F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 36: Kesalahan Fatal



Lia pun terus mencari-cari rekaman suara yang direkamnya tadi,namun beberapa menit ia mencari entah kenapa rekaman yang diputarnya di dalam kelas tadi tidak kunjung ketemu. Dirinya pun kembali panik di hadapan pak Seto yang menunggunya menunjukkan bukti penghapusannya itu.


"Kok nggak ketemu sih... aduh,apa jangan-jangan...",batin Lia menduga-duga kemungkinan yang bisa saja terjadi tadi pada rekaman suara itu.


Tidak kunjung menemukannya di pengelola file rekaman miliknya,Lia pun mulai beralih mencarinya di kemungkinan yang kedua yaitu di aplikasi chatting ponsel cadangannya.


Pada kemungkinan yang kedua ini,Lia sungguh gemetaran karena takut jika dirinya tadi membuat suatu kesalahan fatal dan malah menyebarkan rekaman itu kepada orang-orang yang ada di kontak maupun grupnya. Sehingga,dirinya pun sungguh berharap bahwa kemungkinan keduanya ini tidak benar terjadi.


Dan ternyata,setelah dicek pada riwayat chatnya tadi terlihat sebuah pesan suara yang baru saja dikirimnya beberapa menit lalu ke grup fakultas kedokteran yang berisi seluruh warga fakultas tersebut termasuk para dosen dan mahasiswa lain disana yang tergabung ke dalam sana.


Jantung Lia yang tadinya memang sudah jedag-jedug sendiri itu pun berdebar lebih kencang lagi karena rekaman suara yang ternyata direkam dan dikirimnya ke grup chat fakultasnya itu.


Tubuh Lia pun panas dingin mengetahui bahwa ternyata sudah banyak orang yang mendengarkan rekaman suara itu dari tadi dan meributkannya di grup yang biasanya hanya berisi pengumuman-pengumuman penting kampus itu.


Sekarang seluruh isi kampus pun mengetahui tingkah pak Seto yang kelewatan batas itu dari rekaman yang tidak sengaja disebarkan oleh Lia yang ceroboh. Dan dimulailah kehancuran karir pak Seto sebagai dosen disana.


"Gimana Lia,sudah ketemu belum? lama banget dari tadi",kata pak Seto mulai kehilangan kesabaran menunggu Lia menghapus rekaman itu untuknya.


Dengan perasaan panik dan ketakutan disana,Lia pun bingung harus mengatakan apa pada pak Seto yang sebentar lagi karirnya akan hancur karena kecerobohannya tadi. Ia tidak sanggup berkata jujur dan meminta maaf pada pak Seto atas kesalahan fatal yang diperbuatnya itu.


"Ah,lama banget sih kamu ini! kalo gitu saya telepon keluargamu aja lah!",kata pak Seto kesal pada Lia yang malah diam terbisu disana karena ketakutan untuk terus terang padanya.


Pak Seto pun mengambil ponselnya dari kantong celananya untuk kemudian menghubungi dan memberitahu keluarga Lia terkait masalah tadi.


Namun baru saja dikeluarkannya ponsel kepunyaanya itu,tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka dengan keras dan dari pintu masuk depan kelas itu. Suara pintu yang begitu keras dan kencang itu seperti berasal dari seseorang yang sedang dikuasai amarah yang membara dalam hatinya.


Seluruh isi kelas itu pun langsung mengalihkan perhatiannya ke arah pintu kelas yang dibuka dengan keras tadi dan semuanya pun terperanga lebar mengenali orang yang membuka pintu tersebut.


Seperti dugaan Lia yang sudah memikirkannya terlebih dahulu,yang membuka pintu tersebut sekeras itu tak lain dan tak bukan lagi adalah pak Susilo,dekan kampus itu yang tentunya sudah mendengarkan rekaman suara pak Seto yang dengan jelas mengancam Lia tadi.


Pak Susilo yang datang sendirian ke kelas tempat Lia dan pak Seto bermasalah itu pun terlihat sangat kesal atas apa yang terjadi disana dan rekaman yang disebarkan oleh Lia tadi.


Beliau yang biasanya terlihat tenang dan bijaksana itu tiba-tiba saja merubah raut wajahnya itu menjadi dipenuhi api amarah yang membara atas kekesalannya pada kelakuan pak Seto yang benar-benar kelewatan batas itu.


"Pak Seto!",gertak pak Susilo yang kesal memanggil pak Seto.


"Eh,iya pak ada apa kok tumben tiba-tiba datang ke kelas?",tanya pak Seto yang cukup terkejut dengan pak Susilo yang datang tak diundang tiba-tiba marah-marah padanya itu.


Lia yang juga menyaksikan perselisihan yang terjadi karena kecerobohannya dengan kedua matanya sendiri itu pun hanya terdiam kaku disana tidak bisa berkata-kata lagi.


Dirinya yang tadinya bernyali besar dengan berani menentang perbuatan semena-mena dari pak Seto itu sekarang berubah gemetaran ketakutan di hadapan pak Susilo yang marah-marah di depan kelas.


Lia yang tidak tega membalas orang lain dengan berlebihan itu pun cukup merasa bersalah atas kecerobohannya yang bisa saja membawa malapetaka bagi karir pak Seto,sebagai dosen fakultas kedokteran itu.


Namun,untuk membalas perbuatan pak Seto yang selama ini sudah sangat keterlaluan membocorkan privasi dari mahasiswanya itu sepertinya kesalahan fatalnya ini cukup membantu menyelesaikan masalah ini.


Sementara Lia kebingungan tak tahu harus berbuat apa di hadapan perselisihan yang terjadi disana itu,pak Seto yang baru saja membuka ponsel miliknya dan melihat isi grup chat fakultas itu yang membahas mengenai rekaman tadi pun merasa sangat kesal pada Lia yang malah membocorkan sifat aslinya itu disana.


Dirinya yang kesal akan hal itu pun sudah memiliki firasat buruk bahwa akan mengakhiri karirnya ini dengan meninggalkan kesan yang sangat buruk disana segera menjelang pemecatannya sebagai dosen fakultas kesehatan ternama itu yang tentunya sudah tak lama lagi.


"Maksudmu apa menyebarkan begitu saja rekaman tadi ha?! kan sudah saya minta untuk menghapusnya saja,kenapa malah disebarkan ke grup kampus?!",kata pak Seto yang kesal menghujani Lia dengan pertanyaan-pertanyaan penuh amarahnya atas kecerobohan Lia tadi.


Sambil terus mempertanyakan pertanggungjawaban Lia atas kecerobohannya itu,pak Seto di hadapan pak Susilo,teman sekelas Lia,dan Gedi yang masih terhubung dalam teleponnya bersama Lia itu dirinya pun menarik rambut panjang terikat Lia itu sekuat mungkin hingga Lia menjerit kesakitan disana lalu memohon ampun padanya.


Pak Seto yang menarik Lia itu pun terus menambah kekuatannya yang sudah dikuasai oleh amarahnya atas kecerobohan Lia yang menghancurkan karirnya itu sampai-sampai mulai terdengar suara-suara kecil dari rambut panjang Lia yang sepertinya mulai putus satu per satu itu.


Lia yang ditarik rambutnya sekuat-kuatnya disana pun menangis sambil terus memohon ampun pada pak Seto atas kecerobohanya tadi dan Geri,sahabatnya yang mendengar jeritan serta tangisan kesakitanya itu dalam telepon pun langsung berlari di tengah hujan yang mulai reda menuju kelas Lia untuk menolongnya.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️