Blind Date With CEO

Blind Date With CEO
Skandal



Sementara Arga dimarahi oleh Mommy Leona karena menantunya yang malah bertambah sakitnya, Perusahaan Wijaya diterpa berita miring tentang rumor mengenai hubungan Arga dan Alena. Dipecatnya Anggi dan Intan membuat beberapa orang bertanya-tanya sebenarnya hubungan apa yang terjadi antara keduanya. Beberapa orang membuat gunjingan tentang hubungan keduanya.


"Aku benar-benar heran, Siapa sebenarnya Alena? Anggi dan Intan begitu mudah terkena pemecatan. Bukankah lebih baik diberikan surat peringatan terlebih dahulu?" Seseorang sedang bergumam sambil tetap bekerja. Anggi dan Intan merupakan karyawan yang kinerjanya bagus, maka dari itu sebagian besar karyawan kaget. Mengapa harus langsung dipecat?


"Menurutku, tindakan tersebut sudah tepat. Kamu bisa bayangkan mereka berdua memukuli Alena hingga banyak memar di tubuhnya, bahkan setelah itu mereka meninggalkannya begitu saja di toilet." Candra yang merupakan salah satu staff finance tentunya membela Alena.


Jujur saja, saat berita tersebut terkuak memang menimbulkan banyak pro dan kontra. Para karyawan mengetahui bahwa Alena terkunci di kamar mandi dan ditolong oleh Arga yang merupakan CEO mereka. Tentu saja, kejadian yang diketahui oleh security yang berjaga saat itu dengan mudah tersebar. Lalu, sehari setelahnya berita pemecatan Anggi dan Intan tersebar di perusahaan mereka. Tentu saja, para karyawan mengetahui sebab dari dipecatnya kedua wanita tersebut.


Sebagian karyawan ada yang pro dengan tindakan perusahaan yang memecat Anggi dan Intan. Tindakan tegas tersebut karena perilaku kekerasan memang harus ditindak dengan tegas, dikhawatirkan keduanya akan melakukan hal tersebut kembali bila dengan mudah dimaafkan. Hal tersebut juga untuk mencegah terjadinya hal-hal yang merugian orang lain. Berbeda pendapat, untuk yang kontra terhadap pemecatan Anggi dan Intan menyayangkan tindakan tersebut karena keduanya bisa diberikan surat peringatan terlebih dahulu. Biar bagaimana pun keduanya telah berkontribusi dengan baik di perusahaan ini, sehingga mereka harusnya mendapatkan kesempatan kedua.


Hal tersebut juga menguatkan rumor mengenai Alena yang ternyata memiliki hubungan dekat dengan Arga. Beberapa hari setelahnya dikabarkan kalau Alena mengundurkan diri dari perusahaan. Teman-teman Alena mengetahui pengunduran diri Alena karena terdapat Adam yang merapikan beberapa barang Alena yang masih terdapat di ruangannya. Sekretaris kepercayaan Arga tersebut sedikit berbicara dengan Vania saat dirinya hendak membawa barang-barang milik Alena. Setelah Adam benar-benar pergi dan meninggalkan ruangan finance. Vania yang merupakan sahabatnya Alena diberondong berbagai pertanyaan orang yang penasaran dengan Alena.


"Van, mengapa Alena memutuskan untuk mengundurkan diri? Ayo jelaskan kepada kami." beberapa orang berkumpul menggerubungi Vania untuk meminta penjelasan.


Vania yang tidak ingin melakukan kesalahan lagi pada Alena tidak ingin membocorkan perihal status Alena dan Arga. Menurutnya, orang yang bersangkutan saja tidak ingin mengekspos perihal pernikahan mereka berarti keduanya belum ingin hubungan tersebut diketahui oleh publik.


"Ayo Van, jawab!!!" sahut seseorang yang berada disamping Vania.


"Iya, kami sangat penasaran. Ada hubungan apa antara Alena dan Tuan Arga?" sahut seorang wanita dibelakang Vania.


"Tentu saja karena aku tidak mempunyai kapasitas untuk menjawab hal tersebut. Hanya Alena dan Tuan Arga yang dapat menjawab pertanyaan kalian," jawab Vania dengan tenang, dia tidak mau terprovokasi dengan suara-suara sumbang yang memancingnya untuk berbicara.


"Kamu tidak usah berpura-pura Vania. Pasti kamu tahu skandal Alena kan? Jangan karena dia memiliki dukungan Tuan Arga di belakangnya lalu kamu menutupi perbuatan Alena." Diberondong dengan pertanyaan yang berturut-turut membuat Vania jengah. Dia tetap berusaha menutupi yang dia ketahui tentang Alena. Vania saat ini bukan dikelilingi oleh staff satu divisinya, namun staff divisi lainlah yang mengerubungi dan memberikan pertanyaan yang tidak ingin dia jawab.


"Ayo cepat katakan atau kau ingin seperti Alena!" Salah seorang wanita maju dan memegang kerah baju Vania yang diketahui bernama Fina. Tindakannya mengancam dari wanita tersebut tidak menyurutkan tekad Vania untuk tetap menyembunyikan pernikahan Arga dan Alena.


"Apa yang akan kamu lakukan? Ayo segera lakukan keinginanmu. Aku ingin tahu sampai mana keberanianmu." tanya Vania menantang orang tersebut dengan berani.


Vania merupakan wanita yang sedikit tomboi, walau tidak terlihat tetapi dia merupakan pemegang sabuk hitam di karate. Ya, dia adalah seorang karateka. Ditantang seperti ini malah membuat jiwa mudanya bergejolak. Dari kemarin dia sebenarnya ingin membuat perhitungan dengan Anggi dan Intan. Alena tentu saja dengan hati malaikatnya memaafkan Anggi dan Intan dengan tidak memperkarakan dan memproses keduanya di jalur hukum. Namun, Vania sangat berjuang untuk menahan diri agar tidak memberikan pelajaran kepada Anggi dan Intan karena sebelumnya Alena telah memperingatinya untuk tetap tenang.


Keheningan melanda mereka, wanita yang memegang kerah Vania tersebut sebenarnya hanya menggertak Vania. Dia tidak benar-benar ingin melakukan tindakan yang telah dilakukan oleh Anggi dan Intan. Dalam hatinya terdapat kekhawatiran karena saat ini dia telah mengancam Vania. Bisa saja rumor tersebut benar dan Alena merupakan simpanan Tuan Arga. Bisa habis riwayatnya karena di depannya saat ini adalah sahabat baik dari Alena.


"Ayo cepat! Apa yang kamu ingin lakukan? Aku dari tadi menunggu tindakanmu." Mendengar Vania menantangnya, wanita tersebut malah gemetaran. Dia menjadi takut dengan ketegasan dalam nada bicara Vania.


"Ada apa ini? Apa yang kalian lakukan di jam kerja?" Tiba-tiba terdengar suara dari depan pintu ruangan. Vania yang masih dipegang kerahnya oleh Fina menaikkan alisnya dan tersenyum miring melihat kedatangan pria di depannya ini. Fina menegukkan ludahnya sendiri. Tamatlah riwayat karirnya di perusahaan ini.