Baby Love

Baby Love
Bab 8



Dua minggu berlalu, Vigra belum bertemu dengan Nona dan frenzy lagi, karena disibukkan oleh ujian akhir semester. Ini mata kuliah terakhir yang dia ambil, semester depan dia rencananya mau mengambil skripsi. Rencananya, entah realisasinya.


Mereka sudah saling bertukar no telpun, dan saling berkirim kabar yang 90% isinya menanyakan perihal kabar Frenzy.


Nona sudah pindah ke rumah kontrakannya, sekali lagi dia menolak ajakan ibu panti,untuk tinggal disana . Dan untuk pekerjaannya, nyonya diana benar benar sangat membantunya kali ini. Dia meminta Nona bekerja dirumah, segala alat untuk membuat roti dan bahan dia pindahkan ke rumah nona. Jadi nona membuat roti dirumah, begitu selesai ada pegawai dari nyonya diana yang datang kerumah untuk mengambilnya. Jadi Nona masih bisa bekerja dari rumah.


Sungguh, Nona merupakan sosok wanita yang tegar dan pekerja keras.Gadis eh wanita cantik itu yang sekarang menyandang status baru sebagai single parent benar benar bekerja keras,mengurus anak sendiri dan bekerja mencari uang sendiri.


Ketika frenzy tidur, dia mulai bekerja.


Frenzy pun tipikal bayi yang anteng tidak rewek, tidak suka begadang. Sungguh,bayik kecil cantik ini benar benar membantu ibunya.


Dan hari ini setelah 2 minggu tidak bertemu, Vigra bermaksud mengunjungi Frenzy. Setelah mengirim sharelock via chat, Vigra berangkat menuju kediaman Nona.


Tidak butuh waktu lama, dia sudah sampai.


Mobilnya dia parkir di pinggir jalan mengingat rumah Nona berada di dalam sebuah gang. Dia turun dari mobil sambil menjinjing parcel buah-buahan yang tadi dia beli dalam perjalanan. Setelah berjalan kurang lebih 200meter dia sampai di rumah ber halaman kecil, rumah minimalis sederhana bercat kuning.


Tok..tok..tok..


Vigra mengetuk pintu lalu tak berapa lama ada suara langkah kaki dan membukakan pintu


" eh mas gra...ayo masuk mas..tuh frenzy kebetulan baru bangun..sebentar aku ambil dulu " sapa Nona.


Vigra masuk dan meletakkan buah yang dia bawa di atas meja lalu dia mendudukkan badannya di kursi ruang tamu. Tak berapa lama Nona keluar menggendong frenzy yang sekarang tampak lebih gempal.


ahhhh....jantungnya meletup letup bahagia menatap si bayik. awowowo...apakah dia pengidap pedofil? kenapa segitu senangnya dengan seorang bayi.


"nih..mau gendong mas? katanya kangen? " ucapan Nona membuyarkan lamunannya


" ah iyaa..sini sini...duh..om kangen banget cantiikk.." kata vigra sambil menggendong dan menciumi frenzy. si bayi hanya menggeliat geli ketika di ciumi.


" ahhh..kamu wangii bangeett sihh.."


Nona meninggalkan anaknya dan berjalan menuju dapur, membuatkan minuman untuk vigra.


" ini mas minumnya..diminum dulu"


Vigra tidak merespon,masih asyik menciumi dan mengajak ngobrol Frenzy yang tentu saja hanya di tatap dengan tatapan kosong, belum paham.


Nona tersenyum dan memanggil lagi


" Mas gra.. minum dulu " dia agak mengeraskan suaranya.


"kamu disini sendiri? "


" enggak mas "


" Lah sama siapa? ibu panti?"


" enggak..aku tinggal sama frenzy mas"


" yaelaahh..itu juga gw tau non.."


Nona tertawa,manis. eh


sudah merasa agak akrab, Vigra mulai memanggil elo gw .


" maksudnya berdua aja? lalu? kalo kamu kerja?"


" aku kerja dirumah mas..nyonya diana memindahkan semua alat alat nya kerumah, jadi aku tiap hari bikin kue nanti kalo udah selesai ada pegawai nya yang data g ngambil kerumah"


" oh gitu..lalu frenzy? kalo kamu pas bikin kue dia gimana? dia gak mungkin bantuin kan.."


pertanyaan absurd.


" hahaha..enggak lah mas..aku bisa atur..ak bkinnya kalo dia pas tidur..lagian aku sehari cuman bkin 3 cake..ada tambahan kalo semisal ada dadakan pesanan kue ulang tahun aja mas..sejauh ini sih semua aman terkendali, frenzy masih bisa di ajak kerja sama kok mas.." jelasnya panjang lebar.


"hmm..gitu..pasti capek ya? kamu kurusan deh non..udah makan?"


" udah kok mas..aku makan gak pernah telat,biar asi aku banyak..kan g usah beli susu mas..irit.." jelasnya jujur.


ahh..miris


" kamu kalo butuh bantuan jagain frenzy, telpun aku aja ya..aku bantuin " tawar Vigra.


"jangan merasa sendiri..meski kita baru aja kenal, tapi lo bisa kok andelin gw non..lo yang semangat ya..frenzy cuman punya lo..jadi lo harus kuat!! jangan suka mewek malem malem sendirian ya.."


Mendengar ucapan Vigra yang menenangkan, Nona menunduk berusaha menahan tangis.


" tapi kalo lo mau mewek sekarang gpp kok non, pertama ini masih siang kedua lo ga sendiri..kalo lo malu, gw madep tembok deh " ucapnya sembari mengarahkan badannya menghadap tembok. Tak ayal ucapan dan perilakunya membuat Nona menangis sambil tertawa.


"hahahha...kamu lucu mas...makasih ya mas..makasih hiks..hiks..."


nah loh..Vigra jadi bingung sendiri.