
Geri dan Lia saling bertatapan dengan jarak yang begitu dekat dan jangka waktu yang begitu lama di lorong gedung dekat kamar mandi itu. Mereka berdua sama-sama menikmati momen ini dan terdiam terpaku disana bersama.
Begitu cantik dan indah tatapan Lia sampai-sampai Geri bisa jatuh hati pada sahabatnya sendiri itu. Lia yang juga ikut menatap ke arah Geri pun sempat merasakan hal yang sama hingga pada akhirnya ia pun langsung memasukkan setengah batang cokelat utuh ke dalam mulut Geri dengan cepat lalu melepaskan dirinya dari Geri yang tadi terkejut dengan kelakuannya itu.
Geri yang jantungnya belum bisa berdetak dengan tenang karena Lia yang begitu dekat bertatapan dengannya hingga membuatnya sempat jatuh hati padanya tadi pun kembali dikejutkan dengan kelakuan Lia yang tanpa aba-aba langsung menyodorkan setengah batang cokelat utuh yang tidak sempat dikunyanhya ke dalam mulutnya itu. Sehingga,Geri yang disodori dengan setengah batang cokelat tadi pun tersedak dan langsung berusaha mengeluarkan cokelat itu dari mulutnya.
"Uhuk-uhuk",batuk Geri tersedak setengah batang cokelat yang belum sempat dikunyahnya itu.
"E-em.. sorry Ger,eh aku ke kelas dulu ya bye",kata Lia tergagap meminta maaf kepada Geri lalu tergesa-gesa pergi ke kelasnya.
"Argh... Iya-iya sana,uhuk-uhuk",balas Geri yang masih kesakitan tersedak cokelat tadi.
Geri kemudian berusaha menenangkan dirinya kembali disana lalu pergi dari sana menuju ke kelasnya pagi ini. Di tengah perjalanan,Geri pun memakan cokelat dari Lia yang sudah sempat masuk ke dalam mulutnya tadi sambil mengingat kejadian tadi.
"Perasaaan apa itu tadi ya? apa itu yang namanya cinta sama temen sendiri?",pikir Geri terus memikirkan perasaan yang sempat muncul dalam benaknya tadi.
"Ah tapi tidak mungkin juga kan aku jatuh cinta sama Lia,kan dia cuma temen dekatku jadi mungkin itu cuma rasa suka yang wajar terjadi di antara hubungan kayak gini kan",pikir Geri dalam hatinya berusaha menyangkal rasa cintanya pada Lia yang sebenarnya sempat muncul tadi.
Karena terus memikirkan kejadian tadi,tanpa disadari Geri yang sedang menikmati cokelat dari Lia itu juga memakan bungkusan cokelat yang belum dilepas Lia saat menyodorkannya padanya tadi. Geri yang merasa ada yang aneh dengan cokelat yang dimakannya itu pun kembali mengeluarkan cokelat itu dari mulutnya lalu memasukkan tangannya ke dalamnya dan menarik bungkus cokelat yang ternyata masih menempel di cokelat yang dimakannya itu.
"Eh,apa ini? bungkus cokelat?",tanya Geri begitu menarik sebuah benda yang mengganggunya menikmati cokelatnya tadi.
"Eh,iya bungkus cokelat... jadi,dari tadi aku makan bungkusnya juga nih?",kata Geri terkejut begitu menyadari bahwa dirinya juga memakan bungkus cokelat itu tadi di dalam mulutnya.
"Argh,apa lagi sih... dari tadi kayaknya bermasalah sama nih cokelat mulu",ucap Geri merasa kesal dengan cokelat,makanan tak bernyawa yang terus bermasalah dengannya dari tadi itu.
Geri kemudian berjalan ke wastafel di lorong gedung itu lalu mencuci tangannya,melepas bungkus cokelatnya,dan membuangnya di tempat sampah dekat wastafel itu. Selesai membersihkan tangan dan membuang bungkus cokelatnya,Geri pun melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke kelasnya untuk mengikuti kelas paginya hari ini sembari menghabiskan cokelat pemberian Lia tadi.
Geri dan Lia pun menjalani kehidupan kampus mereka seperti biasa hingga senja tiba dan kembali bertemu di parkiran dekat gedung fakultas mereka lagi. Disana,mereka berdua kemudian berbincang-bincang santai di tempat duduk bawah pohon yang rindang ditemani dengan angin dingin mulai menghampiri senja mereka di kampus.
Geri yang sedang bersantai ngobrol dengan Lia disana pun terpikirkan untuk mengajak Lia makan malam bersamanya hari itu sebagai bentuk permintaan maafnya yang lain. Ia merasa belum cukup dengan hanya memberinya cokelat favoritnya tadi,sehingga ia pikir tidak ada salahnya juga mengajak Lia makan malam bersamanya saat itu.
"Lia,ikut gue makan malem yuk!",seru Geri mengajak Lia untuk makan malam bersamanya sekalian mengantarnya pulang nanti.
"Em... gue udah mau dijemput nih sama pak Bedi,jadi lain kali aja gimana?",jawab Lia menolak ajakan Geri.
"Owh,gitu ya... ya udah deh,kalo gitu gimana kalo minggu depan aja?",tanya Geri tetap berusaha mengajak Lia pergi makan-makan bersamanya sebagai wujud permintaan maafnya yang lain.
"Ya udah,minggu depannya lagi aja gimana? kan hari itu kita sama-sama libur dan kosong jadwal kan?",tanya Geri pantang menyerah terus mengusulkan hari untuk dirinya dan Lia supaya bisa makan-makan bersama.
"Iya sih,tapi pagi-pagi aja ya? soalnya gue dari siang sampe malemnya ada jadwal kursus macem-macem nih",jawab Lia akhirnya menyetujui ajakan Geri itu meskipun di sela-sela jadwal kesehariannya yang begitu padat.
"Oke,besok kita berangkat pake sepeda jalan-jalan n cari sarapan bareng ya,Ia",balas Geri senang mendengar akhirnya Lia menyetujui ajakannya dan mulai membeberkan rencananya pada Lia untuk hari itu.
"Oke",jawab Lia singkat namun penuh kebahagian dengan senyuman manis nan menggemaskannya yang begitu melekat di wajah kecilnya itu.
Pak Bedi yang bertugas mengantar-jemput Lia pun akhirnya sampai dan langsung turun dari mobil lalu menghampiri Lia yang sedang duduk bersama Geri di bawah pohon besar nan rindang di dekat parkiran gedung fakultas itu setelah selesai memarkirkan mobilnya di dekat sana.
"Mari Non,saya antar pulang",kata pak Bedi mengajak Lia untuk segera pulang ke rumah begitu sampai di hadapannya.
"Owh,iya pak",jawab Lia yang kemudian berdiri dan berjalan pergi dari sana menuju ke mobilnya.
"Gue pulang dulu ya,Ger!",seru Lia berpamitan dengan Geri yang juga ikut berdiri disana.
"Owh,iya-iya ati-ati ya!",balas Geri sambil melambaikan tangannya pada Lia dan tersenyum ke arahnya.
"Iya,lo juga ati-ati ya jangan ngebut lho nanti pulangnya",balas Lia juga melambaikan tangannya pada Geri.
Pak Bedi kemudian juga ikut berpamitan dengan Geri,sahabat dari keluarga majikannya itu lalu mengikuti Lia pergi menuju mobilnya. Setelah selesai saling berpamitan dengan Lia,Geri pun pergi dari sana dan berjalan ke arah parkiran motor gedung fakultasnya itu lalu pulang mengendarai motornya menuju kost-kostannya yang searah dengan rumah Lia. Kedua sahabat itu akhirnya mengakhiri hari mereka yang diawali dengan pagi yang menyedihkan tadi dengan malam yang lebih menenangkan di tempat tinggal masing-masing.
...----------------...
Sekian dulu part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️