
Angin sore hari ini lumayan kencang, membuat orang-orang berniat segera menutup pintu-pintu jendela dan rumah nya.
"Astaghfirullah, Ya Allah angin nya kencang sekali!" Ucap salah seorang pedagang yang lewat depan gerbang Markas besar Bos.
Di dalam Markas Geng Tiger Bos terlihat resah dengan tingkah Dery yang masih belum mau kembali.
"Kamu sudah coba bicara dengan Dery, Zack?" Tanya Bos.
"Sudah, tapi dia bersikeras tinggal di pondok pesantren itu!" Jawab Zack.
"Ngapain dia tinggal di sana!" Ucap Bos dengan marah sambil menghancurkan benda-benda yang ada di depan nya dengan tongkat.
Sejak beberapa hari ini Dery mengikuti saran Mama Dara untuk mencoba tinggal di pondok pesantren belajar agama.
Beberapa hari yang lalu, sebelum Dery pergi ke pondok.
"Apa yang aku lakukan disini? aku hanya mengganggu mereka berdua, sebaiknya aku kembali saja ke Ayah!" Bisik Dery dalam hati sembari mendekati Mama Dara ingin pamit.
Mama Dara melihat Dery yang sedang mengayuh kursi roda mendekatinya.
"Ada apa Dery?" Tanya Mama
"Tante, aku ngerasa gak enak karena sudah merepotkan Tante dan Dara selama ini, jadi tante, aku mau pulang aja ke Ayah!". Jawab Dery dengan raut wajah sedih.
"jangan panggil tante, panggil aja IBU, ya..". Ucap Mama Dara
"Sudah kamu di sini aja sama Ibu ya, temani Ibu, Dara juga gak keberatan kok kamu ada di sini!" Jelas Mama Dara pada Dery kala itu Dara sedang pergi ke pondok.
Dery merasa sangat senang mendengar penjelasan Mama Dara, merasa lega, karena dia pikir kehadirannya hanya mengganggu mereka saja.
Apalagi sekarang Dery di izin kan memanggilnya dengan sebutan Ibu, membuat hubungan Dery semakin dekat dengan Mama Dara.
Ke esokan harinya, ketika Adzan Isya berkumandang, Dara pun segera melaksanakan sholat isya.
Kali ini Dara sholat di dalam kamar rawat inap tidak jauh dari tempat tidur Mamanya.
Mama melihat Dara dengan bahagia, sekarang dia merasa sangat tenang, karena semua kekhawatirannya tentang Dara telah hilang.
Mama Dara memperhatikan Dery.
"Dery lagi ngapain itu ya?" Tanya Mama Dara pikirnya heran, karena sejak tadi Dery berusaha mengikuti gerakan Dara yang sedang sholat.
Mama memperhatikan sangat lama. "Dery, apakah kamu mau sholat?" Tanya Mama Dara
"Eh.. enggak...saya cuma penasaran aja kok, hehehe". Jawab Dery malu-malu karena kepergok sedang mengikuti gerakan sholat Dara.
Selesailah Dara mengerjakan sholat, lalu Dara menghampiri Mamanya yang memanggilnya pelan.
"ada apa Ma?" Tanya Dara sambil mendekat.
"itu Dery sejak tadi mengikuti gerakan kamu waktu sholat, mungkin dia mau belajar!".Bisik Mama di telinga Dara.
"Oooo...!" Jawab Dara pelan.
Dara kemudian duduk di sofa dan mengeluarkan beberapa buku-buku tentang Islam dari tasnya.
Salah satunya ada buku tentang belajar sholat lengkap.
Dara sengaja meletakkan buku-buku itu di atas meja agar terlihat jelas oleh Dery.
Benar saja, Dery langsung mendekati meja dan mengambil buku itu.
"Boleh aku pinjam buku ini Dara?" Tanya Dery.
"iya tentu saja boleh!" Jawab Dara dengan senang hati meminjamkan bukunya.
"Aku juga dulu sebelum bertemu Ihsan, gak pernah ingat sholat meski aku dah bisa sholat".
Tiba-tiba Dara bercerita tentang dirinya yang bertemu lagi dengan Ihsan dan harus bersembunyi di apartemen Ihsan.
Setelah mendengar cerita Dara, Dery benar-benar makin kecewa dengan sosok Ayahnya yang seorang pemimpin gangster.
"Maafkan aku ya Dara, Ayah ku benar-benar keterlaluan pada mu!" Ucap Dery tertunduk malu mengingat perbuatan ayahnya pada Dara.
"kenapa kamu yang minta maaf, ini kan bukan kesalahan mu, dah ah, jangan begitu ya, lupakan aja!" Jawab Dara menghibur Dery yang terlihat sedih.
"setelah aku tinggal di pondok pesantren milik keluarganya Ihsan, Alhamdulillah sejak itu aku mulai memahami apa arti ibadah kepada Allah dalam kehidupanku". Jelas Dara.
Mama Dara mendengarkan percakapan mereka.
"Bery, kamu benar-benar jahat!" Ucap Mama dalam hati.
"Dery anak ku, syukurlah aku bisa bertemu dengan mu lagi nak!" Ucap Mama Dara pelan.
Kini Mama Dara yakin bahwa Dery adalah anak kandungnya yang dulu di rebut dari pelukan nya oleh Zack.
Dery dan Dara terlihat semakin akrab layaknya adik dan kakak, melihat itu Mama Dara terlihat sangat senang.
" Kenapa kamu tidak coba belajar di pondok pesantren itu Dery!". Ucap Mama Dara mengusulkan.
Dery gak bisa membayangkan dirinya belajar di pondok pesantren. "Aku, belajar di pondok pesantren!?" Ucap Dery tak percaya bisa.
"Ah ..tidak mungkin, apa Ibu tak ingat bagaimana kondisi ku, aku cacat, bahkan aku belum pernah pergi ke sekolah!" Jelas Dery
"jadi kamu gak pernah sekolah sama sekali Dery?" Tanya Dara keheranan.
"Bukan begitu, Ayahku memanggil guru ke rumah, yaa walau sekedar mengajarkan aku baca tulis dan berhitung!" Jawab Dery
"Pelit sekali tuh si Bos!" Ucap Dara pelan.
"Apa? tadi kamu bilang apa Dara?" Tanya Dery seperti mendengar Dara mengatakan sesuatu padanya.
"Aaah enggak kok, aku gak ngomong apa-apa, hehehe!" Jawab Dara menghindar.
"Dery, Ibu yakin kamu pasti bisa belajar di sana, jangan putus asa duluan nak, jangan jadikan kekurangan mu itu penghalang". Ucap Mama memberikan semangat kepada Dery untuk belajar.
"Lihat Ibu nak, sini...coba Mana tangan mu!" Mama Dara meminta Dery mendekat.
Dery mendekati Mama Dara dan memberikan tangan nya.
"Lihat, kedua tangan ini sangat kuat!" Ucap Mama Dara sembari memegang kedua tangan Dery.
"Dia lah tangan sekaligus kaki mu, dia yang akan menghantarkan mu mencapai cita-cita mu nak!" Jelas Mama Dara memberikan support nya pada Dery.
Dery lalu memandangi tangan nya, yang mungkin selama ini terlupakan.
"Ya, Ibu betul, aku masih punya tangan, bahkan dengan kedua tangan inilah aku bisa pergi memulai hidup baru ku!" Jawab Dery menyadari bahwa dirinya mampu melakukan apapun dengan kedua tangannya.
Dery berangkat ke pondok pesantren yayasan Al Ihsan diantar Dara.
"Ibu, aku pamit ya...doakan Dery, semoga Dery bisa betah dan bisa belajar dengan baik di sana". Ucap Dery sembari memegang tangan Mama.
"Iya nak, berangkatlah, Ibu akan selalu mendoakan kamu, nanti jangan lupa sesekali tengok ibu ya di sini?" Jawab Mama sambil menetes kan airmata bahagia karena kedua anak nya kini sedang menuju jalan yang diridhoi Allah SWT.
"Dara jangan khawatirkan Mama ya, di sini juga Banyak suster yang bisa Mama mintai tolong". Ucap Mama pada Dara yang terlihat khawatir karena harus meninggalkan Mamanya lagi.
"Bener ya Ma, nanti kalau ada apa-apa telp Dara ya!" Jawab Dara sambil mencium tangan Mamanya.
Dara pun keluar dari kamar rawat inap, sembari membantu Dery mendorong kursi rodanya.
Tidak jauh dari sana, Orang suruhan Zack sedang memata-matai Dery dan Dara.
Dery dan Dara berhenti di pintu keluar Rumah sakit. Dara lalu mengeluarkan handphone nya dari dalam tas ingin memesan taksi online untuk pergi ke pondok pesantren.
Dari kejauhan orang suruhan Zack terus mengikuti.
"mau kemana mereka ya?" Ucap orang suruhan itu.
Ketika Dara dan Dery naik ke dalam taksi, Orang suruhan Zack itu pun segera mengikuti nya dari belakang dengan mengendarai motornya.
"Pondok pesantren yayasan Al Ihsan!"
"Apa! Mereka berhenti di sini? ngapain anak Bos kemari!?" Ucap orang suruhan Zack keheranan.
"Bang Zack, Mas Dery sekarang ada di pondok pesantren yayasan Al Ihsan!" Lapor orang itu kepada Bang Zack.
Zack mendengar itu sampai mengkerut kening nya, dia tak habis pikir. "mengapa Dery malah ketempat itu? Kenapa tidak pulang ke Ayahnya!?"