
Seminggu setelah pemeriksaan, kini pasangan muda ini kembali mengunjungi ruang praktek dokter Amanda. Mereka berdua sudah duduk manis berhadapan dengan sang dokter yang sudah memegang amplop berisi hasil laboratorium kesehatan mereka. Tampak raut muka cemas menghiasi pasangan muda ini.
" haloo..kita ketemu lagi..siap dengerin hasil lab nya?" sapa dokter Amanda membuka percakapan sekaligus membuyarkan sedikit kecemasan pada kedua pasiennya.
" siap dong dok..!! " jawab Vigra dengan penuh semangat membuat sang dokter tersenyum simpul.
" oke..baiklah...saya akan jelaskan hasil lab kalian berdua...ehem..ehem.."
Dokter Amanda berdehem sejenak, sengaja mengulur pembicaraan karna sesungguhnya dia sangat menikmati wajah cemas yang tersirat di kedua pasiennya. Terutama air muka Vigra yang selama ini terkenal dengan kecuekannya dan selalu santai dalam kondisi apapun. Setidaknya itulah yang di ucapkan Mama Neni di depan dokter Amanda beberapa waktu yang lalu.
" setelah saya periksa secara keseluruhan, kondisi kesehatan kalian berdua dalam keadaan sehat dan bagus, bisa hamil kapan saja..."
Sepasang suami istri ini langsung tersenyum sumringah mendengarkan penjelasan dokter Amanda. Mereka berdua saling berpandangan kemudian menautkan kedua jari jemari mereka.
" namun mungkin kalian bertanya, kenapa sudah cukup lama menikah, nyonya Nona tak kunjung hamil, benar begitu? "
" iya dok..benar.." jawab Nona
" hmmm..kalo secara medis, kalian normal dan sehat, jadi mungkin kalian hanya tinggal menunggu saja, kapan akan mendapatkan rezeki dari Tuhan..yang penting, makan makanan bergizi, kurangi junk food, olahraga pagi dan olahraga malam tentunya..itu jangan lupa.." goda dokter Amanda membuat pipi Nona merona.
" dan satu lagi..jangan terlalu stress..jangan terlalu capek..mungkin kalian bisa honeymoon lagi..agar bisa lebih rileks..silakan di coba dulu saran dari saya.."
Vigra dan Nona pun hanya mengangguk-anggukan kepala dan mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya meninggalkan ruang praktek Dokter Kandungan ternama di kota tersebut.
****
Dan sore ini, mereka sudah berada di salah satu villa milik keluarga Lusaka di kawasan puncak. Setelah pulang dari konsultasi kemarin, mama Neni tak henti-hentinya mencerca mereka dengan berbagai pertanyaan. Dan setelah mengetahui hasil pemeriksaan mereka berdua yang ternyata normal, mama Neni langsung memaksa mereka berdua untuk liburan ke villa mereka yang terletak di kawasan puncak.
" udah,kalian liburan deh seminggu gitu di puncak..kan disana tuh dingin kan..jadi nanti pasti rasanya pengen kelonan terus deh...oke..!! Frenzy biar sama mama, kalian gak usah kwatir, Vigra kamu cuti seminggu ke kantor, bilang tuh sama Papa biar ijinin kamu..trus kamu Nona, bilang sama karyawan kamu, suruh handel toko selama seminggu, pokoknya lakuin perintah mama gak usah banyak nanya dan banyak protes! ***** eh titik!!"
Dan karena itu lah, mereka berdua kini telah berada di villa yang tampak sangat tenang dan nyaman. Villa ini di huni oleh Kang Asep, orang kepercayaan papa Erwin yang sudah lama mengurus dan menjaga Villa ini.
" selamat datang den Vigra..." sapa kang asep ketika mobil mereka sudah berhenti di halaman luas villa tersebut.
" wuih..kang asep..masih seger aja..sehat kang?" sapa Vigra sembari menyalami kang asep.
" sehat den...ini istrinya den?"
" iya kang..baru sekali kesini, belum sempet mau liburan kesini.."
" wahh..geulis pisan den..pinter banget nyarinya.." puji kang asep
" hehehe..iya dong..nih kenalin yank, ini kang asep..yang udah ngurusin ni villa dari jaman dulu.." ucap Vigra ke arah sang istri, Nona pun mengulurkan tangannya sembari tersenyum manis
" halo kang asep..saya Nona.."
" Nona? nona namanya siapa? kalo udah jadi istrinya den Vigra, namanya nyonya atuh ..bukan Nona lagi.."
Vigra dan Nona pun tertawa geli
" nama Nona Marisca kang..panggilannya Nona..begituuu " jelas Vigra geli sembari melihat kang asep membulatkan mulutnya sembari menepuk jidatnya.
" yaudah atuh den..masuk..udah saya siapin kamarnya den Vigra.. tadi pagi nyonya neni telpun saya, katanya den vigra mau liburan disini.."
Mereka berdua pun masuk kedalam villa di ikuti kang asep yang dengan sigap membawakan koper yang sudah diturunkan dari mobil.
***
Kamar utama yang mereka tempati, cukup besar. Terdapat ranjang dengan ukuran king size yang terletak di tengah ruangan. Nakas berwarna putih terdapat di kanan kiri ranjang, lampu tidur pun tertata apik di atas nakas. Kamar mereka menghadap ke arah hamparan kebun stroberi dan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi. Kamar mereka berada di lantai dua, Nona berjalan menghampiri pintu kaca yang menghubungkan kamar dengan balkon. Begitu dia membuka pintu kaca tersebut, angin yang dingin langsung menampar wajahnya. Dia pun mengeratkan tangan untuk memeluk tubuhnya sendiri.
Namun tak lama, terasa lengan kokoh merengkuh tubuhnya dari belakang. ahh..hangatnya. Dia pun mendongakkan kepalanya dan melihat wajah tampan sang suami yang sedang tersenyum menggodanya.
" suka?"
" kan ada aku, siap menghangatkanmu kapan saja.." ucap Vigra sembari membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
" ihhh....itu mah moduuss "
" jelas dong...gimana? kamu siap di hajar gak nih?"
" waduh..di hajar ?? kamu mau kdrt nih? "
" hajarnya di atas ranjang , mau gak?"
" hmmm..gimana yaa..tergantung kamunya deh..bisa ngerayu aku apa enggak.." jawab Nona sembari melepaskan pelukan sang suami kemudian berlari masuk kedalam kamar. Vigra pun tersenyum smirk sembari berteriak
" liat aja nantiii...paling kamu yang minta nambaahh..."
Nona pun hanya menjulurkan lidahnya sembari berlari ke arah kamar mandi,bermaksud untuk membersihkan tubuhnya setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang.
***
Selesai makan malam, mereka pun kembali masuk ke dalam kamar. Semakin malam, udara semakin dingin. Membuat Vigra meringkuk di atas ranjang berselimutkan bedcover yang tebal. Sementara Nona masih menggosok gigi dan membersihkan wajahnya.
" yank..kamu lama banget sih..dingiin niih..."
" iyaaa..bentaaarr lagi selesai..sabar napa sih.."
ucap Nona sembari berjalan keluar dari kamar mandi. Dirinya memakai dress berbahan rajut dengan panjang di atas lutut , berlengan panjang namun berkerah sabrina. Sekilas tampak tertutup, namun lehernya yang jenjang terekspose dengan indahnya. Membuat sang suami menelan ludah ketika memandanginya.
" emang bener kata mama..."
" apaan?" sahut Nona sembari mengikat rambutnya dengan bentuk cepol sehingga makin memperlihatkan kemulusan leher serta pundaknya.
" liburan ke tempat dingin emang bikin horny..apalagi liat istri yang seksiiii...heran deh..malam ini kamu cakep banget sih.."
" ihh..gombal.." ucap Nona sembari naik ke atas ranjang dan membuka selimut kemudian memasukkan tubuh mungilnya. Vigra pun langsung menyambut dengan pelukan
" ahhh...hangattnya meluukk kamuuu..."
" udah, peluk aja sampe pagi..aku ngantuk.."
" eits..enak ajaa..ngantuk?? kamu udah pake baju yang mengundang hasrat, eh sekarang bilangnya ngantuk?? tidak akan kubiarkaann"
Nona pun terkekeh geli melihat suaminya yang mengomel.
" ya kalo bisa bikin aku gak ngantuk, bolehlaahh.." godanya. Tanpa banyak kata vigra langsung mengecup serta menjilati leher jenjang sang istri, membuat Nona menggeliat keenakan.
" gimana? masih ngantuk? " bisik Vigra di telinganya sembari menjilati telinga, beralih ke leher, turun ke pundak mulusnya
" hmmm..kok gak ada tali di atas pundakmu? hmmm..udah dilepas yaa...nakaal ya kamu yaa..katanya ngantuk tapi ternyata udah persiapan.." goda Vigra
" lhoo...aku kan cuman mau bantuin kamu mas..biar gak kelamaan.." jawaban Nona belum selesai karena bibir Vigra sudah terlebih dahulu menyergapnya, menjilati bibirnya kemudian memaksanya untuk membuka mulut sejurus kemudian lidah Vigra sudah menari-nari di dalam rongga mulut Nona, menyesapnya hingga membuat sang istri kehabisan nafas. Dia pun memukul mukul pundak vigra ,memberi tanda jika dia butuh bernafas.
" massss..." pekik Nona perlahan setelah berhasil melepaskan ciuman hot dari sang suami.
" itu hukuman!! pura pura gak mau sih kamuu..udah belom nafasnya? aku mau lanjut nih.."
Belum sampai Nona menjawab, bibir vigra kembali ******* habis bibir ranum miliknya. Kali ini tangan vigra ikut bergerilya mengabsen lekuk tubuh sang istri. Di mulai dari paha, meremas pantat sintal milik istrinya, naik ke arah bukit kembar yang membusung dengan sangat menggoda.
Aktifitas mereka yang saling memadu kasih di iringi suara desahan dan rintihan yang menggoda masih belum berakhir. Malam semakin larut, namun kegiatan mereka tak kunjung usai. Baju mereka sudah berserakan d atas ranjang dan beberapa tercecer dilantai.
Mereka pun melakukan berbagai pose seperti saran dokter Amanda. Dimulai dari missionaris, missionaris dengan kaki di angat satu dan juga doggy style. Namun karena gaya terakhir itu adalah favorit Vigra, maka gaya doggy style selalu di ulang berkali-kali membuat Nona lemas tak berdaya.
Ahhh...usaha untuk memiliki anak memang sangat melelahkan namun sangat menyenangkan.