
Dara bertanya pada Axel, “ menurut mu bagaimana, apa aku boleh tinggal di sini?”
“Kenapa tanya sama Axel, ini kan apartemen aku, dan kamu boleh tinggal di sini sampai kapan pun". Ihsan menjawab pertanyaan Dara sambil membawa nampan yang berisikan tiga mangkuk mie.
“Kamu wanita, sedangkan Ihsan laki-laki, masa kalian mau tinggal bersama, itukan gak mungkin! Jadi lebih adil kalau aku juga tinggal di sini menemani Dara!”Axel keberatan bila Dara tinggal di apartemen berdua saja dengan Ihsan.
“Enak saja.... memang nya ini kontrakan!” Dengar Axel, kamu jangan berfikir ini semua demi keuntungan aku, Dara terlalu berbahaya bila tinggal di luar sana tanpa ada teman yang menemani”. Ihsan menjelaskan alasan mengapa Dara harus tetap tinggal di dekat Ihsan.
“Dirumah ku juga bisa, kenapa harus dirumah mu! Dara.... sekarang kamu pilih, tinggal dirumah Ihsan atau rumahku ?” Axel ngotot.
Namun Dara malah asyik makan mie goreng dan kepedasan.
“Minum...Minum...huha ...huha...huha...
pedesss...!” Ucap Dara.
“ ini...minumlah" Ihsan memberikan air kepada Dara. “ Axel, Dara gak mungkin tinggal sama kamu! Itu karena ..... kamu tahu kan sebabnya, masa aku harus cerita lagi!” Ungkap Ihsan pada Axel.
“Kenapa aku gak boleh tinggal sama Axel ?” tanya Dara keheranan.
“ Iya kenapa...apa alasannya...apa?” Axel semakin kesal, sampai lupa bahwa yang dimaksud Ihsan adalah lokasi tempat kerja Axel Cafe Hoki sudah sering di mata-matai oleh Varel suami Dara, maka sudah pasti rumah Axel juga tidak aman.
“Lebih baik aku makan mie nya...cape menjelaskan pada mu Xel!” Ihsan kesal karena Axel tidak faham juga.
Ihsan pun mengambil mangkok mie nya....” bismillah" Ucap Ihsan.
“Tunggu!” gak bisa gitu..jelasin dulu! Jangan mengalihkan pembicaraan!” Axel menahan tangan Ihsan yang baru mau menyuap makanan ke mulut nya.
Dara melihat itu, langsung menaruh garpu nya di meja dengan keras.
“Bisa gak kita makan dengan tenang!” Axel!...udah...kita makan dulu!” Ini sendok nya..ini mangkok nya ...makan!” Dara memberikan sendok dan mangkok mie kepada Axel.
Axel menerima nya dengan malas, Dara pun melotot, “makan!” ayo ...di makan!” Ucap Dara pada Axel.
Axel akhirnya makan walau dalam keadaan marah.
Suasana menjadi sangat hening, mereka bertiga makan tanpa ada suara.
Ihsan selesai makan lebih dulu “ aku mau sholat maghrib, Axel ayo ikut aku...kita sholat berjamaah di masjid”
“Nanti saja" jawab Axel dengan nada malas.
“Sudah ayo ikut, ada yang ingin aku bicarakan!” Ihsan menarik lengan Axel dan memaksa ikut.
“Eeeeh ..eh...iya ..tunggu, tinggal sesuap lagi nih!” Axel terburu-buru memakan mie nya yang tinggal satu sendok lagi.
“ jangan lama-lama yaaa, cepat balik" Dara melambaikan tangannya.
Ketika Ihsan berada di depan pintu, Ihsan kembali menoleh ke Dara, “Kamu jangan lupa sholat maghrib juga, di kamar itu sudah aku gelarkan sajadah" Ihsan mengingatkan Dara untuk sholat.
Sesampai di masjid, Axel dan Ihsan segera berwudhu dan ikut sholat berjamaah.
Tak lama setelah selesai sholat , terlihat wajah Axel sudah tidak kesal lagi. Ihsan menepuk bahu Axel, “ Axel, apa kamu lupa bagaimana suami Dara bisa tahu kalau Dara ada di rumah sakit itu?”
“Hmmm..iya aku faham, maaf...tadi aku emosi, aku tahu kenapa kamu tidak membiarkan Dara tinggal bersama ku, ini semua demi keselamatan Dara".
“Tenang saja, aku juga tahu kenapa kamu tidak mengizinkan Dara tinggal di apartemen ku, kamu cemburu, Kamu takut aku mengambil Dara dari mu, iya kan? Ihsan memahami mengapa tadi Axel emosi.
Mendengar itu Axel jadi malu, “ bukan begitu....aku gak cemburu ...Cuma kita laki-laki normal, yaa kamu fahamlah maksud ku". Axel segera berdiri dan berjalan keluar masjid.
Ihsan mengikuti Axel dari belakang dan menyusul.
Axel menghentikan langkah nya, “beneran nih mas Ihsan?” ucap Axel senang.
“Iya.......!” Ihsan menjawab dengan pasti. Axel pun terlihat lega mendengar jawaban Ihsan. “ baiklah kalau begitu, tolong jaga Dara baik-baik ya mas", Axel menjabat tangan Ihsan dengan kedua tangan nya.
“ Hehehe... InsyaAllah ...pasti akan ku jaga Dara”. Jawab Ihsan tersenyum.
Dara baru menyelesaikan sholat maghrib, namun Dara tidak segera bangkit dari sajadhnya, Dara berdoa, “ Ya Allah terimakasih atas segala nya, Terimakasih sudah mengirimkan Ihsan, Axel dan Bu Leni dalam hidupku, Ya Allah tolong jauhkan aku dari segala marabahaya, jauh kan aku dari Varel yang sudah sangat menyakitiku...tolong...tolong aku Ya Allah.”
Dara berdoa sampai menitikkan air mata, dan kembali sujud.. dalam sujud nya Dara menangis tersedu-sedih, dia mengingat semua kisah kelam nya ketika masih menjadi penyanyi klub malam.
Lalu Dara bangkit dari sujud nya dan berdoa lagi, “ Ampuni aku yaaa Robb.... Diri ku sangat kotor...penuh dengan Dosa...ampuni aku ya Robb...berikan aku kesempatan untuk bertaubat...Aamiin..
Dara menutupi wajahnya dengan kedua tangannya , air mata nya masih mengalir, pada saat itu dia teringat dengan mama nya, “ Maafkan aku mama...maafkan ...”
Ihsan dan Axel ternyata sudah sampai di apartemen sejak tadi, mereka tak sengaja mendengarkan Dara berdoa dari balik pintu kamar.
Axel tak sanggup melihat Dara menangis, air matanya pun ikut menetes,
“ penderitaan apa yang sudah kamu lalui Dara, sampai kamu sedih sekali seperti itu" bisik hati Axel.
Ihsan menunduk terharu, ikut merasakan betapa banyak luka yang sudah Dara terima selama ini. “Semoga Allah kabulkan semua doa doa mu Dara, aamiin" ucap Ihsan pelan.
“Aku pulang mas, aku titip Dara, sesekali aku akan kesini menengok Dara" Axel berpamitan sambil memakai jaket kulit nya.
“Iya...hati-hati di jalan... fii amanillah" Ihsan melambaikan tangan, lalu Ihsan teringat sesuatu, "Oh iya ..jika kamu mau ke sini menengok Dara, pastikan bahwa gak ada orang yang mengikuti kamu Xel!” Ihsan berbisik-bisik mendekati dan meminta Axel berhati-hati bila ingin ke apartemennya.
“Kamu mau kemana Axel?” Dara keluar dari kamar sambil mengusap airmata nya.
“Aku pulang dulu ya, kamu tetap di sini, jangan kemana-mana oke ! Kalau ada apa-apa bilang mas Ihsan atau kamu bisa telp aku kapan aja, yaa!” janji ?” Axel berpesan pada Dara.
“Iya... kamu jangan khawatir, aku pasti telp kamu, kita kan berteman" Dara menjawab sambil tersenyum.
“Oke aku pamit, by ...” Axel berjalan menuju pintu. “Assalamualaikum...Axel...ucapkan Assalamualaikum!” Ihsan mengingatkan Axel.
“Oh iya... Assalamualaikum semua!” Axel pun pergi sambil memberikan salam.
“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh !” Dara dan Ihsan membalas salam Axel bersamaan.
“Jadi besok adalah puasa pertama ku yaaa?” Dara bertanya pada Ihsan dengan perasaan senang.
“ Betul sekali, di hari yang baru ini dalam hidup mu ...di awali dengan suara adzan Isya tanda kita akan segera sholat" Ihsan kembali mengambil kopiah nya dan berjalan menuju pintu.
“Eh tunggu aku ikut dong, kan sekalian tarawih!” Dara buru-buru mengambil sajadah nya dan menyusul Ihsan.
Di tempat lain Varel bersembunyi di balik toko yang sudah tutup, dia bersembunyi dari warga kampung yang dari tadi mengejar-ngejarnya, karena ketawan menguntit rumah kos-kosan wanita tempat Bu Leni tinggal.
“Brengsek...gila tuh semua orang... untung lari gue kenceng!” dimana lagi tuh si Dara, gue ketipu! Awas lo Dara gue pasti bisa dapetin lo!” Varel berbicara dengan nafas tersengal-sengal kemudian handphone nya berdering.
“Haduh...dari bos lagi!” gue harus bilang apa nih?” ternyata yang menelpon Varel adalah Bos klub malam ketua Geng Tiger.
“Mana Dara?” kata kamu...kamu udah tahu di mana Dara!” Bos tidak berbasa-basi, dia langsung menanyakan keberadaan Dara pada Varel.
“ingat...waktu kamu Cuma tinggal satu hari lagi, hidup mu ada ditangan Saya!” Besok sore kamu harus bawa Dara, Saya tunggu di tempat biasa, faham!” Dengan suara yang berat Bos mengancam Varel.
“Siap Bos, jangan khawatir besok sore saya akan bawa Dara...jangan khawatir Bos!” Varel menjawab dengan suara gemetaran, kemudian telp langsung terputus, “hallo ...hallo..!”
“Aaaaahhh....brengsek...aaahhh! Gue harus berhasil dapetin Dara malam ini juga!” Varel berteriak kesal.
Apakah yang akan di lakukan Varel untuk mendapatkan Dara kembali? Apakah Dara kali ini bisa menghindar dari Varel lagi?