
Ruang rawat inap VIP yang di dominasi warna pastel itu tampak tenang. Karena hanya berisi seorang pasien yang tengah terbaring di atas ranjang dan satu orang dewasa yang sedang menunggunya. Sementara di sisi ranjang pasien, terdapat dua box berisi dua bayi yang baru saja dilahirkan beberapa jam yang lalu.
"mas..udah ih ngeliatin dedeknya.." tegur Nona ketika melihat sedari tadi sang suami hanya duduk memandangi kedua anak mereka dengan wajah sumringah.
Vigra pun tersenyum malu, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah sang istri yang masih tampak kelelahan pasca persalinannya.
" kamu mau makan? minum? "
Nona menggeleng lemah
" enggak, aku cuman capek..badanku kek di gebukin satu erte tau gak sih mas.."
" uluh...uluh..kasian sayangnya akuu...sini..sini..aku pijitin ya?" tawarnya dan mendapat anggukan bahagia dari sang istri.
Vigra pun memijat lembut kaki sang istri sembari masih menatap dua bayi merah yang masih tertidur pulas
" aku masih kaget...gak ada bayangan sama skali kalo mau dapet baby dua sekaligus..selama USG kan dokter Amanda gak bilang kalo ada dua.."
" iya,kata dokter Amanda tadi, dia kecolongan..untung aja sehat semua..meski BB mereka kecil-kecil tapi semuanya sehat.."
Ya, baby twins memang berbobot tidak sebesar ketika Nona melahirkan frenzy. baby cowok beratnya 2,85gr sedangkan baby ceweknya 2,65gr begitu penjelasan dokter Amanda tadi.
" eh tapi selama hamil perut kamu gak besar banget kan Non...tapi kamu kerasa gak sih kalo dua?"
" hmmm..cuman kerasa gerakannya aktif banget, cuman aku pikir kan dedeknya aktif aja mas..gak mikir kalo dua..lagian dari garis aku, kayaknya ga ada yang kembar..kalo dari kamu mas?"
" duh..aku ga tau, nanti tanya mama deh.."
Vigra menghentikan pijatannya kemudian beranjak dari ranjang dan kembali memperhatikan box bayi di depannyanya
" liat deh..mancung semua lho Non..tapi mirip siapa ya.."
" belom keliatan lah mas..masih berubah ubah.."
" gapapa deh, asal mukanya gak mirip aktor drakor kesukaanmu non..enak aja, aku yang bikin kenapa mukanya mirip orang lain.." gerutunya mendapat sambutan gelak tawa sang istri.
" mau di kasih nama siapa ya..." gumam Vigra perlahan
" udah dapet nama belom mas?" tanya Nona
" belom sih..."
" kamu lagi deh yang kasih nama mas..frenzy dulu juga kamu kan yang kasih nama...tapi jangan ngaco lho.." ucap Nona mengingat dulu Vigra akan memberi nama finding nemo kepada Frenzy.
" hahaha..enggak lah, dulu kan dadakan non..kenal juga kagak..tiba-tiba nemenin lairan..." pikiran Vigra menerawang mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu
" rasanya gimana mas, nemenin dua kali lahiran anak orang sama anak sendiri?"
" sama degdegannya sih, cuman aku lebih kwatir yang sekarang lah Non..karna yang ngelairin istri aku..rasanya sakit semua badanku ngeliat kamu tadi..makasih ya buat perjuangannya.." ucapnya seraya mencium kening sang istri yang disambut senyum manis dan anggukan kepala.
" abis ini udah deh ya, gak usah hamil lagi..3 aja deh anaknya..aku gak sanggup liat kamu kesakitan kayak tadi Non.." cicitnya penuh rasa khawatir
" kalo gitu jangan sering-sering berbuat mesumnya mas..gak pagi siang sore malem, kalo kayak gitu yang ada hamil lagi lah.."
" ahhh..iya ya..." ucapnya sembari berfikir
" pake pengaman aja gimana?"
" ya gak papa, tapi nanti kalo gak enak gimana?"
" enakin aja lah.."
" hihihi..ngaco..yaudah deh,yang penting sekarang mas puasa dulu ya.."
" wuiihh..iya ya? berapa lama sih non?"
" ya nifas itu kan 40 hari mas.."
Vigra menepuk jidatnya keras dan berteriak
...hihihihi...sabar lah papa Vigra, abis ngelairin itu sakit tau....
***
Hari ini baby twins no name pulang kerumah. Begitu turun dari mobil sang kakak sudah menyambut dengan lonjakan gembira. Dirinya sudah tak sabar ingin bermain dengan sang adik yang masih bayi.
Tampak di teras depan, Mama Neni dan Papa Erwin menyambut kedatangan mereka dengan wajah sumringah. Dan nampak dua orang perempuan paruh baya berseragam pink polos berdiri di belakang kedua orang tuanya. Vigra dan Nona menatap mereka heran. Namun sebelum anak dan menantunya bertanya, Mama Neni sudah menjelaskan
" ini kenalin..mbak Juju dan mbak Jiji..mereka baby sitter yang mama sewa buat ngurusin si kembar...jadi Nona bisa konsen recovery nya.."
" tapi ma..." Nona hendak membantah namun tak jadi melanjutkan ucapannya
" gak ada tapi-tapian..Mama cuman pengen, ketiga cucu mama mendapat perhatian yang full dari mama nya..jadi jangan sampe mama nya kecapekan setiap hari buat ngurusin mereka..jadi, kalo ada yang bantuin kan lebih enak..baby twins sama mb juju dan mb jiji, frenzy sama mama, dan kamu bisa tetep fokus ngurusin bayi besar kamu, anak mama satu-satunya.." jelas Mama Neni panjang lebar dan membuat Nona dan Virga terharu kemudian mereka berdua menghamburkan tubuh mereka untuk memeluk mama.
" makasih mama...mama terbaik buat kita "
" ehem..ehem...yang punya ide aja yang di peluk, yang bayarin kenapa enggak?" protes Papa Erwin membuat kedua anak menantunya tergelak kemudian beralih memeluk sang Papa.
Frenzy tanpa banyak kata langsung menghambur ikut andil dalam acara peluk-pelukan tadi. Sementara kedua baby sitter baru mereka hanya melihat rona kebahagiaan yang terpancar dari keluarga majikan mereka.
" yaudah yuk masuk...Mama udah siapin kamar buat si kembar..ternyata gak sia-sia kemarin mama belanja dobel, ternyata mama dapat cucu dobel " ucap mama penuh kebahagiaan setelah beberapa waktu yang lalu banyak mendapat protes dari Vigra dan Nona perihal pemborosan dalam belanja perlengkapan bayi. Sekarang Mama Neni merasa bangga bahwa ternyata yang dia lakukan kemarin tidak sia-sia.
***
Kamar berukuran cukup besar yang berada di sebrang kamar Vigra dan Nona, benar-benar sudah di sulap menjadi kamar bayi super cantik. Mereka hanya berada di rumah sakit selama 3 hari, dan dalam waktu singkat mama neni sudah berhasil menyulap kamar ini dengan indah.
Wallpaper bergambar dinosaurus berwarna biru nampak terpampang jelas ketika membuka pintu. Lalu tembok sisi lainnya berwarna pink pastel. Dua box bayi yang dibeli kemarin tampak tertata di tengah ruangan, bersebelahan dengan lemari bayi masing-masing.
" waahh..bagus bangeet maa.." puji Nona ketika memasuki kamar bayi tersebut.
" iya dong..siapa dulu yang ngatur.."
" mama memang is the best.."
Mama Neni tersenyum bangga mendapat pujian dari sang menantu.
" yaudah, kamu istirahat dulu gih..biar si kembar ama mbak juju dan jiji..eia..Asi kamu udah keluar?"
" udah ma..tadi di RS uda sempet aku pompa juga..meski ga banyak tapi kata dokter Amanda cukup buat si kembar.."
" yaudah..kamu istirahat aja dulu,biar mereka sama mba jiji dan juju "
Nona pun masuk kedalam kamar dan mendapati Vigra tengah tertidur di tengah ranjang. Dia tersenyum mendapati wajah lelah sang suami. Dirinya pun tak berniat membangunkannya. Secara perlahan dia duduk dipinggiran ranjang,berharap sang suami tak mengindahkan kehadirannya tapi nyatanya tidak
" dedek sama mbak juju mbak jijik?"
" jiji mas..."
" ih..geli aja..kasih nama kenapa nanggung gitu sih..jiji kan rasanya pengen manggil jijik non.."
Nona tertawa geli mendengar penuturan sang suami.
" ah terserah kamu deh mas..aku mau tiduran bentar..nanti kalo si kembar bangun minta *****, biar udah fresh.."
" ahhh..aku juga jadi pengen ***** non.."
" ihhh..apasi mas graaa..anak udah tiga masih mesum aja.."
Vigra terkekeh geli kemudian menarik sang istri dalam pelukannya
" iya deh..iya..aku relain, aku pinjemin dulu ***** kamu buat si kembar.."
ihhh..pinjemin? lu kate barang sewaan.
dasar papa vigra.