F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 35: Perlawanan Kecil Berarti



"Owh,ternyata kamu teleponan sama Geri...",suara rekaman ulang yang berasal dari ponsel cadangan Lia merekam segala percakapannya dengan pak Seto tadi itu lalu diputarnya dengan keras dalam ruangan kelas yang senyap karena masalah kecil Lia ini.


Terlihat jelas perubahan wajah pak Seto dari yang tadinya tersenyum puas karena berhasil mengintimidasi Lia itu berubah drastis menjadi gemetaran ketakutan karena Lia yang berhasil membuat sebuah perlawanan kecil berarti untuk dirinya yang sering menyalahgunakan kekuasaannya sebagai dosen pengajar di kampus itu.


Seketika,pak Seto yang tadinya berbicara dengan tegas dan lantang di hadapan seluruh mahasiswa fakultas kedokteran di kelas itu termasuk Lia yang menjadi target intimidasinya pun tiba-tiba saja langsung berubah berbicara tergagap-gagap dengan nyali ciut di hadapan perlawanan baik yang dilakukan Lia padanya.


Rekaman suara pak Seto dari tadi itu pun terus diputar oleh Lia sebagai senjata untuk dirinya mempermalukan pak Seto atas perbuatan kelewatan batasnya saat itu.


Hingga pada akhirnya,rekaman suara itu pun selesai diputar dan pak Seto pun untuk pertama kali dalam hidupnya benar-benar telah berhasil dipermalukan oleh mahasiswi didikannya sendiri saat itu,yaitu Lia.


Sejak mulai mengetahui cerita tentang pak Seto yang begitu licik dan kelewatan itu dari mulut ke mulut senior-senior mereka berdua,Geri dan Lia pun langsung menyiapkan rencana untuk mengantisipasinya jika suatu saat akan menghadapi situasi yang sama seperti dalam cerita para senior mereka yang tentunya lebih paham seputar fakultas kedokteran itu.


Dan benar saja sesuai perkiraan mereka saat itu,sekarang akhirnya mereka berdua pun mengalami hal yang serupa dengan yang terjadi dalam cerita para senior mereka itu. Namun,berbeda versinya jika Geri dan Lia yang mendapatkan perlakuan seperti itu di fakultas kedokteran yang berisi sepenuhnya orang-orang cerdas ini.


Geri dan Lia yang sudah menyiapkan sebuah rencana perangkap sederhana untuk mengantisipasi perlakuan licik dan kelewatan batas dari pak Seto yang tentunya akan sangat mengintimidasi mereka nantinya itu pun sekarang dengan yakin dan penuh keberanian akhirnya berhasil membalas pak Seto,dosen yang selalu bertingkah di kampus itu.


Mereka cukup terkejut karena tidak menyangka bahwa rencana sederhana seperti ini dapat membuat pak Seto yang selalu berhasil mempermalukan para mahasiswa dan mahasiswi didikannya itu kali ini malah gantian dipermalukan dengan ancaman kecil berarti dari Lia yang sudah merencanakannya bersama sahabatnya,Geri itu.


Lia yang melihat sekujur tubuh pak Seto gemetaran mendengar rekaman suaranya sendiri yang berisi segala ancamannya pada Lia tadi itu pun merasa sangat puas dan senang akan hal itu seperti baru saja mendapatkan sebuah hadiah besar nan istimewa.


"Gimana pak? kalo menurut saya sih,boleh-boleh saja bapak laporkan kelakuan saya yang memang melanggar peraturan ini kepada keluarga saya...",kata Lia mulai berbicara kembali setelah selesai memutarkan rekaman suara pak Seto tadi secara tuntas dan lengkap di hadapan seluruh mahasiswa kedokteran dalam kelas itu.


"Yah,tapi semua keputusan sih kembali kepada bapak lagi... mau laporin saya ke keluarga saya lalu saya juga lapor ke pihak kampus atas perlakuan mengintimidasi dan melampaui batas bapak ini... atau mau sebaliknya,yah semua kan tergantung bapak juga...",sambung Lia dengan puas mempermainkan dan mempermalukan pak Seto di hadapan anak didiknya dalam kelas itu.


Sementara itu,Geri yang juga mendengarkan percakapan Lia yang sudah berhasil dengan mudahnya mempermalukan dan membalas segala perbuatan pak Seto itu pun ikut senang akan hal itu karena rencana yang sudah disusun sesederhana mungkin oleh dirinya dan Lia itu akhirnya berhasil mereka terapkan saat itu.


Akhirnya lahir juga seorang mahasiswi yang berani menentang dan membalas segala perbuatan semena-mena dan licik dari pak Seto itu. Dan betapa bangga dan bahagianya Geri karena mahasiswi yang berani melakukan hal itu untuk pertama kali adalah Lia,sahabatnya.


Geri begitu bangga dan kagum dengan Lia,sahabatnya yang dengan beraninya menjalankan rencana sederhana mereka yang mungkin bisa saja gagal itu. Sungguh perbuatan pemberani yang patut diapresiasi oleh Geri sebagai sahabatnya yang selalu mendukung keputusannya yang sangat beresiko itu.


Geri yang masih terhubung dengan ponsel milik Lia yang berada di genggaman pak Seto itu pun kembali memperhatikan percakapan antara Lia dan pak Seto yang tentunya belum berakhir disana itu.


"Ya sudah,untuk kali ini kamu saya maafkan namun sesuai peraturan yang berlaku di kampus ini handphone kamu tetap saya sita sampai jam kuliah malam nanti selesai",kata pak Seto akhirnya mengaku kalah pada Lia dan harus dengan rela pula menghukumnya dengan peraturan yang seharusnya di kampus itu.


"Tapi,sebelum itu kamu hapus dulu rekaman suara saya itu ya...",imbuh pak Seto yang sudah ketakutan setengah mati dengan rekaman ancamannya tadi pada Lia yang dapat mengancam karir kedosenannya itu.


"Nah gitu dong pak,kan kita sama-sama dapet enaknya... kalo gitu,nih ya pak saya akan hapus sekarang",balas Lia yang sudah merasa puas dengan keputusan akhir yang diambil oleh pak Seto untuk menghukumnya sesuai peraturan yang berlaku di kampus itu lalu dengan senang hati hendak menghapus rekaman pak Seto tadi.


"Hish... terserah kamu lah!",kata pak Seto tetap merasa kesal atas kekalahannya kali ini itu.


Lia kemudian memperlihatkan layar ponsel cadangannya itu kepada seluruh teman-teman kelasnya dan pak Seto supaya mereka semua tidak mengiranya sebagai penipu licik disana.


Lia pun mencari-cari rekaman suara yang sempat diputarnya hingga tuntas tadi,namun anehnya rekaman suara tadi menghilang entah kemana perginya. Sehingga,Lia pun menjadi panik sambil terus mencari-cari rekaman tadi di hadapan seluruh teman-teman dan dosennya itu.


"Aduh... kok nggak ketemu-ketemu sih,terus yang kuputar tadi dari mana dong...?",pikir Lia panik sambil terus mencari-cari rekaman suara yang jelas-jelas diputarnya di hadapan seluruh isi kelas itu.


Hingga pada akhirnya,beberapa menit setelah terus mencari-cari rekaman suara tadi dalam pengelola file dalam handphonenya itu,Lia yang memang kurang teliti dalam melakukan beberapa hal tertentu itu pun baru menyadari bahwa ternyata rekaman suara yang tadi diputarnya itu berasal dari...


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️