Dara Manisku

Dara Manisku
Biarkan aku bebas



Sudah beberapa hari ini pondok pesantren yayasan Al Ihsan terus di pantau oleh anak buah geng Tiger.


"Assalamualaikum Ustadz Abu?" Ucap salam beberapa santri dewasa yang datang mengetuk pintu rumah Ustadz Abu.


Ustadz Abu datang membukakan pintu.


"wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh!"


"iya ada apa nak?" Tanya Ustadz Abu


"Ustadz, kami semua beberapa hari ini melihat ada orang-orang yang sangat mencurigakan sedang memperhatikan pondok pensantren kita!" Ungkap salah seorang santri dewasa melapor pada Ustadz.


"Kamu yakin, bisa saja itu hanya orang yang lewat". Ucap Ustadz Abu.


"Insya Allah kami yakin Ustadz, karena ini sudah 3 hari, pakaian mereka serba hitam Ustadz dan bukan hanya kami yang melihatnya, para security pondok juga mulai curiga!" Jawab salah seorang santri lagi, meyakinkan ustadz.


Ustadz mulai berfikir ini pasti ada hubungannya dengan Dery.


Sebenarnya Ustadz sangat keberatan Dery belajar agama di pondok pesantren nya, karena Ustadz tahu bahwa Dery orang yang sedang di cari-cari Zack.


Namun Ustadz Abu tidak bisa menolak Dery, niat tulus Dery yang ingin belajar Agama di pondok pesantren nya membuat hati Ustadz luluh.


"Apa yang sudah saya lakukan, bagaimana bila anak buah Zack membahayakan anak-anak santri lain!" Ucap Ustadz dalam hati penuh kecemasan.


Kemudian Ustadz mengatakan pada santri nya untuk memanggil Dery ke rumah nya.


"Tolong panggil Dery ke sini, sekarang!" Perintah Ustadz Abu.


"Baik ustadz!" Jawab santri


Sepanjang perjalanan santri yang mau menjemput Dery merasa heran kenapa mereka di minta untuk mengajak Dery ke rumah Ustadz Abu.


"kenapa ya ustadz kok malah nyuruh kita bawa Dery, apa hubungan nya dengan orang-orang berbaju hitam yang memata-matai pondok kita!?" Ungkap salah seorang santri merasa heran.


"Sama aku juga gak faham, tapi sudahlah, kita ikuti saja perintah Ustadz!" Jawab salah seorang santri lainnya.


Sampailah mereka di kelas Al Ahad yaitu nama untuk ruang kelas khusus untuk santri pemula.


"Assalamualaikum, Mohon maaf Ustadz kami mohon izin?" Ucap salah seorang santri dewasa kepada Ustadz pengajar di kelas Al Ahad.


"wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh, iya silahkan, ada perlu apa?" Tanya Ustadz


"Ustadz Abu meminta kami untuk membawa Dery ke rumah Beliau, Ustadz!" Jawab santri dewasa dengan santun.


Kemudian mereka pun membawa Dery ke rumah Ustadz Abu.


Ustadz Abu menatap Dery, dan Dery merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"aku salah apa ya?" tanya Dery dalam hati cemas.


"maaf ustadz, saya di panggil ke sini ada apa ya ?" Tanya Dery penasaran.


"Maaf, kalian bisa balik ke asrama, terima kasih kerja samanya ya!" Ustadz meminta para santri untuk kembali ke pondok. Seperti nya ustadz Abu ingin bicara empat mata dengan Dery.


Setelah semua santri berpamitan, Ustadz Abu mulai mendekati Dery.


"Dery, Ustadz minta maaf sebelumnya, boleh ustadz bertanya sesuatu ?" Tanya Ustadz Abu pada Dery sambil menepuk bahunya.


"Iya ustadz silahkan". Jawab Dery


"Apa hubungan mu dengan Zack?" tanya Ustadz Abu.


"Kebetulan waktu kami ke rumah sakit, di parkiran ustadz melihat ada Zack yang sedang mencari-cari seseorang, apakah orang yang dicarinya itu kamu Dery?" Tanya Ustadz Abu lagi


Dery terkejut, tak menyangka Ustadz mengenal Zack. Dery salah tingkah bingung harus menjawab apa, dan bagaimana menceritakan nya pada Ustadz.


"Kenapa ustadz tiba-tiba menanyakan hal itu sekarang?" Tanya Dery heran


"saya bingung ustadz harus mulai dari mana ceritanya". Ucap Dery sembari tertunduk.


Ustadz Abu terdiam.


"Baiklah jika kamu masih belum bisa menceritakan nya sekarang, Saya akan coba bicara dengan orang-orang yang sedang memata-matai pondok kita di luar sana". Ungkap Ustadz Abu mencoba memahami Dery yang enggan bercerita.


"orang-orang mana maksud Ustadz?" Tanya Dery


Dery mendengarkan dan sepertinya dia tahu siapa orang-orang yang memata-matai pondok pesantren itu.


Ditengah-tengah pembicaraan, tiba-tiba Dery mengayuh kursi rodanya ke arah meja telp.


Ustadz Abu melihat Dery seperti itu, akhirnya menghentikan pembicaraannya.


"Ustadz boleh saya pakai telp nya, saya akan telp seseorang, sebentar aja ustadz?" Pinta Dery.


"oh ..Iya Boleh, silahkan!" Jawab Ustadz Abu.


Kemudian Ustadz Abu keluar rumah meninggalkan Dery yang sedang menelpon seseorang.


"Hallo, bang Zack, ini aku Dery!" Ucap Dery menelpon Zack.


"Tolong, tarik mundur semua orang-orang mu dari pondok pesantren, dan jangan pernah ganggu aku lagi, faham!" Ucap Dery dengan suara tegas.


Zack yang menerima telp dari Dery kala itu tidak di berikan kesempatan oleh Dery untuk bicara. Karena setelah Dery bicara singkat, Dery langsung menutup telp nya.


Ke esokan harinya di rumah sakit Dara sedang menemani Mamanya terapi.


"Alhamdulillah Mama, sebentar lagi Mama akan sembuh dan bisa berjalan lagi!" Ucap Dara begitu bersemangat, Dara senang melihat perkembangan Mamanya.


"Nah, cukup latihan nya hari ini ya, sekarang ibu bisa beristirahat". Ungkap suster setelah memberikan terapi kaki Mama Dara selama 2 jam.


"Terimakasih suster!" Ucap Dara


"sama-sama mba Dara, sampai jumpa lagi hari kamis ya bu!" Jawab suster ramah.


"Mama tadi Dokter bilang dalam waktu beberapa hari Mama sudah boleh pulang, Dara seneng banget deh, berarti kita bisa lebaran bareng deh di rumah!" Ucap Dara sembari mendorong kursi roda Mamanya menuju kamar rawat inap.


Mama ikut tersenyum mendengar Dara berbicara.


"Alhamdulillah, nanti kita undang semuanya ya ke rumah kita!" Jawab Mama bahagia.


"Tentu dong, aku akan ajak Ihsan dan.....". Dara menghentikan bicaranya.


Langkahnya terhenti di depan pintu masuk kamar.


"sedang apa kamu di sini!" Teriak Dara marah.


Ternyata di kamar rawat inap itu di dalamnya sudah berdiri seseorang yang sangat Dara benci.


"Kamu!?" Ucap Mama Dara ikut terkejut.


Bos Geng Tiger atau yang bernama Bery, ya Bos Bery tiba-tiba sudah ada di dalam kamar Mama Dara.


" Kenapa kalian kaget begitu!" Ucap Bos Geng Tiger.


"Saya ke sini cuma mau bilang pada Mama mu Dara, jangan pernah ikut campur urusan saya dengan Dery!" Ucap Bos Bery sambil melihat sinis Mama Dara.


Bos Bery lalu melangkah mendekati Mama Dara, dan tiba-tiba menarik kursi roda Mama Dara ke hadapannya.


Dara kaget karena kursi roda Mamanya terlepas dari genggamannya. "Heyyy...!"


Bos Bery mendekat ke wajah Mama Dara.


Mendadak muncul keringat dingin karena takut di kening Mama Dara.


Lalu Bos Bery berbisik di telinga Mama Dara, "Kamu tidak mau kan Dara tahu siapa Ayahnya!" Bisik Bos Bery.


"Maka kembalikan Dery padaku secepatnya!"Ucap Bos Bery mengancam Mama Dara.


Melihat itu kemudian Dara langsung melangkah maju dengan cepat.


"Jangan ganggu Mama ku!" teriak Dara sembari mendorong Bos Bery sampai terhoyong ke belakang.


"Aku akan panggil security atau kalau perlu aku akan laporkan semua kejahatan mu pada polisi sekarang juga!" Ucap Dara marah.


Segera Dara mengambil handphonenya dari saku baju gamisnya.


"Baiklah, aku akan keluar dari sini!" Jawab Bos Bery sembari menahan tangan Dara yang bermaksud menelpon polisi.