Dara Manisku

Dara Manisku
Rindu yang terlarang



Dara berlari menjauhi kamar VVIP itu, lalu berhenti di depan pintu lif, mengambil nafas dalam-dalam dan menekan tombol lif.


"iya ..Ihsan...Maaf tadi obrolan kita terhenti". Dara kembali meneruskan mengobrolnya dengan Ihsan di telp dan pintu lif pun mulai terbuka.


Ketika Dara masuk lif, dari arah belakang ada dua orang yang ikut masuk lif juga.


Dara pun masuk lif sambil meneruskan ngobrolnya dengan Ihsan.


"Siapa orang tadi yang kamu lihat Dara?" tanya Ihsan sangat penasaran. " Iya jadi gini pas tadi aku lagi ngobrol sama kamu, tiba-tiba ada suara ribut-ribut terus...."


Dara menghentikan pembicaraan nya, mata nya tertuju pada pantulan bayangan orang dipintu lif, Dara sekali lagi terkejut.


sungguh tak terduga orang yang masuk lif bersama Dara tadi, dan berdiri di samping Dara adalah pria dari kamar VVIP itu.


"apa yang harus aku lakukan?" Dara panik, kemudian dia mematikan Hand phone nya.


"hallo Dara...loh kok dimatikan? ada apa ya?" Ihsan merasa bingung kenapa Dara tiba-tiba mematikan Hp nya.


Dara sampai keringat dingin, dia sangat khawatir, takut pria yang di sebelahnya itu mengenalinya.


"Aku harus segera keluar lif, ya Allah lindungi aku, jangan sampai dia tahu siapa aku!" Dara berdoa di dalam hati sambil memejamkan matanya.


Pria itu mulai memperhatikan Dara.


" mmm ...mba yang tadi jatuh di depan kamar rawat inap anak saya kan?" tanya pria itu ingin memulai percakapan dengan Dara.


Dara bingung harus jawab apa, "duh! Jawab apa aku nih, ntar dia ngenalin suaraku lagi!". Akhirnya Dara hanya menjawab dengan mengagukkan kepalanya tanpa bersuara.


"Dia anak saya satu-satunya, sudah sebulan di rawat di sini" cerita pria itu.


Kemudian pintu lif terbuka, Dara tanpa berkata-kata langsung keluar lif sembari menundukkan pandangan nya dan mengangguk-anggukkan kepala sebagai tanda permisi pada pria di sebelahnya.


" Oh..iya..iya ..silahkan!" pria itu memahami tanda Dara permisi keluar lif lebih dulu.


Ketika Dara sudah keluar dan pintu lif sudah tertutup, Dara pun menghela nafas lega,


" Alhamdulillah ya Allah ....!" "Syukurlah dia tidak curiga".


Dara duduk di taman rumah sakit, dia berusaha menenangkan diri di sana. " Huf...hampir saja...tenang Dara..tenang lah...Bos tidak akan mengenali ku!"


" sekarang aku tahu kenapa Ihsan memberikan cadar ini untuk ku pakai, Terimakasih Ihsan". Dara benar-benar merasa aman, karena mantan Bos klub malam nya tidak akan pernah bisa mengenali Dara lagi.


Di area parkir rumah sakit terlihat si Bos berjalan menuju mobilnya. Bodyguardnya pun mendahuluinya dan segera membukakan pintu untuk si Bos.


"Kita kemana Bos?" tanya Bodyguard sambil memegang setir.


"Apakah ada kabar dari Zack tentang Dara?" tanya Bos.


" Belum ada Bos!" Jawab bodyguard yang mulai menyalakan mesin mobil.


"Kita ke markas, aku ingin bertemu dengan Zack!" perintah Bos.


Mobil sedan mewah itu pun pergi, di kejauhan Dara sedang berjalan memasuki pintu rumah sakit.


Di jakarta Axel sedang bersiap-siap untuk pergi ke Surabaya. " Ah.. Aku harus ketemu Dara! Bodo amat dengan Ihsan!"


Axel benar-benar kangen sama Dara sehingga dia bersikeras untuk pergi ke Surabaya. Padahal Ihsan selalu saja melarangnya pergi untuk menemui Dara.


Kemarin lusa Axel dan Ihsan sempat adu mulut di Cafe Hoki. " Aku bukan nya tidak suka kamu ketemu Dara Xel! jangan salah faham!" jelas Ihsan kepada Axel.


Ihsan berusaha agar Axel mengerti bahwa belum aman untuk pergi menemui Dara, selama Bos Geng Tiger belum tertangkap.


"Sampai kapan!... Sampai kapan?!" ini sudah hampir sebulan..!dan kelihatan semua Baik-baik aja kan, bisa aja bos geng itu dah kabur keluar negri!" Jawab Axel


"Mas Ihsan cuma cari-cari alasan aja biar Dara jauh dari aku, maka kau kirim Dara ke Surabaya, iya kan!" Axel berbicara sambil menggebrak meja.


"Axel! pelankan suara mu!" Ihsan menyuruh Axel agar tidak bicara keras-keras. "Bagaimana kalau ada yang dengar!" Ihsan memperingati Axel sembari memeriksa sekeliling melalui jendela Cafe.


"Ah ...gak ada siapa-siapa di sini, cuma ada kita berdua!" Jawab Axel dengan nada ngeyel tak percaya dengan kecurigaan Ihsan.


Kemudian Ihsan mendekati Axel, dan berbicara dengan suara pelan namun tegas.


"Assalamualaikum!"


Ihsan lalu keluar dari Cafe dengan perasaan kecewa.


Sejak itu hubungan pertemanan mereka menjadi renggang.


Axel sedang duduk di halte bis yang cukup ramai, dia menantikan angkot kearah stasiun terdekat. Tak sadar ternyata ada orang yang sudah mengikuti Axel sejak tadi.


Orang itu sekarang berpura-pura merokok di dekat Axel. Tak lama angkot pun datang, Axel segera naik, begitu pula orang yang mengikuti Axel.


Di markas Geng Tiger surabaya mobil Bos tiba, di depan, anak buahnya sudah siap untuk menyambut kedatangan Ketua Geng nya.


Ketika Si Bos keluar dari mobil anak buah nya sudah berbaris tegap di sepanjang pintu masuk markas.


Si Bos berjalan dengan sangat di hormati, seakan-akan dia seorang pemimpin negara.


Di pintu masuk Zack tangan kanan Bos menyambut, "Apa kabar mu Zack". Bos memeluk akrab tangan kanannya itu.


"Baik Bos, bagaiman kabar Dery di rumah sakit?" Tanya Zack tentang anak Bos nya yang di rawat sudah sebulan lebih.


"Sudah mulai membaik". Jawab Bos sembari memasuki ruang tamu bersama Zack.


Lalu terdengar suara handphone berdering, "Sebentar Bos ada telp, Hey...Layani Bos dengan baik!" Perintah Zack pada seorang wanita cantik pelayan di markas besar itu.


"Ya ..ada apa!" Zack menjawab telp dengan suara tegas. "Bang Zack, saya sudah mengikuti Axel sampai stasiun, Axel naik kereta jurusan Surabaya!" lapor orang suruhan geng Tiger yang ternyata orang yang mengikuti Axel tadi.


"Bagus, ikuti terus!" Zack menjawab dengan perasaan puas dengan hasil kerja orang suruhannya.


Zack lalu mendekati Bos yang sedang duduk nyaman di Sofa mewah singgasananya sambil memegang segelas anggur merah.


"Bos, Dara ada di surabaya!" Bisik Zack pada Bos nya.


"Hahahahaha.....!" Bos tertawa senang mendengar kabar itu.


Di kereta, Axel tertidur, sedangkan dia belum juga sadar bahwa dia sudah membuat posisi Dara dalam bahaya.


Ihsan seperti biasa sedang mengajar di kampus, namun meski begitu kewaspadaannya tidak pernah turun.


"Seperti ada orang yang mengintip di pintu kelas?" Ihsan merasa ada sosok mata yang sedang mengawasi di pintu kelas nya.


"Baik...untuk tugasnya saya tunggu besok ya, sekian dari saya terimakasih Assalamualaikum!" Ihsan menyudahi kelasnya.


"Baik pak ...!" Jawab para mahasiswa di ruang kelas nya serentak.


Ihsan dengan senyuman meninggalkan ruang kelas, dia merasa ada yang mengikutinya. namun ketika dia menoleh.


"ASTAGHFIRULLOH... kamu ...sedang apa kamu di belakang saya?" tanya Ihsan kaget ternyata yang mengikutinya adalah seorang mahasiswi yang ikut kelasnya tadi.


"Eh...maaf pak..hehehe..saya ngagetin bapak ya?" Mahasiswi itu tersipu malu karena ketawan mengikuti dosennya dari belakang.


"hmmm...ada apa?" Tanya Ihsan dengan wibawa.


"begini pak..


Selagi Mahasiswi sedang berbicara dengan Ihsan, di kejauhan ada orang yang sedang mengawasi Ihsan.


Lalu hp orang itu berbunyi,


" Hallo...Bang Zack?"


"Bagaimana keadaan nya?" Tanya Zack pada orang suruhannya.


"Dia masih mengajar seperti biasa Bang!" Jawab orang itu


"pantau terus, dan jika sudah waktunya, kamu tahu harus apa!" Zack memberikan komando.


"Siap Bang Zack!"


Apakah sebenarnya yang akan terjadi pada Ihsan? dan bagaimana nasib Dara selanjutnya jika Axel benar-benar bertemu dengan Dara?