulit percaya kepada para semua lelaki selain Geri untuk menjalin sebuah hubungan lagi.


Lia menjadi trauma dengan cinta dan para lelaki karena perlakuan para mantannya yang sudah menghancur leburkan hatinya dulu hingga membuatnya hanya memiliki satu teman lelaki yang setia menemaninya hingga saat ini,yaitu Geri. Di samping itu,Geri jugalah alasannya bisa bertahan menghadapi segala luka yang dibuat oleh para mantannya dulu sampai saat ini sehingga dirinya mampu hidup lebih baik meski sudah sering disakiti hatinya selama ini.


Sungguh panjang perjalanan Geri dan Lia selama mereka menjadi sahabat sejati yang setia satu sama lain. Sehingga,sungguh tak pernah sekalipun terpikirkan untuk mereka berdua memutuskan hubungan isitmewa mereka yang indah nan harmonis itu.


Namun,kali ini keadaan memanglah sedikit berbeda karena sebuah kesalahan kecil dari Geri yang membuat Lia merasa marah besar dan kesal padanya hingga membuatnya mengatakan kalimat yang tidak pernah ingin didengar juga oleh mereka berdua itu.


Sehingga,Geri yang tidak ingin hubungan mereka yang sudah terjalin dengan sangat baik terputus semudah itu dengan keputusan sepihak Lia pun mencoba berusaha keras menyadarkan Lia bahwa hal ini sungguhlah tidak perlu terjadi di antara mereka berdua apalagi sampai memutuskan hubungan antaranya dengan Lia.


...----------------...


Sekian dulu part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️