F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 31: Ayudya (2)



"Tapi,ingat ya aku cuma mau ngalah sama satu macam orang di dunia ini",kata Geri memberikan sebuah kriteria misterius pada Ayudya yang menyimak segala perkataannya itu.


Ayudya yang menyimak perkataan Geri itu pun menjadi penasaran dengan apa yang akan selanjutnya dikatakan oleh Geri dan bagaimana kriteria yang dimaksud olehnya itu.


"Kamu tahu,Ayudya? aku hanya akan mengalah pada orang yang mau menjadi pacarku saja,titik",kata Geri mengatakan sebuah kriteria mengejutkan pada Ayudya yang penasaran akan hal tersebut dari tadi itu.


Ayudya yang mendengar kriteria yang bisa dibilang masuk akal bagi laki-laki seperti Geri yang pantang menyerah berpegang teguh pada pendapatnya itu pun langsung terkejut dan hatinya pun berdebar kencang disana.


"Apa-apaan ini? jangan-jangan Geri mau...",batin Ayudya dalam hatinya mulai berpikiran macam-macam.


Geri yang telah mengejutkan hati Ayudya hingga membuatnya berdebar-debar itu pun melanjutkan kembali perkataannya tadi dengan mengucapkan sebuah kalimat yang lebih mengejutkan lagi pada Ayudya yang berada tepat di hadapannya itu.


"Jadi...",kata Geri misterius sambil menghela nafas panjang.


Mulai dari sana,pipi Ayudya pun memerah dan jantungnya pun berdebar semakin kencang lagi hingga terasa seperti akan meledak di dalam tubuhnya. Dirinya sungguh tidak pernah sama sekali membayangkan akan terjadi hal seperti ini di antara Geri dan dirinya yang hanya teman biasa di fakultas yang sama itu.


Ayudya pun tersipu malu di hadapan Geri yang hendak mengatakan sesuatu yang akan mengejutkannya serta Anton yang hanya menonton peristiwa menarik dari motornya itu. Dan Anton yang hanya berperan sebagai lalat lewat disana pun terus mengamati tingkah laku Geri dan Ayudya yang tentunya akan diluar dari dugaannya itu.


"Wah,macem-macem nih si Geri...",pikir Anton dalam hatinya mulai mencurigai kalimat-kalimat yang akan dilontarkan Geri pada Ayudya selanjutnya itu.


"Bisa-bisanya dia ambil kesempatan dalam lapangan luas gini... emang ya,very smart nih Geri",kata Anton dalam pikirannya memuji kecerdasan Geri dalam mengambil kesempatan untuk mendekati seorang perempuan itu.


Anton yang tidak ingin mengganggu saat-saat penting antara Geri dan Ayudya yang sedang berlangsung tepat di hadapannya itu karena dirinya yang memang benar-benar penasaran dan ingin melihat bagaimana kelanjutan dari perkataan Geri tadi itu.


Geri yang sudah siap melancarkan aksinya pada Ayudya pun bergerak mendekatinya lalu memegang tangan halus,basah nan suci Ayudya itu dengan tangannya yang juga basah akan air hujan itu.


Geri kembali membuat Ayudya merasakan pesonanya dari jarak yang begitu dekat seperti tadi hingga membuat tubuh Ayudya pun panas dingin di hadapan Geri yang sudah mampu menaklukan hatinya saat itu.


Ayudya sendiri sama seperti Geri,dirinya ini juga jarang mengalami yang namanya jatuh cinta pada orang lain yang tadinya hanya teman biasa baginya,sehingga ini sungguhlah momen langka baginya dan dirinya pun kebingungan harus berbuat apa saat itu di hadapan pria yang mampu membuatnya jatuh hati kembali setelah sekian lama waktu berjalan itu.


Dirinya yang sangat jarang atau bahkan hanya pernah jatuh cinta beberapa kali seumur hidupnya yang baru menginjak 23 tahun itu pun hanya bisa diam terpaku dan terus terpesona dengan betapa tampannya wajah Geri yang begitu dekat dengannya itu.


Pipinya yang tadinya sudah memerah pun dibuat semakin memerah lagi sampai-sampai Anton yang berada tidak dekat dengan tempatnya berdiri itu pun bisa mrlihatnya sangat jelas.


Geri yang sedang melancarkan aksi di luar dugaan siapapun itu pun kembali melanjutkan perkataannya yang sempat terjeda sebentar tadi.


"Jadi,aku masih cari-cari nih siapa perempuan yang mau jadi pacarku itu...",ucap Geri yang mengatakan sebuah kalimat yang memang sungguh jauh dari dugaan siapapun yang menyaksikan aksinya yang memegang tangan Ayudya dan menatapnya romantis itu.


Ayudya dan Anton yang mendengarkan kata-kata Geri yang memang benar-benar terlalu jauh dari harapan mereka pun syok dan kecewa bersama disana.


Anton yang mengharapkan akan dapat menyaksikan Geri yang sudah menjadi seorang lelaki single seumur hidupnya itu akhirnya mendapatkan calon pasangan sehidup sematinya itu pun kecewa berat pada perkataan Geri barusan yang terlalu mengoyak harapannya itu.


Sementara itu,hal yang sama pun terjadi pada Ayudya yang juga sudah berharap lebih pada Geri yang dengan romantis menatapnya dan menggenggam tangannya tadi itu. Dirinya sungguh terkejut,kecewa,sekaligus sedih mendengar perkataan Geri yang menghancurkan segala perasaannya selama ini itu.


Ia sungguh tak menyangka bahwa Geri yang dicintainya itu malah menghancurkan segala perasaan dan harapan tinggi yang sudah dibangunnya selama ini khusus untuknya.


Ayudya benar-benar kecewa pada Geri yang tidak peka sama sekali terhadap apa yang dirasakannya saat itu dan selama ini. Geri yang diharapkannya mau menjalin hubungan yang lebih serius lagi dengannya itu malah mempermainkan jiwa dan raganya yang tadinya sudah bergetar setengah mati mengharap balasan cinta darinya.


Sehingga,Ayudya yang juga merasa sedih karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan itu pun memutuskan untuk lari begitu saja meninggalkan Geri yang sudah melepaskan genggaman tangannya dan masih bisa berdiri tenang di hadapannya yang sudah kecewa berat atas apa yang dikatakannya tadi itu.


Sebelum berlari meninggalkan Geri yang sudah menghancurkan hati dan cintanya yang sudah terbangun kuat itu,Ayudya pun menyempatkan dirinya untuk mengatakan sebuah kalimat singkat yang mungkin akan membuat Geri sadar atas perbuatan keterlaluannya itu.


"Kamu jahat,Geri! aku benci kamu!",kata Ayudya dengan nada tinggi meneriaki Geri dalam derasnya hujan itu mengungkapkan segala rasa sedih dan kecewanya yang bercampur aduk menjadi satu itu.


Barulah setelah itu Ayudya yang patah hati pun berlari kencang meninggalkan Geri yang hanya terdiam mendengar perkataannya tadi.


Lantas,Geri yang dikata-katai seperti itu oleh Ayudya yang benar-benar sudah dihancurkan hatinya olehnya itu pun malah tidak bisa memahaminya sama sekali lalu menanyakan pendapat Anton tentang aksinya yang hanya merupakan bagian dari bercandaannya pada Ayudya yang malah menganggapnya serius itu.


"Waduh Ton,Ayudya kenapa tuh kok malah lari?,tanya Geri yang begitu bodoh dalam hal percintaan itu malah masih bisa dengan tenang bertanya pada Anton mengenai Ayudya yang tiba-tiba berlari di tengah hujan deras yang melanda daerah kampus mereka itu.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️