F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 27: Kebohongan Yang Menyesakkan



Melihat Geri dan Lia yang asik sendiri bercanda tawa di sampingnya yang hanya duduk terdiam sambil tersenyum ke arah dua sahabat yang sudah kembali ke jalan kebahagiaan mereka itu pun membuat Fany merasa sendirian disana.


Dirinya ini merupakan teman baru bagi sepasang sahabat itu,sehingga tidaklah mungkin baginya bisa langsung ikut bercanda tawa bersama mereka berdua yang sudah dari dulu dekat itu. Sungguh perbedaan yang mendasar antara hubungan sepasang sahabat tersebut dengan hubungan pertemanannya dengan mereka yang baru terjalin beberapa jam saja itu.


Fany kemudian terpikirkan untuk segera pergi meninggalkan tempat itu karena merasa sudah tidak dibutuhkan lagi disana dan takut mengganggu Geri dan Lia yang sedang asik bercanda tawa sendiri itu. Ia tidak mau nantinya suasana disana jadi canggung karena kehadiran orang baru seperti dirinya yang baru saja kenal selama beberapa jam dengan mereka berdua ini.


"Em... Geri,Lia!",seru Lia memanggil Geri dan Lia yang masih asik sendiri di dekatnya itu.


"Ih Geri,stop dulu,itu Fany manggil tau!",kata Lia meminta Geri segera berhenti menggelitikinya karena menyadari Fany yang memanggil nama mereka berdua itu.


"Eh,iya ada apa Fan?",tanya Geri yang langsung berhenti melakukan aksi usilnya pada Lia itu.


Fany sedikit merasa tidak enak jika harus pamit pergi dari sana sekarang karena dirinya yang merasa terasingkan disana. Ia takut nantinya suasana disana menjadi canggung,sehingga dirinya pun memutuskan untuk sedikit berbohong pada sepasang sahabat itu.


"Em... aku pamit pulang dulu ya",kata Fany pamit dengan gemetaran karena gugup disana.


"Eh,kok tiba-tiba kenapa Fan?",tanya Lia terkejut mendengar Fany yang tiba-tiba pamit pulang itu.


Fany pun terdiam sejenak disana karena merasa ragu-ragu dan tidak tega pada Geri dan Lia jika harus berbohong akan apa yang sebenarnya dirasakannya disana bersama mereka berdua itu.


Namun,sekali lagi akan menjadi sangat aneh dan canggung nantinya jika dirinya ini mengatakan yang sebenarnya pada Geri dan Lia yang memang keasikan bersama disana tanpa memedulikan Fany yang berada di dekat mereka tadi itu.


Selain itu,jika Fany mengatakan yang sebenarnya nanti pastinya juga mereka berdua akan merasa tersinggung dan hubungan mereka pun menjadi lebih renggang karena Fany yang ingin mendapat sedikit perhatian disana.


Sehingga,Fany pun akhirnya dengan terpaksa harus membulatkan tekadnya untuk berbohong saja kepada sepasang sahabat yang ada di hadapannya itu supaya tidak menjadi masalah yang berkelanjutan nantinya.


"Em... ini... eee... aku ada... janji sama temenku sekarang nih!",kata Fany terbata-bata mengarang cerita demi bisa pamit pergi dari sana dan tidak mengganggu kedua sahabat yang sudah kembali bersatu itu.


"Loh,katanya tadi hari ini kamu kosong?",tanya Geri heran dan curiga pada Fany yang tiba-tiba pamit pergi itu.


"Ah... aku baru aja inget ini tadi temenku kirim pesan ke aku buat cepet-cepet berangkat sekarang",kata Fany berusaha membohongi Geri dan Lia yang malah semakin curiga padanya itu.


"Jadi aku pergi sekarang ya,takut nggak keburu nih!",sambung Fany segera beranjak dari tempat duduknya lalu ingin berlari secepat-cepatnya dari kompleks rumah Lia ini.


"Bye-bye semua,sampai jumpa lagi ya!",ucap Fany berpamitan pada Geri dan Lia yang tentunya sudah bahagia bersama disana tanpa dirinya yang merupakan orang baru itu sambil berlari panik menuju pintu keluar kafe yang berada cukup dekat dengannya.


Fany kemudian berlari dengan jantung berdebar kencang disana karena terus merasa tidak tega sama sekali membohongi Lia dan Geri,kedua teman barunya itu. Dirinya benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa selain berbohong dan berlari panik dari sana untuk segera keluar dari kafe itu agar tidak mengganggu momen bahagia sepasang sahabat itu.


Saat Fany yang jantungnya sudah hampir meledak itu berlari panik meninggalkan sepasang sahabat yang sudah harmonis kembali itu,tiba-tiba saja tangannya yang mengayun saat berlari pun ditarik oleh seorang lelaki yang tak lain dan tak bukan lagi adalah Geri yang sudah dibantunya mendapatkan maaf dari Lia.


"Aduh... kenapa sih... kenapa lagi sih kamu ini harus tarik aku?",kata Fany dalam hatinya merasa takut dihentikan oleh Geri itu.


"Mau pergi dari sini aja ternyata sesusah ini ya...",sambung Fany terus ketakutan untuk kembali menanggapi segala pertanyaan-pertanyaan baik dari Geri maupun Lia yang terus penasaran dengan alasannya meninggalkan mereka itu.


"I-iya,a-ada apa Ger?",tanya Fany masih bisa menanggapi Geri dengan tenang meskipun sambil terus gemetaran disana.


Ternyata,yang terjadi setelahnya benar-benar jauh diluar ekspektasi Fany yang mengira akan diinterogasi lebih laniut lagi oleh kedua sahabat itu.


"Owh,ini lho hapemu ketinggalan... tadi lupa kamu ambil di meja",kata Geri yang ternyata hanya menghentikan Fany untuk memberikan ponsel miliknya yang tertinggal di meja kafe itu.


"Untung aja kan,Geri liat... kalo nggak,bisa kacau kamu",kata Lia ikut serta dalam percakapan antara Geri dan Fany itu.


"I-iya,makasih ya Geri,Lia... aku pamit dulu!",kata Fany buru-buru meninggalkan kedua sahabat itu lalu berlari cepat dan panik menuju pintu keluar kafe tersebut.


Geri dan Lia yang merasa aneh dan kebingungan dengan tingkah Fany yang tidak biasa itu pun merasa sangat penasaran akan hal tersebut.


Namun,mereka berdua yang bahkan belum berteman dengannya sehari saja itu tidak ingin membebani diri mereka sendiri dengan pertanyaan terkait hal itu karena mungkin itu tadi adalah sisi Fany yang lain yang belum pernah mereka lihat darinya itu.


Sehingga,Lia dan Geri yang tidak terlalu mempedulikannya yang tiba-tiba memutuskan pergi dari sana itu pun memilih untuk duduk dengan tenang disana sambil menunggu minuman pesanan mereka masing-masing datang.


Sementara itu,Fany yang sudah berhasil kabur dari Geri dan Lia,teman-teman barunya itu pun merasa lega dan bahagia meskipun masih merasa tidak tega membohongi mereka dengan cerita karangannya tadi.


"Ah... akhirnya berhasil kabur juga,meskipun harus bohong juga sih...",pikir Fany dalam hatinya merasa lega.


"Daripada jadi nyamuk disana,mending pergi aja deh",sambung Fany mencoba meyakinkan dirinya untuk tidak usah merasa tidak enak atas kebohongan yang terpaksa harus dikatakannya supaya tidak mengganggu mereka berdua yang sedang bahagia dan asik berdua di sampingnya itu.


Fany kemudian pergi menuju pintu gerbang diantar oleh ojek pribadi rumah Lia yang sama seperti yang mengantarnya berangkat kesini tadi lalu langsung keluar dari gerbang rumah Lia dan pergi secepatnya pulang ke rumahnya menggunakan ojek online dari luar.


Fany akhirnya mengakhiri masalah di pagi harinya itu dengan perasaan tidak enak dan jantung yang terus berdebar kencang karena telah berbohong pada sepasang sahabat yang baru dikenalnya itu untuk pertama kalinya.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️