Before 25

Before 25
Bab 24 Liburan



"Mama benar-benar luar biasa” gumam Melati sambil melihat keadaan kamarnya.


Pakaiannya yang tidak terpakai lagi sudah disusun rapi dalam koper milik Mario. Rencananya pakaian-pakaian yang masih layak pakai itu akan disumbangkan Mamanya ke panti asuhan di dekat rumah mereka. Dengan begitu lemari Melati bisa muat untuk pakaian yang baru di beli.


Pojok dekat pintu tempatnya meletakkan kotak-kotak sepatu sudah bertambah satu tumpuk lagi. Sepatu itu sangat jarang dipakai oleh Melati, makanya dia tetap membiarkannya terbungkus rapi dalam kotak.


Dan yang paling menjengkelkan bagi Melati adalah isi dapur mininya. Dapur yang dari awal sudah kecil itu harus dipenuhi dengan berbagai macam benda sekarang. Mulai dari peralatan dapur baru, stok bahan makanan kering, dan juga beraneka snack. Lemari es Melati bahkan lebih parah. Berbagai jenis bahan makanan sudah tersusun rapi memenuhi lemari es kecilnya.


Melati tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan perasaannya sekarang. Memang baik baginya dan keluarganya saat ayahnya mengijinkan Mamanya menggunakan harta warisan. Tapi kalau sampai sifat boros Mamanya keluar lagi, akan ada perang di rumah mereka.


Kakek Melati dulunya seorang pengusaha sukses. Sehingga Mama Melati terbiasa menjalani hidup mewah dan bahkan terkesan suka menghamburkan uang. Tapi sejak pertemuannya dengan sang suami, Mama Melati mulai berubah. Hingga saat ini, Mama Melati berhasil menjadi ibu rumah tangga yang baik.


\*\*\*


“Mama suka banget wangi parfum kamu” Ucap Mama Melati sambil memeluk Melati. Saat ini mereka sedang berbaring di tempat tidur. Berbelanja seharian cukup membuat mereka berdua sangat kelelahan.


“Melati gak pakai parfum Ma” Ucap Melati menikmati suasana saat ini. Sudah lama dirinya tidak bermanja-manja dengan Mamanya.


“Jadi kok wangi banget gini sih?” Tanya Mama Melati


“Mama juga wangi. Ini wangi dari sabun mandi Ma” Jawab Melati


“Masa?” Mama Melati mulai mencium aroma badannya sendiri. “Wah iya nih, Mama mau dong sabun kayak punya kamu. Kamu beli dimana?” Tanya Mama Melati lagi


“Di dekat dapur Melati masih ada stok, Mama bawa aja” Jawab Melati


“Besok Mama bawa ya, biar ayah kamu makin lengket sama Mama” Canda Mama Melati


Melati lalu menguraikan pelukannya dari sang Mama. “Mama beneran balik besok?” Tanya Melati sedih


“Iya dong. Waktu mau ke sini Mama udah pesan tiket pulang pergi, sayang kalau di cancel” Jawab Mama Melati


“Masa Mama cuma sehari di sini. Melati masih kangen” Rajuk Melati


“Mama sih pengennya habiskan liburan di sini bareng kamu. Tapi tadi kan udah Mama bilang ayah kamu itu nyalakan kompor aja gak tau. Dia juga pilih-pilih soal makanan, ayah kamu bisa sakit kalau makan mi instan terus” Jelas Mama Melati


“Kan ada Bang Mario di sana” Ucap Melati


“Abang kamu itu sama aja lagipula dia ada perjalanan bisnis, lusa dia berangkat. Katanya sih sekalian liburan tahun baru di London” Ucap Mama Melati


“London? Enak banget” Ucap Melati


“Sekalian kerja sayang. Paling liburnya cuma dua hari” Lanjut Mama Melati


“Terus cuma kita bertiga doang di rumah?” Tanya Melati


“Kamu gak usah pulang, disini aja bareng teman-teman kamu. Sekali-sekali menghabiskan liburan sama teman kan seru. Mama udah punya rencana untuk ayah kamu” Jawab Mama Melati


“Nanti ayah bisa marah kalau Melati gak pulang” Ucap Melati ragu


“Tenang aja, Mama udah urus semuanya” Ucap Mama Melati sambil mengelus rambut Melati. “Oh iya kamu mau kado ulang tahun apa?” Tanya Mama Melati lagi


“Cukup Ma, hari ini Mama udah boros banget. Kalau ayah tahu bisa marah besar” Ucap Melati cepat


“Kan udah Mama bilang tenang aja. Mama udah punya rencana untuk ayah kamu, ayah kamu bakal bertekuk lutut sama Mama. Kamu mau hadiah apa, ayo bilang” Bujuk Mama Melati


“Melati gak mau apa-apa sih Ma. Sekarang ini Melati udah bahagia” Jawab Melati


Mama Melati tersenyum menatap anak perempuannya itu. Rasa bahagia langsung memenuhi hatinya saat melihat Melati juga ikut tersenyum bersamanya. Hal ini yang sangat dirindukan Mama Melati. Dulu mereka sering menghabiskan waktu bersama layaknya kakak dan adik, dan sekarang secara perlahan nuansa itu kembali hadir.


\*\*\*


Setelah mengantarkan Mamanya ke bandara, Melati lalu pulang bersama Adnan. Adnan tadi menawarkan untuk menjemput Melati dari bandara. Adnan sangat terkejut saat Melati mengatakan bahwa Mamanya ada di kost. Adnan langsung teringat perbuatannya kemarin. Apakah Mama Melati menyadari perbuatannya itu, pikir Adnan.


“Mama kamu ada tanyain tentang aku gak?” Tanya Adnan. Mereka sedang berkendara dan tangan Melati erat memeluk Adnan dari belakang.


“Ada. Mama bilang selama kamu baik dan bertanggung jawab, Mama bisa terima kamu” Jawab Melati. Perasaan lega langsung memenuhi hati Adnan. Restu dari calon mertua adalah hal yang amat sangat penting.


“Aku gak pulang. Kata Mama aku liburan di sini aja, Mama sama ayah kayaknya punya rencana lain” Jawab Melati


“Wah bagus dong. Aku juga gak pulang liburan ini, soalnya keluarga aku mau pergi liburan ke kampung ayah.” Ucap Adnan bersemangat


“Kalau gitu kamu mau gak temani aku liburan? Rara udah berangkat malam tadi ke luar negri” Ucap Melati


“Kita harus nyusun rencana untuk liburan mel. Kita punya waktu seminggu lebih untuk bisa pergi liburan berdua” Ucap Adnan


Aku cuma mau lihat pesta kembang api waktu pergantian tahun sih. Aku udah lama banget pengen lihat itu, tapi gak pernah diijinin” Ucap Melati


“Kalau gitu semua yang kamu inginkan akan kita wujudkan tahun ini” Ucap Adnan senang


***


“Emmm, Mel.. bibir kamu udah baikan kan?” Tanya Adnan pelan


Saat ini mereka sedang berada di taman hiburan. Melati sangat ingin pergi ke taman hiburan ini lagi, tapi hanya berdua dengan Adnan.


“Udah baikan kok” Jawab Melati malu. Mereka sedang menaiki wahana kincir angin berdua.


Angin malam yang sejuk membuat suasana malam sedikit romantis. Apalagi hanya ada mereka berdua di situ. Pemandangan malam dari puncak pun tak kalah menambah keindahan malam ini.


Perlahan Adnan menyentuh belakang leher Melati, menariknya mendekat dan mencium Melati dengan lembut. Ciuman mereka sangat lembut dan menghanyutkan.


“Mel” ucap Adnan sambil mengatur nafasnya


“Iya” Jawab Melati pelan. Ciuman barusan sangat berbeda dari biasanya, seperti ada api yang mulai membakar tubuh Melati


“Kalau aku minta sesuatu yang lebih dari ini, apa kamu bakal kasih? Aku berjanji akan bertanggung jawab” Ucap Adnan, melihat Melati yang hanya diam membuat Adnan frustasi.


“Kalau kamu menolak aku akan terima. Tapi aku gak tahu kenapa aku sangat membutuhkan kamu saat ini, seutuhnya” Nada suara Adnan berubah sensual.


Mendengar itu Melati sampai merinding. Tidak pernah sekalipun Melati membayangkan bahwa Adnan akan mengajaknya melakukan hal itu secepat ini. Mereka baru lima bulan menjalin hubungan.


“Aku butuh jawaban kamu Mel” Bujuk Adnan


Sebuah anggukan membuat Adnan tidak bisa menahan teriakannya. Adnan sungguh senang luar biasa saat ini.


“Tapi gak bisa sekarang, aku lagi dapat” Ucap Melati pelan. Melati menundukkan kepalanya malu, dirinya sungguh luar biasa malu saat ini. Membicarakan sesuatu yang sangat intim dengan lawan jenis, terlebih orang itu adalah Adnan.


Tangan Adnan perlahan meraih wajah Melati, menghadapkannya ke arah pandangan Adnan.


“Kalau gitu kapan kita bisa melakukannya?” Tanya Adnan lembut


“Mungkin sekitar 4-5 hari lagi” Jawab Melati pelan


“Baiklah, aku akan menyiapkan semuanya” Ucap Adnan lalu mencium Melati sekali lagi


\*\*\*


Pukul 11 malam Melati baru sampai di kost. Kost Melati bisa dikatakan sangat bebas untuk jam malam. Hal itu di karenakan orang-orang yang tinggal di sana sebagian besar adalah karyawan. Terkadang mereka bisa pulang larut malam bahkan dini hari, sehingga penjaga kost tidak pernah mengunci pagar di atas jam 2 dini hari.


Melati langsung membuka buku catatan kecilnya yang berisi apa-apa saja yang ingin dilakukannya sebelum berusia 25 tahun.


“Sebentar lagi semuanya akan terwujud.” Pekik Melati kegirangan.


“Aku mungkin gila karena mengharapkan hal semacam ini. Tapi semua orang ingin aku begini, mereka ingin aku menjadi gadis liar yang tidak tahu malu. Aku mungkin melakukannya tapi bukan untuk mereka, aku hanya ingin merasakan seperti apa hidup yang selalu mereka tujukan padaku selama ini. Ya, hanya ingin merasakannya saja” Gumam Melati membayangkan kejadian saat 4 tahun lalu dan juga saat dengan Silvi.


\*\*\*


Mungkin benar luka itu tidak pernah sembuh


Luka itu bersembunyi dengan berbagai bentuk topeng


Menunggu saat yang tepat untuk menghancurkan lebih banyak lagi