
Di parkiran rumah sakit, Ustadz Abu dan Ustadzah segera pergi masuk ke dalam lif.
Ihsan dan Axel mengikuti di belakang mereka.
"Alhamdulillah, lantai berapa ruang rawat inapnya?" Tanya Ustadz Abu.
"Lantai tiga!" Ihsan menjawab sambil menekan tombol 3.
Ketika pintu mau menutup, tiba-tiba saja orang berkursi roda masuk dengan sangat cepat.
Ustadzah kaget, tangan nya langsung berpegangan kuat pada lengan Ihsan.
"Siapa orang ini, bikin kaget saja!" Bisik Axel dalam hati sembari memandangi orang berkursi roda itu
"Maaf..maaf!" Dery berhasil masuk lif dan meminta maaf.
"Lantai berapa?" Tanya Ihsan bermaksud ingin membantu menekankan tombol lif untuk pria berkursi roda.
"oh...Lantai Itu saja, sama!" Dery menjawab pertanyaan Ihsan sambil tersenyum.
Ustadz Abu saling berpandangan dengan Ihsan, seakan-akan Ustadz Abu menyangka mungkin Ihsan mengenal pria berkursi roda itu.
Ustadz Abu memberikan isyarat lewat matanya.
Ihsan pun membalas Abi nya dengan menggeleng-gelengkan kepala.
"Cari dia....!" teriak Bos suara nya menggema di parkiran.
"apa sih mau mu Dery, apa!?"Bos terlihat sangat marah memikirkan tingkah anaknya Dery.
Lif berjalan naik. Sampailah mereka di lantai 3 rumah sakit.
Rombongan Ihsan keluar dari lif lebih dulu. Sambil melewati Dery mereka berkata, "Permisi yaa". Ucap Ustadz dan Ustadzah.
"Ayo Ummi, ruangannya disebelah sana". ungkap Ihsan mengarahkan Ummi dan Abinya menuju kamar pasien tempat Mama Dara dirawat.
Dery ikut keluar dari lif. "Aku harus kemana?" Dery seperti orang linglung.
"Apa orang berkursi roda itu masih mengikuti kita Xel?" Tanya Ihsan pada Axel yang berjalan di samping Ihsan.
"Seperti nya enggak". Jawab Axel dengan memeriksa ke arah belakang.
Rombongan Ihsan sampai di depan pintu kamar. "Assalamualaikum....!" Mereka semua mengucapkan salam.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh....MasyaAllah Ummi dan Abi !" Dara menjawab dan menyambut ustadz dan Ustadzah dengan senyuman bahagia.
"Apakabar kamu nak?" Ucap Ustadzah sembari memeluk hangat tubuh mungil Dara.
"Alhamdulillah baik Ummi...". Dara membalas pelukan hangat Ustadzah dan meneteskan airmata karena terharu.
Ustadzah memandang wajah Dara, beliau usap airmata Dara.
"Dah...jangan sedih lagi ya...!"Ucap Ustadzah lalu melepaskan pelukan nya.
"Duduk...mari silahkan Duduk!" Ucap Dara.
Ustadzah tidak langsung duduk, beliau berjalan mendekati Mama Dara.
"Assalamualaikum Mama Dara, Bagaimana... Apakah sudah merasa lebih baik sekarang?" Tanya Ustadzah.
"Terimakasih, sudah menolong Dara selama ini, Terima kasih banyak".Ucap Mama Dara terbata-bata dengan meraih tangan Ustadzah dan menggenggam nya erat.
"Apa kata Dokter?" Tanya Ihsan pada Dara.
"Alhamdulillah semuanya baik, hanya perlu waktu agar Mama bisa berjalan lagi, kakinya belum ada respon". Jawab Dara terlihat cemas dengan kondisi Mamanya.
"Iya ...harus sabar Dara, Alhamdulillah Mama mu kemajuan sangat banyak, lihat....sekarang bisa bicara dan memahami apa yang orang lain bicarakan, biasanya sehabis operasi otak dan koma itu sulit di ajak komunikasi loh!" Ungkap Ustadz Abu.
Axel hanya diam memandangi Dara, dia bingung harus berkata apa.
"Hey...diem aja, apakabar?" Tanya Dara pada Axel sembari tertawa kecil.
Lalu Dara mengajak Ihsan dan Axel berdiri dan menggandeng mereka berdua berjalan mendekati Mamanya.
"Mama, Ini perkenalkan, they are my heroes !" Ungkap Dara dengan bangga.
"Mereka sahabat ku, mereka berdua bertaruh nyawa melindungiku!"
"entah dengan apa aku harus membalas kebaikan kalian berdua".
Ungkap Dara sambil menatap Ihsan dan Axel dengan mata berkaca-kaca.
Mama Dara mengulurkan kedua tangannya, Ihsan dan Axel langsung menyambut uluran tangan itu.
Dan tangan Mereka berdua pun saling berpegangan erat dengan tangan Mama Dara.
"Terimakasih...Terimakasih...!" Ucap Mama Dara sambil menetes kan airmata bahagia.
Betapa bahagianya Mama Dara karena anaknya di kelilingi orang-orang baik yang siap melindungi Dara.
"Maaf kan kami ya...selalu membuat kalian susah".Ungkap Mama Dara.
"Jangan begitu Bu, tante, eh... jadi bingung mau panggil apa, soalnya Mama Dara masih cantik sih". Ucap Axel bergurau
"hahahaha...!" Mereka pun tertawa mendengar ucapan Axel.
"nak Axel bisa aja". Jawab Mama Dara sambil tersenyum malu.
Dery yang sedari tadi mengintip kamar Mama Dara dan mendengarkan percakapan Dara, merasa iri.
"Mengapa aku tak punya saudara, teman apalagi keluarga seperti mereka!" Bisik Dery.
"Bang zack, Dery ada di lantai 3, saya akan segera bawa dia!" Ucap salah seorang anak buah geng Tiger.
"ayo ikut!" Anak buah geng Tiger memaksa Dery. Mereka menarik kursi roda Dery dan Dery tetap bersikeras menahan.
Dery melawan sampai tubuhnya terjatuh dari kursi rodanya.
Semua orang yang berada di lantai 3 rumah sakit itu, sampai kaget mendengar keributan itu.
Salah seorang suster menolong Dery. "Mas..mas gak apa-apa, mari saya bantu berdiri!" Ucap Suster sembari merangkul tubuh Dery yang lemah.
Namun anak buah geng Tiger itu bermaksud memukul Suster.
"jangan ikut campur!" Ucap anak buah geng Tiger pada suster dengan nada kasar.
Namun ketika tangan laki-laki itu sedang melayangkan pukulan nya ke arah suster, tiba-tiba....
Ihsan menangkap tangan laki-laki bertubuh besar itu dan menatap tajam ke mata anak buah geng Tiger itu.
Anak buah geng Tiger terdiam membalas tatapan Ihsan dengan marah.
Axel pun mendekat membantu suster dengan ikut merangkul Dery dan memapahnya kembali ke kursi rodanya.
"Hey...ada apa ini!" Security rumah sakit mulai berdatangan.
"Mereka pembuat onarnya pak, menggangu pasien!" Jelas Ihsan.
Ihsan menghempaskan tangan laki-laki itu dengan keras.
"Cepat bawa pergi, usir mereka pak!" Ucap Axel pada security rumah sakit.
"Awas lo liat nanti, gue akan bales HAH!" Ucap anak buah geng Tiger sambil menatap tajam wajah Ihsan.
"Ayo.. ayo sudah ..ikut kami!" Ucap security rumah sakit sambil membawa mereka menjauhi Dery.
Dua orang Anak buah geng Tiger dipaksa security masuk ke lif. Mata sadis dan penuh amarah masih saja mereka lontar kan ke arah Ihsan dan Axel.
Dara yang dari tadi merasa was-was di dalam, kini memberanikan diri untuk keluar kamar.
"Suster gak apa-apa?" Tanya Ihsan.
"Iya..tidak apa-apa, terimakasih ya sudah membantu!" Jawab suster.
"Mas pasien? di kamar berapa? nanti biar saya antarkan?" ucap suster pada Dery.
"Dery...!" Ucap Dara mengenali Dery
"HAI.. Dara!" Jawab Dery
Ihsan dan Axel terkejut tak menyangka kalau Dara mengenal pria berkursi roda itu.
"Kamu kenal dia ?" Tanya Axel
Dara menganggukkan kepala.
"Suster, dia tamu saya, biar saya saja nanti yang mengantarkan". Ucap Dara sembari mengambil alih kursi roda itu dari tangan suster.
"Baiklah kalau begitu". Ucap Suster, "Saya permisi ya".
Ihsan dan Axel kembali masuk ke dalam kamar.
Ustadz dan Ustadzah pun saling menatap dan merasa heran, kenapa Dara begitu saja memasukan Pria berkursi roda itu ke dalam kamar Mama nya.
Mama Dara melihat Dery yang sedang di bawa masuk Dara.
"Dery...!" Bisik hati Mama Dara.
"Ummi...Abi.. perkenalkan ini Dery!"Ucap Dara
" dia ini juga pasien di rumah sakit ini, kebetulan kamarnya berdekatan dengan ruang ICU tempat Mama di rawat". Jelas Dara
"Dery..namamu Dery?" Tanya Ihsan
"Iya..namaku Dery, Terimakasih tadi kalian sudah menolong ku". Jawab Dery
"Bukankah di parkiran tadi nama Dery yang sedang di cari-cari anak buah geng Tiger?" Pikir Ihsan.
"Ada urusan apa preman-preman itu dengan mu?" Tanya Axel menginterogasi.
"Dan kamu dari tadi mengikuti kita kan?" Tanya Ihsan curiga.
"Kalian ini, sudah lah...Stop curiganya!" Ucap Dara merasa tidak enak pada Dery.
Dara merasa kasihan pada Dery. "Dery tidak akan berbuat jahat padaku, dia juga korban!" Dara membela Dery.
"Iya... sudah..tuh Sebentar lagi adzan maghrib, apa kalian tidak ke masjid?" Ucap Ustadzah mengingatkan.
"Eh..iya ngomong-ngomong, mana tadi bungkusan oleh-oleh buat Dara ya?" Tanya Ustadzah sembari mencari-cari ke semua arah.
Di dalam mobil sedan merah, Si Bos menunggu dengan cemas.
"lama sekali mereka!" Ucap Bos kesal.
Zack datang menghampiri dan masuk ke dalam mobil. "Bos ... Dery ada di lantai 3, dan dia menolak untuk ikut kita!" Jelas Zack.
Ujung tongkat kepala emasnya pun melayang ke kepala Zack yang sedang duduk di kursi depan samping supir.
"Bodoh!" Ucap Bos kesal.
"Sejak kapan Dery mau menurut, HAH!" Ucap Bos lagi.
"Kami tadi sudah mau membawa paksa Dery Bos, tapi di sana ada Ihsan dan Axel!" Jelas Zack sambil mengusap kepala nya yang sakit karena di pukul Bos.
Bos terkejut.
"Apa!"
"Ihsan dan Axel!?"
"Apa ada Dara juga?"
Tanya Bos.
"Iya ..ada Bos!" Jawab Zack.
"Security mengusir anak buah kita dari rumah sakit Bos". Jelas Zack lagi.
"mengapa Dara ada di lantai 3?" Tanya Bos.
"Mamanya sudah pindah dari ruang ICU ke kamar di lantai 3 Bos!" Jawab zack
Bos melihat ke luar jendela mobilnya dan memandangi gedung rumah sakit.
" Ayo jalan, kita pergi dari sini!" Ucap Bos menyuruh supir menyalakan mobil.
"Loh..?"Zack merasa bingung dengan perintah Bos nya.
Bos beradu pandang dengan zack. "Apa liat-liat HAH!"
"Mau aku pukul lagi dengan tongkat!" Ucap Bos kesal karena Zack melihatnya seperti orang bingung.
Mobil mereka pun melaju keluar area Rumah sakit.
Mengapa Bos meninggalkan Dery dan membiarkan nya berada dekat Dara?