
Dara merasa sangat bersyukur akhirnya mamanya terbangun dari koma.
"Mama...mama ingat aku kan?" Tanya Dara pada mamanya dengan mata berkaca-kaca.
Kemudian Dara memegang erat tangan mamanya, di pandang kembali oleh Dara wajah mamanya itu.
Terlihat mamanya sedang menatap Dara, dan dia mulai mengedimkan matanya beberapa kali.
"Ada apa mama, apa mama ingin mengatakan sesuatu?" Dara terus berusaha berkomunikasi meski mamanya masih sulit untuk bicara.
Setelah itu Dokter dan suster kembali masuk ke dalam ruang ICU.
"Maaf ya mba Dara, pasien jangan terlalu banyak diajak bicara dulu, biarkan Dokter mengecek kondisinya lebih lanjut ya!" Ucap suster
Dara pun memberikan ruang untuk Dokter agar bisa memeriksa Mamanya.
"Baik suster!" Dara keluar dari ruang ICU.
Ketika Dara sedang berdiri di luar menatap ke dalam ruang ICU, ternyata di samping nya sudah ada Bos Geng Tiger sedang ikut memandang ke dalam ruang ICU.
Betapa terkejutnya Dara, dia langsung mundur perlahan.
Dara benar-benar tidak mengerti apa yang si Bos lakukan di samping nya sambil berdiri menatap ke dalam ruang ICU.
"Apa yang harus kulakukan, apakah dia mau menyakiti Mama!?"
Dara panik, dia khawatir Bos berfikir mencari cara mendapatkan Dara dengan menyakiti Mamanya.
Tiba-tiba saja Si Bos bicara, "Apa kamu anaknya?"
Bos menatap Dara.
Dara terdiam.
Dia tidak tahu harus menjawab apa.
Kemudian Bos pergi begitu saja dari hadapan Dara.
Dara merasa bisa bernafas lagi, dia mengelus dadanya.
"Astaghfirullah..tenang Dara ..tenang!"
Bos masuk ke dalam kamar VVIP, dia terduduk lemas, kemudian dia mengambil handphone nya.
Bos menelpon, "Zack, bubarkan semua, tarik mundur semua orang-orang mu dari rumah sakit!"
Zack yang menerima perintah itu merasa kebingungan.
"Maksud Bos apa, lalu bagaimana kita bisa menemukan Dara!?" Jawab Zack.
"Sudah! tidak usah banyak tanya, ikuti saja perintahku!" Bos lalu mematikan Hand phone nya.
Zack terpaksa menarik mundur semua orang suruhannya di lapangan. "Semua nya kembali ke markas besar, misi di batalkan!"
Zack segera pergi menemui Bos nya.
Terlihat Bos nya sedang duduk termenung, "tak biasanya Bos memasang wajah seperti itu." Zack berbicara dalam hati.
"Bos? apa Bos baik-baik saja?" Tanya Zack.
"Iya, aku baik-baik saja." Jawab Bos.
Di pondok pesantren, Axel dan Ihsan berbuka puasa bersama Di rumah Ustadz Abu.
"Apa rencananya akan di laksanakan malam ini?" Tanya Ustadz Abu pada Ihsan.
" Iya Abi, selepas sholat tarawih kami berdua akan berusaha mengeluarkan Dara dan Mamanya dari sana."Jawab Ihsan.
"Mengapa kita tidak menghubungi polisi saja!" Ucap Axel.
"Jangan dulu, Dara masih di sana begitu juga Mamanya masih koma, itu sangat membahayakan mereka berdua". Jelas Ihsan
Ustadz Abu berkata, "Iya kamu betul Ihsan, Abi setuju!"
"Baiklah aku siap!" Jawab Axel bersemangat.
Dara sedang duduk di kantin rumah sakit, sambil menyantap makanan buka puasa.
Dara memakan makanannya, namun fikiran nya tidak tertuju pada makanannya.
"Kenapa tidak ada lagi orang berseragam hitam di sekitar rumah sakit?" Dara berfikir karena sepanjang jalan dia tidak melihat satu pun anak buah geng Tiger mondar mandir seperti tadi siang.
Suara dering hp nya membuat Dara tersadar dari lamunannya. "Iya hallo ...assalamualaikum". Dara mengangkat telp.
"Dara ..ini aku Axel, bersiaplah malam ini aku dan Ihsan akan mengeluarkan mu dari sana!" Axel menjelaskan tentang rencana mereka berdua pada Dara.
"Ku rasa, sudah tidak perlu lagi". jawab Dara.
" Apa maksud mu Dara!?" Tanya Axel heran.
"Karena di sini kondisinya sudah aman, aku sudah tidak melihat anak buah geng Tiger di sekitar rumah sakit". Jelas Dara.
"Bagaimana kamu bisa yakin? Dara jangan tertipu! bisa jadi mereka sedang menyusun rencana baru, mereka menunggu kamu lengah!" Ungkap Axel.
"Berikan handphone nya!" Ihsan meminta pada Axel. Ihsan ingin berbicara pada Dara.
Kemudian Axel pun memberikan hp nya pada Ihsan.
"Dara ...kamu harus tetap waspada, pokoknya malam ini kamu harus siap! kamu dan Mama mu harus keluar dari rumah sakit itu!" Ucap Ihsan.
Dara masuk ke dalam ruang ICU.
Dara membangunkan Mamanya. "Mama..mama... malam ini kita harus keluar dari sini, Mama percaya sama aku kan?" Dara berbisik dan meyakinkan Mamanya.
Mamanya pun mengedipkan matanya tanda bahwa dia mengerti ucapan Dara.
"Mama jangan khawatir, aku gak akan ninggalin Mama!" Ungkap Dara.
Dokter selesai memeriksa Dery. "kapan donornya akan tiba pak?" Tanya Dokter pada Si Bos.
"hmmm.. beri saya waktu, saya akan mencarikan pendonor baru buat anak saya". Jawab Si Bos.
"Baiklah, namun lebih cepat lebih baik". Ucap Dokter.
Dery melihat ke arah ayahnya.
"Ayah...memangnya Siapa yang mau mendonorkan tulang nya pada saya?" tanya Dery pada Si Bos.
"Sudah, jangan banyak bertanya, sebaiknya kamu istirahat, urusan itu biar ayah yang urus!" Jawab Si Bos kepada Dery anaknya.
Zack kemudian masuk ke dalam kamar Dery, dan berbisik.
"Bos, ada pergerakan dari pondok pesantren!" Bisik Zack pada Bos nya.
"Pantau saja dari jauh!" Perintah Bos.
"Baik Bos!" Jawab Zack.
Dara menantikan kabar selanjutnya dari Ihsan dan Axel. Perasaan resah mulai mengganggunya.
"Kenapa belum ada telp dari mereka? apa mereka sudah sampai di sini?" Dara berbisik cemas.
Tak Lama hp Dara berdering.
"Dara ...kami sudah ada di parkiran, kamu bersiaplah, aku akan datang menjemput!" Ungkap Ihsan.
Ketika Dara sedang bersiap di dalam ruang ICU, tanpa suara tiba-tiba Bos Geng Tiger itu sudah ada di dalam ruang ICU dan menatap Dara dari belakang.
"Dara...kamu tidak perlu melarikan diri lagi, pikirkan kondisi Mama mu!" Ucap Bos.
Sontak Dara berbalik badan dan terkejut, "Dia...Dia..tahu Siapa aku!" Dara berbisik di hatinya, tak menyangka Si Bos sudah mengenalinya.
"Keluar dari sini...atau aku akan telp polisi!" Ancam Dara pada Si Bos.
Percakapan Dara dan Si Bos terdengar jelas oleh Mama Dara, air matanya berlinang, kemudian dia berusaha untuk mengucapkan sesuatu.
"Tenang lah...aku ke sini bukan untuk menangkapmu Dara!" Jawab Bos berusaha membuat Dara tenang.
Dara saat itu sudah bersiap hendak memukul Si Bos dengan kursi.
"Tenang...turunkan kursinya, ini ruang ICU, kasihan Mama mu nanti!" Ungkap Bos perlahan memberikan pengertian pada Dara.
Akhirnya Mama Dara bicara. "jangan..jangan!" Suara yang terdengar lirih membuat Dara berpaling dari Bos.
"Mama..mama tadi bicara apa!" Dara terkejut seperti mendengar mama nya bersuara.
Dara mendekati mamanya, ingin lebih jelas mendengarkan Mamanya.
Sepertinya Mama Dara mengenali suara si Bos, Mama berbisik pada Dara.
"Tenang lah...dengarkan dia". Ucap Mama Dara dengan suara pelan.
Bos ikut mendekat dan melihat keadaan Mama Dara, Mama Dara dan Bos mereka saling menatap.
"Kamu tidak harus pindah rumah sakit, Saya tidak akan menggangu Dara lagi, Saya cuma ingin mengatakan itu!" Ucap Bos.
Bos segera berbalik dan pergi. Dara setelah mendengar ucapan Si Bos merasa sangat lega, dan tidak menyangka kalau Bos membebaskannya begitu saja.
"Dara...!" Ihsan masuk ke dalam ruang ICU. "Ayo kita berangkat sekarang!"
Ihsan berucap sambil mencoba mengangkat Mamanya Dara dari tempat tidur nya.
Dara menghentikan Ihsan dengan memegang tangan Ihsan kuat.
"Sudah..sudahlah Ihsan, Kita tidak perlu lagi kabur dari siapa pun". Ucap Dara dengan menatap mata Ihsan.
Ihsan terdiam dan melihat kearah Mamanya Dara.
Mama Dara mengedipkan matanya tanda setuju dengan Dara.
Ihsan berdiri memandangi Dara.
"Ada apa Dara, bukankah kita sudah tahu kalau rumah sakit ini tidak aman untuk mu dan Mama mu!?" Tanya Ihsan.
"Sulit untuk di jelaskan, karena aku sendiri juga tidak faham, kenapa tiba-tiba sikap Bos berubah padaku". Ungkap Dara.
"Maksudnya... !?" tanya Ihsan heran.
"Aku tidak jadi mengeluarkan Mama dari rumah sakit ini, Bos tadi ke sini dan mengatakan bahwa dia tidak akan menggangu ku lagi". Jelas Dara.
"Dan kamu percaya!?" ucap Ihsan
"Iya... Mama yang memintaku untuk percaya". Jelas Dara
Apakah yang terjadi dengan Bos mengapa dia tiba-tiba berubah menjadi baik pada Dara?