
Begitu menyadari bahwa yang berada di depannya itu ternyata Geri,perempuan yang ternyata juga salah satu dari teman Geri di fakultas yang sama itu pun menyemburkan seluruh makanan kunyahannya yang berada di dalamnya itu karena terkejut.
Buuuur!
Sontak Geri yang baru saja duduk dengan tenang dan hendak menyantap sarapan paginya yang sudah cukup spesial baginya itu pun ikut terkejut karena perempuan yang tadinya makan dengan tenang di depannya itu tiba-tiba saja menyemburnya dengan seluruh makanan dalam mulutnya yang sudah dikunyah-kunyah itu.
"Eh,apaan nih?!",seru Geri terkejut begitu makanan semburan Ayudya itu mendarat di seluruh baju dan sarapannya.
Mereka berdua yang malah kebetulan duduk di tengah-tengah warteg itu pun langsung menjadi pusat perhatian orang-orang yang juga sedang sarapan sama seperti mereka disana. Sehingga,Ayudya yang masih terkejut bahwa yang di hadapannya itu adalah Geri pun bertambah malu karena diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya itu.
Ayudya kemudian tetap memberanikan dirinya untuk melihat ke arah Geri yang masih terkejut dengan semburan menjijikannya tadi itu dan berniat memberikannya tisu segera untuk membersihkan makanan kunyahannya yang menempel di seluruh baju Geri itu.
"I-ini,tisu buat lap!",kata Ayudya yang ingin cepat-cepat meninggalkan Geri dan sarapannya pagi itu yang masih tersisa cukup banyak itu.
"Bye,aku tinggal dulu ya!",imbuh Ayudya pamit lalu berlari secepatnya dari sana meninggalkan Geri yang masih terkejut akan perbuatannya tadi itu.
Geri yang dikotori bajunya itu pun merasa tidak terima dengan perlakuan perempuan yang ternyata teman sefakultasnya itu yang malah melarikan diri setelah hanya memberinya beberapa tisu untuk membersihkan makanan semburannya itu.
Sehingga,Geri yang menyadari Ayudya yang berlari cepat meninggalkannya itu pun berusaha mengejarnya dalam kondisi baju yang masih berlumuran makanan semburan Ayudya tadi.
Ayudya yang menyadari bahwa Geri yang tidak terima atas perlakuannya dan berusaha mengejarnya itu pun mencoba untuk berlari lebih cepat lagi supaya tidak tertangkap oleh Geri yang tentunya bisa dengan mudah menyusulnya nanti.
Mereka pun kejar-kejaran di seputaran area kampus dan tidak ada satupun dari mereka yang mencapai tujuannya hingga pada akhirnya hujan pun turun dengan deras membasahi seluruh area yang mereka lewati saat kejar-kejaran itu.
Namun,hujan tak dapat menghentikan lari Geri dan Ayudya yang terus mengejar tujuan masing-masing itu.
Sehingga di tengah hujan yang tengah dengan deras mengguyur itu,Ayudya yang tidak ingin tertangkap oleh Geri karena merasa malu pun terus berlari ingin meninggalkan Geri secepat yang ia bisa.
Begitu pula dengan Geri yang ingin meminta pertanggungjawaban lebih dari Ayudya yang menyemburnya dengan makanan kunyahannya itu pun juga berlari tanpa kenal lelah mengejar Ayudya yang sudah bertindak keterlaluan padanya tadi.
Hingga pada akhirnya Ayudya yang sudah mencapai batasnya itu pun menghentikan kakinya yang malah ingin terus melarikan diri dari Geri yang masih memiliki cukup tenaga untuk mengejarnya itu.
Geri yang terlalu fokus berlari kencang mengejar Ayudya yang melarikan diri darinya itu pun tidak menyadari bahwa Ayudya yang dari tadi berusaha melarikan diri darinya itu sudah berhenti terdiam di tengah trotoar yang sedang diguyur hujan deras itu.
Sehingga,Geri yang tak menyadari Ayudya yang berhenti tiba-tiba di hadapannya itu pun menabraknya hingga membuat mereka berdua pun jatuh bertimpa di derasnya hujan yang mengguyur area sekitar kampus itu.
"Bruk! Pyak!",cukup keras suara yang ditimbulkan oleh Geri yang menabrak Ayudya di tengah trotoar jalan itu.
Tentunya,Ayudya yang tadinya sudah siap menyerahkan dirinya pada Geri yang terus mengejarnya dengan membalikkan badannya menghadap ke arahnya pun sangat terkejut begitu tubuh Geri yang lebih besar darinya itu menimpanya begitu saja.
Geri dan Ayudya yang bertimpaan di tengah jalan itu pun hanya terdiam membeku di tengah derasnya hujan yang mengguyur daerah sekitar kampus mereka pagi itu. Entah kenapa tubuh mereka yang saling bersentuhan saat itu sulit untuk dilepaskan seperti ada lem yang mengikat keduanya disana,sehingga mereka pun hanya bisa saling bertatap mata tanpa mengatakan sepatah katapun disana.
"Ternyata,setelah diliat dari deket kayak gini Geri lumayan juga...",batin Ayudya dalam hatinya yang jedag-jedug terpesona pada wajah Geri yang cukup tampan menurutnya itu.
Ayudya yang baru pertama kali melihat Geri dari dekat pun sempat terpesona sesaat oleh wajah rupawan Geri yang selama ini tak pernah disadarinya itu. Begitu pula dengan Geri yang mengalami hal yang sama dengannya.
Dan untuk kedua kalinya bagi Geri dalam hidupnya,perasaan yang sama dengan apa yang dirasakannya saat berada di dekat Lia itu pun kembali mengudara dalam hatinya yang mulai bimbang dengan apa yang sebenarnya dirasakannya pada dua perempuan yang pernah berada sangat dekat dengannya itu.
"Ada apa dengan hatiku kali ini? kenapa perasaan yang sama dengan waktu berdekatan dengan Lia itu muncul kembali di saat aku dengan Fany juga berada sangat dekat seperti ini?",batin Geri bertanya-tanya kebingungan dengan apa yang sebenarnya dirasakannya bersama dua perempuan yang berbeda itu.
"Jika benar aku jatuh cinta,sebenarnya siapa dari Lia dan Ayudya yang benar-benar membuatku jatuh hati ini?",tanya Geri kebingungan sendiri dalan hatinya.
Geri yang jarang sekali merasakan yang namanya jatuh cinta itu pun kebingungan karena kali ini dihadapkan dengan dua perempuan yang sama-sama membuat jantungnya ini tidak bisa berhenti berdebar di saat berdekatan dengan mereka berdua itu.
Sehingga,Geri bersama Ayudya yang saling terpesona dengan ketampanan dan kecantikan masing-masing itu pun terus bertimpaan di trotoar jalanan sekitar kampus mereka itu tanpa bisa berkata-kata lagi disana.
Mereka terus menimmati momen berdua disana hingga pada akhirnya seorang pemotor melintas di jalan raya kampus dan berhenti di samping mereka yang masih saling tatap di trotoar jalan yang mulai kebanjiran air hujan itu.
"Belum mahram woi! inget dosa",teriak pemotor lelaki itu begitu melihat Geri dan Ayudya yang bertimpaan di tengah trotoar jalan itu.
Geri yang menyadari ada orang yang melihat dan meneriaki mereka yang malah terus saling bertatapan dari tadi itu pun langsung bangkit dari sana lalu tak lupa juga menarik tubuh Ayudya yang ditimpanya di trotoar jalan yang keras itu.
...----------------...
Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘
Dan untuk para Friendlies...
Dukung terus novel ini ya!😘
Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗
Terimakasih
Salam hangat dari author ❤️❤️❤️