Baby Love

Baby Love
Bab 31 : aku mau adek baru



Tak terasa waktu berjalan dengan cepat. Rasanya baru kemarin mereka berdua menyelenggarakan pesta pernikahan dan Nona menyandang status sebagai nyonya Vigra. Namun ternyata mereka berdua sudah menjalani bahtera rumah tangga lebih dari satu tahun. Frenzy sudah bertambah besar namun dirinya tak kunjung mendapatkan seorang adik. Tak hanya sekali dua kali, dirinya merengek meminta adik kepada mama papa namun hanya di janjikan tunggu ya, sabar ya. Dan lama lama bocah keriting nan menggemaskan ini tak bisa menahan rasa sabarnya.


Seperti di minggu pagi ini, matahari bersinar cerah. Sepasang suami istri masih berpelukan di atas ranjang dan tidur dengan pulasnya. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki kecil mendekati kamar mereka dan sejurus kemudian braakkk suara pintu dibuka dengan keras membuat Vigra dan Nona terperanjat kaget. Mereka langsung terduduk dengan wajah ngantuk khas orang bangun tidur.


" astagaa..frenzy sayang..pelan pelan buka pintunyaaa..." ucap Nona lembut sembari merapikan rambut panjangnya yang berantakan. Yang di tegur seolah tak mendengarkan. Dengan muka cemberut Frenzy berlari ke arah ranjang dan langsung melompat dalam pelukan sang papa.


" cantiknya papa kenapa sih..pagi-pagi udah ngambek?" tanya Vigra lembut sembari mengelus-elus rambut keriting anak sambungnya tersebut.


" pa sama ma bohong sama enzy!!!! enzy sebeeelll"


Vigra dan Nona saling pandang tak mengerti, kemudian kembali mengalihkan perhatian mereka ke arah bocah yang sedang merajuk ini.


" bohong aapa sayang? bilang yang jelas dong biar papa sama mama ngertii..."


" enzy kan minta adeeekk!! katanya kalo papa sama mama sering berduaan, enzy gak ikut, katanya enzy bakal punya adek!! tapii manaa?? bohoongg kaann!!! " cerocosnya dengan suara lantang. Vigra tampak tertawa mendengar penjelasan Frenzy, berbeda dengan Nona yang tampak menunduk sedih. Vigra memandang wajah nona, mengelus pucuk kepalanya seolah mengatakan don't worry. Kemudian beralih mengelus pucuk kepala Frenzy.


" frenzy pengen punya adek ya?"


" pengen banget pa.."


" nanti kalo punya adek, harus berbagi mainan lho..mau?"


" mau..mau..enzy kan maenannya banyak "


" hmmm...bener? kalo gitu, nanti kalo ada adek, perhatian papa sama mama dibagi dua loh..frenzy mau?"


Gadis kecil itu tampak terdiam sejenak,lalu mengajukan pertanyaan


" tapi papa tetep sayang sama enzy kan?"


" hahahah..ya tetep dong..frenzy tetep gadis tercantik dan tersayang di hatinya papa..tak tergantikan.."


" hmm..kalo gitu, enzy tetep mau punya adek pa..nanti enzy mau kok berbagi papa smaa mama.."


" kalo gitu, kapan adeknya dateng?"


Mereka berdua diam sejenak. Sebelum Vigra menjawab


" frenzy berdoa, rajin makan, rajin sekolah, gak rewelan, gak nakal naahh ntar klo frenzy udah jadi anak baik, siap jadi kakak naahh..adeknya dateng deh..."


Penjelasan Vigra membuat Nona mengernyitkan dahi sekaligus menahan tawa. Namun tidak halnya dengan Frenzy, dia mendengarkan dengan serius kemudian menganggukan kepala sambil mengepalkan kedua tangannya


" siap!! enzy mauuuu!!! " jawabnya penuh semangat sembari turun dari ranjang dan berlari keluar kamar, menghampiri oma nya di dapur. Tentu saja untuk menceritakan perihal perkataan sang papa.


Sepeninggal Frenzy, Nona masih tertawa geli. Membuat Vigra mengernyitkan dahi, heran.


" ngapain kamu ketawa sayang?"


" kamu kalo mau bohongin bocah pinter ya mas.."


" lhoo..aku kan gak boong..itu beneran kan.."


" hahah.. iya iya..cuman masalahnya kalo dia nanti udah begitu tapi adeknya belom dateng, gimana dong?"


Vigra tersenyum smirk , mendekatkan tubuhnya ke arah tubuh sang istri.


" ya kita tiap hari harus usaha buat bikinin dong sayang..." bisiknya lembut di telinga sang istri, membuat Nona menggeliat kegelian


" ihh..udaah pagiii...udah pagiii...tadi malem kan udaahh maass..." teriak Nona perlahan sembari menahan dada sang suami agar tidak terlalu menempel ditubuhnya.


" ya tadi malem kan di kasur, nah sekarang kita pindah .skalian mandi lah...yuk..yuk..mandi bareng yuuk..."


ajaknya sembari mengangkat tubuh mungil Nona sembari membawanya ke kamar mandi. Selanjutnya hanya terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, menyamarkan suara suara desahan sepasang suami istri yang sedang berusaha membuatkan adik kecil untuk putri mereka. Fighting!!