Baby Love

Baby Love
Bab 26



Malam hari di kediaman keluarga Lusanka.


Papa erwin,mama neni dan juga vigra sedang makan malam bersama.


"pa..ma..aku rencana mau bukain si Nona usaha..biar dia gak melulu kerja di toko roti nyonya diana, menurut papa mama gimana?" Vigra membuka obrolan.


"hmmm..papa mama sih setuju aja..gimana baiknya aja buat kalian.."


" cuman dia gak mau kalo aku bikinin semuanya, dia maunya pinjam modal,nanti di balikin..duh..ribet amat sih dia.." keluh vigra


" wuih..bagus itu! itu artinya calon mantu mama enggak matrematreclub. sip..kamu emang gak salah pilih deh " puji mamanya


" kamu atur aja,turuti kemauan dia jika memang dia maunya pinjam modal,ntar kamu bukain toko rotinya di ruko milik papa yang deket arah kantor kita itu...yang ada di kawasan jalan teratai.." perintah papanya.


" oke deh pa..makasih ya pa.."


" trus? jadinya mau nikah kapan? gak usah di tunda-tunda..ntar kejadian kayak kemarin lagi.." goda papanya


" papa kok tau?" tanya vigra penuh selidik.


"tau lah..mata papa dimana mana "


Vigra menutup wajahnya,malu.


" apaan sih pa? kok mama gak ngerti?"


" itu..anaknya pak bagus,klien papa yang proyeknya dipegang sama anak mama tuh..nah anaknya godain si vigra dikantor.."


" wuiihh..beneran? trus trus? vigra tergoda pah?" mama antusias sekali


" tanya aja sendiri sama anak kamu ma.."


Papa erwin kembali asyik menghabiskan makanan di piringnya. Vigra menjawab malas melihat tatapan mata mamanya yang kepo akut. Kalau tak dijawab pasti bakal meneror terus, tapi kalo diceritain pasti pertanyaannya selalu detail dan absurd


" ya gitu maaa...dia tu deketin terus..cuman aku gak pernah peduliin. sampai akhirnya dia pernah telpun ngajak nonton, cuman waktu dia telpun,yang angkat si frenzy tuh.."


" ahh..mama ingat!! waktu frenzy main kesini itu ya? " vigra mengangguk.


" trus..trus...wah seru nih...ayok lanjut.."


" yaudah, dia kaget..dia gak percaya..nah pas di kantor kemarin itu, akhirnya aku jelasin kalo itu calon anak aku, eh dia njelek-jelekin status si nona..trus abis itu dia deketin aku,mau nyium aku.."


" wuoohhhh...trus kamu mau??"


" yeee..emangnya aku lelaki apapun...enggak lah ma.."


" wiihh..keren..trus caramu menolak ciumannya gimana?" tuh kan,nanyanya detail.


" hahahah..sadis banget penolakanmu..hancur pasti itu harga dirinya"


" ya abisnya dia ngeyel ma..di tolak halus gak paham.."


" trus? dia membatalkan kerjasamanya pa?"


" enggak lah ma..papa dia kan temen kuliah papa dulu..dan untungnya papa nya gak ikut campur.." jelas papa erwin. Mama hanya membulatkan mulutnya tanda mengerti.


" tapi sejak kejadian itu, nona jadi merasa rendah diri ma..karena merasa yatim piatu,janda,lulusan sma..dia merasa gak selevel sama aku.."


" bilang donk..mama papa gak pernah mempermasalahkan dengan semua latar belakangnya "


"yaudah ma..tapi ya namanya minder..gimana lagi..trus akhirnya aku tawarin dia kuliah atau bikin bisnis sesuai skill dia "


" trus dia milih bikin bisnis?"


" enggak juga sih ma, aku yang pilihin..abisnya kalo kuliah,aku pikir-pikir ntar kalo dia banyak yang naksir gimana? kan dia gak keliatan kalo udah punya anak"


" hahahaha..belum belum udah cemburu..yaudah, apapun keputusan kamu mama dukung penuh.."


"yaudah minggu depan kita lamar secara resmi aja si nona..trus bulan depan langsung nikah.." perintah papa erwin disambut anggukan kepala vigra.


***


Acara lamaran berlangsung di panti asuhan, Ibu dan bapak panti yang menjadi wali Nona. Terlihat kebahagiaan dari sorot mata kedua orang tua itu. Rasanya lega dan bahagia bisa melihat kebahagiaan anak asuhnya,setelah takdir buruk menimpanya di usia yang terbilang muda.


"semoga setelah ini kamu bahagia selalu nak..doa ibu selalu menyertaimu " ibu mirna memeluk Nona dengan erat kemudian beralih ke vigra ,memegang tangannya


" ibu sudah menduga,bahwa kamu yang akan menjadi ayah frenzy nak vigra..semenjak ibu melihatmu menggendong frenzy kala itu..ahh..ibu titip nona dan frenzy ya nak vigra..tolong bahagiakan mereka berdua.." kali ini ibu mirna mengatakannya sembari berderai air mata.


" pasti bu!! percaya sama saya..karena kebahagiaan mereka itu kebahagiaan saya.." ucap vigra tegas sembari mengeratkan genggaman tangan ibu mirna.


Setelah acara lamaran secara resmi, mereka hanya memiliki waktu kurang lebih 4 minggu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Yang heboh dan paling sibuk,pastilah mama neni. Dia mempersiapkan segala sesuatunya sendiri, meskipun mereka sudah menyewa WO tapi tetap saja, mama neni repot. Lebih tepatnya, merepotkan dirinya sendiri.


Disisi lain, Vigra selesai mempersiapkan segala keperluan untuk pembukaan bakery shop milik Nona. Setelah acara lamaran, nona berpamitan untuk berhenti bekerja kepada nyonya diana dan tak lupa mengucapkan banyak terima kasih karena Nyonya diana lah yang selalu membantunya selama ini. Ucapan terima kasih sebanyak apapun tak akan cukup untuk membalas kebaikan nyonya diana.


Tepat seminggu sebelum pernikahannya, bakery shop bernama Nona Bakery sudah soft opening, memiliki 10 orang pegawai yang akan membantunya mengembangkan bisnis ini. Vigra benar-benar menepati janjinya untuk membantu Nona merintis bisnisnya.


" mas gra...ini terlalu besar..dan semua sudah komplit..ini namanya bukan merintis usaha lagi mas..tapi menjalankan usaha..." ucap Nona terharu.


" sudahlah..anggap saja ini kado pernikahan dari ku..kamu bisa mengembangkan bakat dan skill kamu selama ini, kamu bisa memilih menu apa yang akan dijadikan andalan disini...kamu juga bisa mencoba berbagai resep disini..aku sudah menempatkan 5 orang yang akan membantu kamu di dapur..sisanya akan bekerja melayani pembeli"


" ahhh..aku jadi pengen nangis mas..aku bisa balas apa atas kebaikan kamu selama ini mas " ucap nona sambil menghambur ke pelukan vigra


" jadilah istriku dan cintai aku sampai maut memisahkan kita..."