
"Hallo mas Ihsan, kita harus bicara sekarang!" Axel menelpon Ihsan sambil berbisik bisik di sudut ruangan kantor polisi. Axel menceritakan apa yang terjadi kepadanya siang itu.
"Kamu ada dimana sekarang?" Tanya Ihsan. "Aku di kantor polisi, temui aku di sini, aku tunggu!" Jawab Axel singkat.
"Ada apa lagi ini? kemarin Bu Leni, sekarang Axel !" Ihsan cemas dengan setiap kejadian yang terjadi akhiir-akhir ini.
" Mau kemana? Baru pulang dari kampus sekarang mau pergi lagi ?" Dara bertanya karena melihat Ihsan mengambil tas ranselnya.
"Jangan buka kan pintu untuk siapa pun Oke! aku pergi dulu, ada hal yang harus aku beres kan, tolong bantu aku dengan doa, ya?" Ihsan berpesan seakan seakan ada hal yang sangat genting telah terjadi.
Dara langsung merinding dan menitikkan air mata, " Ada apa?... kamu mau kemana? jangan tinggalkan aku....aku takut Ihsan !" Dara memegang ujung baju Ihsan kuat, sepertinya Dara sangat ketakutan.
"Dengar...kamu harus kuat...berdoa lah kepada Allah...dan bila sampai saat sahur aku belum pulang juga, ambil kotak biru dalam kamar ku, pakailah itu, dan segera pergilah ke alamat ini, dalam perjalanan jangan bicara pada siapa pun, kamu mengerti?"...Dara... kamu dengarkan !" Ihsan berusaha menguatkan hati Dara, dia memegang erat kedua bahu Dara.
Dara tidak berhenti menangis, dia menganggukkan kepala, ' iii..iiiya...aku dengar".
"Berjanjilah....kamu pasti akan pulang dengan selamat!" berjanjilah Ihsan...janji?" Dara memegang kedua tangan Ihsan memohon agar Ihsan bisa segera pulang dengan selamat.
"InsyaAllah.... aku cuma ingin kamu mendoakan aku, dan ..... kamu tidak boleh menyerah!" Ihsan perlahan melepaskan genggaman tangan Dara, dan pamit,
" Assalamualaikum Dara!"
sore menjelang maghrib saat itu Ihsan pergi diiringi oleh tangisan Dara,
" Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh".
Suara adzan menggema di seluruh wilayah, saat itu Axel dan Ihsan sudah bertemu dan mengobrol di ruang tunggu kantor polisi.
"Kamu puasa hari ini?" tanya Ihsan pada Axel.
"Iya..aku puasa". Kemudian Axel berdiri,
"ayo...kita sholat dulu, di sebelah ada masjid". kali ini Axel mengajak Ihsan sholat lebih dulu.
"mari...mari kita sholat". Ihsan terkesan dengan perubahan yang terjadi pada Axel, dia merasa bersyukur.
" Manusia dasar manusia...di saat aku merasa kematian itu sangat dekat.. aku teringat ... aku belum pernah membalas kebaikan Tuhan padaku". Axel berjalan sambil mencurahkan isi hatinya pada Ihsan.
" Alhamdulillah... itu bagus banget Xel, kita pasti bisa melalui ini semua". Ihsan menepuk bahu Axel dan merangkul nya.
Mereka berdua sholat berjamaah di masjid dengan sangat khusu', kemudian mereka berbuka puasa dengan nasi kotak yang sudah di sediakan di masjid itu.
" kita jalankan rencana kita, kamu siapkan Axel?" Tanya Ihsan pada Axel.
"Iya aku siap mas!" ini semua harus segera di akhiri, aku tidak ingin seumur hidup, Dara terus dalam pelarian!" Jawab Axel dengan mata berapi-api.
"Allahu akbar!" kamu pemuda pemberani Xel, jangan khawatir, ketika kita sudah tahu di mana Sarang geng Tiger itu berada, aku akan langsung melaporkan nya ke polisi!" Ihsan memberikan semangat pada Axel.
"Semoga Allah bersama kita!" Axel menyemangati dirinya.
Di apartemen kala itu Dara baru selesai sholat maghrib,
"Ya Allah...lindungilah sahabat sahabat ku....aku tak mau apa apa lagi...aku hanya ingin hidup bahagia bersama sahabat sahabat ku...tolong selamat kan kami semua dari kedzoliman dan dari kejahatan... aamiin..."
Dara berdoa sambil bersujud. Di sepanjang sujud nya dia menangis, air matanya membasahi sajadahnya.
Dia curahkan segala kekhawatirannya kepada Allah, kini Dara merasa lebih tenang setelah berdoa.
Dara pun keluar dari kamar, saat itu matanya melihat kearah meja makan, di atasnya sudah di sediakan Ihsan makanan untuk berbuka, " Dara...kamu harus kuat... kamu harus makan, walaupun kamu tidak ingin!"
Dara berbicara pada dirinya sendiri, dia makan sambil menangis, kemudian handphone nya pun berdering, " iya hallo... Axel?" ternyata Axel menelpon.
"Dara ... kamu sedang apa? apa kamu sudah buka puasa?" tanya Axel dengan lembut.
" Axel... aku lagi buka puasa, kamu gimana? sudah ketemu Ihsan?" Dara menjawab sambil mengusap air matanya.
" Alhamdulillah kami berdua sudah buka puasa, makanan nya enak banget, ayam bakar sambal ijo, kalau kamu Dara, buka pakai apa?" Axel menjawab dengan mencairkan suasana agar Dara tidak tegang.
"Aku buka pakai sayur dan ayam goreng, di masakin sama Ihsan tadi sebelum dia pergi". Jawab Dara.
"Aku pamit ya... doakan kami berdua, ingat baik-baik pesan mas Ihsan, aku sayang kamu Dar, aku cuma ingin kamu tahu itu". lalu Axel mendadak mematikan handphone nya.
" Hallo...Hallo!" loh kenapa dimatikan... Hallo...hallloo!" Dara terkejut belum dia membalas ucapan Axel namun pembicaraan tiba-tiba terputus.
kemudian Dara menelpon Ihsan,
" Dara untuk saat ini Axel tidak bisa menghubungi kamu dulu, sabar ya...nanti kalau semuanya sudah aman dia pasti menelpon kamu lagi, jangan khawatir". Ihsan menjelaskan pada Dara, apa yang terjadi saat itu.
No handphone Dara saat ini di blokir oleh Axel dan di hapus dari daftar kontak nya, ini semua untuk keamanan Dara. " Aku siap...!" Axel memberikan tanda Pada Ihsan yang sedang duduk di luar cafe.
Ihsan pun menganggukkan kepala, tanda bahwa Ihsan sudah faham maksud Axel.
Kini saatnya Cafe Hoki tutup, Ihsan berpura-pura pergi menjauhi cafe, kemudian Axel bersiap-siap untuk tutup.
Ketika Axel sedang mengunci gerbang depan Cafe, tiba-tiba datang mobil Jeep hitam dan keluar dua orang berpakaian serba hitam menarik tubuh Axel, menyekap mulut Axel, dan memasukkan Axel ke dalam jeep secara paksa.
“Wuuuuzzzz...!” Jeep itu langsung melaju dengan kecepatan tinggi. Ihsan segera mengikuti dari belakang dengan motor.
“Jangan melawan!” salah satu anak buah geng Tiger bicara pada Axel dengan suara keras sambil mengikat tangan Axel , mata Axel pun di tutup dengan kain hitam.
Dada Axel berdegup sangat cepat, dia tidak tahu mau di bawa kemana oleh mereka, sesekali dia berusaha merenggang renggang kan ikatan tangan nya, tapi ikatan itu sangat kuat.
“Kalian mau apa!... aku mau di bawa kemana?!” tanya Axel sambil meronta ronta. Kemudian, “Bukk..!” leher belakang nya pun di pukul sampai pingsan. “Dasar bawel lo!” ucap salah seorang Laki-laki.
Ihsan terus mengikuti dari belakang, rupanya jeep itu mengarah ke pelabuhan. Namun Ihsan berhenti mengikuti.
“wah... di sana ada penjaganya, aku gak bisa lewat situ!” akhirnya Ihsan memutar arah berusaha mencari jalan lain menuju pelabuhan.
Waktu sudah hampir tengah malam , Dara di apartemen tiada berhentinya berdoa, kemudian dia teringat sesuatu.
“Apa isi kotak biru yang Ihsan maksud?” Dara pun penasaran dan berjalan menuju kamar Ihsan.
Ini pertama kalinya Dara masuk ke kamar Ihsan. Dara membuka pintu kamar dan menyalakan lampu.
Dara terpana, sambil melihat-lihat sekitar, begitu banyak buku- buku tentang Islam tertata dengan baik, ada beberapa foto yang di pajang.
“Rapih banget kamarnya". Dara tak menyangka kamar seorang pria bisa serapih itu.
“Apa ini...keluarganya Ihsan ?” pikir Dara sambil memandangi foto Ihsan bersama dengan seorang bapak tua dan seorang nenek.
Lalu Dara mencari- cari di mana Ihsan meletakkan Kotak biru itu.
“ hmmmm...ada dimana ya, ayo berfikir lah Dara...!” Dara berusaha menebak-nebak letak Kotak biru itu berada.
“Naaaahh...akhirnya ketemu juga!”
Dara mengambil kotak biru itu dalam lemari pakaian dan kemudian dia duduk di atas kasur Ihsan.
“Apa ya isinya?” Dara membuka dengan perlahan.
“ Apa ini ...?” Dara melihat dua kain hitam yang satu ukuran besar dan satu nya ukuran sedang. “ bagaimana cara pakainya?”
Ternyata isi kotak biru adalah Niqob, kain panjang penutup seluruh kepala dan yang terlihat hanya matanya.
Dara teringat dengan kartu nama yang tadi di berikan Ihsan sebelum pergi.
Dara mengeluarkan kartu nama itu dari saku baju gamisnya,
“Al Ihsan”.
“ yayasan Al Ihsan , Jawa Timur ?” Dara membacanya, “tenpat apa ini ?”
Kemudian Dara kembali melihat kotak itu, ternyata ada surat, Dara pun membukanya.
“ Dara, maaf lahir batin , semoga segala Amal ibadah kita di terima Allah SWT”. “Selamat Idul fitri” “tertanda IHSAN AL GHIFARY”
Sepertinya kotak biru ini seharusnya menjadi hadiah Idul fitri Dara nanti. Dara pun terharu, “ dasar...puasa aja belum selesai...dia sudah beliin aku hadiah !” Dara berkata sambil menitikkan air mata.
Di pelabuhan Axel di seret keluar oleh anak buah geng Tiger dari mobil Jeep, dalam keadaan pingsan.
Sedangkan Ihsan sedang mengendarai motor dengan sangat cepat berusaha mencari jalan lain menuju pelabuhan.
Apakah yang akan terjadi dengan Axel?
Apakah Ihsan akan berhasil menyusul Axel?