Dara Manisku

Dara Manisku
Rindu yang terpendam



Di pondok pesantren yayasan Al Ihsan, Axel di terima dengan baik oleh Ustadz dan ustadzah pemimpin dan pengasuh pondok.


Hari hampir senja Ustadz mengajak Axel berkeliling pondok.


"Nak Axel ke sini nya sendirian?" tanya Ustadz abu.


"Iya ustadz, saya sendiri ". Jawab Axel sambil melihat-lihat pemandangan sekitar pondok.


"Nak Axel dekat dengan Ihsan kan ya?" Ustadz berbicara sambil menghentikan langkahnya di depan gazebo


"Oh...iya lumayan dekat si tapi.., sebenar nya....akhir-akhir ini hubungan kami agak renggang ustadz". Axel mengutarakan dengan jujur.


" Loh kenapa? kalian bertengkar?" tanya Ustadz sedikit kecewa mendengar kabar itu.


"Iya begitulah Ustadz". Axel menjawab sambil duduk di gazebo. " Ihsan sebenar nya tidak ingin saya ke sini, menengok Dara". ucap Axel.


Ustadzah yang sedang di rumahnya masuk kedalam kamar mengambil Hp nya, "Assalamualaikum Ihsan?" Ustadzah menelpon anak angkat nya Ihsan.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh, Ummi....MasyaAllah...aku baru mau telp Ummi...eh Ummi sudah telp duluan, hehehe!" Ihsan senang sekali mendapatkan telp dari Ustadzah.


"Apakabar Ummi....Ummi sehat kan?" Tanya Ihsan kepada ibu angkat nya dengan lembut.


Sejak usia tiga tahun, Ihsan menjadi anak yatim piatu, kedua orangtuanya adalah konglomerat, meninggal di bunuh rampok. Setelah kejadian itulah Ihsan diangkat anak oleh Ustadz Abu.


Sejak istrinya melahirkan anak pertama, Papanya Ihsan mendirikan sebuah yayasan atas nama anaknya Yaitu Yayasan Al Ihsan.


Dan Yayasan itu di titipkan serta diurus oleh Ulama besar di Surabaya yaitu Ayah nya Ustadz Abu.


Ustadzah menjawab Ihsan dan menanyakan kabarnya, "Alhamdulillah Ummi sehat disini Ihsan....kamu sendiri bagaimana kabarnya? kok kamu gak ikut sama temen mu ke sini, gak kangen apa sama Ummi dan Abi?"


"Siapa temen aku yang kesana Ummi?" tanya Ihsan keheranan.


" Loh emang kamu gak tahu...itu Axel yang ke sini, dia temen kamu kan?" Ustadzah menjawab Ihsan bingung.


"Astaghfirullah...Axel kesana Ummi! ya Allah ...!" Ihsan kaget bukan main. "Apa Axel sudah bertemu dengan Dara, Ummi?" Tanya Ihsan khawatir.


"hmmm... belum..mereka Belum bertemu, karena Dara ada di rumah sakit, tadi nya...." belum selesai Ummi berbicara Ihsan memotong pembicaraan.


" tunggu Ummi! jangan ajak Axel ketemu Dara di rumah sakit ya...jangan !" Ihsan bicara dengan suara tegas.


"Ada apa memangnya Ihsan? kok kamu jadi panik gitu, ada apa memang nya?" Ustadzah bingung mendengar Ihsan bersikap seperti itu.


"Pokoknya Ummi...aku minta tolong sama Ummi, jangan sampai Axel bertemu dengan Dara, dan tolong jangan biarkan Dara pulang ke pondok pesantren lagi! begitu ya Ummi...aku mohon ya ?". Ihsan menjawab Ustadzah dengan pesan yang tidak difahami oleh ibu angkatnya.


"Loh kenapa Ihsan? Kenapa Dara tidak boleh tinggal di sini lagi? Ummi jadi gak ngerti maksud kamu!" Ustadzah merasa heran dan bertanya-tanya tentang pesan Ihsan.


" Ummi... aku mohon jangan bertanya apa sebabnya, Karena ceritanya panjang, begini Ummi, hidup Dara sedang dalam bahaya! jadi tolong Ummi ...laksanakan saja pesanku tadi, tolong?" Ihsan sangat memohon Ustadzah agar mau membantunya menjauhkan Dara dari Axel dan dari pondok pesantrennya.


"Baik lah, Ummi akan bilang ke Abi, kalau kita gak jadi ke rumah sakit, dan Ummi akan coba beritahu Dara". Akhirnya Ustadzah mau memahami dan mencoba untuk melakukan pesan Ihsan itu.


"Terimakasih yaa...Ummi". Jawab Ihsan sedikit lega.


Kemudian Ustadzah berusaha berkali-kali menelpon Dara, namun tidak di angkat juga.


Di markas besar Geng Tiger


"Siapkan mobil saya mau pergi!" perintah si Bos kepada anak buah nya.


"Baik tuan!" Jawab salah seorang anak buahnya.


Zack membawakan tongkat ukiran emas itu kepada Bos nya.


" Ini Bos".


Bos mengambil tongkat itu sambil berkata pada Zack.


"Zack, perintah kan orang suruhan mu agar mencari Dara di rumah sakit Syifa tanpa harus buat keributan....yang tenang...ssssstttt...senyap...jangan sampai Dara kabur lagi, faham!" Bos mengingatkan Zack agar lebih berhati-hati mencari Dara.


Zack menjawab, "Baik Bos, lalu bagaimana dengan Axel dan Ihsan?"


"Mereka berdua tetap harus di awasi...bila nti Dara sudah di tangan kita, bunuh saja mereka berdua!" Bos berbicara dengan tegas pada Zack.


Kemudian Ustadzah keluar rumah dengan terburu-buru ingin segera memberitahukan pesan Ihsan kepada suaminya.


"Abi...Abi... !" kemana Abi ?" Ustadzah mencari-cari ustadz Abu di sekitar rumah nya.


"Ada apa Ummi?...Ummi cari Ustadz abu ya?" tanya salah seorang santri yang kebetulan mendengar Ustadzah berteriak-teriak.


"Iya.. kamu lihat di mana Ustadz?" tanya Ustadzah pada santrinya itu.


"Lihat Ummi...Ustadz dan tamu nya sedang duduk di gazebo belakang masjid Ummi!" Jawab santri.


"Abi...Abi..!" kesini sebentar abi, maaf ya nak Axel, tinggal dulu ya...Ummi ada perlu sama Abi!" Ustadzah akhirnya menemukan Ustadz abu, dan beliau langsung mengajak Ustadz bicara empat mata.


"Oh iya Ummi ...gak apa apa!" Jawab Axel.


Axel melihat dari kejauhan Ustadzah berbicara sambil berbisik-bisik dengan Ustadz.


Wajah Ustadz abu langsung berubah dan meninggalkan tempat itu. Kemudian Ustadzah menghampiri Axel.


"Nak Axel mari ikut saya". ajak Ustadzah.


Axel merasa bingung dengan apa yang dia lihat, "Oh iya Ummi!" namun Axel tetap mengikuti ajakan Ustadzah.


"kita mau kemana Ummi? kita jadikan ke rumah sakit ?" tanya Axel penasaran melihat Ustadzah yang pertama bertemu begitu ramah kini jadi sangat pendiam.


"Nak...Axel di sini dulu ya, bersama santri lain nanti ikut sholat berjamaah dan buka puasa bersama dengan para santri, ya!". Ustadzah membawa Axel ke asrama santri dewasa, lalu memperkenalkan Axel pada santri.


Kemudian Ustadzah sekali lagi terlihat berbisik dengan salah satu santri nya.


"Maaf Ummi, sebenarnya ada apa ya? Kenapa saya di bawa kesini? bukankah kita mau ketemu Dara dirumah sakit?..Ummi?" Axel semakin penasaran dengan tingkah ustadzah.


"Nak Axel tenang aja, di sini santrinya ramah-ramah, dan masalah ketemu Dara, nanti juga bisa ketemu, sabar ya...Ummi ada urusan penting, jadi Nak Axel istirahat saja di sini dulu ya".


Ihsan di jakarta merasa sangat khawatir dengan keadaan Dara, dia mencoba menelpon Dara tapi Hp nya tidak aktif.


"Astaghfirullah...kenapa Hp Dara tidak aktif-aktif, apa jangan-jangan!... semoga saja..Yaa Allah.. tidak..tidak boleh, aku harus pergi kesana!" Ihsan benar-benar resah dia sampai berfikiran mungkin Dara sudah tertangkap.


Ihsan bersiap-siap untuk pergi, namun dia menyadari sudah tiga hari ada orang yang sangat mencurigakan terus mengikutinya.


"Bagaimana cara aku keluar dari sini ?" Ihsan berfikir keras mencari cara agar bisa keluar dari apartemen nya tanpa di ketahui orang itu.


Lalu Ihsan menelpon, "Saya pesan paket combo nya 2 ya!" Ihsan tiba-tiba memesan makanan siap saji.


Benar saja orang suruhan Zack sedang mengawasi pintu kamar Ihsan di sudut apartemen.


"Paket nya mas!" Suara tukang paket di depan pintu kamar Ihsan.


"Enak bener tuh, makan ayam goreng...banyak banget pesannya!" bisik si orang suruhan Zack yang terlihat kelaparan melihat paket makanan yang di bawa si pengantar makanan.


Tak Lama tukang pengantar makanan pun keluar dari kamar Ihsan. Dan orang suruhan itu pun tidak mencurigainya.


"Alhamdulillah...berhasil juga aku mengelabui orang itu, hahaha!" Ihsan ternyata sekarang sudah ada di area parkir apartemen, dia membuka helm dan baju si pengantar paket makanan tadi.


Ihsan segera naik ke mobilnya dan pergi.


sedangkan di dalam kamar ihsan ada orang lain, "Wah rezeqi nomplok nih, dah di bayar 10x lipat, sekarang buka puasa nya pun gratis pake ayam! Uhuyy!" orang itu berteriak kegirangan, ternyata tukang paket bertukar peran dengan Ihsan, sungguh ide Ihsan sangat cerdik.


Dara kini sedang berada di dalam ruang ICU menemani mamanya, suaranya yang syahdu sedang membaca AlQur'an menggema.


Sedangkan di lorong rumah sakit di lantai yang sama, Si Bos beserta anak buahnya datang menuju kamar rawat inap anaknya Dery.


Sampailah si Bos di depan pintu kamar pasien VVIP itu, namun pendengarannya yang tajam, menangkap suara Dara yang sedang membaca AlQur'an.


"Hmmm...suara Siapa itu? seperti nya aku mengenali suaranya!" Bos terdiam dan berfikir sejenak lalu masuk ke dalam kamar.


"Sana...cepat lekas cari!" Zack memberikan komando pada orang suruhannya untuk mulai menyisiri setiap sudut rumah sakit untuk mencari Dara.


Dara menyudahi bacaannya, lalu menatap dengan penuh harapan pada mamanya yang masih belum sadarkan diri.


"Mama...mama Ini Dara.. mama jangan khawatir Dara akan selalu menemani mama, kita akan pulang sama-sama, Dara janji tidak akan pernah meninggalkan mama lagi". Air mata Dara menetesi tangan mamanya, kemudian beberapa jari mama Dara terlihat mulai bergerak-gerak.


Dara yang menyaksikan hal itu sangat senang, ada harapan bahwa mamanya akan segera sadar dari komanya" Ya Allah...Alhamdulillah...mama..mama!" Dara terus memanggil-manggil mamanya berharap mamanya sudah bangun.


Dara lalu keluar ruang ICU untuk memanggil Dokter, "Suster ... Di mana dokter, mama saya ...mama saya tadi jarinya... bergerak-gerak !" Dara begitu bersemangat memberitahukan kondisi mamanya pada Suster jaga.


Dara tak sadar, di sampingnya beberapa orang berpakaian serba hitam melewatinya.


Si Bos mendengar suara berisik di luar kamar, "Hey...periksa..ada apa berisik-berisik!" Bos menyuruh Zack untuk keluar kamar memeriksa keadaan.


"Ayah...". Dery terbangun dari tidurnya. "Iya ada apa?" tanya si Bos pada anaknya.


"aku tadi bermimpi bertemu mama, tapi kenapa selalu saja aku tidak bisa melihat Wajah nya! Kenapa?" Dery terlihat kesal dan sedih.


"Untuk apa kamu membicarakan wanita itu lagi!" Bos terlihat kesal mendengar Dery bercerita tentang mimpinya.


Dokter dan suster bergegas memasuki ruang ICU untuk memeriksa keadaan mama Dara.


Apakah Mama Dara benar-benar sudah bangun dari komanya?


Lalu bagaimana nasib Axel dan Ihsan bila Dara berhasil ditangkap geng Tiger?