
"Lia,teleponan sama siapa kamu dari tadi?!",tanya dosen pengajar kelas Lia pagi itu yang bernama pak Seto yang melihat dan mendengar Lia yang malah sibuk di tengah-tengah pembelajarannya itu.
Pak Seto kemudian mengambil paksa handphone ekslusif nan langka milik Lia yang diletakkan begitu saja oleh Lia sendiri yang bermaksud menyembunyikannya agar tidak kelihatan saat menelepon di hadapan pak Seto yang sedang mengajar tadi itu.
"Owh,ternyata kamu teleponan sama Geri...",kata pak Seto membaca nama kontak yang tertulis dalam telepon Lia itu.
"Kamu masih sempat-sempatnya ya curi waktu di kelas saya buat telepon sahabatmu yang kayaknya lebih "berharga" daripada masa depan kamu ini...",kata pak Seto yang tentunya sudah mengetahui secara jelas hubungan Geri dan Lia itu lalu memulai ceramah panjangnya terkait tindakan indisipliner sepasang sahabat itu.
"Apa kamu tau nak Lia...? kalo kamu dan Geri itu udah dewasa,harusnya kamu sudah paham dong dengan namanya PE-RA-TU-RAN sesimpel ini",sambung pak Seto menceramahi Lia dan Geri yang dianggapnya tidak dapat memahami peraturan yang sudah terpampang jelas di kampus itu.
Pak Seto kemudian meneruskan ceramahnya itu dengan ceramahnya yang lain lagi mengenai peraturan yang sudah dilanggar oleh Lia dan Geri itu berpuluh-puluh menit lamanya.
Hingga pada akhirnya dirinya pun mengakhiri ceramahnya itu dengan ancaman mematikannya pada Lia yang melenceng jauh dari peraturan tertulis kampus dan malah menyangkut keluarga Lia yang begitu mementingkan image mereka di masyarakat itu.
"Ok Lia,kalau sudah seperti ini sih kayaknya harus melibatkan keluarga ya...",kata pak Seto yang malah dengan licik memanfaatkan kekuasannya sebagai dosen Lia yang merasa tidak dihargai sebagai pengajar di kelasnya tadi.
"Keluargamu pasti tidak akan suka sih dengan kelakuanmu di kampus ini... karena ini juga sudah cukup kelewatan batas dengan tidak menghargai saya yang mengajar di kelas ini..."sambung pak Seto yang mulai mengancam Lia dengan ancaman mematikannya yang dapat membuat siapapun tunduk dan patuh dengan peraturan yang sudah tertulis jelas di kampus itu.
Pak Seto yang sudah sangat berpengalaman menangani para mahasiswa dan mahasiswi yang melanggar aturan tertulis maupun tidak tertulis di kampus tempat mengajarnya selama 10 tahun ini itu pun dapat dengan mudah menangani dan menyelesaikan masalah kecil di hadapannya ini sampai tuntas ke akar-akarnya demi revolusi kampus yang lebih baik.
Dan dirinya yang benar-benar sudah berpengalaman disana itu pun juga tahu betul letak kelemahan Lia yang dapat digunakan ancamannya pada Lia supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi di kelasnya,yaitu keluarganya.
Ia tahu bahwa Lia dan keluarga tirinya serta ayahnya itu tidak memiliki hubungan yang baik satu sama lain,sehingga dipikirnya mungkin jika dirinya mengancam Lia akan memberitahu mereka tentang hal ini,di rumah nanti sesuatu yang buruk akan dilakukan oleh keluarganya yang begitu peduli pada image mereka di mata mayarkat biasa itu.
"Maka,untuk membuat kamu jera saya akan menyerahkan segalanya kepada keluarga kamu Lia... pasti mereka bisa menanganinya lebih baik kan...?",kata pak Seto yang malah dengan liciknya memanfaatkan keluarga tiri Lia untuk menyiksanya atas kesalahan kecilnya itu.
Lia yang mendengar ancaman kecil nan mematikan dari pak Seto itu pun seketika langsung gemetaran di hadapan seluruh teman sekelasnya dan pak Seto karena takut jika dirinya beserta Geri akan terjerat ke dalam masalah ini lebih jauh lagi hingga dihukum dengan hukuman yang bisa saja tidak cukup setimpal atas tindakan indisplinernya di kampus ini.
Sehingga Lia pun langsung memohon-mohon pada pak Seto,dosen pengajarnya itu untuk tidak memperpanjang dan memperumit lagi masalah ini dan ingin segera mematikan teleponnya dengan Geri di tengah-tengah pembelajaran pak Seto itu.
"Pak,ya sudahlah pak... saya mau udahan kok ini,jadi jangan diterusin aja ya pak...",mohon Lia meminta pak Seto untuk segera mengakhiri masalah ini dengan cara termudah yaitu memutuskan telepon Geri itu.
Sementara itu sebelum ancaman dari pak Seto melayang ke arah Lia,Geri yang terkejut akan ponsel Lia yang tiba-tiba langsung diambil begitu saja oleh pak Seto itu pun hanya bisa terdiam tak bersuara mendengarkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada Lia di kelas itu karena dirinya yang khawatir dan takut pada pak Seto yang tidak akan dengan mudah mengampuni tindakan melanggar aturan mereka ini.
"Waduh,kok pas-pasan dosennya pak Seto sih... tamatlah aku sama Lia kalo kayak gini",kata Geri dalam dirinya ketakutan dan khawatir karena harus menghadapi pak Seto dalam masalahnya kali ini.
"Huft... semoga Lia nggak papa deh disana",batin Geri mendoakan Lia yang berhadapan langsung dengan pak Seto yang killer itu.
Pak Seto yang dikenal sebagai dosen killer di kampus itu tentunya tidak akan mengampuni kesalahan Lia semudah membalikkan tangan saja. Tentunya,ada sebuah sanksi yang harus dituruti oleh Lia bersama Geri untuk menebus kesalahan dari tindakan indisipliner mereka yang sudah dengan jelas melanggar peraturan tertulis di fakultas kedokteran mereka itu.
Namun,sayangnya sanksi yang diberikan pak Seto itu jauh berbeda dari dosen lain di kampus itu karena menggunakan metode yang menyiksa batin maupun raga dari mahasiswa disana supaya lebih cepat memulai revolusi kampus ini menjadi lebih baik.
Sehingga kembali lagi kepada pak Seto yang sudah selesai mengancam Lia yang sudah pasti langsung gemetaran mendengar segala yang diucapkannya itu,selanjutnya giliran Geri lah yang mendapatkan ancaman darinya.
"Yah,sesuai peraturan yang tertulis saja ya nak Lia dan nak Geri...",kata pak Seto yang sudah berumur 56 tahun itu ingin langsung memberitahukan sanksi dari perbuatan mereka yang telah mengganggu ketenangan dari kelas yang sedang diampu pak Seto itu.
"Untuk nak Lia,tadi sudah jelas kan...? nah sekarang untuk nak Geri yang pastinya juga setimpal dengan perbuatannya pagi ini dong...",kata pak Seto kemudian mengancam Geri yang merupakan akar sebenarnya dari masalah ini itu.
...----------------...
Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️