Dara Manisku

Dara Manisku
Rindu tak berbalas dengan indah



Dara memulai sahur nya ke 27 Ramadhan di rumah sakit, begitu ramainya suasana sahur di pinggir jalan depan rumah sakit.


Dara menatap dengan mata berkaca-kaca, teringat Mamanya yang terbaring lemah di ruang ICU.


" Mama....puasa ma..dulu mama sering bangunin aku sahur...mama slalu bilang.."Dara mau makan apa? nanti mama masakin"...Aku rindu mama!"


Dara berbicara dalam hati mengenang mamanya semasa kecil dulu. "Dengan riang dulu aku menyambut ramadhan meski aku tak pernah tahu siapa ayahku".


sepuluh tahun lalu Dara pernah menanyakan kepada mamanya,


"Mama...apa aku punya ayah?"


pertanyaan Dara kala itu membuat mama Dara menangis,


"Mama kok nangis?"


"Mama sedih ya ...karena Dara nanyain ayah?"


Dara dengan tangan kecil nya , mengusap airmata mamanya yang menetes.


"Maafin Dara ya ma..Dara gak akan buat sedih mama...Dara bahagia kok meski Dara gak punya Ayah". Jawab Dara kala itu dengan sangat polos.


Dara kini sudah dewasa, namun setelah 6 tahun lamanya Dara baru bisa berjumpa lagi dengan mamanya.


Kumandang Adzan subuh dari hp Dara menggema di lorong rumah sakit, Dara berjalan menuju ruang ICU. "Sebelum sholat, aku mau lihat mama ku dulu". bisik Dara.


Di depan kaca ruang ICU, Dara memandangi Mamanya dengan tatapan sedih, "Kenapa aku harus bertemu lagi dengan mama, dengan cara seperti ini ya Allah?"


Suster jaga keluar dari ruang ICU dengan baju khusus. Suster kemudian membuka maskernya dan tersenyum pada Dara, "Pagi mba Dara...!"


Dara pun membalas dengan senyuman,


" Pagi suster, bagaimana keadaan mama sus?" tanya Dara pada suster.


" Alhamdulillah...tadi saya sudah membersihkan pasien dan untuk kondisi nya semua normal, hanya memang pasien belum sadarkan diri". Suster menjelaskan kepada Dara.


"Sabar ya mba ". Suster menghibur Dara yang terlihat sangat sedih.


Matahari pagi sinarnya memancar di sudut-sudut kota surabaya, Axel akhirnya menginjakkan kakinya di surabaya.


"Wah kota yang ramai, gak sabar rasanya ... Dara aku datang!" Axel bersemangat sekali ingin ketemu Dara. Tak jauh dari tempat duduk Axel, laki-laki suruhan bang Zack duduk sembari merokok.


Asapnya pun terbang menyebar sampai ke wajah Axel.


Axel terbatuk-batuk. "Uhuk ..uhuk...duh..puasa-puasa malah ngerokok!" Axel menggerutu merasa jengkel dengan orang yang merokok itu.


Sore hari sampailah Axel di depan pintu gerbang Pondok pesantren Yayasan Al Ihsan, "Akhir nya ketemu juga!"


Axel kelelahan karena berkeliling kota mencari alamat pondok pesantren itu namun tidak ada yang tahu.


"Terimakasih ya pak sudah mengantar saya ke sini!" Axel berterimakasih pada tukang becak yang mengantarkannya ke alamat yang di cari-carinya.


" Iya mas..kebetulan yayasan Al Ihsan ini sering membantu keluarga saya, jadi saya tahu alamatnya". Jawab Bapak tukang becak sambil tersenyum ramah.


"Apa perlu saya antar ke dalam mas?" bapak tukang becak menawarkan bantuan lagi pada Axel.


"Ah tidak usah pak, saya kenal pemilik tempat ini, saya masuk dulu ya pak?" jawab Axel menolak dengan baik bantuan bapak tukang becak.


"oh ya wes ra popo mas..permisi..!" Si bapak tukang becak pun pergi.


Axel melihat-lihat pintu gerbang yang besar dan tinggi itu, dia mencari-cari cara bagaimana dia bisa masuk ke dalam.


"Apa aku harus teriak dari sini? sopan gak ya?...Apa tidak ada bell?" Axel bingung bagaimana melewati Gerbang itu dengan sopan.


"Ah...aku ketok aja deh!" Axel mulai menggedor-gedor pintu Gerbang itu.


"Dorr..dorr..dorr..! hmmm...kaya sepi ya ?" Axel mencoba mengintip dari celah gerbang.


" Ah lebih baik aku telp aja Dara, biar dia yang buka Kan pintunya". Axel pun mengambil hpnya di tas.


Di kejauhan terlihat orang suruhan Zack mengawasi gerak-gerik Axel.


Kemudian Axel tak sengaja melihat ke arah orang itu, dia pun mulai curiga.


" orang itu..bukannya dia yang tadi merokok di bis ya? ngapain dia ada di sini?!"


Lalu orang suruhan Zack menyadari bahwa Axel sedang melihat ke arahnya, dengan licik dia berpura-pura membenarkan tali sepatunya dan berjalan menjauhi lokasi Axel berada.


Axel melihat itu lalu merasa bahwa kecurigaan nya terlalu mengada-ada. Axel melanjutkan niatnya untuk menelpon Dara.


" Hallo....Assalamualaikum Dara, tebak aku ada di mana?" Axel terlihat sangat senang sekali.


" Iya ...wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh.... memangnya kamu ada di mana? paling jam segini kamu lagi di cafe bikin kopi!".


Jawab Dara yang sedang bersandar istirahat di kursi loby rumah sakit.


"Aku sekarang ada di depan pondok pesantren Al Ihsan". Jawab Axel. "Apa....serius nih!" Dara terkejut sampai terduduk tegak karena tak menyangka Axel sudah ada di surabaya.


"Yaa...makanya sambut aku dong, cepat bukain gerbang nya ya..aku mau masuk bingung nih!" Axel meminta Dara membuka pintu gerbang tanpa tahu kalau Dara tidak ada di pondok.


"mmm...baiklah..sebentar ya!" Dara menjawab lalu memutuskan obrolan nya dengan Axel.


"Hallo, Assalamualaikum..Ummi?"


Dara menelpon ustadzah.


""Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh, Iya Dara...kami baru saja mau kesana menjenguk mama mu nak". Ustadzah menjawab telp dari Dara sembari masuk ke dalam mobilnya bersama ustadz suaminya.


"Oh begitu Ummi, iya begini Ummi ada teman saya datang dari jakarta namanya Axel, dia sekarang ada di depan Gerbang pondok Ummi". Dara menjelas maksudnya menelpon Ustadzah.


" Oooo...ada teman mu..MasyaAllah.Iya Iya.. nti biar Ummi sambut dia ya!" Ustadzah menjawab dengan senang mendengar teman Dara datang berkunjung kepondoknya.


" Maaf ya Ummi, Terimakasih ya Ummi jadi merepotkan". Dara berterimakasih atas keramahan dan Kebaikan Ustadzah.


Axel akhirnya bisa masuk ke pondok di sambut dengan ramah oleh Ustadz abu pemimpin pondok pesantren itu.


Di kejauhan Orang suruhan Zack kembali memata-matai Axel.


"Assalamualaikum ustadz, saya temannya Dara, Dara nya ada ustadz?" Axel mengucap salam dengan hormat lalu bersalaman.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh... MasyaAllah..ya ya..Dara tadi telp sudah cerita..nama mas...Axel kan?" Ustadz menyambut Axel.


"Iya ..saya Axel.. maaf Dara menelpon ustadz? Memang Dara tidak ada di sini ?" Axel merasa heran mendengar ucapan ustadz.


Di markas besar Geng Tiger "Bos..ini Zack, boleh saya masuk?" izin Zack di depan pintu kamar Bosnya.


" Ya..masuk saja Zack!" jawab Bos dari dalam kamarnya.


Bos bangun dari tempat tidur nya lalu memakai piyama, dan di balik selimut tebal nya masih ada seorang wanita cantik yang tidak berbusana sedang tertidur pulas.


"Maaf Bos...". Zack masuk kedalam kamar.


"Iya..ada apa?" tanya si Bos.


"Tempat Dara sudah di temukan, tapi Dara tidak ada disana!" Zack melaporkan hasil kerja menyelidiki Dara.


Dengan tatapan kesal si Bos menghampiri Zack, "aku hanya mau dengar berita baik di pagi hari Zack!" Si Bos berucap sambil menekan dan mendorong ke dada Zack dengan ujung tongkat nya.


"Maaf Bos!". Zack tertunduk. kemudian telp Zack berdering, namun Zack tidak berani bergerak di depan Bos nya yang sedang kecewa padanya.


"Angkat itu!" perintah Bos pada Zack sambil menyingkirkan tongkat nya dari dada Zack.


"Hallo...ada apa!" Zack akhirnya menjawab telp.


"Bang, dari yang saya dengar, Dara katanya ada di rumah sakit Bang!" orang suruhan Zack memberikan info nya.


"Dirumah sakit?!" Baik terus pantau jangan telp kalau belum pasti infonya, faham!" Zack terlihat kesal dengan orang suruhannya, karena memberikan informasi setengah-setengah.


"Ada apa ?" tanya Si Bos penasaran dengan isi pembicaraan Zack di telp.


" info Dara saat ini, masih belum jelas, di perkirakan posisi Dara sekarang ada di rumah sakit, namun itu belum dipastikan". Zack menjelaskan dengan rinci, tak mau mengecewakan Bosnya.


"hmmm...oke..ya sudah..keluar!"


Si Bos mengangguk faham, dan menyuruh Zack keluar dari kamarnya.


"Baik Bos, saya akan kirimkan sarapannya ke Sini segera!". Jawab Zack sambil membungkuk hormat dan pergi keluar kamar.


Si Bos kembali naik ke atas tempat tidurnya dan memeluk erat sambil bermain-main dengan wanita cantik di balik selimut tebal nya.


Suasana di pondok pesantren saat itu mulai ramai, pintu gerbang pun terbuka lebar, karena para santri baru di perbolehkan istirahat sampai waktu berbuka tiba.


Di tengah riuh nya santri-santri, orang suruhan Zack merangsek ke dalam pondok tanpa di curigai.


"Ooo...jadi Dara ada di rumah sakit...Rumah sakit mana Ustadz?" Axel bertanya kepada ustadz Abu.


Axel yang saat ini sedang duduk di dalam ruang Tamu rumah Ustadz merasa sedikit kecewa karena tidak bisa langsung bertemu Dara.


Ustadzah pun keluar dan duduk di samping suaminya Ustadz Abu.


"Iya Axel...Dara sedang menjaga mamanya yang sedang koma di ruang ICU, apa ya nama rumah sakitnya....mmm.. Ummi lupa". Ustadzah menjawab pertanyaan Axel.


"Apa ya Abi...nama rumah sakitnya?" Ustadzah bertanya pada Ustad Abu.


"Rumah sakit Syifa!"


"Dara ada di Rumah sakit Syifa, tempat yang sama Dery saat ini di rawat Bos!" Zack melaporkan kembali kepada Bosnya.


"Bagus...Saya sudah tidak sabar ingin bertemu Dara manisku!"


Jawab Bos Geng Tiger merasa puas dengan laporan Zack kali ini.


Apakah Bos Geng Tiger akhirnya bisa bertemu dengan Dara?