
Kedua bayi berpipi merah yang memiliki wajah berbeda itu,tampak tertidur pulas di box bayi mereka masing-masing. Mereka merupakan sepasang bayi kembar fraternal alias kembar tidak identik. Dua buah sel telur di buahi dua buah ****** maka inilah yang membuat mereka memiliki wajah tidak identik alias tidak mirip.
Bayi laki-laki yang sudah resmi memiliki nama panggilan Rakai ini memiliki hidung mancung dan alis tebal. Berkulit putih. Rambutnya belum terlihat ikal seperti sang Papa atau lurus seperti sang mama. Yang jelas Rakai terlihat tampan dan menggemaskan.
Sedangkan Nayanika, yang lahirnya beda 5 menit dengan sang kakak, memiliki bulu mata lentik seperti sang mama, namun badannya lebih kecil dari Rakai. Bayi lucu ini pun terlihat cantik dan menggemaskan.
Mbak Juju mengasuh Rakai sedangkan mbak jiji bertugas mengasuh Nayanika. Mereka bertugas memandikan,menggantikan popok sekaligus menidurkan mereka.
Sementara itu, waktu untuk menyusui mereka pun berbeda. Ketika Rakai sedang tertidur pulas, Nayanika akan menyusu. Demikian juga sebaliknya. Hal ini terasa sangat menyenangkan dan tidak merepotkan bagi sang Ibu. Karena dapat menyusui mereka secara bergantian. Terkadang, jika mereka berdua belum ada yang menyusu, Nona akan memompa ASI dan meletakkannya ke dalam kulkas.
Namun entah kenapa, sore ini Rakai dan Nayanika menangis secara bersamaan. Hal ini cukup membuat kerepotan para pengasuh mereka. Nona yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya, segera berlari ke kamar si kembar yang letaknya berseberangan dengan kamarnya. Rumah tampak lengang karena Papa erwin dan Mama Neni serta Frenzy sedang pergi jalan-jalan. Semenjak adiknya lahir,memang Frenzy lebih banyak menghabiskan waktu bersama Opa dan Omanya. Sementara sang Papa, sudah seminggu ini sibuk dikantor. Dan hanya bertemu dengan si kembar ketika malam telah tiba dan mereka berdua sudah tertidur pulas.
Pintu kamar si kembar terbuka, Nona memasukkan tubuh mungilnya ke dalam ruangan tersebut.
" Kenapa mbak? " tanyanya sembari mendekati mereka.
" habis mandi mereka nangis barengan nyonya.." jawab mbak Juju
" sepertinya minta nen.." timpal mbak Jiji
" yaudah, sini..Rakai biar nyusu dulu, Nayanika minum dari botol aja mbak ..tolong hangatin dulu ASI nya.." perintah Nona sembari meraih Rakai dalam gendongannya.
Ketika sudah berada dalam gendongan sang Mama, Rakai langsung terdiam dan menikmati santap sorenya. Sementara Nayanika masih menangis karena lapar. Nona tampak cemas melihatnya.
" mbak juju lama banget sih.."
Mbak Jiji pun tampak gelisah sembari menggendong Nayanika, berusaha untuk menenangkan bayi cantik itu agar sabar menunggu.
Yaelah..bayi disuruh sabar.
" mbak jiji..udah..Nayanika nen sebelah kiri aja sini...kasian nangisnya..haus banget itu.." ucap Nona. Akhirnya dia menyerah, tak tega melihat sang anak menangis karena kehausan.
" nyonya yakin? gimana caranya?"
Nona tampak berfikir sejenak kemudian
" mbak jiji taruh Nika di sisi kiri, sambil pegangin ya..biar dia nen dulu.."
Ah..lagi ribet gini, emang beneran ribet deh kalo manggilnya Nayanika.
Mbak Jiji melakukan perintah sang majikan. Dan ketika bayi kecil itu menemukan apa yang dia cari, seketika tangisnya redam.
Tak berapa lama mbak juju datang membawa sebotol ASI.
" maaf nyonya lama.."
" iya gak papa..ini udah ***** kok.." jawab Nona dengan lembut.
Suasana sudah kembali hening ketika kedua bayi itu sibuk mengenyot sumber makanan mereka satu-satunya saat ini. Mbak Juju berada di sisi sebelah kanan membantu memegangi Nayanika, sedangkan mbak Jiji di sisi sebelah kiri memegangi Rakai.
Sementara Nona sedang meregangkan kedua tangannya yang pegal karena sedari tadi menahan beban kedua bayinya ketika menyusu.
Sementara yang di berikan senyuman, malah mengernyitkan dahi memandangi pemandangan di depannya. Vigra menatap dada sang istri yang terbuka lebar dengan payudara sisi kiri menyusui Rakai dan sebelah kanan menyusui Nayanika. Sementara kedua baby sitternya dengan sigap memegangi kedua bayi tersebut.
Sepersekian detik dirinya merasa spechlees dengan pemandangan tersebut namun ketika keterkejutan sudah memudar, dirinya pun tertawa terbahak-bahak.
" kamu kayak kucing deh Non.." begitu komentarnya pertama kali, membuat dua babysitternya menahan tawa dan membuat sang istri cemberut.
Menyadari bahwa sang istri cemberut, dirinya pun terkesiap.
" mbak juju sama mbak jiji keluar aja, biar saya yang bantuin ibu megangin.."
Mereka berdua pun menatap sang majikan kemudian mengangguk. Vigra dengan sigap menopang tubuh Nayanika yang sudah terlihat lebih gempal dari 2 bulan yang lalu ketika dirinya dilahirkan.
Setelah kedua baby sitternya keluar kamar dan menutup pintu, Nona langsung melotot ke arah sang suami
" ngapain?? mau liat kucing nyusuin?"
" heheeh..gitu aja ngambek..kan kucing tu lucu menggemaskan non.."
" bodo amat.."
" abisnya kan aku kaget..masuk kamar melihat pemandangan kayak tadi..emang gimana ceritanya kok nen nya barengan? gak pakai botol? stok ASI mu habis?"
" enggak, tadi mbak juju manasin ASI nya kelamaan..keburu laper..yaudah aku nenenin aja barengan..kanan ama kiri.."
" wuih..hebatnya istri aku.." puji Vigra sembari mencium kening sang istri. Kemudian pandangannya beralih ke arah kedua anak kembarnya secara bergantian
" hey ..kalian nih papa pinjemin nen nya papa buat kalian..jangan lama-lama lho..papa juga pengen nyusu ini.." ucapnya kepada kedua bayi yang masih sibuk mengenyot dengan penuh semangat.
" ihh..apaan sih mas gra.." ucap Nona sembari memukul pundak sang suami dan tertawa geli
" ya kan bener Non..itu kan dulu punyaku..sekarang aku pinjemin deh..aku ikhlas..."
" hahaha..ya ikhlas dong..orang sama anak sendiri.."
" eh tapi tunggu..mereka kan udah dua bulan kan?"
" iya..kenapa?"
" berarti aku liburnya udahan dong..masuknya kapan nih?" ucapnya dengan senyum smirk menggoda membuat sang istri tersipu malu.
" maunya kapan?"
" wuuiihh..kalo ditanya kapan, sekarang juga mau lah.." ucapnya penuh semangat membuat Nona tersenyum geli.
" hey kalian..nen nya udahan dong..gantian papa ya..papa udah lama banget nih gak nen, nanti kalo papa jadi gizi buruk gimana dong.." ucap Vigra kepada kedua buah hatinya.
Omaigoottt...Papa gesrek be like.