
Dara terkejut karena dari arah belakang bahunya seperti ada yang menyentuh.
"Siapa itu! pergi! pergi!" Dara jatuh ke tanah berusaha menghindar.
Matanya yang terpejam karena saking takutnya membuat Dara tidak tahu siapa sosok yang menyentuhnya.
"Dara...sssssttt..Dara ! ini aku Ihsan!" Ihsan berkata dengan suara pelan berusaha menenangkan Dara.
"Buka matamu... ini aku Ihsan!"
Ihsan berbisik, sesekali dia menengok kanan kiri khawatir ada yang melihat percakapannya dengan Dara.
Dara mulai membuka matanya,
"Ihsan..kamu, Ya Allah...Alhamdulillah!" aku kira tadi anak buah geng Tiger!" Jawab Dara dengan senang melihat Ihsan.
"sssssttt...jangan terlalu keras bicaranya, ayo kita ketempat lain!" Lalu Ihsan membawa Dara ketempat yang lebih sepi dan tersembunyi.
"Ada apa Ihsan?" Kenapa kamu bisa ada di sini, bukankah seharusnya kamu ke pondok?" Tanya Dara.
Ihsan lalu bercerita, "Ketika aku keluar losmen, beberapa orang yang mencurigakan seperti sedang mencari-cari aku, jadi aku langsung masuk ke dalam bis, dan ternyata bisnya menuju arah rumah sakit ini".
"Separah itukah mereka sampai mengikuti mu dari jakarta sampai ke sini?" Dara benar- benar tidak percaya, begitu gigihnya geng Tiger mencari, untuk menemukan dirinya.
"Itu juga yang membuat aku tidak mengerti, mengapa kau Dara, apa yang mereka inginkan dari mu?" Ihsan berbicara dengan sembari terus mengawasi lingkungan sekitarnya.
"Aku juga gak ngerti kenapa Bos begitu menginginkan aku, bahkan pernah aku di bawa ke rumah sakit untuk di cek kesehatannya, aku sempat menjalani berbagai macam tes, gak tahu untuk apa". Dara mencoba mengingat kembali ketika dia dulu masih bekerja sebagai penyanyi di klub malam.
" Bagaimana Mama mu, apakah bisa di pindahkan ke rumah sakit lain?" Ihsan bertanya pada Dara sembari mengetik pesan di hp nya.
"Itu tidak mungkin dengan kondisi Mama ku yang masih koma Ihsan!" Dara berucap sembari melihat Ihsan yang sibuk mengetik pesan di hpnya.
"kamu kirim pesan ke siapa?" Tanya Dara. " ke Ummi, aku ingin tahu bagaimana keadan di sana". jawab Ihsan.
Zack masuk ke dalam kamar VVIP " Bos...kami kehilangan Ihsan!"
Bos mendengar laporan Zack merasa sangat kecewa, "Dia pasti ada di sekitar sini, jangan sampai dia bertemu Dara dan membawa kabur Dara!" Cepat cari!"
"Sudah Bos, Tiger 1 sudah di lapangan!" Jawab Zack. "Bagus!" Bos kembali tersenyum mendengar Zack memberikan kabar baik.
"Ssssttt...lihat..lihat Itu!" Ihsan memberitahu Dara untuk melihat ke arah parkiran dan sekitar taman, begitu banyak orang berseragam serba hitam.
"Siapa mereka, apa mereka anak buah geng Tiger?" Tanya Dara.
"Benar sekali, aku harus pergi, kamu tidak akan aman bila terlihat bersama ku sekarang!" Dara...jaga diri mu baik-baik, telp aku, oke!" Ihsan pun langsung pergi menyelinap ke belakang gedung rumah sakit.
Dara hanya bisa menatap Ihsan sedih karena dirinya harus berjuang sendirian di rumah sakit itu.
Dara pun keluar perlahan, dan berjalan sewajajar nya agar tidak menarik perhatian orang orang berseragam hitam itu.
"Tunggu!"
tiba-tiba salah seorang dari mereka menghentikan Dara. Dara sangat terkejut, dia berusaha tenang dan berdiri memandangi orang berjas hitam yang mulai mendekatinya.
Kemudian tangan Orang itu masuk kedalam jas hitam dia mau mengeluarkan sesuatu, Jantung Dara seakan berhenti berdetak, "apakah dia mau mengeluarkan senjata?" Dara berbisik dalam hatinya.
"Sebentar, apa pernah lihat orang di foto ini?" Ternyata orang itu hanya mau mengeluarkan dua lembar foto.
"ini foto aku, Axel dan Ihsan!" bisik Dara dalam hati. "tidak ...aku tidak pernah lihat!" Jawab Dara.
Dara memegang foto-foto itu sambil gemetaran, sulit sekali tangannya untuk diam. Orang berjas hitam itu pun mulai curiga.
"Bisa saya lihat wajahmu!" Orang itu meminta Dara membuka cadarnya.
Dara tidak bisa menyembunyikan lagi kepanikan nya, dia sudah bersiap untuk berlari secepat mungkin.
"Hey...dia di sana!" tiba-tiba salah seorang dari mereka berteriak, sehingga semua orang itu berlarian mulai mengejar.
"woyy...aku disini!" Dari kejauhan Ihsan sengaja berteriak, dia mengorbankan dirinya agar orang-orang itu mengejar nya dan menjauh dari Dara.
Dara melihat kesempatan itu dia berlari sekuat tenaga menghindari anak buah geng Tiger.
Sedangkan Ihsan terus berlari sampai keluar rumah sakit, sampai lah dia diujung jalan, Ihsan melihat sebuah motor kurir sedang terparkir dan kunci nya bergantung, langsung Ihsan menaiki motor itu.
Dara masuk ke dalam rumah sakit, dia bersembunyi di toilet wanita. syukurlah dua orang geng Tiger tidak melihatnya.
Dengan nafas tersengal-sengal, Dara berfikir,
" Aku harus berganti pakaian!" Dara buru-buru melepaskan pakaian gamisnya, Lalu mengganti cadar nya dengan masker.
Untunglah Dara memakai baju lain di dalam gamisnya, kaos putih tangan panjang dan celana olah raga.
Dara keluar dari toilet, dia berusaha tenang. Kemudian Dara naik lif, dan beberapa orang geng Tiger juga masuk ke dalam lif.
Ihsan berhasil lari dari kejaran anak buah geng Tiger. Dia berkendara menuju pondok pesantrennya.
"Ihsan....!" Ustadzah melihat Ihsan masuk ke dalam rumahnya, lalu Ustadzah dengan berderaian airmata memeluk anak angkatnya yang sangat beliau sayangi.
Alhamdulillah ya Allah..syukurlah kamu tidak apa apa sayang!" Ustadzah memandangi anaknya.
" Alhamdulillah Ummi aku baik-baik saja ini semua berkat doa Ummi". Ihsan menghapus airmata Ummi nya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sudah..sudah..biarkan anakmu duduk dulu !" Ustadz Abu mengingatkan istrinya untuk tidak bersedih lagi.
" Axel...apa kabar!" Ihsan menjabat tangan Axel dengan hangat.
" Baik... maafkan aku mas, aku sudah buat kesalahan". Axel terlihat sangat menyesal.Mereka berdua pun saling berpelukan.
" Ayo duduk, Ummi tolong tutup pintunya!" Ustadz Abu meminta Ihsan dan Axel duduk dan Ummi untuk segera menutup pintu rumahnya.
"Kita harus bicarakan bagaimana mengeluarkan Dara dan mamanya dari rumah sakit itu!" Ungkap Ustadz dengan wajah yang sangat serius.
" Bagaimana Dokter apa operasi sumsum tulang nya masih bisa di lakukan?" Tanya Bos Geng Tiger kepada Dokter yang merawat anaknya.
"Masih ada kesempatan, asalkan donornya sudah siap". Dokter menjelaskan.
"Masalah Donor jangan khawatir, Dokter tinggal siapkan saja operasi anak saya dengan baik, jangan sampai gagal!"Bos mengancam Dokter agar mau mengoperasi Dery agar bisa berjalan.
Dara tak sengaja mendengar percakapan Bos Geng Tiger dengan Dokter. "Siapa si pendonor itu?" Dara berfikir.
Kemudian Dara masuk ke dalam ruang ICU. Dara berkeringat dingin, sambil memegangi tangan mamanya yang terbaring, mata Dara tetap mengawasi keadaan luar dari dalam kaca jendela ICU.
Kemudian Dara merasakan tangan mamanya bergerak-gerak, "mama...mama..!" Dara menatap mamanya, terlihat mamanya mulai membuka mata perlahan.
"Ya Allah, mama, Alhamdulillah, mama dah sadar!" Begitu senangnya Dara melihat mamanya membuka mata sampai tangan mamanya terus di cium.
Dara langsung menekan bell, memanggil suster. Suster pun langsung datang dan masuk ke dalam ruang ICU.
Si Bos melihat itu lalu bertanya pada suster yang sedang mendorong Dery di kursi roda.
"Siapa yang di dalam ruang ICU itu?" tanya Si Bos pada suster.
"Oh ...seorang wanita yang sudah koma selama dua minggu, dan yang menemaninya hanya anak perempuannya yang bercadar". jawab Suster.
Dery lalu menatap ke arah dalam ruang ICU, terlihat di matanya seorang gadis yang pernah memegangi kakinya waktu itu.
Si Bos juga ikut melihat ke arah dalam ruang ICU, dia sekilas melihat wajah mamanya Dara, "Siapa nama wanita yang koma itu?" Tanya Bos kembali pada suster.
"Saya tidak tahu pak, karena pasien itu bukan tanggung jawab saya, Namun saya tahu siapa nama anaknya". Suster menghentikan bicara, suster mulai membantu Dery untuk naik keatas tempat tidurnya.
"Siapa nama anak itu ?" tanya Si Bos penasaran.
Sedangkan suster tidak begitu memperhatikan ucapan Si Bos, karena dia sedang sibuk membantu Dery, "Tolong .. angkat kakinya yang sebelah situ!" Suster malah meminta Zack untuk membantunya.
"Nah..Akhir nya, sekarang mas Dery silahkan istirahat ya". Suster tersenyum sambil membenahi selimut Dery.
Kemudian si Bos menepuk bahu suster, dan kembali bertanya, "Jawab pertanyaan saya?"
Suster menoleh ke arah Bos, dan menatap Bos.
Apakah Akhir nya Bos Geng Tiger bisa mengetahui bahwa Dara lah yang berada di ruang ICU itu?