Dara Manisku

Dara Manisku
Pelarian Dery



Di depan pintu kamar pasien VVIP itu Si Bos berdiri terdiam menatap Dery sedang menjabat tangan Dara.


Bos mundur perlahan, dia berbalik menuju ruang ICU.


"Apa yang harus aku katakan pada Dery dan Dara, Apa yang akan terjadi bila mereka tahu bahwa mereka berdua saudara kandung". Bisik Bos dalam hati.


Bos memasuki ruang ICU dan perlahan mendekati Mama Dara.


Kemudian Bos memegang tangan Mama Dara.


"Maafkan Aku!" Ucap si Bos pada Mama Dara dengan suara pelan.


Mama Dara terbangun dan menyadari tangan nya dipegang oleh si Bos, dengan perlahan Mama Dara menarik tangan nya.


"Pergilah, jangan ganggu kami lagi!" Ucap Mama Dara sambil membuang muka.


"Aku akan pergi, tapi apakah ini adil untuk Dery dan Putri?" Tanya Si Bos meminta pengertian Mama Dara.


"Dara...namanya Dara, dia bukan putri mu lagi!" Jawab Mama Dara sambil menitikkan air mata.


"Dery juga anak mu, apa kamu tidak ingin melihatnya?" Tanya Si Bos sekali lagi dengan nada memohon.


"Maaf...anda Siapa...?" Suster masuk ke ruang ICU.


"oh..saya hanya kenalannya, kalau begitu saya permisi!" Jawab si Bos dan buru-buru keluar dari ruang ICU.


"Baik..Ibu..hari ini ibu akan di pindahkan ke kamar rawat inap ya, karena kondisi ibu semakin membaik". Ungkap suster pada Mama Dara sambil tersenyum.


"Terima kasih Suster". Ucap Mama Dara terbata-bata.


Kemudian di lorong rumah sakit, antara kamar pasien VVIP dan ruang ICU Dara berpapasan dengan Bos Geng Tiger.


Dara berjalan melewati Si Bos begitu saja, tanpa menatap si Bos sedikit pun.


Bos menatap Dara, dan tertunduk sedih. "tak kusangka kau putri ku, Maafkan ayah nak!" Bisik Si Bos dalam hati penuh penyesalan.


"Ayah, ayah dari mana saja?" Dery menyapa Ayah nya yang baru saja masuk kamarnya.


"Tumben kamu negor ayah, pake senyum-senyum segala!" Ucap Bos.


"Ayah tidak akan meneruskan misi Ayah mencari Dara kan?" Tanya Dery.


"Tahu apa kamu, sudah jangan ikut campur urusan Ayah, Hayo, ini waktunya makan!" Ungkap Bos mengalihkan pertanyaan anaknya Dery.


"Alhamdulillah ya Allah...akhirnya Mama bisa pindah dari ruang ICU itu!" Dara mengucap syukur.


Kini kamar rawat inap Mamanya Dara terpaut satu lantai di bawah kamar Dery.


"lihat Mama, sekarang Mama bisa melihat pemandangan!" Ucap Dara sambil membuka tirai jendela kamar baru Mamanya.


"oh iya Mama, nanti sore, ada tamu yang special mau menjenguk Mama". Ungkap Dara sambil tersenyum membenahi selimut Mamanya.


"Hari ini adalah hari yang paling bahagia buat ku Mama". Dara memeluk Mama, dan Mamanya pun mengusap kepala Dara yang tertutup hijab hitam.


"sejak kapan kamu berubah, dan memakai cadar nak?" Tanya Mama.


" hmmm...ceritanya panjang, nanti aku akan ceritakan semuanya, kalau Mama benar-benar sudah sembuh, ya!" Jawab Dara.


Di pondok pesantren yayasan Al Ihsan. Sore itu, Ustadz Abu dan seluruh keluarganya berkumpul di gazebo bertadarus AlQur'an.


Sesekali Axel, bertanya pada Ihsan, meminta bantuan dalam membaca AlQur'an.


"ini begini...Yaa Ayyuhalladzii..!" Jelas Ihsan dengan sabar menuntun Axel.


"oooo.. ya ya..". Axel mengangguk faham.


Tadarus AlQur'an pun selesai di tutup dengan Doa di pimpin Ustadz Abu.


"Alhamdulillah, akhir nya kita sudah menghatamkan AlQur'an bersama-sama, ini sebagai wujud syukur kita kepada Allah swt yang telah memudahkan segala urusan kita yang berkaitan dengan keselamatan saudari kita Dara". Ucap Ustadz Abu.


"Aamiin yaa robbal alamiin...!" Jawab semua orang yang ada di gazebo.


Kemudian satu persatu mereka meninggalkan gazebo.


"Abi, jadikan hari ini kita menjenguk Mama Dara?" Tanya Ihsan.


"Iya tentu saja, kamu bersiaplah, ajak Axel ya!" Jawab Ustadz Abu.


Ihsan merasa senang karena semua ini berakhir baik, dia berjalan menghampiri Axel yang masih sibuk belajar membaca AlQur'an di gazebo.


"Sabar, belajar itu butuh waktu, jangan terburu-buru". Ungkap Ihsan sambil menepuk bahu Axel.


"Sudahlah, jangan sedih, kamu bisa mondok di sini, gratis ...hehehe!" Ucap Ihsan menghibur Axel.


"Oh iya, ayo ikut, kita akan menjenguk Mama Dara, kamu mau kan?" Tanya Ihsan.


"Tentu, ayo !" Jawab Axel kembali bersemangat ketika mendengar nama Dara di sebut.


Dirumah sakit


"Ayah ..kita mau kemana?" Tanya Dery pada Ayahnya.


Bos yang berjalan di depan Dery tetap tidak menjawab.


Sedangkan Zack yang mendorong kursi roda Dery tetap saja mendorong memasuki lif rumah sakit menuju lantai bawah parkiran tanpa berkata apa-apa.


Dery terdiam, dan merasa kesal karena di abaikan oleh Ayahnya.


Ketika sudah sampai di parkiran, tiba-tiba Dery mendorong kuat kursi rodanya sehingga Zack terjatuh, Lalu Dery pun berusaha melarikan diri dari sana.


"Dery...berhenti!" Teriak si Bos panik melihat anaknya melarikan diri.


Dery terus memutar roda nya dengan sangat cepat, dia tidak memperdulikan teriakan Ayahnya.


"Cepat kejar dia Zack!" Bos menarik jas hitam Zack dan menyuruhnya mengejar Dery.


Sedangkan Bos masuk kedalam mobil nya dan berkata pada supirnya,


"Ayo cepat, kita cegat Dery!" Ucap Bos.


Zack berlari mengejar Dery yang sudah jauh dari jangkauannya.


Dery berusaha mencari tempat sembunyi. "Aku tidak akan pernah mau kembali di kurung lagi!" Ucap Dery dengan nafas tersengal-sengal.


"Nah sudah sampai, ayo turun Ummi". Ucap Ihsan sembari menghentikan mobilnya di area parkiran rumah sakit.


"Alhamdulillah...jangan lupa tolong bawa kan itu, itu oleh-oleh untuk Dara!" Ucap Ustadzah sambil turun dari mobilnya.


Ustadz Abu dan Axel pun ikut turun dari mobil.


Kemudian Ustadzah terkejut mendengar teriakan seseorang di lorong parkiran itu.


"Siapa yang teriak-teriak!" Ungkap Ustadzah heran.


"Iya, suaranya kencang banget, ada apa ya?" Tanya Ustadz Abu yang juga mendengar teriakan itu.


"Lihat !" Ucap Axel.


Axel melihat seorang Laki-laki berjas hitam berlarian kesana-kemari berteriak mencari seseorang.


Ihsan melihat ke arah yang ditunjukan Axel, dan dia mengenali laki-laki itu.


"Dia anak buah geng Tiger!" Ucap Ihsan.


"Apa!" Jawab Axel dan Ustadz Abu serempak.


Ustadz Abu berkata dalam hati, "Astaghfirullah...bukankah dia orang yang dulu membantu Bery dan keluarganya melarikan diri!"


Ustadz Abu teringat kejadian 22 tahun yang lalu, yaitu tragedi pembunuhan sebuah keluarga Kaya.


Disebuah rumah tua, Bery seorang mantan pembantu keluarga kaya bersembunyi, Bery tersangka pembunuh satu keluarga Kaya itu.


Zack adalah orang yang membantu pelarian Bery, yang sedang di kejar-kejar polisi.


"Cepat kita pergi dari sini !" Ucap Ustadz Abu.


"Ya..ayo kita segera pergi!" Jawab Ihsan sambil menggandeng tangan Ummi nya.


Sedangkan Dery pun tetap diam bersembunyi di balik dinding.


Zack dan Bos saling menatap, tak satupun dari mereka melihat Dery.


"aakhh!" Ucap Bos kesal


"Cari lagi! sampai ketemu!" Perintah Bos pada Zack.


"Siap Bos, saya akan memanggil semua anak buah untuk ikut mencari Dery!" Zack menjawab sambil mengambil handphone dari balik jas hitamnya.


Dery melihat pintu lif terbuka, dengan cepat dia putar rodanya melesat masuk ke dalam lif yang sebentar lagi tertutup.


Dery berhasil masuk ke dalam lif tanpa terlihat Zack.