
Hari pertama mereka di Lombok benar-benar hanya dihabiskan di kamar, entah berapa kali mereka mengulanginya,tak terhitung. Disemua sudut kamar hotel sudah mereka coba, namun rasa lelah tak juga mendera.
Namun siang ini, mereka berhenti melakukan aktifitas erotis nya dikarenakan perut mereka meronta-ronta minta makan. Kalau tidak makan, tidak akan bisa melanjutkannya bukan?
" ah iya mas gra...vidcall frenzy yuk..dia rewel gak ya.."
" oh iya bener..sejak kita sampe sini,kita belum telpon rumah...duh..hp ku dimana ya.." kata vigra sembari mencari benda pipih miliknya
" kamu sih mas...gak brenti-brenti..sampe lupa sama anak sendiri..." cebiknya
" halah..kamu juga gak ngingetin..." godanya.
Akhirnya benda yang dicari pun ketemu, ternyata masih ada di dalam tas,seperti ketika mereka baru tiba.
tuutt...tuutt...terdengar nada sambung menghubungi hp mama neni, tak lama muncul wajah mama neni yang tersenyum lebar
-halooooo..gimana? lancaarrr?? berhasiill? udah di proses kan? -
-ihh..mamaaa...apa sih! frenzy mana ma??-
Terdengar suara tawa mamanya,kemudian mengalihkan layar hp ke arah gadis kecil nan lucu. Begitu layar menangkap wajah gadis kecil itu,sontak vigra dan nona tersenyum bahagia, wajahnya tampak belepotan es krim
-frenzy sayaaangg...lagi makan es krim ya?-
tampak dia hanya mengangguk tanpa begitu memperdulikan sapaan kedua orang tuanya yang rindu dan merasa bersalah meninggalkannya dirumah. Namun yang dirindukan malah tak peduli. duh.
Layar kembali ke arah wajah mama neni
-udah..gak usah lama-lama,ntar malah dia jadi rewel lagi..dari kemarin dia pinter kok..gak rewel sama sekali..tuh liat sendiri kan..jadi kalian gak usah kwatir,nikmatin aja liburannya,jangan lupa pesanan frenzy harus segera jadi ya, A-D-I-K B-A-Y-I ..okee..bhaayy..-
tut..tut..tut... dan sambungan telepon di matikan. Mereka berdua menatap layar hp lalu kembali bersitatap. Sejurus kemudian mereka tertawa
"so? kita bikinin pesanan frenzy lagi ya?" ujar vigra sambil bersiap-siap menerkam istrinya kembali
"aaaaaa...capeeekkk..akuu capeeekkk" teriak istrinya sambil tertawa, malu- malu tapi mau.
***
Tak terasa, honeymoon mereka telah usai. Mereka pun sudah berada di bandara,bersiap melakukan perjalanan kembali ke rumah. Mereka memang sangat menikmati perjalanan berdua,namun tidak dipungkiri hati keduanya merasa ada yang kurang, karena tidak mengajak frenzy.
Sesampainya di kediaman Lusanka, frenzy sudah menyambut kedatangan mereka dengan riang gembira. Dia berlari sekuat tenaga ketika melihat sang papa turun dari mobil, secepat kilat dia menghambur kedalam pelukan Vigra.
" papaaaaaa..enzyyy tangeeennn..." teriaknya
" samaaa...papa jugaaaa " ucapnya sambil menciumi pipi gembil anak sambungnya.
" hmmm..yang dikangenin papa aja nih?? mama enggak?" ucap nona cemburu.
" enzy juga tangen mama..tapi enzy lebih tangen papaa.." ucapnya polos, membuat seluruh semua tertawa .
" ah iya..mana adek bayinya pa? " tanyanya polos
Mereka berdua gelagapan, bingung mau menjawab apa. Mama neni pelaku pencetusan adek bayi pun,maju mendekat.
" bkin adek bayi tu lama syaang..nunggu perutnya mama gendut dulu..nanti kalo udah gendut, adek bayinya baru bisa keluar..sabar ya.."
" keluarnya lewat mana oma?" nah loh!!
" ehh..frenzy gak mau kasih liat papa mama? yang kemarin kita bikiinn..." mama neni dengan lihai membelokkan pertanyaan gadis kecil itu. Dan benar saja,dia terpancing!!
" ahh...iya pa..iyaaa...yuk ..yuk.." ucapnya sambil menarik tangan vigra masuk kedalam rumah dan menuju ke ruangan sebelah kamar vigra. Tangan kecil itu membuka pintu dan berteriak
" talaaaaa...enzy udah punya kamal sendiliii papaaa..." ucapnya gembira sambil membentangkan tangannya di depan pintu.
" wooww...waaahhh...kapan ini bikiinnya??" ucapnya takjub. Dia teringat,ini adalah kamar kosong yang hanya berisi ranjang dan lemari, biasa digunakan jika ada saudaranya yang datang menginap. Itupun jarang sekali.
Nona dan vigra memasuki kamar bernuansa pink biru, dengan wallpaper motif anak-anak, di ujung ruangan terdapan dipan kecil berwarna putih dengan seprei hello kitty, terdapat meja belajar kecil, banyak mainan di pojok ruangan, sofa kecil dan masih banyak lagi. Sangat menakjubkan jika ruangan ini sudah disulap seperti ini hanya dalam waktu 3hari saja .
" mama udah siapin ini lama..kamu aja yang gak tau..gak pernah masuk sini..." ucap mama neni tiba-tiba seperti mampu membaca apa yang dipikirkan vigra dan nona.
" hanya saja semua mainan dan boneka,mama baru membelikannya kemarin,kita jalan-jalan berdua ..iya kan sayang.." ucapnya sambil memeluk frenzy, gadis kecil itu mengangguk gemas.
Tiba-tiba Nona memeluk mama neni sambil berurai air mata.
"makasih banget ma..makasiihh..aku gak tau harus bagaimana membalas semua ini ma..aku benar-benar merasa memiliki seorang ibu sekarang, satu hal yang tidak pernah ada dalam bayanganku jika aku bisa memiliki ibu.mm" ucapnya sambil menangis sesenggukan. Mama neni membalas pelukan menanntunya
" terima kasih juga,kamu sudah memberikan mama kesempatan,memiliki anak perempuan seperti kamu..memiliki cucu cantik di usia mama yang masih muda ini..." disela-sela kalimatnya yang mengharu biru,mama neni masih sempat berkelakar. Mereka pun melepaskan pelukan.
" yang terpenting..kamu harus bahagia sama anak mama..kalo dia macem-macem bilang sama mama..biar mama tendang dia dari rumah ini.." ucapnya seraya menghapus jejak-jejak air mata dari wajah menantunya.
Vigra yang sedari tadi hanya menandang kemudian membelalakkan matanya dan melakukan protes
" heeiii..mama ih..yang anak mama aku apa nona sihhh?? jahat banget sama anak sendirii.."
" biarin.. " cibir mama neni kemudian menarik vigra kedalam pelukannya
" mama bahagia banget sekarang..keluarga kita jadi rame..semoga kita selalu bahagia seperti ini.."
Mereka pun berpelukan sambil tersenyum bahagia.
\*\*\*