F-R-I-E-N-D-S

F-R-I-E-N-D-S
Part 14: Rumah Lia (3)



Fany kemudian berangkat dari gerbang rumah Lia itu menuju kafe yang ternyata tidak dekat dari tempat asalnya itu diantar ojek pribadi rumah Lia. Kafe itu berada sekitar 500 meter dari pintu gerbang rumah itu,sehingga di perjalanan Fany pun dapat melihat berbagai macam bangunan lain yang ada di dalam tempat tinggal Lia itu.


Di dalam perjalanannya yang cukup singkat itu,ia dapat melihat beberapa bangunan yang sepertinya memang dibangun khusus oleh keluarga Lia yang kaya raya itu. Sepanjang perjalanan,Fany terus dibuat terperangah takjub melihat hasil dari keluarga Lia yang membangun kompleks rumah yang megah nan mewah ini dengan fasilitas-fasilitas umum seperti gym,kafe,bahkan taman rumah pribadi yang dilengkapi dengan kolam ikan besar di dalam kompleks rumah yang entah berapa luasnya itu.


Sungguh luar biasa kaya keluarga Lia itu hingga mampu membuat kompleks rumah ini benar-benar terasa seperti sebuah kota kecil yang lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya itu. Fany juga tidak menyangka bahwa dirinya bisa masuk ke dalam sebuah kompleks rumah yang begitu menakjubkan ini berkat Geri yang meminta bantuan padanya itu.


Ia sungguh tidak pernah sekalipun membayangkan bahwa ada rumah sebesar,selengkap,dan semegah ini dalam hidupnya sebagai anak kost yang hanya tinggal di kost-kostan biasa di dalam kota yang tertutup oleh gedung-gedung besar itu. Entah berapa banyak harta yang dihabiskan keluarga Lia itu hingga mampu membuat rumah seperti kota yang sungguh mengejutkan Fany itu.


Tanpa disadari,Fany yang terus terperangah takjub melihat kawasan rumah Lia yang luar biasa itu pun akhirnya sampai di kafe tempat Lia berdiam diri menenangkan dirinya dan meredam emosinya atas Geri yang sudah membohonginya untuk kedua kalinya itu. Fany yang sudah tiba di depan kafe dimana Lia berada itu pun langsung turun dari motor dan berjalan menuju pintu kafe untuk menemui Lia dan menyampaikan permintaan maaf Geri padanya yang tentunya sudah marah besar itu.


Fany pun akhirnya masuk ke dalam kafe yang cukup besar itu lalu mencari Lia yang sedang duduk menyendiri entah di bagian kafe mana itu. Fany mencarinya kesana-kemari dari pintu masuk kafe tadi hingga mengelilingi seluruh bagian kafe itu namun tetap tidak dapat menemukan Lia yang sedang menenangkan dirinya itu.


Sehingga,Fany yang sudah lelah mencari Lia yang sedang menyendiri entah dimana itu pun akhirnya berniat untuk menanyakan keberadaan Lia pada karyawan kafe itu saja untuk mempersingkat waktu dam menghemat tenaganya. Ia pun berjalan mendekati salah satu karyawan kafe yang tengah sibuk mengepel lantai untuk menanyakan keberadaan Lia sebenarnya.


"Misi,kak...",panggil Fany pada karyawan kafe perempuan yang di name tagnya tertulis nama Sekar itu.


"Owh,iya kak ada yang bisa dibantu?",jawab Sekar ramah kepada tamu di kafe tempatnya bekerja itu.


"Saya mau tanya,Lia ada dimana ya? kok katanya ada di kafe tapi saya udah keliling dari tadi tetep nggak ketemu?",tanya Fany langsung menanyakan keberadaan Lia sebenarnya pada Sekar,karyawan kafe yang berjaga disana 24 jam itu.


"Owh,nona Lia... ada keperluan apa ya,mencari non Lia?",tanya Sekar menanyakan tujuan Fany mencari Lia yang sedang menyendiri entah dimana itu.


Fany kemudian menceritakan semuanya pada Sekar untuk memberitahu dan memperjelas tujuannya yang sebenarnya pergi ke kafe tempat Lia berada itu. Fany sudah berniat benar-benar akan membantu Geri untuk mendapatkan maaf dari Lia yang marah besar padanya itu,sehingga Fany pun juga akan berjuang sampai pada akhirnya bisa bertemu dan membujuk Lia kali ini.


"Owh,jadi begitu ya... sebentar ya mbak,saya tanyakan dulu ke non Lianya",kata Sekar yang kemudian bergegas pergi menuju bar kafe dan mengambil telepon untuk menghubungi Lia yang sepertinya berada di tempat yang tak terlihat oleh Fany itu.


Setelah menunggu beberapa saat Sekar berbicara dengan Lia,akhirnya Sekar pun kembali ke tempat Fany berada lalu mengajak Fany ke sebuah sudut kafe yang ternyata belum dijamah oleh Fany yang dari tadi mencari Lia itu.


"Ayo mbak,ikut saya",kata Sekar menyeret tangan Fany untuk ikut dengannya ke sebuah tempat dimana Lia berada.


Setelah sampai tepat di samping rak buku tinggi dan di depan sofa yang menempel ke tembok yang dihiasi dengan berbagai warna cerah nan mencolok di sudut kafe itu,tiba-tiba saja Sekar,karyawan kafe yang sudah berpengalaman disana itu menarik sebuah buku bertuliskan "key" pada judul covernya dan hal yang mengejutkan Fany pun terjadi.


Begitu buku tersebut ditarik,secara otomatis tembok yang tadinya diam saja seperti tenbok-tembok pada umumnya itu pun langsung bergerak membalikkan badannya 90 derajat ke kanan hingga membagi sisi dinding itu menjadi dua bagian seperti pintu. Fany yang melihat hal itu pun semakin terperangah takjub dengan apa saja yang dilihatnya selama berada dalam kompleks rumah Lia yang terus memberinya kejutan demi kejutan secara berkala itu.


Ia sungguh tak menyangka bahwa akan ada pintu tembok seperti di film-film detektif yang pernah ditontonnya dulu itu. Sekali lagi,ia pun merasa kagum dan takjub pada keluarga Lia yang mampu membuat area kompleks rumah mereka ini seindah,secanggih,dan semewah ini itu. Sungguh pengalaman yang menakjubkan bisa berkunjung ke rumah Lia yang benar-benar tidak biasa itu.


Belum selesai merasa kagum akan hal itu,tiba-tiba Sekar mendorong Fany untuk segera masuk ke dalam ruangan itu secepatnya seperti ada sesuatu dengan ruangan ini sehingga tidak boleh sembarangan orang tahu. Sehingga,Fany yang sudah langsung paham dengan maksud Sekar itu pun langsung berlari masuk ke dalam sama untuk kemudian menemui Lia disana.


Ruangan itu begitu gelap hingga Fany pun tidak bisa melihat apa-apa hingga pada akhirnya ia pun menemukan saklar lampu ruangan rahasia itu dan langsung menekannya tanpa pikir panjang lagi. Lampu pun menyala dan Fany yang sudah bisa melihat dengan jelas kembali itu pun langsung memandang ke arah depannya yang ternyata ada seorang perempuan yang sedang duduk membungkuk meletakkan kepalanya di meja sambil terus menangis tersedu-sedu sendirian.


Fany pun langsung berjalan pergi mendekati perempuan itu karena merasa yakin bahwa dialah Lia yang dicari-carinya dari tadi. Sementara didekati Fany,Lia yang merasa sakit hati disana pun terus menangis tersedu-sedu mengingat Geri yang tidak menepati janjinya untuk kedua kalinya itu. Dan pertemuan pertama mereka pun dimulai.


...----------------...


Sekian dulu untuk part ini,semoga para Friendlies selalu menyukai setiap part cerita dari author ini ya,makasih!😘😘😘


Dan untuk para Friendlies...


Dukung terus novel ini ya!😘


Dengan Like,Comment,Favoritkan,Rate Bintang 5,dan Votenya!❤️🤗


Terimakasih


Salam hangat dari author ❤️❤️❤️