F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 18: Akar Dari Semuanya (2)



Malam hari itu,Lia yang baru saja pulang dari kampus tiba-tiba saja dilempari dengan sekantung plastik besar berisi sampah basah hingga membuat dirinya bermandikan sampah di sekujur tubuhnya.


Lia tidak paham dengan tujuan keluarganya melakukan hal itu padanya yang baru saja pulang dan tidak melakukan kesalahan apapun itu. Sehingga,dirinya pun tetap berusaha untuk sabar dan tabah menanggapi semua ini lalu menanyakannya pada ayahnya yang melemparinya terlebih dahulu itu.


"Ayah,kenapa... kenapa ayah dan semuanya melakukan ini padaku?",tanya Lia berusaha untuk tetap sabar.


"Ooo... ternyata,kau itu masih belum sadar ya setelah dilempar sampah...",jawab ayahnya tidak menanggapi sama sekali pertanyaan dari Lia.


"Ya udah lah,ma cepat lanjut rencana kedua",kata ayah Lia memerintahkan ibunya melakukan hal lain lagi pada Lia.


Lia pun kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi hingga membuatnya harus diperlakukan seperti ini itu. Ia terus bertanya-tanya apa kesalahan yang sebenarnya diperbuatnya hingga membuat keluarga yang disayanginya itu melakukan hal yang cukup keterlaluan padanya itu.


Belum selesai memikirkan hal itu,tiba-tiba saja ibu Lia yang turun dari lantai dua rumahnya itu pun menarik paksa Lia dari depan pintu menuju ke sebuah tempat di rumahnya untuk menjalankan rencana kedua sesuai perintah ayahnya itu.


Lia yang tidak tahu sama sekali dengan apa yang sebenarnya terjadi itu pun memberontak dan berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman ibunya yang sangat kuat itu.


"Aku mau dibawa kemana,ma?! apa salahku sampai kalian memperlakukan aku seperti ini?!",kata Lia terus bertanya-tanya sambil memberontak tidak mau pergi ke sebuah tempat yang sudah direncanakan keluarganya itu.


"Udah,kamu itu diem aja! nanti juga tahu sendiri",kata ibu Lia dengan keras dan lantang membentaknya yang terus memberontak itu.


"Nggak,Lia nggak mau! jelasin dulu,kenapa ma?! kenapa?!",berontak Lia terus bertanya-tanya pada ibunya.


Karena muak dengan Lia yang terus memberontak dibawa ke sebuah tempat di rumahnya yang sudah direncanakan bersama anggota keluarga lainnya itu,ibu Lia pun melepaskan cengkramannya lalu mendorongnya hingga jatuh tersungkur di lantai keramik rumahnya.


Ibu Lia itu kemudian mengangkat Lia kembali kemudian menamparnya berkali-kali hingga wajah Lia memerah dan terluka karena cincin ibunya yang menggores pipinya itu. Dan Lia pun sudah tidak bisa berkata-kata lagi karena tamparan ibunya yang begitu menyakitkan itu.


"Plak! plak! plak! plak! plak!...",kerasnya suara tamparan itu yang entah kapan berhenti.


"Dasar kau anak nggak tahu diri... ikut aja apa susahnya sih! bandel banget",kata ibu Lia mengata-ngatai Lia yang tidak mau menurut padanya yang menyeretnya itu sambil terus menamparnya dengan sekuat tenaga.


Entah berapa kali tamparan ibunya padanya itu sampai-sampai Lia pun tak kuat lagi berdiri disana dan langsung jatuh tersungkur kembali di lantai rumahnya. Lia sudah tak kuat lagi menahan betapa kerasnya tamparan ibunya itu sampai-sampai ia pun terbaring lemas di lantai rumahnya itu.


Seluruh anggota keluarganya yang melihat Lia yang sudah terbaring lemas di lantai rumah itu kemudian menghampirinya dan ibunya. Namun alih-alih membantunya untuk bangkit kembali,anggota keluarganya yang lain termasuk ibunya yang menamparnya tadi itu malah ramai-ramai mengangkatnya menuju ruangan yang tadi dituju ibunya itu.


Lia yang sudah lemas tak berdaya itu pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan pasrah dengan kemauan keluarganya itu. Dan ternyata,dirinya yang lemas tak berdaya ini diangkat ke dalam kamar mandi rumahnya yang tak pernah dipakai dan terbengkalai.


Kamar mandi itu sangat kotor karena tidak pernah sekalipun dipakai dan dirawat oleh keluarga Lia maupun karyawan di rumah Lia. Kamar mandi itu terletak di pojok rumah yang cukup tertutup di dekat gudang penyimpanan barang bekas keluarga Lia itu,sehingga tidak ada satupun orang yang mau menjamah kamar mandi yang cukup jauh dari ruang tamu itu.


Lia yang masih lemas tak berdaya itu terjatuh hebat dari angkatan keluarganya tadi itu hingga membuat punggung dan kepalanya pun merasakan nyeri yang tak pernah sekalipun dirasakan oleh Lia selama ini. Lia yang sungguh kesakitan di lantai kamar mandi itu pun malah ditertawai oleh anggota keluarganya sendiri yang begitu tega kepadanya itu.


"Ah... sakit...",keluh Lia merasa kesakitan di bagian kepala dan punggungnya sambil terus memegangi keduanya di lantai kamar mandi kotor dan terbengkalai itu.


"Hahaha,sakit ya dik... makanya,jangan malu-maluin keluarga dong!",kata kakak perempuannya,Feby yang malah dengan puasnya tertawa di depannya yang benar-benar kesakitan disana.


"Uh,sini-sini... kasihan deh anak mami... mau dicup-cup... hahaha!",kata ibu tirinya ikut meledeknya dan menertawakannya yang kesakitan di depannya itu.


"Pah,langsung lanjut aja gih biar kak Lia cepet sadar lagi tuh!",seru adik Lia,Finto meminta ayahnya untuk segera melanjutkan kembali penyiksaannya pada Lia.


"Oke deh,dengan senang hati...",jawab ayahnya siap menyiksa Lia lagi.


Lia yang masih kesakitan memegangi kepala dan punggungnya disana itu pun tidak menyadari kehadiran ayahnya yang mulai kembali mendekatinya dan ingin menyiksanya lagi itu. Ia terlalu sibuk mengurusi kesakitannya hingga pada akhirnya ayahnya itu pun membangkitkannya kembali untuk berdiri disana saat itu juga.


Tiba-tiba saja,ayah kandungnya itu menyeret tangannya dengan paksa ke dekat toilet duduk yang ada tepat di hadapan mereka itu. Dan lagi-lagi,Lia yang masih kesakitan dan lemas tak berdaya disana itu pun hanya bisa dengan pasrah mengikuti kemauan orangtuanya itu karena sudah tak punya tenaga lagi untuk memberontak.


Lia yang masih tertatih-tatih kesakitan di hadapan keluarganya itu pun dengan kasar ditundukkan paksa oleh ayahnya di hadapan toilet duduk yang lebih kotor lagi daripada kamar mandi itu. Lia yang lemas tak berdaya itu pun tambah kesakitan lagi karena ayahnya yang mendorongnya terlalu keras untuk ditundukkan di hadapan toilet kotor itu.


Toilet duduk itu dipenuhi air yang sangat keruh dengan setiap bagian toilet itu yang dihinggapi kerak-kerak kotoran yang membuatnya begitu menjijikkan. Lia yang sudah tak berdaya menghadapi keluarganya yang tak henti-henti menyiksanya dari tadi itu pun tertunduk diam di hadapan toilet duduk menjijikkan itu hingga ayahnya yang belum puas menyiksanya itu pun menarik rambut panjang indahnya dan mulai kembali berbicara padanya.


"Kau lihat Lia... nah,asal kau tahu nak inilah posisimu yang sebenarnya di dunia ini...",kata ayah Lia mengatakan betapa rendahnya posisi Lia di dunia ini menurutnya sambil terus menggenggam rambut panjang Lia yang membuatnya ingin menjerit kesakitan di hadapannya.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️