Beauty And Elf

Beauty And Elf
Bab 48 : Keahlian Baru



Angin berhembus lembut menyapa helaian rambut dan kulitku yang sedang bermain bersama Atreus di bawah sebuah pohon oak tua nan rimbun, sementara Zayn serta warna desa dan para petinggi kerajaan tengah sibuk membangun jembatan baru untuk menghubungkan desa dan kerajaan.


Atreus tertawa dengan riang, melihat kelakuan salah seorang bocah Elf warga desa yang begitu jenaka. Anak laki-laki itu bernama Kevin, seorang Elf kecil yang menggemaskan serta penuh energi, membuat Atreus juga ikut tertawa senang.


Selain desa Walton, desa lainnya sudah kami berikan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing desa berdasarkan survei yang dilakukan oleh beberapa orang prajurit kerajaan kepada masyarakat langsung.


"Yang mulia ratu, kenapa telinga Pangeran Atreus tidak meruncing seperti milikku?" tanya Kevin tiba-tiba dengan polosnya, memperhatikan bentuk telinga Atreus yang sama seperti milikku.


Aku tersenyum lembut, mengusap puncak kepala anak yang menggemaskan itu penuh sayang.


"Karena Atreus adalah anak yang spesial, lihat, telinga Atreus sama seperti punyaku," jawabku singkat seraya menunjukkan telingaku yang tadinya tertutup oleh rambut.


Bibir kecil milik Kevin membentuk huruf O yang amat lucu. "wah, telinga yang mulia ratu juga sangat unik! sangatlah berbeda dari pada milik kami semua."


Aku dan Kevin lalu berbincang ringan selayaknya orang dewasa dan anak-anak pada umumnya, anak itu sangat menggemaskan dan pandai berbicara namun tetap sopan membuatku sangat menyukainya.


Anak itu menanyakan banyak hal yang random sekaligus lucu, membuatku sesekali tertawa geli menanggapi pertanyaan dari Kevin.


Jembatan penghubung yang telah di desain oleh Zayn sesaat sebelum tiba di desa memang sangat mengagumkan, tak sulit untuk dikerjakan dalam waktu singkat namun memiliki kekuatan yang cukup mumpuni.


Semua orang yang terlibat bekerja dengan semangat, mengikuti arahan Zayn dengan, bekerja dengan kompak demi kepentingan rakyat. Sungguh seorang raja yang patut untuk dicintai oleh setiap rakyatnya.


Hari mulai beranjak sore, setelah bekerja keras secara bersama-sama selama nyaris satu pekan, akhirnya jembatan itu benar-benar berdiri tegak berkat konstruksi yang baik serta bantuan dari kekuatan sihir milik para Elf.


Semua orang nampak tersenyum bahagia akhirnya pekerjaan mereka sudah selesai dengan baik sehingga desa Walton dan kerajaan bisa kembali terhubung sebagai mana mestinya.


"Terima kasih sudah sudi datang sendiri untuk membantu desa kami, yang mulia raja dan yang mulia ratu," ucap Tuan Morgan berterima kasih dengan senyum haru diikuti oleh para warga desa lainnya yang turut berterima kasih.


Zayn hanya tersenyum, mengangguk menanggapi rasa terima kasih para rakyat desa.


Aku bahagia, sungguh, rakyat kerajaan ini baik di desa mau pun di kota pusat pemerintahan semuanya bekerja sama dengan kompak tanpa ada setitik pun perselisihan.


...****************...


Aku membusungkan dada, menarik anak panah yang sudah aku masukkan ke dalam busur panah mengikuti instruksi dari Viona untuk memulai latihan memanah kembali setelah sekian lama.


Aku sudah pulang ke istana dengan selamat dan memutuskan untuk terus berlatih memanah bersama Viona yang sudah diangkat oleh Zayn sebagai pelatih khusus untukku.


Selain bekerja sebagai pelatih khusus untukku, Viona juga bekerja sebagai salah satu pengawalku sekaligus dayang.


"Bagus yang mulia ratu! Keahlian memanah Anda sekarang sudah semakin baik, saya bangga sekali," puji Viona dengan seulas senyuman puas.


"Aku cukup kelelahan menyeimbangkan posisi tubuhku saat masih hamil waktu itu, syukurlah sekarang Atreus sudah bisa untuk aku tinggal berlatih lagi," balasku dengan senyuman senang.


Aku kembali meraih busurku, membidik targetku sebelum menembakan anak panah menuju target berupa sebuah apel merah yang berjarak ratusan meter dariku.


"Lihat, lihat! Anda memang sangat luar biasa, yang mulia ratu!"


"Ya ampun, apa ini kenapa kalian heboh sekali?" Zayn datang sekonyong-konyong seraya menggendong Atreus yang juga sedang tersenyum dengan sangat menggemaskan.


"Ah, salam, yang mulia raja," ucap Viona memberikan hormatnya kepada Zayn.


"Yang mulia ratu berhasil mengenai semua targetnya dengan sangat akurat yang mulia raja. Saya sangat senang sekaligus bangga sampai tanpa sadar membuat kegaduhan," jelas Viona kemudian.


Zayn mengamati semua target yang ada di depannya, sontak saja senyuman bangga tercetak dengan jelas di wajah tampannya.


"Lihatlah itu, Atreus. Ibumu sangat hebat, dia bahkan bisa memanah dengan sebaik itu setelah berusaha keras berlatih sejak sedang hamil besar," ucap Zayn antusias kepada Atreus.


"Itu semua karena yang mulia ratu sangat gigih dalam berlatih, yang mulia," imbuh Viona bangga.


"Dia memang sangat keras jika sudah memiliki ambisi, jadi aku tidak heran kalau dia kini sudah benar-benar mahir menggunakan busurnya," papar Zayn sambil mengecup singkat puncak kepalaku.


Ada kepuasan sendiri setelah aku berhasil menaklukkan banyak tantangan seperti ini. Setelah bisa memanah dengan baik, kini aku harus belajar menyulam dan merajut juga sebagai standar untuk menjadi ratu yang sempurna.


Paman Elliott bilang dia belum bisa menemukan guru menyulam dan merajut untukku, makanya aku lebih memilih untuk fokus melakukan latihan memanah setelah pekerjaanku mengurus administrasi serta keuangan negara selesai.


Selain merasa memanah bisa menjadi hiburan disamping kesibukanku sehari-hari sebagai seorang ratu, aku juga merasa tubuhku terasa lebih sehat dan bugar karena banyaknya pemanasan yang aku lakukan sebelum mulai memanah.


"Paman Elliott masih belum menemukan guru menyulam dan merajut untukku?" tanyaku kepada Zayn setelah menyuruh Viona dan semua dayang memberikan kami ruang untuk bicara berdua.


Zayn menggeleng. "masih belum. menemukan guru menyulam dan merajut ditengah negeri yang sebagian besar penghidupannya berasal dari pertanian memang cukup sulit."


Di dunia Elf, sebagian besar rakyatnya hanya mau membeli pakaian jadi maka sangat jarang ada orang yang memiliki keterampilan menjahit yang mendalam seperti yang aku butuhkan.


Sebagian besar para wanita Elf dewasa hanya bisa memasak atau bekerja di ladang pertanian untuk membantu suami atau orang tua mereka, tidak banyak yang tertarik untuk bisa menjahit apalagi sampai menyulam dan merajut.


Aku memijat kedua pelipisku. "ya sudah kalau begitu apa boleh buat, sepertinya aku akan ikut mencari diwaktu senggang juga siapa tahu bisa menemukan sendiri guru yang kepribadiannya cocok denganku."


"Kalau itu yang kamu inginkan, maka baiklah. Ayo, sekarang kita harus bergegas menuju aula utama istana karena hari ini kita memiliki jadwal upacara penyampaian keluhan rakyat," balas Zayn sambil menggamit tanganku, membawa diriku menjauh dari area memanah.


Jika Zayn tidak mengingatkan kembali, aku pasti sudah lupa akan upacara penyampaian keluhan rakyat yang akan digelar hari ini.


Upacara penyampaian keluhan rakyat adalah sebuah acara dimana raja dan ratu akan mendengarkan keluhan para rakyat secara langsung.


Sebelum sampai ke istana untuk menyampaikan keluhannya, rakyat yang berniat mengajukan perkaranya kepada raja dan ratu harus memiliki beberapa persyaratan untuk menghindari penyampaian keluhan yang tidak begitu penting.


"Semoga hari ini ada kasus yang menarik," aku bergumam sambil mengikuti langkah Zayn menuju aula utama istana.