Dara Manisku

Dara Manisku
Rahasia, apa kah harus tetap menjadi rahasia?



Timbul rasa penyesalan di hati Axel.


"Kenapa aku tadi tidak mau mendengarkan penjelasan Ihsan!" Ucap Axel yang melihat keluar cafe dan Ihsan sudah tidak ada, dia sudah pergi.


Setelah berusaha menjelaskan pada Axel tentang Dara, akhirnya Ihsan berangkat ke Surabaya seorang diri.


Di dalam hati Ihsan begitu berkecamuk. Sepanjang perjalanan Ihsan berdzikir untuk menenangkan hati.


Dalam lamunan Ihsan bertanya-tanya dalam hatinya. "Dara, apa yang terjadi sebenarnya? bukankah waktu itu kamu yang meyakiniku, kalau Bos Geng Tiger itu tidak akan mengganggumu lagi?"


Sedangkan Di rumah sakit keadaan Dara masih belum sadarkan diri.


"Dokter, bagaimana keadaan putri saya?" Tanya Mama Dara


"Ibu yang tenang ya, anak ibu baik-baik saja, sekarang putri ibu memang masih belum sadar, namun secara keseluruhan kondisinya baik, tidak ada yang perlu di khawatirkan". Jawab Dokter sembari tersenyum.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Dok!" Ucap Mama Dara merasa lega setelah mendengar penjelasan Dokter.


"iya Ibu, sama-sama". Jawab Dokter.


Mama Dara memperhatikan wajah Dara sambil memegang tangan putri kesayangannya itu.


"Maafkan Mama, ini semua kesalahan Mama!" Ucap Mama Dara sambil meneteskan airmata.


Tak Lama Dara pun mulai sadar. Perlahan-lahan Dara mulai membuka matanya.


"Mama...." Ucap Dara pelan.


"Alhamdulillah ya Allah, Dara, kamu sudah sadar nak!" Ucap Mama Dara.


"Bagaimana, apa yang di rasa? apa ada yang sakit?" Tanya Mama yang masih mengkhawatirkan keadaan Dara.


Dara menggenggam tangan Mama kuat dan berusaha bangkit.


"Kamu mau kemana, sudah jangan bangun dulu nak!" Ucap Mama melihat Dara yang sedang berusaha bangkit dari tempat tidurnya.


"Mana handphone ku Ma?"Tanya Dara.


"Aku harus menelpon polisi sekarang juga!" Ungkap Dara sembari berusaha berdiri.


"Dara, sudah! kamu masih lemas, lebih baik kamu kembali ketempat tidurmu!" Ucap Mama Dara khawatir melihat Dara berusaha berdiri sedangkan kondisinya masih lemah.


Suster masuk ke dalam kamar Dara. "Eh, mau kemana? ayo kembali ketempat tidur ya!" Ucap Suster mencegah Dara berjalan sambil menuntun Dara untuk kembali ketempat tidurnya.


"Tapi suster...." Ucap Dara terpotong kata-kata suster.


"ssssstttt.... ayo nurut sama suster ya, kamu harus istirahat, kening mu itu baru saja mendapat 20 jahitan, jadi gak boleh jalan-jalan dulu, ayo sini berbaring!" Ucap Suster yang tetap memaksa Dara agar kembali beristirahat.


"Iya Dara, ini semua demi kebaikan kamu, jangan pikirkan apa-apa dulu, ada Mama di sini ya!" Ucap Mama memberikan pengertian pada Dara.


Dara akhirnya menurut dan kembali berbaring di tempat tidurnya.


"Terimakasih ya suster!" Ucap Mama Dara.


Dara menatap dengan sedih ke arah Mamanya, di pegang pipi Mama nya yang tadi sempat di tampar oleh Bery.


"Apa masih sakit Ma?" Tanya Dara dengan mata berkaca-kaca.


Mama Dara langsung memegang tangan Dara yang masih melekat di pipinya.


"Tidak lagi sayang, setelah melihat kamu sekarang baik-baik saja, itu sudah cukup menyembuhkan Mama!" Jawab Mama Dara sembari mencium tangan Dara dan melekatkannya ke pipi.


"Dara, bingung harus bagaimana lagi agar Dara bisa lepas dari laki-laki bejat itu!" Ucap Dara sembari menangisi nasib nya.


"tenang sayang, semua pasti akan ada penyelesaiannya, yang penting sekarang kamu harus sembuh dulu, sudah ya jangan menangis lagi!" Jawab Mama sembari mengusap airmata yang membasahi pipi Dara.


Ihsan akhirnya sampai di rumah sakit. Dia bergegas menuju kamar rawat inap Mama Dara.


Namun di lihat nya kamar itu kosong, tidak ada Mama Dara di dalamnya.


"Maaf suster, pasien yang di kamar ini kemana ya?" Tanya Ihsan pada Suster yang lewat di lorong rumah sakit kala itu.


"Oh ...Mama Dara maksud mas, dia ada di lantai dua sedang menemani anaknya!" Jawab suster


"Terima kasih ya Suster!" Ucap Ihsan.


Ihsan pun kembali menaiki lif menuju lantai 2.


Ketika pintu lif terbuka, Ihsan melihat Mama Dara yang sedang melintas.


"Tante!" panggil Ihsan.


Namun sepertinya Mama Dara tidak mendengarnya.


Ihsan bergegas mengejarnya.


Ihsan sekali lagi memanggil.


"Tante!" Ucap Ihsan sembari menyentuh bahu Mama Dara.


Seketika Mama Dara berhenti.


Ihsan langsung berdiri di hadapan Mama Dara dan salim.


"Assalamualaikum Tante!" Ucap Ihsan. "wa'alaikumsalam!" Jawab Mama Dara sambil memandangi Ihsan yang sedang salim, dalam hatinya berkata,


"Sopan sekali pemuda gagah ini, aku yakin Dara pasti akan bahagia bila bisa hidup bersamanya nanti".


"Mari kita berbicara di sana!" Jawab Mama sembari mengajak Ihsan untuk mencari tempat yang nyaman untuk bicara.


"Duduklah !" Ucap Mama Dara.


Ihsan pun duduk dan bersiap mendengar penjelasan kejadian yang sebenarnya.


"Pertama jangan panggil tante ya, panggil saja Ibu". Pinta Mama Dara.


"oh iya, baik Bu!" Jawab Ihsan.


"Bagaimana keadaan Dara Bu?" Tanya Ihsan lagi.


"Alhamdulillah Dara baik-baik saja, kening nya mendapat 20 jahitan". Jawab Mama Dara.


"Ya Allah, apa yang terjadi Bu?" Tanya Ihsan penasaran.


"Begini ceritanya!" Mama Dara mulai bercerita.


"Bos Geng Tiger marah karena anak nya Dery yang enggan pulang malah memilih tinggal di pondok pesantren dan dia menuduh ini semua ulah Ibu dan Dara !" Ungkap Mama Dara sambil tertunduk sedih.


Mama Dara lanjut bercerita.


"Bos Geng Tiger kemudian mengancam kami berdua untuk membujuk Dery, agar mau pulang, maka terjadilah musibah ini!" Ungkap Mama Dara sambil menjelaskan bagaimana Dara di dorong keras oleh Bery sampai kening Dara terbentur meja.


" Astaghfirullah keterlaluan Orang itu!" Ucap Ihsan marah setelah mendengarkan cerita Mama Dara.


"Lalu, ada apa dengan bibir ibu, sepertinya terluka?" Tanya Ihsan melihat bibir Mama Dara yang mengeluarkan sedikit darah.


"Ibu gak apa-apa nak, ini cuma luka kecil aja kok". Jawab Mama.


"Kamu mau lihat Dara kan, ayo...Dara pasti senang kalau melihat kamu datang!" Ucap Mama Dara sembari mengajak Ihsan untuk menjenguk Dara.


"Assalamualaikum Dara!" Ucap Ihsan ketika masuk kamar.


Dara membuka matanya dan membalas salam.


"wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh, Ihsan!" Ucap Dara senang sekali melihat Ihsan.


"eh..eh gak usah bangun, ayo berbaring !" Ucap Ihsan yang melihat Dara berusaha bangkit menyambutnya.


Dara terkejut melihat Ihsan datang menjenguk nya, tapi bagaimana Ihsan bisa tahu, pikir Dara.


"Ihsan, kapan datang, bagaimana kamu .... apa Mama yang menghubungi kamu?" Tanya Dara pada Ihsan


" Aku baru saja datang. Mama mu yang menelpon aku". Jawab Ihsan sembari duduk di samping Dara.


"Bagaimana keadaaan mu Dara?" Tanya Ihsan lembut sembari memandangi kening Dara yang tertutup perban.


"Aku baik-baik aja kok, kamu ke sini sendirian?" Jawab Dara sembari bertanya dan melihat ke pintu tidak ada lagi yang orang lain yang menemani Ihsan.


"Kamu cari siapa? aku ke sini sendirian, Axel sibuk di cafe nya!" Jawab Ihsan menebak pasti Axel yang Dara cari.


"ooo..begitu". Jawab Dara lesu.


Ihsan terdiam dan berusaha untuk tidak terlihat cemas di depan Dara.


" kok diam aja, ngomong dong!" Ucap Dara melihat Ihsan termenung.


"Bagaimana Bos Geng Tiger bisa kenal dengan Mama mu?" Tanya Ihsan heran. Sebetulnya pertanyaan ini sudah tersimpan cukup lama.


Namun karena melihat kondisi Mama Dara yang waktu itu masih di ruang ICU membuat Ihsan tidak jadi menanyakannya.


"Aku juga gak tahu pasti, memang gak mungkin sih Mama ku bisa kenal sama si Bos, Tapi aku takut mau menanyakannya ke Mama". Jawab Dara terlihat cemas.


"Kamu dulu yakin kalau Bos Geng Tiger tidak akan mengganggu mu lagi Dar, tapi sekarang lihat apa yang telah orang itu lakukan padamu!" Ucap Ihsan


"kenapa Dara, apa yang membuat mu yakin kalau kamu sudah terbebas dari Bos Geng Tiger?" Tanya Ihsan penasaran.


"Mama, waktu itu Bos bicara dengan Mama, waktu Mama masih di ruang ICU, dia sendiri yang berjanji di depan Mama dan aku kalau dia tidak akan mengganggu aku lagi Ihsan!" Jawab Dara


Ihsan merasa ada yang aneh. "bagaimana mungkin orang sekejam itu bisa berkata seperti itu pada orang yang baru dia kenal, kecuali kalau Si Bos Geng Tiger sudah lama mengenal Mama Dara!" pikir Ihsan.


"Sebaik nya kamu istirahat ya, aku keluar dulu". Ucap Ihsan.


"Mau kemana? baru juga datang dah pergi lagi !" Jawab Dara manja.


"Sebentar aja, aku mau bicara sama Mama mu, ya..Sebentar aja, oke!" Jawab Ihsan lembut pada Dara.


Rasa penasaran Ihsan tentang ada hubungan apa antara Bos Geng Tiger dan Mama Dara, membuat Ihsan memberanikan diri menanyakan hal itu pada Mama.


Terlihat di ruang tunggu, Mama Dara sedang termenung sendirian. Ihsan kemudian datang menghampiri.


"Ihsan, sudah ketemu sama Dara? kok sebentar banget ngobrol nya?" Tanya Mama Dara yang melihat Ihsan berjalan mendekatinya.


Ihsan kemudian duduk, dan mulai bicara.


"Ibu, boleh aku tanyakan sesuatu ? maaf jika aku lancang, tapi ini penting sekali agar aku bisa membantu mencari jalan keluarnya, demi keselamatan Dara". Ihsan memohon penjelasan dan ingin Mama Dara berkata jujur pada Ihsan.


"Iya silahkan, kamu mau tanya apa Ihsan?" Mama Dara menatap Ihsan menantikan hal apa sebenarnya yang ingin di tanyakan Ihsan.


Ihsan memegang kedua tangan Mama Dara dan mulai bicara.


"Sebenarnya ada hubungan apa Ibu dengan Bos Geng Tiger? Tanya Ihsan pada Mama Dara.